Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.35


__ADS_3

Alvaro membalikkan wajah Arumi kehadapannya "mudah - mudahan gadis ini hanya sekedar pingsan" ucap Alvaro lirih sesaat Alvaro terdiam entah mengapa tiba - tiba saja ada perasaan lain yang muncul didalam sanubari Alvaro begitu menatap wajah Arumi "sungguh sangat cantik" lagi - lagi ia berbicara sendiri kemudian pria tersebut menyalakan mobil dan mengarahkan kemudinya keluar dari hutan tersebut.


Alvaro segera memacu laju mobilnya dan melarikan Arumi kerumah sakit terdekat begitu tiba disebuah rumah sakit Alvaro segera membopong tubuh Arumi masuk kedalam ruangan emergency.


"Saya pihak kepolisian mohon secepatnya tangani gadis ini" ujar Alvaro dengan sangat berwibawa pihak rumah sakit segera memberikan pertolongan secara maksimal kepada Arumi.


"Mohon maaf pak sebaiknya bapak menunggu disini ujar seorang dokter yang bertugas menangani Arumi begitu melihat Alvaro yang hendak ikut masuk kedalam ruangan emergency.


Tanpa menjawab perkataan dokter tersebut Alvaro segera mengikuti saran sang dokter ia pun menunggu di luar ruangan tampak Alvaro begitu khawatir akan keadaan Arumi "Tuhan ampuni hamba mu tolong selamatkan gadis tersebut tuhan" batin Alvaro.


Alvaro melirik jam yang melingkar ditangannya sudah hampir setengah jam menunggu membuat dirinya semangkin cemas ia bahkan tidak ingin beranjak dari tempat tersebut kendati kerongkongannya terasa begitu kering.


"Selamat malam ndan,izin menghadap bagaimana keadaan wanita tersebut ndan" dua orang anggota Alvaro menyapa dengan sangat hormat Alvaro hanya terdiam lalu mengarahkan pandangannya kearah pintu ruangan emergency,kedua anggotanya seolah tahu bahwa pimpinannya juga belum mengetahui perkembangan terbaru tentang keadaan gadis yang mereka maksud.


"Silakan ndan" ujar salah satu anggota Alvaro memberikan satu botol air mineral Alvaro segera menerima botol tersebut dan meneguknya hingga hampir tak bersisa.


"Ceklek"


Pintu ruangan emergency terbuka Alvaro segera bangkit dari duduknya "Bagaimana keadaan pasien tersebut dokter" ujar Alvaro tampak tak sabar.


"pasien hanya mengalami luka ringan dan sudah siuman saat ini" ujar dokter tersebut dengan ramah "


bisakah kami melihat keadaannya sekarang dok" imbuh polisi tampan tersebut


"silakan tapi mohon harap jangan menanyai macam - macam terlebih dahulu karena pasien masih dalam keadaan lemah,dan biarkan pasien tersebut dipindahkan oleh petugas rumah sakit ke kamar rawat inap terlebih dahulu setelah itu baru bapak bisa menemuinya" jawab sang dokter dan berlalu pergi.


Tidak menghabiskan waktu lama kini Arumi sudah dipindahkan disebuah ruangan Alvaro segera menemui Arumi,


"Tuan mengapa saya berada disini tuan" Arumi hendak bangkit duduk dengan memegang kepalanya yang terasa sedikit berdenyut.


"Berbaring saja jangan bergerak dahulu" ujar Alvaro dengan intonasi seakan memberikan perintah pada Arumi dan Arumi entah mengapa mengikuti ucapan Alvaro gadis tersebut kembali merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur rumah sakit.


Arumi merasakan kedua belah kakinya pegal dan sakit saat digerakkan membuat otaknya berpikir macam - macam.


"Tuan apakah tuan jadi memperkosa ku" Arumi mulai menangis membuat kedua anggota Alvaro saling pandang mendadak wajah Alvaro merona memerah.

__ADS_1


"Kamu jangan asal bicara gadis cengeng aku tidak tertarik dengan tubuh mu dan tidak akan pernah sampai kapan pun" Alvaro tampak kesal apalagi Arumi mengatakan hal tersebut didepan bawahannya.


"Lalu kenapa kaki dan paha ku terasa pegal - pegal semua tuan hiks......hiks.....hiks" Arumi malah menangis tersedu sementara kedua anggotanya malah senyum - senyum membuat Alvaro semangkin emosi sedangkan hatinya muncul desiran aneh yang Alvaro sendiri tidak pernah mengalami hal tersebut sebelum ini.


"kamu jangan berpikir macam - macam atau kamu memang ingin diperkosa sekarang juga" ucap Alvaro marah " kalian berdua perkosa gadis ini" ujar Alvaro kepada bawahannya sontak membuat Arumi pucat sedangkan kedua anak buahnya menatap dirinya dengan mulut menganga.


"Ja....jangan tuan" Arumi semangkin panik kedua anak buah Alvaro melangkah mendekati Arumi yang sedang terbaring.


"you guys are crazy!" bentak Alvaro.


"Siap ndan " kedua anak buahnya segera menghentikan langkah mereka.


"Sudah - sudah kalian keluar!" ujar Alvaro " Siap ndan laksanakan" jawab mereka serempak.


Alvaro melangkah keluar terlebih dahulu dan diikuti kedua anak buahnya.


"Sekarang kalian pulang saja " Perintah Alvaro pada kedua anak buahnya.


"siap ndan,tapi bagaimana dengan anda ndan,"Alvaro seketika menatap tajam pada kedua anggotanya tersebut " siap ndan kami segera laksanakan" kedua pria tersebut akhirnya mengerti arti tatapan dari pimpinannya tersebut dan mereka akhirnya meninggalkan Alvaro yang masih menatap pada mereka.


"Gimana nduk apakah kamu sudah bisa menghubungi kakakmu?" ucap buk Irma dengan diliputi suasana hati yang tak karuan.


"Belum buk" Ayuningtyas menatap sang ibu dengan wajah tampak panik.


"Aduh dimana kakak mu nak" buk Irma terduduk di kursi depan rumah dengan menatap kearah jalanan yang sudah sepi,gadis tersebut mengelus pundak sang ibu dengan mata mulai berkaca - kaca.


"Bu biar Ayu samperin aja kerumah kak Angel ya buk" ujar Ayuningtyas gadis tersebut lalu melangkah masuk kedalam rumah hendak mengambil kontak motornya buk Irma buru - buru bangkit dari duduknya membuntuti putrinya tersebut.


"Jangan nduk sudah terlalu larut malam" buk Irma mencegah Ayuningtyas karena takut kalau - kalau terjadi sesuatu di jalan nantinya.


"Tidak mungkin kita hanya berdiam diri begini terus buk,dari mana kita tahu bahwa kakak sedang baik - baik saja" Ayuningtyas tetap dengan pendiriannya menyusul sang kakak di rumah sahabatnya.


"Jangan nduk" buk Irma mulai meneteskan air matanya membuat Ayuningtyas mengurungkan niatnya.


"Gubrag" tiba - tiba figura diruang terjatuh dengan sendirinya buk Irma segera mengambil figura yang terdapat photo wajah Arumi.

__ADS_1


"Ya Allah lindungilah putri hamba ya Allah " buk Irma memandangi photo Arumi yang sedang tersenyum manis hati buk Irma perasaan buk bertambah cemas, Ayuningtyas menghampiri dan memeluk sang ibu dengan erat.




"Hiks.....hiks....hiks" Angel menangis tersedu, Freddy membelai rambut sang adik "lu jangan khawatir sayang percayalah temen lu akan baik - baik saja gua janji" ujar Freddy menghibur adik kesayangan tersebut, Khalista memeluk Angel yang sedang syok ( terkejut batin) Freddy mondar - mandir tak tenang setelah sebelumnya lelaki itu menghubungi sahabatnya untuk melaporkan tentang kejadian yang menimpa Angel adiknya ,namun hingga kini belum ada informasi dari sahabatnya tersebut.



Khalista meraih handphone milik Angel yang sedari tadi berdering "mas adik Arumi sedang telfon mas" ucap Khalista tampak bingung untuk menerima panggilan telfon tersebut sehingga ia meminta pendapat dari Freddy.



"Hmmm katakan saja bahwa Arumi sedang menjaga seorang teman yang berada di ruangan ICU' jawab Freddy secara spontan, Khalista tanpa banyak bertanya ia segera melakukan titah dari kekasihnya dan segera menerima panggilan dari Ayuningtyas serta menyampai kan kalimat sesuai yang dikatakan oleh Freddy,setelah mendapat informasi dari Khalista bahwa sang kakak sedang baik - baik saja Ayuningtyas menyampaikan kabar tersebut kepada ibundanya akhirnya mereka dapat bernapas dengan lega malam itu.



"Mengapa sampai sekarang sahabat lu tidak memberi kabar Karto,aku takut sudah terjadi sesuatu dengan Arumi,ini salah gue kenapa meninggalkan kontak mobil gue hiks.....hiks.... hiks"



"Cup....cup.....cup baby sudah jangan menangis ok dan jangan menyalahkan diri sendiri itu semua terjadi diluar kehendak lu" Fredyy kembali duduk di sofa dan merengkuh tubuh Angel membenamkan kepala adiknya ke dada bidangnya.



"Benar beb dan lu jangan pernah ada pikiran yang macam - macam kita doakan saja agar Arumi baik - baik saja " Khalista kembali menenangkan Angel sementara jika boleh jujur perasaannya sendiri sedang gundah.



"Drtt......drtt.......drettt"



Handphone Fredyy mendadak bergetar pria tersebut segera melepaskan pelukannya dan menyambar handphone miliknya yang terletak diatas meja dan segera menerima.panggilan tersebut Khalista dan Angel menatap intens Freddy.

__ADS_1


__ADS_2