
Hi gaes jumpa lagi nih🖐️
Dukung author ya dengan vote dan coment 🙏
Happy reading ❤️
...****************...
Saat jam makan siang Alvaro sengaja menjumpai Arumi,ia segera memacu mobilnya menuju sebuah pasar tradisional yang terletak di tengah-tengah kota ia tahu jika sedang tidak kuliah pasti wanita tersebut berada di toko bunganya.
Setelah memarkirkan kendaraan roda empatnya ia bergegas menemui Arumi tampak senyum mengembang disudut bibirnya.
"Hmmm kita lihat apakah dia akan tetap mempercayai kekasihnya setelah melihat photo tersebut" bisik Alvaro dalam hati memalsukan senyumannya.
Arumi tampak sedang melamun raut wajahnya begitu muram sejak menerima kiriman photo kekasihnya yang dengan mesra memeluk wanita yang sangat ia kenal disebuah tempat hiburan malam.
Deheman Alvaro berhasil membuyarkan lamunannya siluet matanya menatap Alvaro yang melangkah menghampirinya dengan berjalan santai.
"Maaf ada kepentingan apa anda kemari tuan"tanya Arumi mengangkat sebelah alisnya.
"Sudah tentu aku ingin membeli bunga, kenapa apakah ada yang salah?" jawab Alvaro tersenyum smirk dan balik bertanya,raut wajah Arumi seketika memerah Alvaro melirik pada Arumi sekilas lalu berpura-pura memilih-milih bunga yang akan ia beli.
"Berapa harga bunga ini" tanya Alvaro yang dijawab singkat oleh Arumi,lalu Alvaro kembali melanjutkan melihat-lihat bunga yang lainnya.
"Kalau yang ini?" tanya Alvaro lagi-lagi Arumi menjawab singkat pertanyaan Alvaro tanpa berdiri dari duduknya.
"Hei bukankah pembeli adalah raja tetapi kenapa anda bersikap acuh begitu nona"
Arumi memutar malas dua bola matanya langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Alvaro.
"Saya akan membantu memilihkan bunga yang tepat,kalau boleh tahu tuan akan memberikan bunga tersebut kepada siapa" tanya Arumi dengan tersenyum tipis,tampak Alvaro mengucek-ngucek hidung bangirnya.
"Untuk seseorang yang spesial pastinya" jawab Alvaro sekenanya.
Arumi mengambil beberapa kuntum bunga kenanga lalu merangkainya Alvaro memperhatikan Arumi yang tengah sibuk merangkai bunga dengan tatapan aneh.
"Ini tuan" Arumi memberikan karangan bunga kenanga tersebut dengan memalsukan senyumannya.
"Sepertinya kamu sedang marah dengan ku sehingga dirimu mengerjai ku,iyakan"
"Tidak ada alasan untuk saya marah kepada tuan bukankah tuan raja dan saya telah memilihkan bunga yang tepat buat anda tuan"
"Bulshit" ujar Alvaro kesal "kamu tidak perlu berbohong kamu pasti marah dengan saya karena telah mengirim photo-photo itu" ujar Alvaro spontan,Arumi diam tak bergeming wajahnya tampak sedih begitu Alvaro mengungkit tentang photo yang dikirimnya pagi tadi.
__ADS_1
"Kenapa kamu hanya diam,apakah kamu menganggap aku merekayasa photo tersebut?" silakan kamu buktikan jika kamu tidak mempercayaiku,aku hanya bersimpati padamu lelaki yang sangat kamu cintai ternyata hanyalah seorang pria hidung belang" Alvaro yang emosi berkata panjang lebar tentang perlakuan Baskoro hingga ia pun tak menyadari wanita yang berada disampingnya telah berurai air mata.
"Cukup tuan silakan anda tinggalkan toko saya"Arumi menatap dalam manik mata Alvaro sambil menyeka air mata yang luruh dipipi mulusnya.
"Ma...maaf jika kata-kata ku membuat mu bersedih"ujar Alvaro merasa bersalah,Arumi membalikkan badan dadanya semangkin sesak dengan tidak menanggapi ucapan Alvaro, ia segera mengemaskan tokonya wanita itu memilih untuk menutup tokonya dan pulang kerumah, Alvaro tidak mengerti akan berbuat apa sehingga ia hanya mematung memandangi Arumi yang tengah berkemas sesaat kemudian Alvaro segera mengulurkan beberapa lembar uang ratusan pada Arumi.
"Untuk apa tuan bukankah anda telah menolak pilihan saya tadi" terdengar suara Arumi parau.
"Saya tetap membelinya karena sejujurnya saya sangat menyukai bunga kenanga"ucap Alvaro asal dan mengambil karangan bunga kenanga yang terletak di atas meja.
"Terserah tuan kalau begitu" Arumi mengambil dua lembar uang ratusan dari tangan Alvaro lalu mengembalikan dengan satu lembar uang lima puluhan tanpa mengucapkan kata apapun Arumi melangkah keluar toko Alvaro menguntit di belakang Arumi.
"Apakah aku bisa mengantarmu pulang" ujar Alvaro mengimbangi langkah kaki Arumi.
"Maaf tuan saya lebih nyaman pulang dengan angkot" Arumi menjawab tawaran pria tersebut datar.
"Apakah aku salah jika memperlihatkan photo kekasih mu yang tengah bermesraan dengan wanita lain" bentak Alvaro
"Ok fine aku salah telah mencampuri urusan mu,aku minta maaf dan sebagai permintaan maaf ku ijinkan aku mengantarkan mu pulang" imbuh Alvaro dengan rahang mengeras seketika membuat nyali Arumi ciut dan mendadak menghentikan langkahnya.
"Hmmm ternyata wanita ini sesekali perlu dikerasin agar sedikit nurut" Alvaro berkata-kata dalam hati.
"Ayo" Alvaro menarik tangan Arumi membawa wanita tersebut menuju mobilnya yang terparkir lalu membuka pintu dan membawa Arumi masuk kedalam mobil tersebut, mobil Alvaro meluncur kejalanan aspal meninggalkan areal pasar.
Seorang pelayan menyambut ramah pada mereka.
"Selamat datang tuan dan nona,mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut dengan menyerahkan buku menu.
Alvaro menerima buku menu dan mulai memesan menu kesukaannya lalu menyerahkan buku menu tersebut pada Arumi yang duduk tepat dihadapannya.
"Maaf tuan saya masih kenyang kebetulan saya sudah makan siang" jawab Arumi dingin tanpa menerima buku menu dari tangan Alvaro.
"Jika kamu sudah kenyang lalu untuk apa kamu diam saja saat mobil berhenti dan malah mengikuti ku masuk kerestoran ini"
Pertanyaan Alvaro benar-benar membuat Arumi bingung mesti menjawab apa sementara suara Alvaro yang sedikit keras membuat beberapa pengunjung restoran menatap kearah mereka membuat Arumi ingin menangis Alvaro yang menyadarinya ucapannya meralat kata-katanya.
"Ma...maaf maksud ku sebaiknya kamu makan agar tidak sakit, mbak samakan aja pesanannya" ujar Alvaro pada pelayan tersebut.
"Baik tuan mohon ditunggu sebentar" ujar pelayan tersebut dan berlalu pergi,Arumi menundukkan kepalanya membuat Alvaro benar-benar bersalah.
"Arumi maafkan aku dan lupakan saja semuanya,aku hanya ingin menjadi temanmu,ijinkan aku menjadi teman yang baik buatmu" ujar Alvaro seketika membuat Arumi membulatkan mata menatap kearahnya.
"Please aku mohon,dan aku berharap kamu tidak menolaknya"
__ADS_1
Tampak serius saat Alvaro mengucapkan kata-kata tersebut membuat Arumi akhirnya luluh wanita itu berpikir bahwa tidak semuanya salah polisi tengil ini yang telah berhasil menangkap basah Baskoro yang sedang bermesraan dengan Rini.
"Baiklah tuan" ujar Arumi datar .
"Yes...terimakasih Rum" jawab Alvaro bersorak gembira masabodoh dengan beberapa pengunjung yang sedang memperhatikan dirinya dengan tatapan aneh bahkan Alvaro membalas tatapan aneh yang ditujukan pada dirinya dengan tersenyum lebar,sikap lebay Alvaro membuat Arumi tersenyum kecil.
"Nah gitu donk" ujar Alvaro ketika melihat Arumi tersenyum.
"Mulai sekarang kita berteman ok" imbuh Alvaro mengangkat jari kelingkingnya mengarah pada Arumi sebagai tanda bahwa mulai saat ini mereka berteman,tidak ingin ingin menjadi bahan perhatian banyak orang akhirnya Arumi menyambutnya menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Alvaro keputusan Arumi benar-benar membuat Alvaro girang.
Setelah 15 menit menunggu akhirnya pesanan mereka datang.
"Permisi tuan,nona ini pesanan anda" ucap pelayan tersebut segera menyajikan hidangan tersebut "Silakan tuan, nona selamat menikmati"imbuh pelayan tersebut yang disambut anggukan oleh Alvaro dan Arumi, setelah menyelesaikan tugasnya pelayan tersebut berlalu pergi.
"Ya sudah sekarang kita makan keburu dingin"ucap Alvaro lagi-lagi Arumi hanya mengangguk walau sedikit sungkan.
Setelah menyelesaikan makan siangnya Alvaro kembali memanggil pelayan tersebut untuk membayar makanan mereka, pelayan tersebut itu pun menghampiri meja mereka.
"Ya Tuhan Ada yang bisa saya bantu"ujar pelayan tersebut.
"Berapa totalnya mbak"
"Totalnya semua nya lima juta rupiah tuan"
Arumi hampir tersedak mendengar harga hidangan yang mereka makan,Alvaro langsung mengeluarkan black card nya dan memberikan nya pada pelayan tersebut,setelah melakukan pembayaran nya mereka berdua meninggalkan restoran tersebut.
"Apakah kamu ingin jalan-jalan sebelum pulang" tanya Alvaro saat berada di dalam mobil namun tiba-tiba handphone milik Alvaro mengeluarkan bunyi Arumi melirik wajah Alvaro yang tampak kesal lalu lelaki itu segera meraih handpone miliknya dan segera menerima panggilan tersebut saat menerima panggilan tersebut wajah Alvaro berubah serius.
"Maaf tuan saya ingin segera pulang hari ini saya sangat lelah" ujar Arumi begitu Alvaro selesai menerima panggilan teleponnya.
"Owh baiklah jika begitu tapi lain kali bolehkah aku mengajakmu jalan-jalan"
"Tentu tuan bukankah kita teman sekarang"
"Terimakasih Rum" jawab Alvaro tersenyum senang mendengar jawaban Arumi,setelah mengantar Arumi pulang Alvaro segera kembali ke kantor.
...****************...
**Terimakasih atas vote dan coment nya ya.
Jangan bosan untuk mengikuti park selanjutnya.
Dan mohon maaf jika masih banyak typo.
__ADS_1
See u😘👋**