Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.30


__ADS_3

"Halo mas" sapa Arumi begitu sambungan telfon terhubung.


"Sayang kamu lagi dimana"~Baskoro.


"Lagi dijalan mas baru pulang dari mengantarkan pesanan kue mas"~Arumi


"Emang ngantarkn kemana"~ Baskoro


"Ke rumah Rini mas, asisten rumah tangga nya kebetulan ada memesan kue untuk keluarganya dikampung mas" ~ Arumi.


"Owh kalau begitu hati - hati d jalan Ya, bye" ~ Baskoro.


"Iya mas makasih"


Baskoro segera memutuskan sambungan teleponnya,ia pun segera menghampiri Rini dirumahnya.


Dengan sedikit ragu Baskoro memencet bel tak lama kemudian seorang wanitanya muda dengan umur sekitar 25 tahun membukakan pintu.


"Mau ketemu dengan siapa den" tanya wanita tersebut Baskoro menatap intens dengan mulut sedikit menganga ia menatap belahan dada wanita tersebut tanpa berkedip sambil menelan Saliva nya sendiri.


"Den apakah aden ingin bertemu non Rini" ujar wanita tersebut dengan menutupi dadanya dengan kain serbet yang tergantung di pundak nya.


"Eh iya mbak anu bik apakah non Rini nya ada?" ujar Baskoro tampak gugup.


"Ada den,silakan duduk saya akan panggilkan non Rini" jawab wanita tersebut setelah mempersilakan Baskoro duduk wanita itu segera melangkah menuju ke kamar Rini yang berada di lantai atas.


"Tok.....tok.....tok.......


"Masuk" ujar Rini dari dalam kamarnya.


"Permisi non ada teman non di depan non" ucap Siti kepada Rini.

__ADS_1


"Siapa" tanya Rini singkat dengan mengenakan pakaiannya.


"Maaf non saya tadi lupa menanyakannya,ngakunya tadi pacar non Rini non" ujar Siti.


"Pacar?" gumam Rini,ia pun segera keluar untuk melihat orang yang mengaku pacarnya tersebut,Rini mengintip dari lantai atas "Hmmm Laki - laki menyebalkan itu rupanya" batin Rini dan kembali masuk kedalam kamarnya.


"Suruh saja dia keatas" perintah Rini,Siti segera keluar dari dalam kamar majikannya tersebut dan turun untuk menemui Baskoro yang berada diruang tamu.


"Den non Rini menyuruh aden ke atas saja den" ujar Siti " terimakasih mbak" jawab Baskoro dengan menyunggingkan seulas senyuman menggoda,Siti yang tersipu malu bergegas menuju ke dapur,sementara Baskoro dengan sumringah segera kelantai atas untuk menemui Rini yang sudah menunggu di dalam kamarnya.


Baskoro langsung nyelonong masuk kedalam kamar Rini yang sedikit terbuka.


"Hallo baby kemana aja sih,gua rindu tau" ujar Baskoro segera duduk samping Rini yang tengah fokus menatap layar handphone miliknya.


"Nggak kemana - kemana kok" Jawab Rini tanpa menoleh ke arah Baskoro.


"Come on baby, please jangan cuek gini donk" ujar Baskoro dengan serta merta meraih Handphone dari tangan Rini,Rini segera beranjak dari duduknya menuju balkon kamarnya untuk menghirup udara segar dimalam hari sambil meneguk minuman yang tadi sempat ia ambil dari dalam kulkas sebelum ia melangkahkan kaki menuju balkon kamarnya,Baskoro ikut bangkit dan menghampiri Rini lalu memeluk Rini dari belakang.


"gua rindu lu Rin" ujar Baskoro menatap sendu pada Rini kini tubuh mereka saling berhadapan Rini kembali membalikkan badannya dan diam tak bergeming.


"Apakah lu tidak menginginkan nya" ucap Baskoro lagi.


"Entahlah gue sendiri tidak tahu" jawab Rini ambigu,Baskoro kembali memeluk Rini dari belakang ia yakin Rini pasti merindukan dirinya namun Rini enggan untuk mengakuinya karena saat ini gadis tersebut pasti sedang marah karena cemburu ketika pagi tadi saat di kampus Rini melihat Baskoro yang sedang bermesraan dengan Arumi.


Tidak hanya sekadar memeluk Rini kini tangan Baskoro mulai bergerilya kearah gunung kembar Rini dan m*****s gundukan tanpa pengaman tersebut dengan menghujani ciuman dileher jenjang gadis tersebut,rambut Rini yang digulung keatas mempermudah Baskoro untuk melancarkan serangannya dengan menciptakan kissmark pada leher mulus Rini,Rini melenguh membuat Baskoro semangkin bersemangat memancing libido kian meninggi,Rini membalikkan badan dan Baskoro segera ingin menyambar bibir mungil Rini akan tetapi dengan tiba - tiba Rini mendorong tubuh Baskoro dengan kuat.


"Pergi dari rumah gue Bas,gue tidak menginginkannya, gue jijik saat lu menyentuhnya" ujar Rini frontal dan kembali masuk kedalam kamar Baskoro mengikuti langkah Rini mencoba meraih tangan Rini namun Rini kembali berhasil menepisnya.


"Bulshit" jawab Baskoro frustasi.


"Up to you" ucap Rini datar lalu kembali meraih handphone lalu berpura - pura fokus menatap layar handphone,Baskoro yang kesal segera menindih tubuh sintal Rini,Rini tidak sempat untuk berkata - kata karena Baskoro segera ******* bibir seksi tersebut dan mengabsen setiap sudut bibir Rini dengan tangan kembali bergerilya pada gunung kembar Rini.

__ADS_1


Rini mulai kehabisan nafas ia mendorong Baskoro dengan kuat Baskoro segera melepaskan pagutan bibirnya beralih pada bagian dada Rini yang kenyal.


"Hmmm Bas please lepasin gue...ahhh" pinta Rini mulai tak berdaya namun Baskoro tidak menggubrisnya,Baskoro malah semangkin liar membuka semua kancing pakaian Rini dan tangannya merobek dalaman Rini mulai bermain di area bawah,Baskoro bisa merasakan deru nafas Rini yang semangkin memburu membuat Baskoro tersenyum smirk.


"Jangan tapi lo udah basah gini Rin" ujar Baskoro sambil mengusap tepian lembah yang sudah Basah.


"Hmmm jangan Bas" tolak Rini lirih dan berat hingga begitu sangat seksi terdengar di telinga Baskoro semangkin bersemangat ia menambah dua jarinya untuk membuat Rini semangkin menginginkan permainan yang ia lakukan.


"Ahhh honey akhhhhh"gadis tersebut tampak pasrah jika tadi ia menolak kini malah menggerakkan pinggulnya membuat Baskoro sangat senang dan semangkin kencang mengaduk lubang miliknya dengan dua jari,Rini mengerang dengan sedikit berteriak tampak begitu sangat menikmatinya saat permainan lelaki tersebut,Rini merasakan sesuatu sudah berkedut sepertinya akan orgasme Baskoro mendadak menghentikan aktivitas tersebut,Rini menatap Baskoro dengan tatapan mata protes.


"Kenapa? mau marah ya,tadi katanya tidak mau" goda Baskoro membuat Rini mengerucutkan mulutnya.


"Kamu nyebelin" gerutu Rini karena kesal Rini mendorong kembali tubuh Baskoro dan langsung cepat - cepat berdiri Baskoro segera melucuti pakaiannya sendiri kembali menghampiri Rini yang sudah berdiri dimeja membelakangi Baskoro dengan tubuh naked Baskoro mendorong tubuh Rini kemeja dan menarik pinggul Rini membuat Rini sempurna dengan posisi nungging.


Tanpa bicara Baskoro langsung menancapkan tongkat panjang dengan sangat kasar kedalam lembah surgawi gadis yang kini berada di kunjungannya.


"Ouhhh akhhhhh ahhh" mereka berdua meracau bersamaan, Baskoro bergerak maju mundur dengan Ritme sedang Rini menoleh menatap Baskoro dengan wajah memerah dan mata yang sayu menambah Rini terlihat semangkin cantik dan sensual.


"arggg sehhhh **** you " ujar Baskoro semangkin menggila.


"Honey faster shhh Akhhhhh" ujar Rini tak sabar


"Of course baby" ucap Baskoro semangkin mempercepat ritme dengan kedua tangan memegang pundak mulus wanita didepannya tersebut.


"I love you honey" ujar Rini dengan mata terpejam menikmati setiap sodokan dari Baskoro.


"I love you tu baby" ujar Baskoro sembari mengerakkan bokongnya maju mundur


"Ahhh i want to go out honey" teriak Rini menahan sesuatu yang akan keluar


"barengan sayang, sebentar lagi" ujar Baskoro dengan suara yang terdengar berat dan sesaat kemudian Baskoro merasakan kedutan pada juniornya

__ADS_1


Setelah mereka saling melontarkan kata - kata liar dalam hitungan detik mereka berdua mencapai klimaksnya, setelah pelepasan nya yang pertama Baskoro jatuh terkulai lemas pada punggung Rini dengan membiarkan tongkat yang masih menancap kedalam lembah tersebut.


__ADS_2