
Yuk gaes kita lanjut lagi, jangan lupa dukungannya ya gaes.
Budayakan Vote sebelum baca dan like serta komen,rate gift juga favorinya sesudah baca.
Happy reading ❤️
...****************...
Hujan yang turun begitu deras malam ini seolah mewakili kesedihan Arumi,wanita itu sadar dari pingsan nya dan mendapati dirinya berada didalam ruangan yang cukup sempit dengan pintu yang tergembok dari luar dan ia terkurung didalamnya.
Dirinya pun kembali mengingat-ingat mengapa pada akhirnya ia harus berada ditempat yang begitu asing baginya.
"Siapa yang sengaja menaruh bungkusan tersebut dan apa sebenarnya isi dalam bungkusan itu,apakah itu milik mas Baskoro?" dan apakah dia juga yang meletakkan barang itu kedalam tas ku?"........oh tidak-tidak itu tidak mungkin,pasti pria yang menabrak ku waktu di cafe tapi mengapa lelaki itu berniat jahat kepada ku,apa salahku kepadanya atau ada seseorang yang sengaja menyuruh lelaki itu"sejuta tanya berkecamuk didalam hati dan pikiran Arumi.
Arumi berniat ingin mengabari kekasihnya itu tentang kejadian yang menimpa dirinya ia kemudian mencari tas sandang dan handpone milik nya namun barang-barang tersebut tidak berhasil ia temukan didalam ruangan tersebut.
Arumi kembali menangis ia sama sekali tak menduga akan mengalami nasib seburuk ini hingga larut malam Arumi tidak merasakan kantuk sama sekali,hati dan pikirannya benar-benar sangat kacau.
☘️☘️☘️.
5 jam yang lalu.
"Yu,apakah kakak mu ada telepon?" buk Irma yang baru saja menyelesaikan sholat isya menghampiri Ayuningtyas yang sedang menyiapkan tugas sekolahnya dikamar.
"Nggak buk"jawab Ayu menolah pada ibunya.
"Apakah kamu sudah sholat isya nak,jika belum sholatnya dulu lalu segera telepon kakakmu nduk"
"Baiklah buk,Ayu sholat dulu setelah sholat Ayu akan telepon kak Arum"Ayuningtyas segera melangkah keluar kamar untuk mengambil udhu.
Buk Irma kembali masuk kedalam kamarnya dengan perasaan mulai kawatir namun wanita paruh baya itu menipisnya dengan berhusnuzon tentang keterlambatan putri sulungnya pulang kerumah hari ini,ia kembali melanjutkan berzikir agar hatinya mendapat ketenangan.
Beberapa saat kemudian,Ayu masuk kedalam kamar sang ibu namun begitu melihat wanita yang telah melahirkannya sedang khusuk berzikir ia kembali hendak keluar dari kamar itu.
"Gimana apakah kamu sudah telepon kakakmu?ucap buk Irma begitu melihat Ayu.
"Sudah bu"
"Apa kata kakakmu nduk,kenapa ia lambat pulang kerumah?'
"Ayu sudah telepon kak Arum tapi...."Ayu tampak bingung untuk menyampaikan pada ibunya.
"Tapi apa Yu ngomong itu mbok ya jangan putus-putus to"bu Irma membuka mukenanya dan berjalan mendekati Ayu.
"Ponsel kak Arum tidak aktif bu"jawab Ayu dengan menundukkan kepalanya.
"Coba kamu telepon Angel,biasanya kakakmu bersama nak Angel bukan"titah buk Irma pada putri bungsunya itu.
Ayu segera menghubungi telepon Angel sahabat kakaknya itu.
Rini:Halo Yu ada apa ya dek" suara Angel terdengar melalui sambungan teleponnya.
Ayu:Bisa bicara dengan kak Arum kak, telepon Kak Arum sedang tidak aktif soalnya.
Angel terdiam sesaat.
Angel:Maksudnya apa sih dek,kakak bingung nih.
Ayu:Ibu kawatir kak,kenapa kak Arum tidak pulang dari tadi sore.
__ADS_1
Angel:Apa?" Arumi belum pulang kerumah?"
Kini giliran Ayu yang terdiam sesaat.
Angel:Halo dek,apakah kamu masih disitu?"
Ayu:Kakak sedang bersama kak Arum kan"
Angel:Tadi kakak pulang duluan dek,dan kak Arum masih dikampus saat itu,karena masih ada tugas yang harus ia selesai kan"
Ayu:Tapi sampai sekarang kak Arum belum juga pulang kak,atau Ayu samperin ke kampusnya aja ya kak"
Angel:Gini aja dek,biar Kakak aja yang nyamperin kak Arum,Ayu tunggu dirumah aja nanti kakak akan antar kak Arumi pulang,ok.
Ayu:Gak ngerepotin kakak nih jujur Ayu jadi gak enak nih sama kakak.
Angel:kalau gak enak kasih kucing aja dek.
Ayu:Ih kak Angel bisa aja deh,makasih lho sebelumnya kak.
Angel:Ok deh cantik,bye.
Mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka melalui telepon.
"kemana sih mereka perginya,tu cowok memang ngeselin banget kalau aja berduaan gak ingat waktu,tapi pas giliran tanggung jawab banyak ngelesnya,lagian Arumi kok mau aja sih sama cowok berengsek itu"Angel bergumam lirih.
wanita itu pun mencoba menghubungi sahabatnya itu ia berpikir siapa tahu ponsel milik sahabatnya itu kini sudah kembali aktif.
"Gimana nih nomor Arumi belum aktif juga,atau gue coba ngehubungi nomor Baskoreng ya" gumam Angel lagi.
Tanpa perpikir ulang ia pun segera mendial nomor Baskoro dan langsung menghubunginya,tetapi sayang kendati nomor pria tersebut aktif tapi tidak kunjung menjawab teleponnya.
Emosi sudah sampai ubun-ubun namun lagi-lagi Angel melakukan panggilan ke nomor lelaki itu tetapi lagi-lagi Baskoro tidak kunjung mengangkat panggilan dari dirinya.
"****!'
Angel lalu menghubungi Bayu kekasihnya.
Dering suara ponsel menginterupsi percakapan Bayu bersama kedua sahabatnya,lelaki itu mengeluarkan benda yang menyala dari dalam saku kemejanya.
"Siapa Bay" tanya Denis sambil melirik pada benda yang menyala ditangan Bayu.
"Angel bro" jawab Bayu segera memencet tombol berwarna hijau.
Bayu:Halo sayang,tumben nih telepon kamu kangen ya"
Angel:Aku ganggu ya,maaf kalau gitu,yaudah aku matiin aja.
Bayu:wait....gitu aja kok marah sih sayang,maaf kan cuma bercanda lagian kan emang selama ini mas yang selalu telepon sedangkan kamu sama sekali gak pernah.
Angel:Mas kamu kerumah dong, secepatnya ya GPL.
Bayu:Bisa,Bisa banget sayang apakah mas Freddy nyuruh kita nikah secepatnya ya sayang.
Angel:Udah deh mas jangan bercanda mulu,lagi serius nih.
Bayu:Ok....ok mas OTW nih,jangan marah-marah dong.
Angel:Yaudah buruan.
__ADS_1
Angel pun memutuskan sambungan telepon secara sepihak,Bayu bahkan tidak sempat membalas perkataan nya barusan.
"Ok Deh bro gua cabut dulu nih" ujar Bayu sambil menyeruput kopinya,ia kembali meletakkan gelas kopi itu di atas meja setelah menghabiskan sisa kopi di dalam gelasnya.
"Ada apa dengan cewek lu bro tampaknya serius banget"tanya Sopian ingin tahu,Bayu menjawabnya dengan mengangkat kedua bahunya lalu berjalan menuju sepeda motonya yang diparkir sembarangan,lelaki itu pun menuju kerumah Angel dengan mengunakan sepeda motornya.
Begitu sampai Bayu melihat Angel yang duduk seorang diri diteras rumahnya,lelaki itu mengernyitkan dahinya.
Persamaan dengan itu tampak mobil sport mewah memasuki halaman rumah langsung menuju ke bagasi yang terdapat dirumah tersebut.
"Hy Bay,lu mau ngajakin adek gue kemana malam-malam begini" sapa Freddy menghampiri keduanya.
"Justru aku mo tanya nih mas,kirain tadi mas yang nyuruh aku kemari"
"Ngapain juga gue nyuruh lu kemari bay"ujar Freddy dengan tersenyum.
"Ya siapa tahu aja mas udah gak sabar buat jadiin aku sebagai adik ipar"balas Bayu dengan mengedipkan matanya.
"Udah-udah gak usah becanda,dan lu Kerto syukurlah sudah pulang,kebetulan gue lagi butuh lu"ucapan Angel membuat kedua pria itu saling pandang.
"Lho ini gimana sih sayang, sebenarnya perlu sama aku atau mas Freddy sih"protes Bayu.
"Please mas,jangan bercanda terus,aku serius nih" Angel menatap Bayu dengan seksama.
"Syukurin"Freddy mencibir Bayu.
"Kerto please bisa diam gak!" sarkas Angel mulai kesal.
"Oke,mangkanya kita duduk dulu dong dan kamu jelasin semuanya"ujar Freddy semangkin bingung melihat sikap adik semata wayangnya itu.
"Arumi pergi bersama Baskoro hingga saat ini Arumi tak kunjung pulang,dan nomor ponsel keduanya tidak aktif"jelas Angel pada Freddy saudara laki-lakinya dan kekasihnya itu.
"Jujur gue kawatir"imbuh Angel.
"Mereka sepasang kekasih,mungkin aja mereka terlalu asik kencannya dan tanpa mereka sadari ponsel kedua lowbat,ini juga belum terlalu malam,jadi lu tidak perlu kawatir"Freddy mengusap pundak adiknya.
"Aku setuju dengan pendapat mas Freddy"ujar Bayu mengeluarkan pendapatnya.
"Masalahnya tidak sesimpel itu"Angel menatap kakak laki-lakinya dan Bayu secara bergantian membuat keduanya semangkin penasaran.
"Udah deh sekarang lu jelasin, sebenarnya apa yang akan lu katakan"Freddy mulai mencium ada ketidak beresan yang terjadi dengan sahabat adik dan kekasihnya itu.
"Tadi saat di kampus gue ngajakin pulang Arumi menolaknya karena ia ingin segera menuntaskan permasalah nya dengan Baskoro,Arumi hamil"
"What!"seru kedua pria itu serempak.
Entah mengapa Angel merasa telah terjadi sesuatu hal buruk pada sahabatnya itu hingga akhirnya ia pun menceritakan apa yang terjadi pada Arumi sebenarnya,kedua pria itu tampak begitu serius mendengar perkataan Angel.
"B****gan Baskoro"umpat Freddy menggertakkan giginya dengan kedua tangannya mengepal kuat.
Dari awal dirinya tidak respek dengan pria itu dan apa yang ia kawatirkan selama ini akhirnya terbukti, Freddy pun menelepon seorang teman meminta bantuan padanya untuk melacak keberadaan Baskoro malam itu,ia juga meminta pada temanya agar membawa pria berengsek itu ke hadapannya.
"Bagaimana Kerto"
"Malam ini juga mereka bergerak untuk mencari b******* itu,untuk saat ini kita hanya bisa menunggu"ujar Freddy menatap sang adik.
...****************...
Dukung terus ya gaes cerita ku ini,klik vote,like,koment,rate gift dan favorinya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏😘**