
Hy gaes apa kabar kalian?.......
Maaf ya aku baru bisa up hari ini dan minta maaf jika tulisan ku ini banyak kekurangannya termasuk banyak typo🙏.
Tetap dukung Aku ya dengan klik vote,like dan tinggalin jejak kalian juga rate gift nya serta favorit dari kalian.
Happy reading 🥰🥰🥰**
...****************...
Arumi membuka matanya perlahan dan menatap sekeliling dengan tatapan kosong,kini ia pasrah akan keadaan yang ia alami saat ini,seorang petugas berjalan menghampiri sel dimana Arumi sebagai pesakitan dikurung bersama dengan para napi yang tersandung kasus yang sama.
"Selamat pagi nona Arumi,anda telah tahu bukan hari ini anda akan disidangkan untuk kasus anda"ucap petugas tersebut setelah membuka kunci sel tersebut.
Arumi bangkit dan melangkah keluar dari ruangan sempit dimana tempatnya berada saat ini,tubuhnya sangat kurus dengan wajah tampak kusam,Arumi digiring menuju ke mobil tahanan oleh dua orang petugas lapas,mobil tahanan pun bergerak setelah Arumi dan dua napi lainnya masuk kedalam mobil.
Tiba-tiba di tengah perjalanan tepatnya ditikungan sebuah mobil van yang melaju dari satu arah yang sama berhasil menyalip, es lalu menghadang mobil tahanan dengan melintang tepat didepan mobil tahanan yang membawa ketiga napi dan beberapa orang petugas,sopir terpaksa menginjak rem secara mendadak sontak membuat seisi mobil terkejut.
Beberapa orang dengan mengenakan pakaian gelap dan penutup wajah turun secepat kilat lalu melepaskan tembakan pada sang sopir, sementara yang lainnya menggedor-gedor bagian belakang mobil berusaha membuka paksa mobil tersebut,tidak membutuhkan waktu lama bagian mobil berhasil terbuka lagi-lagi suara letusan senjata api kembali terdengar suara itu berasal dari hand gun milik para pelaku yang secara brutal menembaki lima orang petugas.
Tak berselang lama Arumi tampak ditarik turun dari dalam mobil oleh para pelaku dan membiarkan begitu saja dua orang napi lainnya,mereka lalu membawa Arumi masuk kedalam mobil Van lalu mobil melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut memasuki daerah pinggiran hutan yang terdapat sebuah Villa pribadi.
Tidak ada reaksi takut bahkan khawatir sedikit pun dari ekspresi wajah Arumi,akan dibawa kemana atau siapa yang membawanya saat ini baginya sama saja,sepanjang perjalanan menuju suatu tempat wanita itu bungkam tak bergeming sedikit pun.
Max membawa Arumi turun begitu mobil telah terparkir dipekarangan villa yang terlihat mewah dan sepi dari luar, dengan langkah lebar Max memasuki bangunan villa milik Dexter alias Dragon,seorang wanita muda menghampiri Max dengan kepala sedikit menunduk,dilihat dari pakaian yang dikenakan wanita tersebut adalah seorang pelayan di villa tersebut.
"Bawa wanita ini kekamar atas layani sebaik mungkin dan persiapkan saat makan malam karena tuan Dexter akan makan malam bersamanya"
"Baik tuan" wanita itu pun melaksanakan titah Max dengan membawa Arum menuju lantai atas.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Max pun langsung menuruni anak tangga menuju keruangan Dexter untuk memberikan laporan tentang pekerjaan yang diberikan tuannya.
Max segera membuka pintu tampak Dexter sedang berada dikursi kebesarannya dengan kepala menempel pada sandaran kursi,pria paruh baya itu segera memposisikan duduknya lurus kedepan saat melihat Max yang sudah berada dihadapannya.
__ADS_1
"Bagaimana apakah semua sesuai rencana?"
"Aku sudah membereskan semuanya tuan,tapi ada sesuatu yang telah telah terjadi pada wanita itu"ujar Max menatap Dragon.
"Apakah ini cukup serius,semacam penyiksaan maksud mu"Dragon tampak tegang, perasaan cemas tentang kesehatan Arumi membuatnya bangkit dari kursinya"Aku akan melihat kondisinya"
"Tunggu tuan ini tidak mengenai fisik wanita itu akan tetapi secara mental"Max menahan Dexter yang hendak melangkah pergi dari ruangan itu.
"Maksud mu"Dragon mengeryitkan dahinya.
"Anda tentu tahu tuan,tidak mudah melalui situasi yang dihadapi wanita itu,dikhianati oleh orang terdekatnya dan kabar terakhir yang sama kita ketahui ibunya meninggal dunia,keluarga kecil yang bahagia hancur seketika karena permasalahan yang sedang ia hadapi,pasti ini membuat wanita itu terguncang jiwanya tuan"
Dragon menghela nafas dengan memejamkan matanya,ia ikut menyesal atas semua yang terjadi namun ini semua ia lakukan semata untuk menyadarkan Arumi tentang bagaimana sikap lelaki yang ia cintai itu sebenarnya.
"Lalu bagaimana menurut mu"Dragon membuka matanya dan menoleh menatap kearah Max.
"Kita butuh spikeater tuan,kejiwaan wanita itu terganggu dan hal ini sangat wajar karena siapapun tidak sanggup memikul beban seperti wanita itu sedang hadapi"
"Aku percaya kan pada mu segalanya sekarang istirahat lah kamu pasti lelah"Dragon menepuk pundak Max,lalu berjalan keluar ruangan itu pikirannya berkecamuk perkataan Max benar-benar mengusiknya membuat Dragon sangat prihatin dengan keadaan Arumi saat ini"*Maafkan aku yang telah membiarkan mu melalui segalanya"batin Dragon.
Isu tentang kaburnya Arumi dengan bantuan seseorang pun langsung menjadi trending topic dibeberapa media sosial,surat kabar langsung mengeluarkan berita terkait hal tersebut hal itu membuat geger kampus dimana tempat Arumi menimba ilmu selama ini .
Pro dan kontra pun terjadi namun banyak yang masih tidak mempercayai tentang kasus yang menimpa Arumi karena selama ini mereka cukup mengenal Arumi dengan baik,wanita itu dikenal dengan sosok yang berhati lembut,berparas Ayu selain cerdas wanita itu sangat sopan semua kebaikan melekat pada keseharian wanita itu,hal itulah yang membuat sebagaian para mahasiswa tidak mempercayai Arumi bisa melakukan hal yang dituduhkan kepada dirinya.
Disudut kantin Angel tengah mengaduk-aduk makanan dipiringnya wanita itu tampak murung,ia sangat menyesali atas kejadian yang menimpa sahabatnya itu,andai saja ia ikut Arumi malam itu maka kejadian buruk tidak akan dialami sahabatnya itu.
"Sayang kamu yang sabar ya,kita doakan saja dimana pun Arumi berada ia dalam keadaan baik-baik saja"Bayu mencoba menghibur kekasihnya itu.
"Aku yakin mas,pasti Baskoro yang memasukkan barang tersebut kedalam tas Arumi"ujar Angel suara terdengar serak menahan amarah yang sedari tadi ia pendam.
"Mas tau itu sayang,tapi kita tidak bisa membuktikan hal itu untuk saat ini kita hanya bisa membantu dengan doa semoga Arumi kuat menghadapi cobaan ini"Bayu menggenggam erat tangan Angel,kedua mata wanita itu memerah tampak genangan bening menggantung pada kantung matanya.
Sumpah serapah terdengar dari bibir wanita yang baru saja mendatangi meja kantin dan duduk tepat disebelah Angel dan Bayu,Angel menyeka butiran bening tersebut mana kala ia melihat sosok Baskoro yang berada disana bersama Rini dan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Halo teman-teman semua,kalian pasti sudah tahu berita hari ini bukan,lihat wanita yang kalian anggap lugu dan kalian puja selama ini ternyata seorang peniahat besar,kalian sama seperti gue kita sama-sama tertipu untuk itu kalian harus berhati-hati memilih teman kedepanya agar kalian semua tidak terjerumus hingga mengalami nasib sial"ujar Rini dengan lantang menunjukkan kasak-kusuk para mahasiswa yang berada dikantin saat itu.
"Kita juga tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk,jika sikapnya didepan kita saja sangat perfeksionis"ujar salah satu mahasiswa menimpali ucapan Rini.
"Makanya kita jangan mudah percaya dengan tampilan luarnya saja"Imbuh Rini sekilas menatap sinis ke arah Angel dan Bayu.
Emosi Angel seakan terpancing,seketika ia beranjak dari kursinya"Rin,hentikan omong kosong lu itu!" bentak Angel dengan sorot mata tajam.
"Ngapa sih lu,gak ada angin tau-tau ngajak ribut,resek banget deh"balas Rini dengan rasa tak bersalah.
"Lu yang resek,ngapain lu jelek-jelekin Arumi,biar lu tau masih banyak percaya bahwa semua yang terjadi pada Arumi adalah perbuatan seseorang yang sirik pada Arumi"
"Benerkah dan bisa kah,lantas siapa orang tersebut?" ujar Rini tersenyum smirk.
"Gua gak perlu buktikan apa-apa karena lu sendiri tau siapa orang tersebut"sarkas Angel dengan tangan mengepal.
Semua mahasiswa yang berada dikantin terkejut,suasana kantin mendadak hening seketika,semua mata tertuju pada Rini wajahnya berubah pucat pasi begitu juga Baskoro yang berada di dekat Rini tak kalah gugupnya.
Melihat situasi yang semangkin tak kondusif Bayu pun segera membawa Angel pergi dari kantin,namun baru saja Angel melangkah Rini malah menarik tangan Angel dengan kasar.
"An**** Lu jangan ngarang cerita ya dasar wanita sinting!"Rini berusaha menyangka.
Angel membalikkan badannya emosinya semangkin meledak dan......
"Plakk!"
sebuah tamparan mendarat dipipi mulus Rini sedangkan Baskoro hanya diam dengan kepala yang tertunduk menatap lantai.
"Ingat lain kali jaga ucapan lu sebelum sesuatu yang lebih buruk menimpa Lu"ujar Angel dengan rahang mengeras jari telunjuknya berada tepat diwajah Rini,Angel sedikit puas berhasil menutup omong kosong Rini sekilas ia melirik pada Baskoro dan berlalu pergi meninggalkan kantin bersama Batu menuju mobilnya yang terparkir dipekarangan kampus.
...****************...
**Makasih ya all buat dukungannya
__ADS_1
See u👉**