
Arumi sedang sibuk menjemur pakaian dibelakang.
"Kakak ada kak Khalista tu di depan" ujar Ayuningtyas yang sudah berdiri didepan pintu dapur.
"Suruh tunggu aja dek lagi tanggung nih" ujar Arumi melanjutkan pekerjaan menjemurnya, setelah menyelesaikan pekerjaannya Arumi segera menghampiri Khalista.
"Hy Ta,tumben lu sendirian mana Angel" sapa Arumi begitu melihat Khalista duduk diteras rumahnya.
"Rum lu bisa keluar nggak" ucap Khalista begitu Arumi duduk disebelah.
"Hmmm.....sebentar gue izin ke ibu dulu Ta" ujar Arumi disertai anggukan dari Khalista,Arumi segera menemui ibunya.
Ibu Irma sedang sibuk di dapur menyiapkan makan siang " Bu boleh Arumi keluar bersama Khalista Bu" ucap Arumi sambil mengelap piring yang ada dimeja makan " Pergilah nak tapi jangan pulang larut malam" jawab buk Irma tersenyum pada Arumi,setelah mencium tangan sang ibu Arumi segera izin dan menemui sahabatnya yang sedang menunggunya diteras depan rumah dengan tersenyum sumringah " Yuk kita jalan" ujar Arumi "Baik kita berangkat" ucap Khalista segera bangkit dari tepat duduknya,mereka berdua menuju mobil Khalista yang terparkir didepan rumah Arumi.
"Jadi kapan lu berangkat ke AS" ujar Arumi saat diperjalanan " Dalam minggu ini Rum" jawab Khalista dengan raut wajah kurang bersemangat "Hei lu seharusnya bangga dong ngelanjutin kuliah disana,gue aja iri sama lu Ta" ujar Arumi sambil mengusap pundak sahabatnya itu,Khalista tersenyum menoleh sekilas pada Arumi "Nah gitu dong tersenyum" ujar Arumi ikut tersenyum "Gue akan rindu sama lu dan Angel" ujar Khalista sembari memarkirkan mobilnya disebuah mall " Nanti kita bisa saling kontak beb dengan VC ya kan" ucap Arumi memberi semangat pada sahabatnya tersebut,kemudian mereka berdua keluar dari dalam mobil meninggalkan area parkir dan melangkah masuk kedalam sebuah mall.
Khalista dan Arumi menuju Food court yang berada di mall tersebut setelah duduk seorang pelayan menghampiri mereka, Khalista dan Arumi memesan burger dan pasta juga segelas cocktail menemani obrolan mereka siang ini,setelah pesanan mereka tersaji Khalista dan Arumi segera menikmati.makanan mereka.
"Rum emm gue ingin menyampaikan sesuatu ke elu sebelum gue berangkat ke AS" ucap Khalista begitu selesai menyantap makanannya,Arumi menatap wajah sahabatnya "sepertinya penting Ta,apa itu" ujar Arumi namun Khalista tampak begitu berat untuk menyampaikan hal tersebut ia tak ingin Arumi salah faham kepada dirinya membuat Khalista jadi serba salah.
"Hei beb kok malah melamun?" ujar Arumi menggerakkan tangannya ke wajah Khalista yang sedang melamun.
"Hmmm tapi kamu janji,bakal baik - baik saja ok" jawab Khalista menambah rasa penasaran Arumi "Ada apa sih sebenarnya Ta,apakah ini ada hubungannya dengan kita bertiga?" ujar Arumi mencoba menebak kemana arah pembicaraan yang bakal disampaikan oleh Khalista,namun Khalista segera menggelengkan kepala.
"Lalu apa dong, please ngomong langsung donk" ucap Arumi dan meraih satu tangan Khalista lalu menggenggamnya.
__ADS_1
"Rum gue harap apa yang bakal gue sampaikan,lu tidak menganggap gue terlalu mencampuri kehidupan pribadi lu, tapi percayalah semua itu karena gue sayang lu Rum" Ujar Khalista merasa tidak enak terhadap Arumi.
"Gue tau Ta dan gue percaya itu,apakah ini menyangkut mas Baskoro?" Ujar Arumi bertanya kepada Khalista yang disambut anggukan kepala dari Khalista " Ada apa dengan mas Boskoro dan apa yang ia lakukan Ta?"Arumi kembali mencerca pertanyaan pada Khalista.
"Sebaiknya lu jauhi Baskoro,gue tau lu dan Baskoro sudah lama menjalin kasih tapi Baskoro bukan laki - laki baik untuk lu" ujar Khalista sambil mengenggam tangan Arumi,Arumi melepaskan tangannya "Ada apa sebenarnya Ta,apa yang sebenarnya lu tutupi dari gue" ucap Arumi dengan tidak bersemangat,dirinya sudah begitu lama menjalin hubungan dengan Baskoro baginya sulit untuknya mempercayai ucapan yang ia sendiri belum melihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Gue tidak menutupi apapun dari lu Rum cuma sebaiknya lu jaga jarak dengan Baskoro dan semoga apa yang kudengar itu salah" ujar Khalista,Arumi melemparkan pandangannya keluar kaca mall,jujur dihari kecilnya berkata bahwa Khalista sahabatnya tersebut tidak ada niatan yang tidak baik dengannya namun ia juga tidak mungkin bisa untuk menjauhi kekasihnya tersebut karena Arumi begitu sangat mencintai Baskoro.
"Rum ia oke?" gue minta maaf dengan apa yang gue sampaikan barusan" ujar Khalista lagi - lagi mencoba agar Arumi tidak terlalu bersedih ia hanya berharap suatu saat nanti kebusukan Baskoro akan terkuak cepat atau lambat.
"Gue tidak tidak apa - apa Ta" ucap Arumi tersenyum tipis, beberapa saat kemudian Angel menelepon "Angel" ucap Arumi kepada Khalista yang saat itu sedang menatap Arumi.
"Halo gue bete ni Rum,gue mo kerumah lu,lu ada dimana sekarang" ucap Angel begitu panggilan telepon diterima Arumi.
"Gue lagi kesel dengan Khalis tu anak dari kemarin sore janji mo main kerumah so gue tunggu donk,eh giliran gue tunggu tu anak nggak nongol - nongol sampai sekarang males gue sama tu anak"~ Angel
"Sori beb gue nggak dirumah sekarang"~ Arumi
"Lu ada dimana gue samperin deh"
"Gue sama Khalista lagi di mall"
"What tu anak dengan lu sekarang,dasar terlalu tu anak lihat aja gue nggak bakal merestui dengan abang gue"
"Kami mo nonton ne,lu mo datang kemari atau mo ngelanjutin ngomel nih'
__ADS_1
"Oke i will be there!!!"
Angel berteriak dan segera memutuskan sambungan teleponnya,Arumi meniup tangannya yang mengepal lalu di ditempelkan ketelinganya,sedangkan Khalista tertawa cekikikan melihat Angel yang hampir membuat gendang telinga Arumi budeg,Arumi membelalakkan mata kepada Khalista.
"Lu kemana aja sih tadi malam,biasanya juga lu paling semangat main kerumah Angel,jangan bilang lu lagi kencan dengan mas Freddy dibelakang Angel" ujar Arumi menatap Khalista serius.
"Apaan sih lu,gue nggak kemana - mana tadi malam" ujar Khalista sambil menyesap cocktail miliknya.
"Ta kali ini gue serius,jadi tolong jawab pertanyaan gue Ta jika lu dirumah aja tadi malam, kenapa tiba - tiba saja hari ini lu jumpain gue kerumah gue dan sekarang lu bahas mas Bas" ujar Arumi yang merasa aneh dengan sikap sahabatnya tersebut, sementara Khalista sendiri merasa belum yakin sepenuhnya informasi yang disampaikan Freddy,karena merasa bingung akhirnya membuat Khalista melamun.
"Ta lu kenapa sih,jangan buat gue mangkin bingung nih,lu ngomong aja ke gue jika masih mengganggap gue sahabat lu Ta" ujar Arumi mencoba membuat Khalista mau jujur kepadanya.
"Jadi begini Rum,saat gue bersama mas Freddy malam tadi tiba - tiba saja mas Freddy ditelepon rekan bisnisnya dan mereka berjumpa salah satu diskotik" ujar Khalista dan terdiam sejenak.
"Lalu" ucap Arumi semangkin penasaran "Saat mas Freddy hendak menemui rekannya tersebut mas Freddy berpapasan......dengan Baskoro dan Rini mereka sedang mabuk Rum" ujar Khalista dengan perasaan serba salah.
"Tidak mungkin Ta,gue cukup lama mengenal mas Bas" ucap Arumi dengan mata mulai berkaca - kaca.
"Rum gue juga tidak yakin apa yang disampaikan mas Freddy malam tadi,tapi coba kita pikirkan apa untungnya mas Freddy berbohong pada gue dan ia memintaku untuk memberitahu hal ini Rum" ujar Khalista merubah posisi duduknya mendekat pada Arumi.
"Kalian ada apa, sepertinya serius" ujar Angel yang barusan muncul dan segera duduk bergabung dengan kedua sahabatnya tersebut.
Bersambung.
Tetap ikutin cerita selanjutnya ya🤗🤗🤗 dan jangan lupa like, comment dan votenya terimakasih 🙏
__ADS_1