
...**Pagi reader tercintaku πππ...
...Dendam kekasih up lagi pagi ini gaes....
...Semoga cerita ini bisa menemani hari kalian dan bisa menghiburπ€....
...Jangan lupa vote,like dan coment nya ya gaes...
...Happy reading β€οΈ**...
...****************...
Setelah tujuh hari lamanya pencarian terhadap Arumi tidak membuahkan hasil untuk itu tim terpaksa menghentikan operasi pencarian.
Ibunda Arumi buk Irma salah satu orang yang paling bersedih hingga buk Irma akhirnya jatuh sakit.
Banyak orang yang turut prihatin terhadap peristiwa hilangnya Arumi terlebih para sahabat dan dosen sangat bersedih akan kejadian yang menimpa wanita humble dan cerdas itu.
Tak terkecuali Alvaro yang dari awal telah jatuh hati pada Arumi merasa sangat kehilangan, bahkan dirinya sendiri mendatangi lokasi di mana hilangnya Arumi berusaha mencari jejak keberadaan Arumi namun hasilnya nihil Arumi tetap tak kunjung ditemukan.
Sementara Baskoro yang mengetahui kekasih menghilang saat camping atas ajakan Bayu, terbakar emosi pada Bayu ia merasa Bayu lah orang yang menyebabkan Arumi menghilang untuk itu Baskoro merasa sangat penting membuat perhitungan pada pria yang merupakan seorang aktivis di kampus tersebut.
Begitu melihat Bayu yang sedang duduk bersama kedua sahabatnya di kantin membuat emosi Baskoro memuncak.
"Oh sungguh sempurna sandiwara yang lu perankan bangsat" ujar Baskoro sambil bertepuk tangan dan tersenyum sinis.
"Lu ada apa Bas,gua nggak paham atas ucapan lu barusan" Bayu berdiri sambil memegang pundak Baskoro namun lelaki tersebut menepis tangannya.
"Cuih lu bisa berbohong pada semua orang tapi tidak dengan gua"
"Bas tak sepantasnya kamu berkata demikian,itu semua bukan salah Bayu bas" timpal Denis.
"Hei Keparat lu pikir gua tidak tahu bahwa lu sekongkol dengan bajingan ini" Baskoro yang terlanjur emosi menarik kerah baju Denis lalu dengan kasar mendorong tubuh Denis hingga terjatuh ke lantai.
"Bas lu jangan asal nuduh donk!" bentak Sopian tak terima atas perlakuan Baskoro terhadap kedua temannya itu,bukannya berhenti Baskoro malah melayangkan bogem mentah terhadap Sopian,Baskoro seperti orang kesetanan kembali menendang tubuh Sopian lagi-lagi memukul dengan keras,Denis yang geram atas sikap Baskoro mendaratkan tinjuan ke arah wajah Baskoro mengakibatkan pelipis kanan Baskoro luka,Bayu yang berusaha melerai perkelahian tersebut malah terkena pukulan dari Desta akhirnya kedua kubu tersebut saling baku hantam.
Perkelahian yang berlangsung beberapa menit akhirnya bisa dihentikan saat beberapa Dosen dan dua orang satpam mendatangi kantin.
"Kalian adalah seorang mahasiswa tapi sayang sikap kalian tak ubahnya seperti preman pasar,silakan keruangan saya" ujar salah satu dosen kepada kedua kubu yang sedang bersiteru lalu segera meninggalkan kantin,suasana kantin yang tadinya riuh karena ada tontonan smack down gratis antara Bayu dan Baskoro mendadak hening saat kedua kelompok tersebut beranjak pergi.
__ADS_1
"Wah ada tontonan seru lu malah asik baca buku di perpus,mau gantiin Arumi lu ya,pantesan aja lu nggak sedih saat teman lu itu hilang atau jangan-jangan lu sengaja ya"sindir Rini saat tanpa melihat Angel yang baru saja keluar dari ruangan perpus.
Angel mengabaikan sindiran Rini karena suasana hatinya sedang bersedih,Angel melanjutkan langkahnya mengabaikan sindiran Rini.
"Hei lu kenapa pergi,karena gue sudah tahu niat busuk lu itu kan" ujar Rini dengan tertawa keras mencoba memancing amarah Angel.
"Ya iya lah beb terang tu kuntilanak takut sudah ketahuan wajah aslinya"timpal Margaretha dengan suara tak kalah keras.
Namun Angel sama sekali tidak terpengaruh karena dirinya sendiri sejujurnya membenarkan kata-kata Rini the geng,Air mata mulai mengenang di kelopak matanya ia semangkin mempercepat langkahnya menuju ke mobil.
"Hiks........hiks......hiks..... gue memang bersalah karena gue yang memaksa lu untuk ikut camping Rum,gue nyesel Rum,andai saja hari itu lu nggak ikut pasti lu ada di samping gue saat ini,gua emang sahabat yang tak berguna Rum .....hiks... hiks.......hiks" ucap Angel lirih.
Angel yang di dera rasa bersalah segera meninggalkan kampus dengan mobilnya hatinya terus berkecamuk,butiran kristal membasahi pipinya.
Brakkk.......Angel membanting pintu mobilnya dengan cukup keras,berlari menaiki tangga menuju kamarnya lalu menghempaskan tubuh ke ranjang,tangisnya kembali pecah hingga akhirnya ia pun tertidur karena kelelahan.
****************
Arumi terbangun dari tidurnya mendapati seorang pria yang sedang tertidur pulas dengan posisi duduk disamping ranjangnya,ia mulai mengingat bahwa malam tadi ia mengalami panas tinggi,Arumi merasa sangat terhutang Budi pada pria tersebut yang telah menolong nya dan merawatnya hingga harus tertidur seperti keadaan sekarang hanya untuk menjaganya.
"Aku harus secepatnya pulang,kasihan bik Surti dan tuan ini repot karena harus merawat ku dan pastinya ibu sedang kawatir saat ini" gumamnya dalam hati.
Pria tersebut terbangun dari tidurnya,berusaha membuka matanya dengan berat
"Kamu sudah terbangun,bagaimana dengan demam mu,apakah sudah turun?" ujar pria tersebut sambil mengucek matanya.
"Su....sudah tuan" jawab Arumi gugup.
"Jangan paksakan untuk bergerak agar kaki mu cepat pulih, saya akan memanggilkan bik Surti untuk membantu mu"pria tersebut segera bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu.
"Terimakasih tu...tuan tapi ..." Arumi menghentikan ucapannya karena pria tersebut segera menghilang dari balik pintu kamarnya.
Arumi termenung sendirian di dalam kamar walau terkesan sikap pria tersebut sangat dingin namun di sebalik itu pria tersebut mempunyai hati yang sangat baik, hal itu membuat Arumi merasa semangkin tidak enak jika harus merepotkan nya,lamunan Arumi seketika buyar saat bik Surti yang muncul di kamar tersebut.
"Selamat pagi non" sapa bik Surti dengan tersenyum ramah.
"Pagi bik" balas Arumi.
"Bagaimana apakah non sudah merasa sedikit lebih baik?" tanya wanita tersebut Arumi menganggukkan kepalanya,bik Surti menempelkan tangan kanannya pada dahi Arumi untuk memastikan bahwa panas yang di alami wanita tersebut benar-benar reda.
__ADS_1
"Syukurlah non panasnya sudah reda"dengan telaten Bik Surti segera membantu Arumi.
"Bik bolehkah aku meminta bantuan mu lagi"
"Silakan non dengan senang hati" ujar bik Surti masih dengan senyum yang mengembang disudut bibirnya yang mulai mulai keriput.
"Bolehkah aku meminjam handphone untuk menghubungi ibu ku bik"
"Maaf non bibik tidak punya dan jika pun punya itu sangat tidak berguna non karena di tempat terpencil seperti ini benda tersebut tidak berfungsi.
"Ibu ku pasti sangat kawatir bik" seketika senyum Arumi memudar mengingat sang ibu yang pastinya sedang bersedih saat ini.
"Sabarlah non setelah sembuh non bakal ketemu keluarga dan ibu non"bik Surti tahu akan perasaan Arumi saat ini wanita tua itu mengusap pipi Arumi dengan penuh kasih Arumi memeluk wanita yang sedang duduk dihadapannya itu dan meneteskan air matanya,bik Surti mengusap punggung Arumi dengan lembut,setelah merasa tenang Arumi melepaskan pelukannya.
"Bik apakah desa ini cukup jauh bik,bagaimana caranya bisa memesan ojek online bik?"
"Ojek om....om" bik Surti tampak sulit untuk mengeja kalimat seperti yang diucapkan Arumi karena wanita tua itu baru mendengar kalimat tersebut hingga ia pun memukul pelan bibirnya yang belibet,sikap lucu bik Surti membuat Arumi tertawa geli.
"Ojek On li ne bik" ujar Arumi mengeja kata tersebut namun lagi-lagi bik Surti tetap tidak bisa menyebutnya dengan tepat membuat kedua wanita berbeda usia tersebut akhirnya tertawa lepas.
"Mungkin itu cuma ada di tempat tinggal non Arumi karena orang-orang disini lebih suka masakan kampung non lebih sehat dan bergizi,tapi non Arumi jangan kawatir nanti bibik akan masakan sesuatu yang lebih enak dari masakan on...on....yang seperti tadi.
Arumi mengernyitkan kan dahinya,ternyata selain sulit mengucapkan kata online bik Surti pun tidak mengerti makna dari kata ojek online tawa Arumi kembali pecah begitu mengetahuinya,tanpa Arumi sadari sepasang mata dari balik pintu tengah menatap kearahnya dan ikut tersenyum.
"Sama persis wajah dan senyumannya,gadis ini benar-benar mengingatkan ku pada mu sayang" ujar Dexter berbisik dalam hati.
"Bibik lucu deh, ojek online itu orang yang kerjanya mengantar kita sampai tujuan ketika kita hendak berpergian bik bukan makanan" terang Arumi dengan sisa senyuman yang masih mengembang,bik Surti manggut-manggut begitu tahu makna kata tersebut.
"Yah maklum non selama puluhan tahun bibik hanya disini menjaga vila tuan Dexter tidak pernah kemana-mana jadi bibik nggak paham yang begituan non" ujar bik Surti malu-malu.
"Bibik permisi dulu non,nanti kita sambung ngobrolnya" imbuh bik Surti lagi.
"Oke bik" jawab Arumi dengan melingkarkan ibu jari dan telunjuk membentuk uruf O,secara reflek bik Surti yang sedikit latah mengikuti gerakan Arumi namun dengan mengedipkan sebelah mata lebih centil dari Arumi, kini Arumi semangkin tertawa keras melihat tingkah konyol bik Surti sesaat wanita itu melupakan masalah nya.
...****************...
...**Terimakasih atas dukungannya gaes ....
...See you next part ππ**...
__ADS_1