Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps,87


__ADS_3

**Hy gaes aq lanjutin up pagi ini.


Semoga kalian terhibur gaes dan selalu dukung ya cerita ku.


Let's go gaes🀩🀩🀩**


...****************...


"Hy sayang,maaf lama nunggunya"sapa Baskoro menghampiri sang kekasih lalu mengecup mesra pucuk kepala kekasihnya itu dan duduk tepat disampingnya,seulas senyum terukir pada bibir indah wanita itu,terpancar sinar dimatanya saat menatap pada pria yang begitu ia rindukan.


"Makasih ya lu sudah mau menemani dan nganterin Arum,Ngel"ujar Baskoro pada Angel Angel hanya diam menatap sinis pada pria tersebut bahkan wanita itu selalu membuang pandangan kearah lain.


"Silakan kalian ngobrol kayaknya gue lebih baik duduk dimeja lain aja"Angel bangkit dari duduknya ia tampak sangat malas jika harus berlama-lama duduk bersama pria tersebut bahkan Angel sengaja tidak mendengar saat Arumi mencoba menahannya agar tetap bersama mereka.


"Hufff..... dukun mana yang didatangi si kadal itu sampai-sampai Arumi tak bisa melihat kebohongan dari pria berengsek itu"batin Angel kesal.


"Bolehkah saya duduk di sini nona"sapa Dexter dengan sopannya.


Sesaat hening......


Angel menatap pada pria yang sedang berdiri tepat dihadapannya namun ia tidak menemukan sedikit pun niat jahat dari pancaran mata pria tersebut hingga akhirnya tidak ada alasan untuk Angel menolaknya.


"Owh silakan om" ucap Angel singkat.


"Terimakasih" balas Dexter dengan tersenyum.


Beberapa kali Dexter melihat Angel mengarahkan pandangan pada Arumi dan Baskoro dengan tatapan tidak suka.


"Apakah anda cemburu nona"tanya Dexter dengan penuh selidik.


"Tidak sama sekali lagi pula tidak ada alasan untuk saya cemburu om"


"Oya,tetapi mengapa anda sepertinya tidak suka melihat mereka yang begitu mesra"


"Wanita itu sahabat saya om sementara pria itu adalah kekasihnya,saya tidak menyukai pria kadal itu"ujar Angel tanpa sengaja curhat pada Dexter sangking kesalnya.


"Kadal tapi saya sama sekali tidak melihat pria itu memiliki ekor nona"ucap Dexter dengan wajah serius membuat Angel tertawa lepas.


"Gini-gini,kadal yang saya maksud bukan wujudnya tetapi kelakuannya om,pria itu selain pacarnya dengan sahabat saya tetapi di belakang ia juga menjalin hubungan dengan wanita lain"


"Oh kalau gitu saya baru paham sekarang" ujar Dexter dengan berulang kali menganggukkan kepalanya.


"Mengapa anda tidak memberitahu pada teman anda itu nona" imbuh Dexter semangkin memancing Angel untuk mendapat informasi.

__ADS_1


"Masalah nya teman saya tidak mempercayai nya om" Angel menyeruput minumannya sekali lagi ia kembali menoleh menatap pada meja Arumi.


"Kasihan teman anda jika begitu,seharusnya anda cari jalan agar teman anda terbebas dari pria berengsek itu"


"Bener om,tetapi bagaimana ya caranya"ujar Angel mencoba meminta ide pada Dexter.


"Dengan cara pembuktian dong pastinya"Dexter memberi saran pada Angel dengan penuh semangat.


Ternyata tidak hanya Dexter yang merasakan sakit saat orang yang mereka cintai itu sedang dikadali dengan pria yang tidak bertanggung jawab itu,disudut lain diruangan cafe tersebut Alvaro yang tengah menyaksikan Baskoro sedang bermesraan dengan Arumi menatap pada pria itu dengan sorot mata tajam dan mengepalkan tangannya.


Setelah kembali berhasil membuat Arumi mempercayai kata-katanya akhirnya Baskoro pun berpamitan pada sang kekasih.


"Oke sayang kalau begitu yuk kita pulang,lagian kamu baru sembuh tidak baik buat kesehatan mu jika terlalu lama berada di luar rumah"ujar Baskoro sembari melambaikan tangan pada pelayan cafe.


Setelah menyelesaikan pembayaran terhadap pesanan mereka ia menggandeng Arumi melangkah keluar cafe,Arumi segera memberi kode pada Angel.


"Ok deh om terimakasih sarannya,saya pulang dulu bye"


"Ingat kamu harus bisa mendapatkan bukti bantu teman mu ok"


"Sip om" jawab Angel tersenyum dengan mengangkat jempol keatas lalu bergegas menyusul Arumi.


"Cie-cie sepertinya ada yang dapat cowok baru nih"ujar Arumi saat kembali berada didalam mobil milik Angel, begitu melihat Angel dengan wajah tampak sumringah.


"Bercandanya jangan ngasal ya,sedangkan tu cowok ngobrol nya sama lu kok bisa-bisanya lu berpikiran tu cowok naksir gue lagian jarak kita kan jauh beb"Arumi mengemukakan pendapatnya.


"Bener tapi saat Om tadi ngobrol bareng gue,pandangan Om tadi tak lepas dari lu beb.


"Udah deh jangan ngaco buruan pulang yuk"


Angel pun segera menyalakan mesin mobilnya keluar dari pelataran cafe dan melaju dengan kecepatan sedang.


☘️


Setelah menemui Arumi di sebuah cafe Baskoro tidak langsung pulang kerumah ia menuju basecamp tempat ia berkumpul bareng teman-temannya.


Begitu sampai pria itu segera turun dari dalam mobil namun pergerakannya terhenti saat benda pipih berwarna hitam yang terletak di atas dashboard bergetar ia segera meraih handphone miliknya.


Ck!


Decakan kesal keluar dari mulutnya,ketika mengetahui siapa yang mengirimnya pesan dan segera membaca isi pesan tersebut.


Rini:Kenapa kamu sulit sekali dihubungi.

__ADS_1


"Apakah aku sudah tidak penting bagi mu,begini caramu memperlakukan aku,setelah apa yang sudah aku berikan ha.


"Sebaiknya kita putus aku lelah jika harus begini terus dan jangan hubungi aku lagi.


Bye!😑


"Cih...."


Geraman marah keluar dari mulut cowok berambut gondrong berwajah melankolis itu,ia


kesal terhadap sikap Rini yang mulai berlebihan,Ia menyandarkan tubuhnya pikirannya digelayuti segala macam perasaan.


Pria itu melemparkan pandangannya dari balik kaca jendela mobilnya,menghindari rasa bimbang yang tiba-tiba menghampirinya,sesaat kemudian kedua netra hitamnya kembali menatap benda pipih yang berada di atas dashboard tanpa pikir panjang ia segera meraih benda tersebut dan mendial nomor Rini segera menelepon wanita yang merupakan tambang emasnya itu.


Tanpa jeda Pria itu melakukan panggilan namun tak kunjung mendapat respon dari Rini yang terlanjur kesal atas sikap tak tegas dari Baskoro.


"****!" Maunya apa sih,lihat saja bakal gua buat lu tidak bisa berjalan satu minggu" ujar Baskoro memukul setir mobilnya dengan keras tampak tersulut emosi.


Dengan terpaksa Baskoro mengurungkan niat ngumpul bersama ketiga temannya malam ini,ia kembali menyalakan mesin mobilnya segera tancap gas memacu laju mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah Rini.


Tidak membutuhkan waktu berjam-jam Baskoro telah berada di pintu gerbang rumah Rini yang begitu megahnya,kedua manik matanya melirik pada satpam yang berjaga dan melangkah berjalan menuju ke mobilnya.


"Saya ingin menemui non Rini pak"ujar Baskoro dengan canggung.


"Wah non Rini sedari pagi tadi belum pulang tuan,sebaiknya tuan hubungi saja ponselnya" saran pak satpam tersebut dengan sikap ramahnya.


"Oh terimakasih kalau begitu pak saya permisi" balas Baskoro dengan datar kembali menyalakan mesin mobilnya


"Silakan tuan" jawab pak Satpam dengan sedikit membungkuk.


Baskoro mengarahkan mobilnya menuju sebuah apartemen milik Rini,dirinya sangat yakin m pasti saat ini wanita itu sedang berada di apartemen milik wanita tersebut.


...****************...


**Makasih ya gaes telah hadir di cerita ku iniπŸ€—


Maaf jika aku kadang-kadang lambat bls komentar kalian gaes karena aku lagi banyak kesibukan πŸ™.


buat kamu-kamu tak bosan-bosannya aku ngigetin kalian semua gaes dukung ya karya aku ini dengan cara:


Pencet vote,like juga rate bintang limanya ya gaes juga banyakin gift nya juga ya say biar aku semangkin semangat.


Love you and see u😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2