Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.85


__ADS_3

**Hy gaes kita lanjut lagi yuk.


jangan lupa terus dukung cerita Aku ya gaes.


warning:tidak menerima komen jahat dengan cara menghujat.


Jika Ada typo mohon kasih tau aja.


Happy reading 😘😘😘**


...****************...


Cinta adalah sumber kekuatan sekaligus kelemahan.


Sebagai kekuatan,cinta sungguh luar biasa ia mampu membuat keadaan sesulit apapun menjadi baik-baik saja,situasi tersebut kadang sering kali membuat siapa pun terjebak bahkan tak jarang diantara mereka yang bertindak dan bersikap di luar akal sehat.


****************


Arumi melangkah menuju kamar mandi ia tersenyum manis saat mendapati sang bunda yang berada di dapur,ia pun mengurungkan niatnya untuk langsung mandi,Arumi menghampiri ibunya yang sedang sibuk dengan adonan kue di dalam baskom,kondisi Arumi seketika membaik panas badannya turun secara dratis melihat keadaan itu buk Irma merasa senang.


"Kamu sudah baikan nduk"ujar buk Irma menatap putrinya dengan tersenyum.


"Iya bu,sudah baikan kok"Arumi segera membantu ibunya mengeluarkan kue-kue dari dalam oven.


"Sudah nduk,kamu istirahat saja ini juga sudah hampir selesai"buk Irma meraih tangan Arumi.


"Tidak mengapa buk lagian Arumi sudah sembuh bu dan ini bukanlah pekerjaan yang berat"balas Arumi melanjutkan pekerjaannya menyusun kue-kue tersebut pada wadahnya,sekilas buk Irma melirik putrinya ia sengaja tidak membahas kejadian malam tadi apa yang membuat putrinya itu murung dan tidak menjawab pertanyaannya sama sekali,dan wanita tersebut membiarkan putrinya itu untuk membantu nya.


"Buk,Ayu kemana ya dari tadi Arum tidak melihatnya"


"Assalamualaikum,lho kak Arum sudah baikan ya"ujar Ayuningtias dengan suara cemprengnya.


"Nah itu dia yang di omongin nongol"kata buk Irma lagi-lagi tersenyum.


"Wah pasti lagi gibahin Ayu ya,ish ibu dan Kakak jahat"ujar Ayu dan meletakkan barang belanjaan nya di meja makan dengan bibir mengkerucut lalu segera membantu kakaknya.


"Tu bibir jangan dimonyongin gitu mangkin jelek tau"ucap Arumi dengan mencomot bibir adiknya.


"Week Kakak aja yang bilang aku jelek di sekolah rata-rata cowok pada naksir tau"Ayuningtias mencibir.


"Tu cowok pada katarak kali" ujar Arumi terus meledek Ayu.


"Kakak tu yang katarak buktinya gantengan mas Alvaro juga kemana-mana tapi Kakak malah milih mas Ba...."Hampir saja Ayu keceplosan untung saja Arumi segera membekap mulut Adiknya itu.


"Siapa yang dimaksud"ujar buk Irma dengan mengeryitkan alis nya.


"Tau buk si Ayu asal ngomong tuh"Arumi melepaskan tangannya dari mulut Adiknya.


"Hem.....anu bu itu lho"Ayu tampak berpikir ia tak melihat kakaknya melotot kepadanya.


"Bang Mansur pengurus masjid bu"ujar Ayu dengan memalsukan senyuman.

__ADS_1


"Hus kalau becanda jangan kelewatan,bang Mansur itu sudah mempunyai istri nanti ada yang dengar malah timbul fitnah"buk Irma membulatkan mata pada putri bungsunya itu.


"Tau bu si Ayu emang suka asal,becandanya kelewatan"ujar Arumi dengan menoyor adiknya.


"Iya maaf buk,kak Arum"jawab Ayuningtias menyatukan kedua telapak tangannya di dadanya.


"Tok........tok........tok"


Ibu dan anak itu saling pandang begitu mendengar seseorang mengetuk pintu.


"Eeh,kalian kok malah bengong sih"ucap buk Irma sambil membasuh tangannya dari sisa adonan kue yang menempel.


"Ish ibu ngagetin aja"


"Siapa yang ngagetin,udah buka gih sono,ibu mau bersiap-siap dulu"buk Irma pun menuju kamar nya.


Ayu segera melangkah menuju pintu depan dan Arumi segera menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi.


"Ceklek"Ayuningtias memutar handle pintu.


"Oh kak Angel kirain siapa tadi,masuk kak"


"Arumi dikamar Yu?"tanya Angel begitu masuk kedalam rumah.


"Kak Arum ada di dapur kak"jawab Angel dan kembali menuju dapur,Angel mengikutinya dari belakang.


"Gimana Rum kamu sudah beneran sudah sembuh"


"Ada nak Angel rupanya"buk Irma keluar dari dalam kamar ia tampak sudah rapi dengan mengenakan baju games dengan kerudung panjangnya.


"Iya bu,lho ibu mau kemana cantik banget"puji Angel


"Masak sih"


"Beneran buk,ibu masih tampak begitu cantik"lagi-lagi Angel memuji buk Irma.


"Ya iya lah cantik,ibunya siapa dulu" Ayu membusungkan dada sombong dengan menampilkan mimik wajah lucu membuat Angel dan Arumi tertawa ngakak.


"Sudah-sudah becandanya,ayo Ayu antar ibu nduk"buk Irma bergegas hendak pergi dan sebelum buk Irma pergi ke acara wirid mingguan dirumah salah satu tetangganya itu Arumi terlebih dahulu meminta izin pada ibunya ingin keluar bersama Angel.


Begitu sampai dirumah bude Nining,buk Irma segera turun dari boncengan Ayu dan Ayu pun kembali pulang kerumah.


"Assalamualaikum"ucap buk Irma memberi salam.


"Waalaikumsalam"Para tetangga yang kebetulan telah hadir lebih dulu dari buk Irma menyambut salam dari buk Irma secara serempak,begitu juga si pemilik rumah.


"Eh buk Irma,monggo buk silakan"ucap bude Nining menyambut dengan ramah,buk Irma pun gabung dengan para tetangga yang telah hadir, setelah menyerahkan kue pesanan bude Nining untuk acara wirid yang sebentar lagi akan segera di mulai.


"Eh ibu-ibu saya ada bawa ni mukena yang bahannya adem banget dijamin sholatnya mangkin khusus deh"ucap mak Minong dengan mengeluarkan dagangannya dari dalam tas besar,para ibu-ibu pun pada merapat hanya beberapa orang yang sepertinya kurang berminat.


"Lho apakah buk Irma tidak berminat buk boleh nyicil kok bayar nya"ujar mak minong mencoba membujuk agar dagangannya laris manis.

__ADS_1


"Bahannya bagus kok mak semua orang pasti minat cuma kan mikir dengan apa bayar nya nanti,kalau pun bisa nyicil apalagi kalau gak punya laki"celetuk buk Tuti mulai melancarkan aksi nya buat nyindir musuh bebuyutan nya itu,sedangkan buk Irma hanya tersenyum.pada mak Minong tak menanggapi ucapan buk Tuti ibunya Baskoro.


"Iya juga ya,jangan seperti si Dewi udah tau gak punya laki gaya-gaya mo beli ini itu akhirnya malah kabur gak sanggup bayar hutang"Imbuh buk Mila yang merupakan cs buk Tuti.


"Jadi si Mila beneran kabur ya"tanya mak Minong seketika matanya melebar.


"Iya mak ngapain saya bohong"jawab buk Mila dengan mengerutkan bibirnya.


"Oalah padahal sama saya masih ada sangkutan, lah kok malah kabur gimana ini" mak Minong tampak bingung dan kesal.


"Mangkanya mak jaman sekarang kalau dagang harus hati-hati jangan main kasih aja kalau orang ngutang"ujar buk Tuti sambil mengkibaskan tangannya yang dipenuhi gelang emas,mendengar dan melihat sikap buk Tuti para ibu-ibu ada yang membenarkan ucapan wanita tersebut dan ada juga dari beberapa mereka mengelengkan kepala sambil berbisik.


"Benar mak lain kalau sama orang seperti buk Tuti ini gak bakal rugi jika menawarkan dagangan,secara suami buk Tuti bekerja di kelurahan dan suami nya sangat perhatian sama buk Tuti apa yang di beli buk Tuti pasti di turuti oleh suami nya"Imbuh buk Mila semangkin tampak menjilat.


Sesaat buk Tuti dan buk Mila menghentikan aksinya saat Buk Winda Ketua wirid mereka telah datang.


"Assalamualaikum ibu-ibu,maaf saya terlambat,oiya hari ini ustad kita berhalangan datang untuk itu kita mulai saja wirid kita"ujar buk Winda dan memulai memimpin pengajian,


Dikarena tidak adanya ustad membuat ibu-ibu lebih banyak mengosip daripada pengajian,tak sampai satu jam pengajian berlanjut dengan acara makan-makan.


"Buk tolong ambilin kue yang itu dong"ucap buk Tuti sambil menggeser piring yang berisi kue buatan buk Irma yang kebetulan ada di dekatnya.


"Lho iku eneng seng deket buk Tuti lho kok yo mau sing jauh,lagian enak rasane kue buatan buk Irma lo" ucap bude Endang dengan lemah gemulai,buk Tuti tampak mencibir.


( ada kue yang dekat kenapa kok malah mau yang jauh dan rasa kuenya buatan buk Irma enak)


"Amang tahe,tak usah heran dengan buk Tuti ini selalu heppot orangnya,pening kita di buat nya mending di biarin aja lah"ujar wak Barus pada bude Endang dengan menggelengkan kepalanya yang disambut tawa ibu-ibu pengajian.


(Aduh tak usah heran dengan buk Tuti suka sibuk tak menentu, pusing kita olehnya mending biarkan saja)


Merasa di pojokkan buk Tuti yang di ikuti Mira pun buru-buru pamit pada bude Nining sebagai tuan rumah.


"Lho-lho kok yo malah pulang buk Tuti"tanya bude Endang dengan wajah tak berdosanya.


"Kau seperti tak tau aja dengan buk Tuti,halak na mora attong,banyak yang mau di urusnya mangkanya pulang duluan" kata Wak Barus kembali menimpali perkataan bude Endang, buk Tuti melengos lalu segera cabut dengan tergopoh-gopoh.


"Opo artine iku wak,opo buk Tuti arep mampir neng tokone ko atong yo wak"


(apa artinya itu,apakah buk Tuti mau mampir ke toko ko Atong ya,sedangkan wawak/uwak panggilan sopan untuk orang yang sudah tua atau lebih tua dari kita)


"Bah kok malah ke Atong pulak perginya bude Endang ini"tampak wak Barus menepuk jidatnya sendiri.


"Halak na mora attong artinya orang kaya pulaknya bude Endang bukan Atong yang punya toko di ujung gang itu bah"dengan sedikit emosi wak Barus akhirnya menjelaskan maksud perkataan nya barusan tawa pun akhirnya pecah di antara para ibu-ibu wirid bude Endang tampak tersenyum simpul.


...****************...


**Bagaimana gaes apakah kalian suka dengan part ini?....aq harap kalian suka.


Jangan lupa ya gaes pencet vote,like dan tinggalin jejak kalian serta rate bintang lima nya,syukur-syukur dibanyakin gift nya 🙏😊.


Akhir kata Aku ucapkan makasih buanyak buat kalian yang berbaik hati.

__ADS_1


see u👋😘**.


__ADS_2