Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps,45


__ADS_3

Setelah memasuki sebuah lorong sempit Nindy menghentikan mobilnya gadis tersebut tampak tidak yakin jika lelaki yang mampu membuat sahabatnya tergila - gila itu tinggal di daerah tersebut.


"Lu yakin beb jika Baskoro tinggal di sekitaran sini,mending lu telfon sebelum kita nyasar lebih jauh" Nindy memberi saran pada Rini.


"Benar juga ide Nindy beb" timpal Margaretha yang duduk dibelakangnya.


"Kalian kenapa sih gitu amat" sungut Rini pada kedua sahabatnya "Kita nggak mungkin nyasar bener kok ini sesuai alamat yang diberikan oleh Ardy,jadi lu jalan aja terus" imbuh Rini tampak kesal.


Nindy lagi - lagi melaksanakan titah sahabatnya tersebut,begitu sampai disebuah rumah sederhana dengan memiliki halaman sedikit luas dari rumah lainnya Rini memerintahkan Nindy untuk menghentikan mobilnya,wanita tersebut akhirnya turun dari dalam mobil begitu Nindy menghentikan mobilnya,ketiga sahabatnya mengikuti Rini bergegas turun.


Rini mengetuk pintu rumah tersebut tidak berapa lama wanita paruh baya muncul dari balik pintu dasar buk Tuti ada jiwa - jiwa matrenya melihat sosok Rini yang berpenampilan modis dan glamor membuat mata wanita tersebut tak berkedip sedikitpun.


"selamat sore menjelang malam tante,apakah benar ini rumah Baskoro?" ujar Rini bertanya dengan sangat manis,namun sepertinya buk Tuti sedang menghayal sehingga ia sama sekali tak merespon ucapan Rini.


"Halo tan,apakah tante mendengarkan ku" ujar Rini kembali menyapa dengan menggerakkan jari - jarinya tepat dimuka buk Tuti membuat kesadaran buk Tuti kembali.


"Eh i...iya apa yang anak bicarakan tadi" ujar buk Tuti dengan senyum yang mengembang.


"Apakah ini rumah Baskoro bu" jelas Rini dengan mengulang pertanyaan yang sama.


"Benar sekali nak,ayo silakan masuk atau kalian mau langsung ke kamarnya saja" pungkas bu Tuti.


Desta yang kebetulan kebelet pipis begitu keluar dari dalam kamar milik Baskoro melihat kehadiran Rini lelaki tersebut kembali masuk kedalam kamar.


"Bro lu ada janji apa dengan Rini,tu cewek udah nongol di pintu rumah lu tuh" ujar Desta pada Sahabatnya.


"Apa!" seru Baskoro "oh ****,lu cegat dulu gih, bilang jika gue lagi meriang buruan"


"Meriang merindukan kasih sayang keles" timpal Faisal cengegesan,Baskoro melotot pada Faisal.


"Lu codot mending diam aja ok,gua lagi sedang tidak bercanda "ujar Baskoro dengan merapatkan giginya lelaki tersebut buru - buru membuka lemari pakaiannya dan mengambil sebuah jaket setelah mengenakan jaketnya ia kembali berbaring ke atas ranjang lalu menarik selimut tebalnya.


"Hei Rin, ternyata lu gue kira siapa tadi" sapa Desta basa - basi.


"Kok malah kamu yang nongol mana Baskoro" ujar buk Tuti sewot


"Tan sebaiknya kita suruh dulu donk masuk tamu istimewa nya,kasihan betis mereka pegel terlalu lama berdiri" ujar Desta mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


"Owh tante kok bisa lupa gini" wanita tersebut segera mempersilakan tamunya masuk dengan tersenyum ramah.


"Lho kok malah ikutan duduk sih,yang dicari tu Baskoro bukan kamu" Buk Tuti berbisik pada Desta dengan gigi rapat,Rini yang melihat tingkah buk Tuti hanya senyum - senyum kecil.


"Tan tamunya kelihatan haus lho,kalian pasti haus kan" ujar Desta dan ternyata ucapan lelaki tersebut berhasil membuat buk Tuti enyah dari ruang tamu segera menuju dapur untuk membuatkan minum tamunya.


"Baskoro di mana sih Des,kok dari tadi tidak kelihatan" ujar Margaretha dengan mata tertuju ke dalam ruangan.


"Baskoro sedang demam gaes,suhu badannya tidak menentu kadang bisa panas tinggi kadang juga bisa dingin sedingin es" ujar Desta memijit kepalanya dengan memasang wajah sedih membuat Rini dan ketiga dayang nya saling pandang.


"Apakah sudah di bawa ke dokter Des" Rini tampak sedih mendengar Baskoro sedang sakit.


"Gua dan teman - teman ingin membawanya periksa Rin tetapi Baskoro menolaknya" Desta duduk membungkuk menutup wajah dengan telapak tangannya dengan menggelengkan kepalanya.


"Des gue ingin ketemu Baskoro,dimana kamarnya" ucap Rini bangkit dari duduknya Desta tidak ada pilihan lain lelaki tersebut mengabulkan keinginan wanita itu.


"Ceklek...."


pintu kamar pun terbuka,Faisal yang melihat kehadiran Rini segera melompat, Baskoro meringis menahan rasa sakit karena Faisal menduduki kakinya,Rini yang melihat pria yang dicintai itu terbaring dengan selimut tebal merasa sangat bersimpati ia pun lalu mendekat.


"Honey lu sakit ya" ujar Rini dengan suara memelas.


Margaretha,Nindy dan Luis yang mendengar ucapan Faisal barusan menjadi urung masuk kedalam kamar pria tersebut,ketiga wanita tersebut hanya menatap Baskoro dari pintu kamar.


"Lho...lho kalian apakan anak saya" seru bu Tuti menghambur masuk kedalam kamar.


"Eh tante jangan dekat- dekat takutnya menjangkit tan" seru Faisal kendati penasaran melihat sang anak namun ternyata buk Tuti takut juga, wanita tersebut urung mendekat.


"Des kayaknya lu yang pantas menjelaskan karena gue sangat tidak tega untuk menyampaikan pada tante tentang penyakit aneh Baskoro" ucap Faisal dengan wajah pura - pura sedih.


"What!" kenapa harus gua sih" seru Desta protes,membuat semua mata yang ada diruangan tersebut tertuju padanya.


"Hmmm....sori - sori,gua panik eh bingung gua tidak bisa berkata - kata sebaiknya lu saja bro lu lebih pas" ujar Desta dengan hidung berkerut kembali memijit kepala entah mengapa kali ini migrain nya benar- benar kumat.


Faisal malah memejamkan mata nya menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskan secara perlahan - lahan.


"Plok"

__ADS_1


Sebuah tamparan mendarat di pipinya mata terbuka lebar, Baskoro yang berselubung di dalam selimut tebal semangkin geram dengan tingkah sahabatnya yang terlalu payah akting.


"Cepetan kamu bicara jangan malah tidur" ucap buk Tuti ketus.


"Ba... baik tan karena tante memaksa aku akan mengatakan yang sebenarnya" ucap Faisal datar dengan mengusap pipinya yang memerah akibat tamparan buk Tuti.


"Buruan!" bentak Buk Tuti tak sabar.


"Baskoro sakit anjing gila tante!' ujar Faisal ikutan membentak "maaf tan terlalu semangat soalnya" imbuh Faisal meralat ucapannya.


"Apa anjing gila!" seru buk Tuti dan Rini serempak, sedangkan ketiga wanita yang sedang berdiri mematung didepan pintu Kembali menatap kearah Desta,lelaki tersebut buru - buru menganggukkan kepalanya seakan membenarkan ucapan Faisal barusan.


"Be....benar Tante mangkanya biar aman seharusnya semuanya meninggalkan kamar ini,soal Baskoro ada kami yang mengurusnya" jawab Faisal dengan wajah serius, buk Tuti ternyata termakan bualan Faisal wanita tersebut buru - buru keluar dari dalam kamar bersama yang lainnya sementara Rini tampak berat untuk meninggalkan Baskoro.


"Hiks..... hiks.....hiks..."


Isak tangis Faisal tiba -tiba pecah Rini mengerutkan dahi menatap lelaki tersebut,karena di hati kecil wanita itu tidak sepenuhnya mempercayai ucapan Faisal.


"Des benarkah apa yang dikatakan Faisal" ujar Rini dengan sorot mata tajam.


"Begitulah kira - kira Rin" jawab Desta singkat dengan kepala tertunduk menatap lantai kamar.


"Rin gua tahu lu sedih tapi lu harus memikirkan keselamatan lu juga Rin gua janji dalam 24 jam akan membuat kekasihmu sembuh,apapun itu akan kami lakukan percayalah dan sebaiknya lu segera pulang" ujar Faisal lagi - lagi dengan wajah serius.


"Baiklah jika begitu gue pulang dulu dan jangan lupa kabari gue jika ada perkembangan tentang kondisi Baskoro" ucap Rini datar dan segera berlalu pergi dari kamar tersebut,setelah Rini berlalu Desta dengan segera langsung mengunci pintu kamar dari dalam,setelah situasi aman dan terkendali Baskoro bangkit dan.....


"Brukkkk......


Tubuh Faisal terjerembab tersungkur Kelantai Baskoro sengaja menolaknya karena pemuda tersebut sudah tidak sanggup menahan rasa sakit diujung kakinya yang sedari tadi di duduki oleh Faisal,Desta yang melihat adegan kedua sahabatnya saling meringis tertawa cekikikan,Baskoro melempar bantal kearah Desta, lemparan bantal Baskoro tidak mampu mengentikan tawa lelaki tersebut Desta semangkin guling - gulingan diatas lantai dengan tertawa terpingkal - pingkal.


"Aw sakit bro" ucap Faisal sambil mengusap kepalanya yang benjol.


"Mampus lu sono!" anjing gila, lu yang gila"sungut Baskoro ketus dan segera melucuti pakaian yang ia kenakan tampak keringat mengucur diseluruh tubuh sikpack nya.


~Bersambung~


Dukung terus author dengan vote,like dan coment๐Ÿ™๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


jangan lupa mampir juga di cerita temenku di๐Ÿ‘‡ini ๐Ÿ‘Œ



__ADS_2