Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.97


__ADS_3

**Malam gaes,aku up lagi nih semoga kalian suka part kali ini.


Dukung terus ya karya imajinasi ku ini tekan tombol like,vote,rate gift dan favorinya ya jangan lupa coment juga ya gaes.


TerimakasihπŸ™


Happy reading 😘😘😘**


...****************...


Waktu begitu cepat berlalu, Alvaro telah meninggalkan ibu kota untuk mengemban tugasnya ditempat yang baru.


Dan Dexter alias Dragon menjadi ketua mafia sejak ia berhasil menghabisi nyawa Niko pemuda yang telah berani bermain api padanya dengan cara licik.


Sedangkan Arumi dengan Baskoro hingga kini belum mendapatkan solusi yang baik untuk keduanya,kendati saat ini hubungan keduanya baik-baik saja.


'Baskoro menjambak rambut nya dengan kasar,ia benar-benar kacau hingga saat ini ia tidak berhasil membujuk kekasihnya itu untuk menggugurkan janin yang sedang dikandung wanita itu,ia tampak begitu kawatir ia yakin lambat laun semuanya pasti akan diketahui oleh orang lain termasuk kedua orang tuannya.


"Haruskah aku berkata jujur saja?"


"Tidak mungkin!"


"Oh ****!" Bagaimana dengan impianku selama ini,jika aku harus menikahi Arumi,aku akan kehilangan segalanya,kehidupan dalam kemewahan akan menjadi mimpi belaka"


"Argh...mengapa harus kayak gini sekarang! ujar Baskoro berbicara sendiri.


Pria itu tampak berada dalam kebimbangan sekaligus bingung,Baskoro meraih kunci mobilnya dan beranjak pergi dari rumahnya dengan pikiran kacau juga diliputi kemarahan ia memacu mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata,suasana ibu kota yang sangat ramai dimalam hari membuat lelaki itu mengeluarkan sumpah serapahnya karena perjalanannya terasa terganggu.


Sesaat kemudian Baskoro mengukir sebuah senyuman tipis saat ia berhasil menghindari kemacetan,ia mengarahkan mobilnya mengunjungi salah satu tempat dimana ia yakin bisa membuat dirinya tenang.


Begitu sampai di sebuah Bar ia memarkirkan mobilnya dan melangkah masuk kedalam ruangan yang penuh hingar bingar suara musik yang membuat gendang telinga terasa pecah namun sama sekali Baskoro tidak memperdulikan hal itu, yang penting ia bisa tenang.


Baskoro mengacungkan tangannya seorang waitress menghampirinya,Baskoro menyebut pesanannya kini suasana hatinya mendadak membaik seolah-olah ia lupa jika dirinya mempunyai masalah yang cukup berat.


Tak berselang lama wanita cantik berpakaian sangat mencolok menghampiri meja Baskoro.


"Hai tampan bolehkah aku duduk disini"Sapa wanita seksi itu dengan senyuman menggoda.


"Tentu nona"balas Baskoro tersenyum ramah pada wanita itu,matanya tak berkedip menatap setiap inci lekuk tubuh yang terbilang seksi dan cukup menggodanya.

__ADS_1


Wanita itu menghempaskan bokongnya duduk begitu rapat pada Baskoro bersamaan dengan waitress yang kembali menghampiri meja pria itu dengan membawa pesanannya.


Dalam waktu yang begitu singkat Baskoro tampak sangat akrab dengan wanita itu,mereka tampak ngobrol dengan diselingi canda tawa,wanita itu mulai menuangkan minuman kedalam gelas lalu mengajak Baskoro bersulang dan menenggak minuman beralkohol itu hingga tak bersisa.


Saat waktu yang bersamaan Rini bersama ketiga rekannya berada di bar yang sama,saat hendak memarkirkan mobilnya ia melihat back SUV yang tak asing baginya terparkir disana.


"Lu lihat setan ya beb"Nindy tertawa saat melihat wajah Rini yang mendadak tegang lalu ia pun mengikuti arah pandangan Rini.


"Hem....pantas aja" imbuh Nindy memutar mata jengah.


"Setan mana setannya,pasti setan ganjen nih mo ikutan dugem tuh"timpal Luis ikutan menolehkan kepalanya mencari setan seperti yang dikatakan Nindy,wanita itu sama sekali gak konek yang dimaksud oleh Nindy hanyalah sebuah candaan.


"Lu kapan nyambungnya sih beb,lemot kok dipelihara sih"Margaretha malah menoyor kepala Luis kesal,Nindy terkekeh geli dibuatnya.


"Hugh!" Luis mendengus.


Rini tampak tidak memperdulikan candaan ketiga temannya ia bergegas turun dan masuk kedalam Bar,penerangan lampu yang begitu minim dan ramainya para pengunjung bar membuat Rini kesulitan menemukan sosok Baskoro,lalu ia pun mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan dengan satu tangan menempel ditelinga nya untuk mengurangi suara bising yang masuk pada gendang telinganya itu.


Baskoro terus meneguk minumannya,tanpa ia sadari ia telah menghabiskan tiga botol minuman beralkohol,kepalanya mulai mulai sedikit pusing hingga lelaki itu tidak memperdulikan deringan ponsel yang menyala,Baskoro yang ingin having fun segera mematikan ponselnya dan meneguk minumannya kembali.


"Dasar bajingan!"pekik Rini yang sudah berdiri tepat disamping mejanya membuat Baskoro dan wanita itu menoleh seketika.


"Hy apa-apaan ini,dasar gak sopan!"wanita itu membalas Rini dengan ketus.


Baskoro menyipitkan matanya......."Baby?"lalu menggeser duduknya menjauh dari wanita seksi itu.


"Keterlaluan kamu!" hardik Rini dengan wajah memancarkan amarahnya.


"Baby....ini tidak seperti yang kamu lihat dan aku bisa jelaskan semuanya"Baskoro mulai panik ia tidak ingin sampai Rini marah kepadanya dan mengambil kembali apa yang sudah wanita itu berikan.


Rini menarik Baskoro menjauh dari tempat itu menuju black SUV yang terparkir dan meninggalkan temannya begitu saja.


"Sekarang kamu bisa jelasin semuanya,mengapa kamu sebisanya kencan dengan ****** itu dan mengabaikan aku!"Rini yang terlanjur emosi berkata dengan nada tinggi.


"A...aku benar-benar pusing a...aku kacau dan tujuan ku mari hanya untuk menenangkan pikiran dan wanita itu bahkan sampai saat ini aku tidak mengenalnya,siapa dia bahkan namanya sekalipun"


"Bullshit!" Rini menyeringai.


"Tidak mengenal tapi begitu mesra!" imbuhnya dengan nafas kian sesak.

__ADS_1


"Please.....trust me baby,i won't dare lie to you (kumohon,percayalah padaku sayang aku tidak akan berbohong padamu)"ucap Baskoro dengan wajah memelas,hati Rini mulai luluh namun wanita itu tidak ingin lelaki disamping nya mengulur waktu lagi.


"Baiklah,tapi ini untuk yang terakhir kalinya dan maaf ku tentunya ada syaratnya,apakah kamu bersedia memenuhi persyaratannya?"


"I Will fulill that condition (aku akan memenuhi syarat itu)"


"Good"ujar Rini tersenyum licik.


"Apakah kamu sudah lega sekarang baby?" Baskoro mencubit hidung bangir Rini,wajah Rini seketika memerah dengan cepat ia mengangguk kan kepalanya.


"Thank you baby" ujar pria itu lagi sembari mengecup tangan wanitanya,tanpa meminta persetujuan dari Rini,Baskoro menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan parkiran sesuatu yang mulai bergelora sedari tadi kembali membara meminta penawarnya dengan segera,ia melajukan mobilnya menuju apartemen milik wanita yang tajir melintir itu, yang kini sedang tergila-gila kepada dirinya, ia merasa lega karena berhasil membuat wanita itu kembali percaya padanya kendati syarat yang diajukan oleh wanita itu dinilainya cukup sadis,dirinya berpikir semua itu adalah konsekuensi atas pilihannya.


"Lho kemana tu anak kok gak balik sih"tanya Luis pada Nindy yang tampak asik meliuk-liuk kan tubuh mengikuti irama musik yang dimainkan seorang DJ,mengacuhkan pertanyaan Luis.


"Dasar teman yang menyebalkan"Luis menggerutu tak terima akan sikap Nindy yang mengacuhkannya.


"Kenapa sih lu ngomel gak jelas,lupakan Rini tu anak bucin akut yang ada dalam otaknya hanya lelaki benalu itu dan lu lihatkan seenak jidatnya aja ninggalin kita gitu aja" tutur Nindy begitu menyadari teman yang lemot itu kesal terhadap dirinya.


"Ya emang Rini bucin tapi ada yang lebih parah dari Rini lho" celetuk Margaretha dengan cengegesan membuat Nindy yang merasa tersindir menatap Margaretha dengan melotot.


"Benar beb malah secara terang-terangan selalu nolak para cogan yang ngajak kencan padahal tu cowok yang jadi cinta matinya itu udah uzur juga" ujar Luis yang akhirnya loading juga.


Rini mencibir yang dibalas ngakak oleh kedua temannya itu.


"Hy ladies can we join? sapa salah satu pria tampan yang menghampiri meja mereka mewakili dua pria lainnya yang berada disebelahnya.


"Of course handsome"balas Luis dengan matanya berkedip centil.


"Bagaimana jika kita langsung turun,hitung-hitung pemanasan" ujar salah satu pria tersebut mengulurkan tangan pada Nindy.


"Buktikan donk jika tidak bucin dari Rini" sindir Margaretha sengaja membuat Nindy mati kutu.


"Ok let's have fun"balas Nindy merasa tertantang.


"Good"Margaretha menyambutnya dengan suka cita,mereka pun turun bergabung dengan puluhan pengunjung lain menikmati irama musik yang mengentak menambah semangat mereka menari sejenak melupakan Rini yang sedang terlena dalam pelukan Baskoro.


...****************...


Ayo yang belum klik like,vote dllnya buruan sekarang juga gerakin jempol kalian biar aku semangkin semangat up gaes.

__ADS_1


yang udah makasih ya.


see you next part πŸ‘‹πŸ‘‰


__ADS_2