
Malam semangkin larut bintang - bintang semangkin memudar,malam yang kian sunyi dengan udara dingin yang kian menusuk membuat Alvaro beranjak dari tempat itu.
Alvaro melangkahkan kaki dengan cukup pelan dan hati - hati pemuda itu membuka pintu dan masuk kedalam kamar tersebut,Arumi menoleh kearah pintu sesaat mereka saling menatap satu dengan yang lainnya.
"Hmmm....... mengapa perasaanku tiba - tiba aneh jika bersama gadis cengeng yang menyebalkan ini" gumam Alvaro melemparkan pandangannya ia berusaha menutupi dari Arumi tentang perasaan yang tengah bergejolak dihatinya saat ini.
"Tuan aku mohon izin kan aku pulang,pasti ibuku saat ini sedang khawatir tuan" ucap Arumi dengan wajah yang memelas.
"Istirahatlah sudah larut malam,kamu jangan khawatir keluarga mu sudah di beri tahu tentang keadaanmu saat ini' Alvaro meletakkan bokongnya pada sebuah sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Tapi tuan " imbuh Arumi.
"Kamu bisa diam nggak" bentak Alvaro membuat Arumi refleks terdiam begitu mendengar kalimat Alvaro yang menginterupsi kata - kata nya,sambil terus menatap ke arah Alvaro yang merebahkan tubuh di atas sofa sembari memejamkan matanya,setelah beberapa saat Alvaro tampak diam tak bergeming.
Kendati ada rasa takut pada lelaki tersebut namun lagi - lagi Arumi tidak bisa berhenti untuk tidak memikirkan ibu dan adiknya yang sedang berada dirumah, ia memandangi sekeliling nya mencoba mencari sesuatu lalu tatapannya berhenti pada sebuah tas sandang miliknya yang terletak di atas nakas lalu kembali menatap pada Alvaro " hmmm apakah lelaki itu benar - benar sudah tertidur" batin Arumi.
"Tuan apakah tuan sudah tertidur" ucap Arumi tetapi tidak ada jawaban satu pun yang keluar dari mulut Alvaro,Arumi dengan sangat hati - hati mencoba bangkit dari tempat tidurnya namun tampa sengaja dirinya menyenggol sesuatu yang berada di atas meja samping tempat tidurnya dan.......
"Prank....
Sebuah buku terjatuh dari atas meja wajah gadis itu memucat Alvaro yang sebenarnya belum tertidur membuka matanya kembali dengan rahang terkatup menatap Arumi.
"Maaf tuan saya hanya ingin mengambil tas saya tuan "ujar Arumi tampak gugup membuat lelaki dihadapannya akhirnya luluh Alvaro bangkit dan mengambilkan tas sandang milik gadis yang telah membuat hatinya berdegup dua kali lebih cepat lalu memberikan pada gadis tersebut,Arumi segera meraih tas tersebut dan mulai mencari sesuatu didalam tas tersebut setelah mengeluarkan semua isi dalam tasnya handphone miliknya tidak ia temukan Arumi mencoba mengingat sesuatu "apa mungkin handphone ku terjatuh" gumam Arumi lirih namun Alvaro bisa mendengar kalimat yang keluar dari bibir Arumi dengan cukup jelas.
"Ternyata setelah kepalamu terbentur kini kamu juga sudah tidak waras sehingga sekarang kamu berbicara sendiri" ucap Alvaro tersenyum geli Arumi mengigit bibirnya merasa marah terhadap Alvaro yang secara terang - terangan mengatakan dirinya sudah gila.
"Sudah tak perlu khawatir aku akan mengganti handphone yang lebih mahal dari handphone butut mu itu" Alvaro dengan santai mengucapkan kata - kata tersebut membuat Arumi menyeringai namun ia kembali menyimpan semua perasaannya ketika mengingat ibu dan adiknya.
"Tuan apakah aku bisa meminjam sebentar handphone milikmu" Arumi mengucapkan kalimat tersebut dengan sangat hati - hati,Alvaro mengeluarkan benda pipih dari saku celana jeansnya dan memberikan pada Arumi gadis tersebut secepat kilat menyambar benda petak tersebut dengan tersenyum dan segera menekan angka dilayar handphone tersebut dan langsung melakukan panggilan ke nomor tersebut,namun setelah melakukan panggilan sang adik tidak kunjung menerima panggilan dari Arumi seketika membuat senyuman Arumi memudar mendadak Arumi tampak panik.
"Tuan saya ingin segera pulang tuan,ibu dan adik saya pasti sekarang sedang mencari saya tuan" ujar Arumi dan melepas infus dari tangannya.
"Kamu selain cengeng kamu juga keras kepala ya" Alvaro ikutan panik sehingga tanpa sadar ia kembali membentak Arumi lalu Alvaro segera menghubungi petugas rumah sakit tampa bisa berbuat apa - apa Arumi terpaksa membiarkan petugas rumah sakit memasang jarum infus ditangannya.
"Aku sudahi lelah jadi kamu jangan coba - coba untuk memancing emosi atau kamu nanti aku makan" Ketus Alvaro dan kembali duduk di sofa.
Setelah mendapat informasi dari sahabatnya Freddy langsung menutup teleponnya dan bergegas menuju kerumah sakit.
Akhirnya sampailah Freddy bersama Khalista dan Angel dirumah sakit dimana Arumi sedang dirawat.
__ADS_1
Ceklek..........
Suara pintu yang terbuka membuat Alvaro membuka matanya dan bangkit,Khalista dan Angel menghampiri Arumi yang sedang terbaring dengan tidak memperdulikan keberadaan Alvaro,mereka memeluk erat Arumi secara bergantian.
Freddy menatap pada lelaki yang sedang berdiri mematung dengan mata melebar,sesaat ia mulai mengingat sesuatu tentang kejadian lima tahun yang lalu yang pada akhirnya membuat Freddy mengenal lelaki yang saat ini sedang menatap kearah mereka.
"Oh my god,Alvaro Maldini is that you?" Freddy melangkah menghampiri lelaki tersebut.
"Freddy Bramastio!" seru Alvaro tak kalah terkejut nya dengan apa yang dia lihat dan kedua lelaki tersebut saling berjabat tangan dan berpelukan.
"Apa yang sedang lu lakukan di sini teman,jangan bilang lu yang menyebabkan mobil adik gua hancur dan....." Freddy tidak menerus kan kalimat nya begitu melihat Alvaro merapatkan bibirnya sambil menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal,kedua lelaki yang sudah saling mengenal tersebut akhirnya memilih untuk ngobrol diluar ruangan.
"Sori teman kejadian itu di luar kendali,gua akan bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi" ucap Alvaro serius.
"Yaps" jawab Alvaro singkat.
"Hahaha....." Freddy tertawa dan bangkit dari duduknya "gua tidak butuh bro,gua bisa membelinya kembali bahkan beberapa buah mobil sekaligus"ujar Freddy menyombongkan diri membuat Alvaro menyipitkan matanya.
"Namun begitu lu harus melakukan sesuatu buat gua dan lu tidak boleh menolaknya" imbuh Freddy tersenyum penuh misteri.
"Apa itu teman,gua akan berusaha untuk mengabulkan nya" ujar Alvaro pasrah dengan kedua tangan menopang dagu,dirinya mulai menebak lelaki tersebut pasti akan merepotkan dirinya sama.
__ADS_1
"Santai teman tidak harus malam ini" ucap Freddy masih menyunggingkan senyuman membuat Alvaro semangkin penasaran mereka saling pandang.
"Gua setuju tapi gua harap lu tidak memaksa gua untuk melakukan hal gila teman mengingat gua baru saja di tugaskan di kota ini" pikiran Alvaro kembali mengingat kejadian beberapa tahun lalu Freddy berhasil membuat dirinya mendapat hukuman dari atasan nya karena mabuk berat saat sedang tugas.
Freddy kembali tertawa mendengar kalimat yang diajukan oleh lelaki tersebut,karena dirinya tau bahwa Alvaro sedang mengingatkan dirinya tentang kejadian beberapa tahun lalu.
"Dan sebaiknya lu istirahat aja bro biar gua yang menggantikan lu malam ini" Freddy tau jika Alvaro cukup lelah dengan tugas yang baru saja lelaki itu selesaikan.
"Thanks bro gua titip gadis itu,besok gua akan kembali"ujar Alvaro lalu bangkit dari duduknya ada niat dihatinya ingin berpamitan pada Arumi namun ia tidak tahu ucapan apa yang bakal ia sampaikan pada gadis tersebut tampak sudut matanya berkerut lalu bergegas meninggalkan rumah sakit tersebut, Freddy menatap kepergian Alvaro dengan terpampang senyum di wajahnya.
Begitu tiba dirumah Alvaro segera membersihkan diri terlebih dahulu ia sengaja berendam tubuhnya kedalam bathup yang berisi air hangat ia merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal - pegal setelah melakukan aktifitas seharian penuh lelaki tersebut memejamkan matanya sekilas bayangan Arumi melintas dipelupuk matanya dengan tersenyum sangat manis,Alvaro mendengus " Kenapa sih lagi - lagi gadis itu selalu muncul" Alvaro berdecak kesal ia segera menyelesaikan ritual mandinya.
Setelah mengenakan piyama nya ia segera merebahkan tubuhnya keatas ranjang namun bayangan Arumi kembali memenuhi pikirannya membuat ia sulit untuk terlelap malam ini.
Bersambung.....
tetap pantengin cerita ku πβΊοΈ
terimakasih buat yang sudah like,koment dan vote,π
Bagi yang belum buruan ikutan cerita ku dan jangan lupa tinggalin jejak,like juga vote kalian π€π
O iya Aku juga ada Rekomendasi buat kalian untuk mengikuti cerita yang sangat menarik dibawah ini terima kasih
__ADS_1
