
Bukan tanpa alasan Baskoro meminta kedua sahabatnya tersebut mengatakan pada Rini bahwa dirinya sedang sakit karena malam ini ia ingin menghadiri seminar yang akan diadakan di kampusnya,ia tak ingin Bayu atau lelaki manapun mencoba mendekati Arumi kekasihnya tersebut.
Begitu selesai mandi ia segera bersiap - siap untuk pergi ke acara tersebut.
"Bas kamu mau kemana rapi begini" ujar buk Tuti yang tengah asik menonton televisi diruang keluarga.
"Mau keluar bu,ada kegiatan di kampus" Baskoro segera salim pada kedua orang tuanya.
"Sebentar Bas ibu ingin bicara" perintah buk Tuti.
"Ibu mau ngomong apaan sih bu,entar ketinggalan tu sinetron tukang ojek pengkolan lho" ujar Baskoro lalu duduk di sofa sambil melirik jam yang melingkar ditangannya.
"Ah itu mah gampang" buk Tuti berpindah duduk disamping sang anak,pak Supriyadi sekilas hanya melirik dan melanjutkan membaca koran yang tak sempat ia baca siang tadi.
"Eh Bas ibu mau nanya,apakah gadis yang datang tadi itu pacarmu nak" tanya buk Tuti tersenyum penuh makna pada Baskoro putra tunggalnya itu.
"Maksud ibu Rini?"
"Owh jadi nama Rini ya" ujar buk Tuti,sang anak menganggukkan kepalanya
"Namanya sangat bagus dan perempuan itu sangat sopan dan cantik pula"puji buk Tuti penuh kekaguman diwajahnya saat bercerita tentang Rini.
"Kok ibu nanya tentang Rini sih" tanya Baskoro dengan dahi tampak berkerut.
"Ibu setuju kok jika kamu pacaran dengan Rini, pasti perempuan itu bukan dari kalangan seperti kita,melihat dari tampilan dan tongkrongannya aja ibu sangat yakin pasti dia orang kaya kan nak" ujar buk Tuti dengan mata berbinar - binar,sang suami hanya menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang sejak dulu tak pernah berubah.
"Iyalah buk Rini anak orang kaya bahkan banyak usaha ayahnya bertaburan dikota ini" jelas Baskoro,membuat mata ibunya melotot hampir keluar.
"Kamu serius nak" imbuh wanita paruh baya tersebut lagi - lagi sang anak menganggukkan kepalanya.
"Lantas kenapa kamu berpura - pura sakit saat ia datang kemari?' buk Tuti semangkin penasaran dan ingin tahu maksud dan tujuan anaknya itu.
" Mati gua harus alasan apa nih sama nyokap"batin Baskoro sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal,sedangkan buk Tuti menatap Baskoro seperti sedang menunggu jawaban dari anaknya tersebut.
"Hmmm anu bu....."
Baskoro tampak berpikir keras mencari jawaban yang tepat pada sang ibu tiba - tiba dewa penyelamat datang berpihak kepada lelaki tersebut.
"Assalamualaikum tan,om"sapa Desta muncul tiba - tiba,Baskoro tampak tersenyum lega.
__ADS_1
"Bu ceritanya panjang,Bas izin dulu ibu lanjutkan aja nonton T.O.P nya,nnt aku akan jelaskan setelah aku pulang ok" ujar Baskoro mencium pipi sang bunda dan segera berpamitan pada bonyoknya.
Sementara Rini yang tahu bahwa lelaki yang ia cintai sedang sakit malah sedang fun bersama ketiga dayang-dayangnya di salah satu hiburan malam,wanita tersebut sengaja tidak menghadiri seminar yang menurutnya tidak penting itu,ia hanya memiliki tujuan tertentu dengan berpura-pura memberikan dukungan terlaksananya acara seminar yang di adakan oleh Bayu dan teman-temannya,sedangkan tujuannya kerumah Baskoro untuk memastikan agar lelaki tampan yang telah meluluh lantahkan hatinya itu agar tidak datang di acara tersebut.
Ditempat lain Angel dan Khalista tampak sedang menunggu Arumi didalam mobil milik Angel,setelah berpamitan pada ibunya Arumi bergegas masuk kedalam mobil, ketiga sahabat itupun menuju ke kampus tempat acara seminar berlangsung.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam suasana kampus mulai ramai,Denis mempersilakan para peserta seminar untuk masuk keruangan tempat seminar digelar.
Dihalaman kampus tampak dua orang pria tampan turun dari mobilnya,dia adalah Alvaro sebagai kasat narkoba ia merupakan narasumber di acara tersebut,Angel yang baru saja turun dari dalam mobil tanpa sengaja melihat kehadiran Alvaro.
"Hei mas" sapa Angel dan melangkah mendekati pria tersebut.
"Hei cantik" jawab Alvaro membalas menyapa Angel disela-sela bibirnya menyunggingkan senyuman manisnya,pria tersebut melempar pandangan kearah Arumi yang berdiri disamping Angel,Alvaro beralih menyapa Arumi namun gadis tersebut membalasnya dengan sikap dingin, kendati begitu mata Alvaro tak lepas menatap pada gadis tersebut yang tampak anggun malam ini dengan balutan dress selutut dan rambut yang dibiarkan terurai.
"Perfect"gumam Alvaro.
"Hah apa mas" tanya Angel yang mendengar gumaman Alvaro,Khalista yang juga mendengar menyikut lengan Angel seketika membuat gadis tersebut cemberut.
"Bukan apa - apa kok,acaranya sangat sempurna "Alvaro meralat ucapannya.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh rupanya Baskoro melihat Alvaro yang selalu mencuri pandang pada kekasihnya tersebut ia segera menghampiri kekasihnya bersama dengan sahabatnya Desta.
"Hei mas,senang deh akhirnya kamu datang juga" balas Arumi bersikap manis pada kekasihnya tersebut,lalu mereka melenggang pergi sekilas Baskoro melirik pada Alvaro dengan tatapan sinis.
"Yuk mas, sepertinya acara akan dimulai tuh" ujar Khalista basa - basi pada Alvaro dan kedua rekannya.
"Hei senang kalian bisa hadir silakan masuk yuk" sapa Bayu ramah menyambut Arumi bersama Baskoro dan Desta " tapi Bas gua pinjam Arumi ya soalnya dia tugas nge-MC untuk acara malam ini" imbuh Bayu.
"Mas please,boleh ya" ucap Arumi dengan raut wajah memelas.
"Eunggh"Baskoro melenguh kecil dan berlalu masuk kedalam ruangan seminar bersama Desta.
"Halo Bapak polisi senang anda bersedia hadir memenuhi undangan kami" Ujar Diki sembari menjabat tangan Alvaro dan rekannya,Bayu segera menghampiri Diki dan segera menyalami Alvaro,namun seketika Bayu ingat bahwa sebelumnya ia pernah bertemu dengan lelaki tersebut.
"Sepertinya kita sudah bertemu ya pak" ujar Baskoro.
"Benarkah" jawab Alvaro balik bertanya dengan tersenyum kecil sebab dirinya ingat betul bahwa malam kemarin saat berkunjung ke rumah Arumi ia bertemu dengan Bayu yang juga sedang bertamu ke rumah Arumi.
"Ternyata bapak orang yang juga bertamu di rumah Arumi,iyakan Rumi" ujar Bayu menoleh pada gadis yang berdiri disampingnya"maafkan saya pak jika malam itu saya tidak mengenali bapak" ujar Bayu salah tingkah.
__ADS_1
"Wajarlah tak kenal maka tak sayang" jawab Alvaro mereka akhirnya saling tertawa bersamaan.
"Mari pak langsung aja,acara akan segera kita mulai" Bayu menyerahkan selembar kertas pada Arumi catatan susunan acara malam itu lalu segera masuk kedalam ruangan dengan diikuti Alvaro dan rekannya.
Acara pembukaan pun dimulai setelah Alvaro duduk pada tempat yang telah disediakan oleh panitia seminar,acara yang berlangsung lebih kurang empat jam itu penuh dengan motivasi dan masukan yang sangat bermanfaat dari Alvaro buat generasi penerus bangsa terhadap bahaya narkoba,sesi tanya jawab pun meluncur dari beberapa mahasiswa diakhiri acara tersebut Alvaro tampak sangat begitu berwibawa dalam penyampaian informasi yang ia berikan pada peserta seminar.
Novan mulai menjalankan aksi jahatnya ketika sesi tanya jawab berlangsung, lelaki tersebut memisahkan satu kotak snack yang akan ia berikan pada Arumi malam ini,setelah menyusunnya ia segera memanggil beberapa rekannya agar membagikan kotak snack pada peserta seminar sementara ia sendiri yang akan memberikan Snack yang berisi minuman yang telah ia campur dengan sesuatu terlebih dahulu kepada Arumi.
Novan tersenyum smirk saat Arumi menerima kotak tersebut dan secara langsung ia pun menyaksikan bagaimana Arumi meneguk habis minuman tersebut ia pun segera duduk tepat disamping gadis yang merupakan target kejahatan Rini malam ini,wajah Novan tampak sumringah karena tugas pertamanya berjalan sangat mulus.
Sepersekian detik obat tersebut mulai bereaksi Arumi yang tadinya tampak tenang kini mulai gelisah seperti cacing kepanasan,Novan mulai mendekati Arumi dengan sikap perhatiannya.
"Lu kepanasan ya Rum sampai berkeringat begitu,nih ambillah" Novan memberikan tisu pada Arumi dan tersenyum genit.
"Terimakasih ya" Arumi yang tak menyimpan prasangka buruk segera menerima tisu pemberian Novan dan menghapus keringat di dahi dan wajahnya.
Acara pun segera akan berakhir begitu Alvaro turun dari podium,Arumi selaku MC segera mengambil alih untuk menutup acara tersebut entah mengapa saat berada diatas podium gadis itu merasakan gejolak aneh di sekujur tubuhnya hingga gadis tersebut tampak secara berulang menyibakkan rambutnya indahnya membingkai wajah dan leher lebih cantik,membuat mata lelaki normal mana pun tak mampu berkedip.
Setelah menyelesaikan tugasnya Arumi segera turun dari podium, Novan segera menghampiri Arumi.
"Rumi bantuin gua donk untuk membereskan ruang sebelah,anak - anak yang lainnya nggak bisa diharapkan,lu mau kan bantuin gua" ujar Novan tampa rasa canggung.
"Boleh" ujar Arumi tersenyum sangat manis memancing libido Novan meninggi,mereka berdua melangkah menuju ruang sebelah dengan berjalan beriringan melintas tepat dihadapannya Alvaro yang sedang berpamitan pada Bayu.
Bayu pun memanggil Arumi dan Novan yang saat itu melintas dihadapannya membuat Novan berdecak kesal,setelah Alvaro berpamitan Novan kembali melanjutkan aksinya ia segera menarik tangan Arumi,Bayu yang tak menduga Novan mempunyai niat jahat pada Arumi kembali masuk kedalam aula bersama rekannya yang lain ia merapikan kembali ruangan tersebut.
"Hai Ta,lu apa kabar,mangkin cantik aja lu" puji Baskoro saat berpapasan dengan Khalista dan Angel.
"lu bisa aja deh Bas,seperti yang lu lihat gue segar bugar tuh" jawab Khalista tertawa kecil,sambil menunggu Arumi keempat orang tersebut terlibat perbincangan hangat.
"Eh gaes gua lihat Rumi kedalam dulu ya" ujar Baskoro.
"Iya Bas lagian lama banget Rumi,sekalian lu panggilin Bayu ya Bas" ujar Angel yang disambut acungan jempol oleh Baskoro.
~Bersambung~
reader tercinta jng lupa vote,like dan komennya ya 🙏🤗love you.
dan jng lupa mampir dicerita teman ku di👇👌
__ADS_1