Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps,38


__ADS_3

✳️(situasi di Basechamp Niko)✳️


Niko dalam keadaan marah besar karena tertangkapnya anak buahnya bersama wanita muda yang sengaja mereka jadikan kurir untuk mengelabuhi aparat kepolisian.


"Stupid" Niko tampak naik pitam.....


Plak!


Plak!


Dua kali tamparan cukup keras mendarat pada wajah pria yang bernama Jack " maaf bos" ujar Jack meringis menahan sakit.


"Gampang lu bilang maaf setelah membuat gua rugi ratusan juta bedebah" Niko mencengkeram rambut dan kembali melayangkan bogem mentah pada rahang lelaki bertubuh kekar tersebut,darah segar mengalir keluar dari mulut lelaki tersebut,tidak ada rasa iba sedikitpun dari seorang Niko melihat lelaki tersebut terjerembab kelantai malah Niko semangkin beringas menghujani pukulan pada Jack secara membabi buta.


Keringat mulai.bercucuran membasahi tubuh Niko ia melepaskan cengkeraman tangannya lalu mendekati sebuah meja menghirup sesuatu melalui hidungnya setelah beberapa saat ia membalikkan badannya dan kembali menghampiri lelaki bertubuh gempal tersebut dan menodongkan senjata api kearah Jack yang sudah tak berdaya.


"Dor! Dor! Dor!


Niko melepaskan tembakan secara brutal kearah anak buahnya yang sudah gagal menjalankan misi,Jack kini benar - benar sudah tidak bergerak sedikit pun,semua yang berada didalam ruangan tersebut termasuk Evan hanya menatap nanar pada teman mereka yang kini sudah menjadi mayat.


"Kalian lihat semua!" bentak Niko dengan mata berkeliling menatap satu persatu dengan wajah mengeras,pandangan mata Niko berhenti pada Evan membuat orang kepercayaan sekaligus sahabatnya tidak berani membalas tatapan tajam Niko yang seolah ingin memakannya.


"Van lu tau kan apa yang harus ku lakukan!" ucap Niko dengan rahang menegang,Evan segera meraih handphone dari dalam saku celana dan segera menghubungi seseorang diseberang sana,persamaan dengan itu suara dering handphone milik Niko berbunyi.

__ADS_1


"Argh sial!" Umpat Niko begitu tahu siapa yang sedang meneleponnya " annoying old bastard" makian terlontar dari mulut Niko lalu segera menerima panggilan tersebut.


Setelah menutup sambungan teleponnya Niko segera melangkah menuju pintu dan disusul oleh Evan dari belakang,kedua lelaki tersebut masuk kedalam sebuah mobil,Evan segera mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan Basechamp mereka namun tak pernah mereka sangka secara tiba - tiba sebuah mobil datang dari arah belakang menyalip dan menghadang mobil mereka.


Dua orang memakai jas dan berkaca mata hitam menembaki mobil Niko bertubi - tubi,melihat kejadian yang mendadak Evan segera banting setir tembakan tersebut meleset mengenai kaca spion mobil mereka Evan segera tancap gas Niko tak tinggal diam ia mengeluarkan senjata api miliknya dan membalas menembak,aksi saling tembak akhirnya tak terelakkan,lawan yang tak seimbang membuat Niko kewalahan mengakibatkan lengan kirinya tertembus timah panas.


Tak berapa lama kemudian mobil patroli melintas disekitar lokasi tempat terjadi saling tebak,polisi langsung melakukan pengejaran aksi kejar - kejaran pun kembali terjadi.


"**** " Evan semangkin panik ketika melihat lengan kiri Niko penuh darah ia pun mencoba menghindar dari aksi saling kejar ia keluar dari jalan utama memutar arah melalui jalan tikus, para penyerang Niko kehilangan jejak hal ini dimanfaatkan oleh Evan,ia segera melompat dari dalam mobil memapah tubuh Niko dengan berjalan kaki melalui gang kecil menuju suatu tempat begitu sampai disebuah rumah Evan dengan panik segera mengetuk pintu rumah tersebut, seorang lelaki bertubuh pendek muncul dan menarik Niko dan Evan segera masuk kedalam rumahnya,lelaki tersebut adalah Boncel sahabat lama Evan saat dirinya masih menjadi preman kelas tiri, Boncel segera menutup rapat pintu dan jendela rumah nya membawa Niko dan Evan keruang belakang rumahnya, sebelumya Boncel melihat situasi di luar rumah dengan mengintip melalui gorden jendela rumahnya tidak ada tanda - tanda seseorang tengah membuntuti Evan dan sahabatnya itu.


"Bagaimana Bon" ujar Evan dengan raut wajah menegang Boncel melingkarkan ibu jari dan telunjuk dengan mengangkat jari lainnya yang artinya Ok.


Setelah situasi aman dan terkendali Evan berhasil mengeluarkan timah panas yang bersarang di lengan kiri Niko.


"Siapa lagi kalau bukan keparat Ferdok anak buah dari geng tapak naga,bukankah selama ini hanya geng mereka yang selalu ingin menguasai tempat kita" Evan mengepal kedua tangannya.


"Ini semua karena ulah si tua bangka itu yang selalu memberi muka pada Kartel sehingga kini bajingan itu berani menginjak kepala kita" darah Niko semangkin mendidih setelah apa yang terjadi pada dirinya hari ini membuat dirinya ingin segera melenyapkan sang ayah dan berambisi untuk menjadi ketua persatuan geng mafia yang cukup disegani di kota tersebut.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang ini" Evan menatap Niko dengan cukup serius,belum sempat menjawab pertanyaan dari Evan handphone milik Niko berdering.


Albert sudah mendapat informasi tentang kejadian yang Niko alami saat ini untuk itu ia memerintahkan pada orang kepercayaan nya untuk mencari info tentang keberadaan Niko saat ini dan membawa Niko untuk menemuinya.


Setelah kurang lebih setengah jam menunggu handphone milik Niko kembali berdering.

__ADS_1


"Baik tunggu kami di ujung gang" ujar Niko berbicara pada seseorang.


Boncel keluar terlebih dahulu untuk memastikan kembali bahwa situasi benar - benar aman,Boncel membawa Niko dan Evan keluar melalui pintu belakang begitu sampai diujung gang seorang pria turun dan membukakan pintu mobil Niko dan Evan buru - buru masuk kedalam mobil tersebut dan mobil kembali melesat kearah jalanan dengan kecepatan tinggi.


πŸ›οΈsituasi dikantor kepolisian.


Dua orang bawahan anak buah Alvaro sedang melakukan interogasi pada pemuda kerempeng yang berhasil mereka bekuk bersama pimpinannya AKBP Alvaro malam tadi, namun tak satu pun informasi dapat mereka peroleh dari pemuda tersebut,lelaki bertubuh kerempeng tersebut memilih bungkam membuat pihak kepolisian sedikit kesulitan mengungkap kasus peredaran Narkoba terbesar yang sedang menjadi target operasional mereka kali ini.


Sementara didalam ruangannya Alvaro menatap intens berkas biodata lelaki yang berhasil ia bekuk bersama anak buahnya,berdasarkan arsip yang berhasil pihaknya kumpulkan lelaki tersebut bernama lengkap Setiawan Prayoga yang akrab dipanggil si kaki seribu dengan catatan kriminal melakukan kegiatan melawan hukum sebanyak 7 kali yang mengakibatkan dirinya dipenjara namun tak ada satu fakta pun yang menunjukkan bahwa tersangka pernah terlibat dalam jaringan pengendaraan Narkoba di kota tersebut.


Alvaro meletakkan kembali berkas data tersebut diatas meja ia bersandar pada kursi kebesarannya,selang beberapa lama kemudian pintu ruangan Alvaro diketuk dua orang anak buahnya masuk kedalam ruangan tersebut.


"Lapor ndan belum ada informasi yang dapat kita gali ndan" ujar salah seorang anak buah Alvaro menyampaikan laporannya.


"Pisahkan tersangka dari napi lainnya dan temui orang - orang terdekatnya" perintah Alvaro kedua anak buahnya tersebut segera melaksanakan titah Alvaro lalu kembali keluar dari ruangan tersebut.


B e r s a m b u n g


Terimakasih buat semuanya yang selalu setia memberikan support like dan vote di cerita q selama iniπŸ™


dan buat yang baru saja mampir aku harap bs tetap stay mengikuti kelanjutan cerita sederhana q dan jangan lupa untuk selalu ninggalin jejak like serta vote πŸ€—πŸ€—πŸ€—.


mampir juga yuk dicerita teman q yang tak kalah seru di πŸ‘‡πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1



__ADS_2