Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps 107


__ADS_3

Yuk gaes kita lanjut lagi ya,ingat ya jangan lupa klik vote,like,rate gift dan favoritnya.


setelah baca jangan lupa buat ninggalin jejak.


And buat teman-teman semua maaf ya karena aku lambat main kelapak kalian soalnya Aku harus keliling nih dan baca satu persatu cerita kalian,jadi bagi yang belum sabar ya jangan ngambek dan menepi oke beb😉😉😉.


Happy reading 👉😘


...****************...


-Masalah tidak bisa diprediksi dan terkadang datang dalam berbagai macam bentuk yang senantiasa membuat hidup kita semangkin sulit baik secara fisik maupun mental.


Untuk itu agar tidak terlalu larut dalam keterpurukan ada baiknya kita selalu mencoba untuk berpikir secara positif setiap permasalahan yang sedang kita hadapi~


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Flashback.


Dexter sering kali melihat Arumi murung,pria itu khawatir tentang kesehatan Arumi,untuk itu ia melakukan sesuatu,dan ia yakin apa yang akan ia lakukan ini dapat membuat wanita itu mampu untuk tersenyum kembali.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya ia dan Max menuju ke suatu tempat.


"Bagaimana apakah kamu sudah tahu dimana tepatnya gadis itu tinggal?" tanya Dexter pada Max.


"Sudah tuan,Kita butuh waktu sekitar 4 jam perjalanan untuk sampai ditempat tersebut"jelas Max yang tetap fokus kearah jalanan.


"Bagus,sekarang juga kita segera ke sana"perintah Dexter.


Max langsung membelokkan mobil menuju kearah luar kota,setelah beberapa kali melewati pemukiman warga akhirnya mereka sampai disebuah desa yang mereka tuju.


Max menghentikan mobilnya disebuah warung kecil yang berada di pinggir jalan,ia pun turun dari dalam mobil melangkah kan kakinya menuju warung tersebut tuan Dexter hanya menatap Max dari dalam mobil.


"Permisi buk,apakah ibu tahu dimana alamat rumah ibu dan anaknya ini bu"tanya Max pada pemilik warung sambil menunjukkan photo almarhumah buk Irma dan Ayu yang berada di ponsel milik nya.


Pemilik warung menatap photo kedua wanita berbeda usia itu dengan mengganggukkan kepala berulang kali"Oh ini keluarga pak Giman yang dari kota,setelah tiba dimusholla yang berada di ujung jalan itu,anak belok kanan dan tidak jauh dari musholla ada rumah yang dikelilingi pagar bambu disana lah rumah pak Giman"ujar pemilik warung,tangannya menunjuk arah yang ia sebutkan dengan ramah.

__ADS_1


"Terimakasih banyak bu"balas Max dengan sedikit membungkukkan badannya,tak lupa Max membeli 2 botol air mineral lalu berpamitan pada pemilik warung.


"Apakah masih jauh"ujar Dexter meraih botol air mineral dari tangan Max.


"Tidak tuan, sebentar lagi kita akan sampai dirumah keluarga itu,Jawab Max dengan menyalakan kembali mobilnya.


Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai disebuah rumah yang dimaksud oleh pemilik warung,rumah tersebut sama sepertinya pada umumnya namun tidak semewah rumah dikota-kota besar,diindingnya hanya terbuat dari daun nipah yang sudah dianyam begitu rapinya.


Dikanan kiri rumah tersebut ditanami padi yang membentang luas,Max turun lebih dahulu lalu membukakan pintu mobil buat Dexter,kedua pria itu berjalan mendekati rumah dengan pintu yang tampak terbuka,suasana rumah tampak sepi dengan ragu-ragu Max mengetuk pintu rumah"Permisi"ucap Max memberi salam.


"Ehem"Suara deheman pria tua yang mengenakan sarung dan peci dikepala mengagetkan Dexter dan Max suara tersebut berasal dari belakang mereka,kedua pria itu lalu menoleh kesumber suara.


"Tuan berdua ini sepertinya datang dari kota,ada keperluan apa tuan-tuan datang ke gubuk kami?" ujar pria tua itu dengan cukup tenang.


"Benar sekali pak tua,bolehkah kita bicara sebentar"ujar Max.


"Sudah tentu silakan"pria tua itu mempersilakan kedua tamunya duduk dibangku panjang yang berada didepan rumahnya.


Setelah duduk Max menyampaikan maksud kedatangan mereka kerumah itu,sikap pria tua itu menunjukkan ketidak sukaannya ia begitu murka saat Max menyebut nama Arumi bahkan ia sempat mengusir Max dan Dexter dari rumahnya.


"Sejak kejadian yang memalukan yang dia perbuat kami sudah memutuskan hubungan dengannya,jadi saya mohon jangan pernah libatkan keluarga ini lagi kami sudah tidak perduli dia ada atau mati sekali pun" suara pak Giman terdengar bergetar menahan amarah.


"Benar tuan dan sampaikan pada perempuan itu bahwa aku tidak ingin melihatnya jadi jangan pernah mencari kami atau apapun itu,bagi kami dia tidak pernah ada"timpal Ayuningtias dengan penuh kebencian.


Istri pak tua yang sedari tadi berada disamping Ayu mengusap pundak Ayu untuk memberikan kekuatan sekaligus rasa nyaman pada Ayu.


Dexter yang tampak diam sedari tadi mencoba memberikan penjelasan menurut sudut pandangnya.


"Kami mohon maaf jika kehadiran kami dirumah bapak membuat bapak dan keluarga ini terganggu,namun berilah kesempatan pada kami menyampaikan kebenarannya"


"Kebenaran seperti apa tuan,kebenaran bahwa ia sengaja menyimpan dan menjual barang haram dan memalukan keluarga?" cerca Ayuningtias dengan tersenyum miring.


"Dengar kan dulu kami gadis kecil"ujar Max menatap pada Ayu.


Situasi sesaat menjadi tenang Dexter akhirnya menjelaskan secara rinci peristiwa yang terjadi pada Arumi bahkan untuk membuktikan kebenarannya Dexter meminta pada Max memutar kembali video yang berhasil direkam oleh anak buahnya saat Baskoro dengan sengaja telah memasukkan sesuatu kedalam tas Arumi.

__ADS_1


Ayu menangis menyaksikan hal tersebut amarahnya seketika hilang,hatinya terenyuh setelah tahu sang Kakak hanya korban dari fitnah yang dilakukan oleh orang yang sangat Kakak dan dirinya kenal,tidak hanya dirinya bahkan paman dan bibiknya tampak ikut bersedih.


Ada perasaan yang mengganjal dihati Pak Giman,pria itu pun bertanya pada Dexter"Maaf tuan,kenapa tuan tidak membantu keponakan saya dengan menunjukkan bukti rekaman tersebut tuan"ujar Pak Giman setelah menyaksikan rekaman tersebut


"Ya,awalnya kami berpikir seperti itu,agar Arumi bebas dari jeratan hukum,akan tetapi setelah kami tahu orang yang berada di belakang pria tersebut mempunyai pengaruh maka kami pun membatalkan niat kami,tapi anda tidak perlu khawatir pak tua,Arumi aman bersama kami dan jika masanya tiba maka kami baru akan memberikan bukti ini kepada pihak berwajib"tutur Max menjelaskan alasan tentang pertanyaan yang disampaikan paman dari Arum.


Apa yang disampaikan oleh Max dapat dimengerti oleh bapak Giman dan yang lainnya.


"Arumi telah melalui banyak penderitaan,walau kita juga tidak bisa pungkiri Arumi juga bersalah karena telah mempercayai Baskoro kekasih nya itu namun yang pantas bertanggung jawab untuk semuanya adalah pria itu,yang dibutuhakan Arumi saat ini adalah dukungan dari keluarga nya terutama anda gadis kecil"semua mata tertuju pada Ayu yang masih berdiri mematung,sementara orang yang berada disana membenarkan ucapan Max.


"Apakah kamu mau ikut kami ke kota untuk bertemu Arumi?" ujar Max kembali bertanya pada Ayu yang disambut anggukan dengan cepat oleh gadis tersebut.


"Bagaimana Pak tua,apakah anda mengizinkan nya?" kini Max beralih bertanya pada Pak Giman.


Pria yang dimaksud Max menatap pada sang istri sesaat,wanita tua yang berdiri disamping Ayu menganggukkan kepalanya, isyarat itu dimengerti oleh sang suami.


"Kami mengizinkan,kami menitipkan mereka dan tolong jaga kedua keponakan kami tuan"


Setelah membereskan semua keperluan yang mungkin saja dibutuhakan Ayu saat berada di kota,ia pun berpamitan pada paman dan juga bibinya lalu ia bersama Dexter dan Max pergi menuju kota untuk bertemu dengan sang Kakak.


Saat Ayu meninggalkan rumah pamannya senja mulai menghilang segerombolan burung pipit tampak kembali kesarangnya udara terasa sejuk Ayu menghela nafas dan menghembuskan secara perlahan.


"Terimakasih Tuhan"bathin Ayuningtias.


Keindahan alam yang tak ternilai harganya itu baru bisa ia sadari saat rasa sakit hati yang ia pendam selama ini telah sirna,Ayu melemparkan pandangannya melalui kaca jendela mobil sejenak memanjakan matanya dengan melihat keindahan lukisan alam yang tak tertandingi oleh kemampuan manusia untuk menyamainya.


Mobil bergerak secara perlahan,sebelum benar-benar meninggal kan desa itu Ayu meminta izin pada Dexter untuk ke makam sang Bunda yang berada sekitar tempat yang mereka lalui, Dexter sama sekali tidak merasa keberatan bahkan pria itu ikut turun dari mobilnya menemani Ayu untuk berziarah.


"Bu aku pamit untuk menemui kak Arum ke kota tetapi aku berjanji bakal membawa kak Arum berkunjung kemari"ujar Ayu lalu membaca kan surah al-fatiha buat sang bunda lalu beranjak pergi.


Sepanjang perjalanan Ayu tidak berkata apa-apa ia hanya berbicara saat Dexter atau Max yang bertanya pada nya,kendati ia merasa yakin kedua pria itu tidak berniat buruk kepadanya namun Ayu masih merasa sungkan kepada mereka berdua,dari itu ia memilih untuk diam padahal banyak yang ingin ia ketahui tentang sang Kakak.


...****************...


Gimana kalian udah dukung cerita ku belum yang udah makasih banyak ya dan yang belum buruan dukung love you all🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2