
Tak terasa sudah enam bulan Arumi menjadi seorang mahasiswa untuk mengisi liburan semester Arumi dan beberapa para mahasiswa mengelar seminar.
Siang itu sebelum libur semester di mulai Arumi dan Angel ngumpul bareng di kantin bersama Bayu dan teman - temannya.
"Eh lu pada ada kegiatan nggak liburan semester nanti" ujar Bayu sambil mengaduk es jeruk sembari menatap kepada yang lainnya.
"Gua pulang kampung bro,rindu ama ortu" ucap Denis singkat.
"Kalau gue belum ada rencana tuh mau ngapain juga" jawab Nofan "Emang lu ada rencana yang menarik buat kita - kita bro" imbuh Nofan.
"Iya sih,bagaimana jika kita mengadakan seminar hitung - hitung nambah wawasan" ujar Bayu bersemangat.
"Ide bagus tu mas" ucap Arumi yang disertai anggukan oleh Angel meyakinkan rencana Bayu untuk mengadakan seminar.
"Wah kalau itu gue setuju banget bro"kata Nofan tampak antusias "benar sekali gue setuju banget" timpal Ruslan,akhirnya mereka pun sepakat untuk mengadakan seminar sebagai koordinator acara seminar Bayu dan yang lainnya mulai mempersiapkan segala sesuatunya,saat mereka sedang berdiskusi Rini yang sempat mendengar obrolan mereka akhirnya ikut nimbrung,Rini melangkah menghampiri meja Bayu sementara Margaretha dan yang lainnya seketika heran melihat sikap Rini yang mulai tertarik dengan kegiatan yang semula tidak pernah terpikirkan di otak sahabatnya tersebut.
"Tu anak kemasukan setan apa ya" ucap Nindy menautkan kedua alisnya.
"Tau tuh udah mulai sadar kali" jawab Luis dengan santai.
"Mungkin juga pagi tadi tu anak kepalanya ke jedot tembok kamar mandi kali" imbuh Nindy tersenyum yang disambut tertawa lebar oleh Luis.
"Kalian lupa ya jika Rini tu terlahir sudah ditakdirkan jadi ratu kegelapan so jika Rini bersikap demikian pasti ada sesuatu yang sudah direncanakan dalam otaknya" timpal Margaretha tersenyum smirk,membuat kedua temanya tersebut tertawa lepas.
"Hy apakah gue boleh bergabung" ujar Rini menyapa Bayu dan yang lainnya dengan tersenyum manis,Arumi dan Angel mengerjabkan mata lalu saling pandang.
"Owh boleh banget dengan senang hati,mangkin ramai yang ikut bergabung lebih bagus bukan begitu bro" ujar Nofan mengalihkan pandangannya kepada Bayu lalu Bayu mengganggukkan kepalanya,tersenyum ramah pada Rini,hampir satu jam Rini terlibat dalam pembahasan perencanaan tentang kegiatan seminar yang akan segera mereka gelar dalam minggu ini.
"Baik jika begitu kita akan segera mulai mengerjakan tugas kita masing - masing,dan gua ucapkan terimakasih pada lu Rin yang telah sudi gabung dan menjadi penanggung jawab terkait biaya seminar nanti" ucap Bayu mengulurkan tangan kepada Rini dan disambut suka cita oleh Rini,kemudian mereka membubarkan diri Bayu dan yang lainnya berlalu meninggalkan kantin sementara Rini kembali.menghampiri meja sahabatnya yang masih setia menunggu Rini.
__ADS_1
"Apa ide gila lu kali ini beb" ujar Margaretha dengan tidak sabar.
"Lu kelihatannya lebih berambisi dari gue beb"jawab Rini dengan wajah sumringah.
"Itukan karena terlalu sering bareng lu jadi ketularan gue" sungut Margaretha.
"Ayo donk Rin buruan cerita " timpal Luis menggeser duduk mendekat.
"Kalian lihat aja nanti,dan sekarang mending kita fun" jawab Rini sembari beranjak dari duduknya dan melangkah pergi.
"Ah lu curang beb" seru Margaretha menyusul Rini yang diikuti Luis dan Nindy secara bersamaan.
Tepat diparkiran Arumi dan Angel berpapasan dengan Rini bersama teman - temannya Rini sekilas melemparkan pandangannya kearah Angel dan Arumi dengan tersenyum licik Angel hanya membalasnya dengan tatapan penuh curiga,Rini kemudian tancap gas menuju sebuah cafe tempat favorit nya nongkrong bareng bersama teman - temannya.
"Lu lihat nggak beb ada yang aneh dengan sikap Rini?" ujar Angel menoleh kepada Arumi setelah mobil Rini menghilang dijalanan.
"Gue lihat biasa aja tuh nggak ada yang aneh" ucap Arumi membuat Angel menggelengkan kepala setelah mendengar ucapan sahabatnya tersebut.
"Gue nggak paham dengan arah pembicaraan lu beb" jawab Arumi melemparkan pandangan nya keluar jendela mobil.
"Coba lu pikir tu cewek paling males ngikuti kuliah selama ini tapi tiba - tiba aja begitu antusias pengen ikutan saat mendengar Bayu akan mengadakan seminar,aneh nggak sih" Angel yang penasaran masih saja melanjutkan kata - katanya melihat sikap Rini yang berubah dratis.
"Bilang aja lu khawatir beb takut jika Bayu jatuh cinta sama Rini" ujar Arumi tersenyum sengaja menggoda Angel.
"Apaan sih lu,gue serius malah lu ngaco ngomongnya,payah lu beb nggak asik banget" ucap Angel ketus.
Arumi tertawa melihat sahabatnya tersebut tampak ngambek,Arumi masih ingin berniat meneruskan menggoda Angel sahabatnya itu namun tiba - tiba handphone miliknya seketika berdering Arumi segera mengeluarkan handphonenya dari dalam tas.
"Siapa beb" tanya Angel sekilas menoleh pada Arumi,Arumi mengangkat kedua bahunya karena sipenelepon tidak terdaftar dalam kontak handphone miliknya.
__ADS_1
"Halo cinta,kalian sedang dimana,gue kangen tau" ujar suara seseorang yang tak asing lagi bagi Arumi.
"Khalista" seru Arumi tak percaya,Angel seketika mengambil paksa handphone dari tangan Arumi begitu Arumi menyebut nama Angel.
"Hy ini lu beb,lu kapan pulang kok lu nggak ngabarin kita - kita jika mau pulang,lu sehat - sehatkan beb"Angel memberondong pertanyaan membuat Khalista bingung mana yang harus dijawab olehnya sementara Arumi hanya tersenyum.
"Satu - satu donk beb gua jadi pusing nih"
"Ok lu dirumah kan gue dan Arumi akan segera kesana"
Angel memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak dan menambah laju kecepatan mobilnya ia pun berbelok arah dan menuju kerumah Khalista dengan suasana hati penuh kegembiraan.
"Hy......Arumi,Angel i Miss you guys,i need you" seru Khalista memeluk erat kedua sahabatnya tersebut.
"I Miss you to" balas Arumi mengeratkan pelukannya mereka kemudian berjalan beriringan menuju kamar Khalista mereka saling melepas rindu sembari ngobrol saling bercerita pengalaman mereka menjadi seorang mahasiswa.
"Pasti asik deh bisa kuliah disana ya kan beb, mana cowoknya ganteng - ganteng semua pastinya"ujar Angel dengan pikiran mulai menghayal sedang berada diantara cowok tampan, Khalista segera menonyor kepala Angel yang sedang berfantasi.
"Aw......sakit tau" ucap Angel cemberut Arumi tersenyum melihat raut wajah Angel lucu jika sedang kesal.
."Sukurin habis lu tu ya pikirannya cowok melulu" Jawab Khalista mencibir.
"Itu namanya normal beb dan wajar lu seharusnya dukung bukan malah main jitak kepala gue" imbuh Angel tidak mau kalah.
"Jika gue dukung lu sama aja gue jerumusin lu, secara lu kan masih dibawah umur beb yang harus fokus dengan pendidikan jangan mikirin cowok" Ucap Khalista sembari mencubit pipi chubby Angel.
"Dibawah umur pala lu bau kemenyan" ujar Angel menjulurkan lidahnya yang disambut tertawa lepas Arumi dan Khalista,obrolan yang diselingi canda tawa membuat suasana semangkin seru namun mereka terpaksa mengakhiri obrolan mereka kala sore telah berganti malam,Arumi dan Angel segera berpamitan mereka berjanji akan melanjutkan obrolan mereka dan jalan bareng selama Khalista berada di Indonesia, Khalista mengantarkan kedua sahabatnya sampai dihalaman rumahnya
"Btw lu nggak rindu sama abang gue beb" ujar Angel ketika akan memasuki mobilnya,Khalista menggelengkan kepalanya spontan membuat wajah Angel berubah.
__ADS_1
"Jangan bilang lu sudah melupakan abang gue dengan alasan lu cuma sekedar kagum ama abang gue dulunya" ucap Angel memastikan lagi - lagi Khalista hanya menggelengkan kepalanya,sedetik kemudian handphone milik Khalista berbunyi Angel melirik pada handphone sahabatnya tersebut dan sempat melihat nama sipenelepon tersebut adalah Freddy dengan tersenyum manis Khalista segera mendorong tubuh Angel agar segera masuk kedalam mobilnya lalu menutup kembali pintu mobil sambil melambaikan tangan kepada kedua sahabatnya tersebut.