
...**Sorry gaes sore baru up soalnya lagi sibuk banget gaes....
...yuk langsung aja ke part ๐....
...eiiit jangan lupa ya vote,like dan koment juga klik favorinya ya....
...Cikidotssssss ๐๐๐**...
...****************...
Benar saja begitu baru saja beberapa meter berjalan rintik hujan mulai turun membasahi bumi,Dexter mempercepat langkahnya sambil mendorong kursi roda Arumi.
Tuan Dexter segera membuka pintu pagar dan memasuki villa,saat melalui ruang tengah mata Arumi tertuju pada vigura yang berukuran besar terpampang di ruangan tersebut,sebuah photo seorang wanita yang mirip dengan dirinya tampak sedang memegang sekuntum mawar putih dan tersenyum begitu manis,seketika muncul rasa ingin tahu siapa sebenarnya wanita yang memiliki wajah seiras dengan nya tersebut, sekilas Arumi menengadahkan wajahnya pada Dexter,baru saja Arumi ingin mengucapkan sesuatu namun bik Surti tiba-tiba muncul membuat Arumi urung bertanya.
"Tuan ternyata anda sudah pulang"sapa bik Surti membuat Arumi mengurungkan niat untuk menanyakan hal tersebut pada lelaki itu.
"Iya bik,tolong dibantu ya" jawab Dexter lalu segera melangkah tanpa menunggu jawaban bik Surti,menuju lantai dua dimana kamarnya berada,bik Surti segera membawa Arumi ke kamar untuk mengganti pakaian Arumi yang sedikit Basah.
"Terimakasih bik" Arumi segera mengambil pakaian dari tangan bik Surti.
"Sama-sama non"balas pelayan tersebut dan berjalan menuju pintu kamar.
"Bik bolehkah aku membantu bik,aku bosan berada di dalam kamar ini"
Bik Surti menghentikan langkahnya dan menganggukkan kepala tersenyum pada Arumi,ia kembali berbalik badan menghampiri Arumi di kursi rodanya.
Kedua wanita tersebut menuju ruang dapur,Arumi membantu bik Surti untuk mempersiapkan masakan untuk makan siang.
"Baik jika non ingin membantu" ujar bik Surti mulai mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam kulkas.
"Ini non Arumi bisa kan melakukannya" pelayan tersebut memberikan satu ikat sayuran meminta pada Arumi untuk memetiknya.
"Bisa donk kalau begitu sih kecil bik" seulas senyuman terukir di sudut bibir Arumi dan bik Surti membalas dengan senyuman keduanya mulai mengerjakan tugasnya masing-masing diselingi obrolan santai.
"Ehem...ehem"
Suara deheman membuat kedua wanita tersebut menghentikan obrolan mata keduanya tertuju pada sumber datangnya suara itu.
__ADS_1
"Bik tolong buatkan kopi ya" ucap Dexter sama sekali tidak melihat ke arah Arumi.
"Baik tuan" jawab bik Surti segera melaksanakan titah majikannya dengan menyeduh segelas kopi hangat lalu mengantarkan kopi tersebut keruangan tuannya sementara Arumi melanjutkan pekerjaannya tak selang beberapa bik Surti kembali dari ruangan Dexter dan melanjutkan pekerjaannya.
"Bik siapa wanita yang berada di dalam photo di ruang tengah itu bik" tanya Arumi ingin tahu.
Sejenak buk Surti menarik napas dalam lalu menoleh pada Arumi" Istri tuan Dexter nyonya maryam non" jawab bik Surti datar.
"Lalu kemana beliau bik"tanya Arumi semangkin penasaran.
"Sepuluh tahun yang lalu beliau telah pergi untuk selamanya.
Bik Surti menghentikan kalimatnya mata nya menatap nanar keluar jendela,tampak raut wajah menyimpan kesedihan yang teramat dalam mengenang majikan yang sangat begitu menyayanginya.
Dari ucapan dan sikap besok Surti menceritakan kisah itu dapat di pahami oleh Arumi bahwa telah terjadi sesuatu yang menimpa istri tuan Dexter yang begitu menciptakan kesedihan di hati orang-orang yang mencintainya tidak ingin mencoba membangkitkan kenangan tersebut Arumi memilih tidak menanyakan lagi.
"Ini bik sayurannya sudah selesai dipetik" ujar Arumi mengalihkan topik.
"Oh iy....iya terima kasih non" jawab bik Surti tersentak dari lamunannya.
Hujan sudah reda setelah selesai membantu bik Surti di dapur Arumi kembali ke kamarnya,dari luar jendela ia menatap sisa hujan yang bergelayut manja pada kelopak mawar yang tumbuh subur di samping jendela kamar tersebut.
Rasa rindu adalah sesuatu yang amat menyiksa terlebih rindu pada orang yang tidak mungkin bisa untuk bertemu kembali,Arumi bisa merasakan apa yang dirasakan oleh tuan Dexter,karena saat ini ia juga sedang merindukan kekasihnya Baskoro tanpa disadarinya butiran bening satu persatu jatuh membasahi pipinya.
"Mas sedang apakah kamu di sana mas,aku sangat merindukan mu mas,adakah kau juga merindukan diriku mas" ucap Arumi lirih.
tok.........tok........tok.....terdengar suara ketukan pintu dari luar Arumi buru-buru mengusap butiran air mata di pipinya.
"Masuk bik"ucap Arumi dari dalam kamar dengan suara serak.
"Lho non Arumi kenapa"tanya buk Surti begitu melihat wajah Arumi yang sembab tampak seperti seseorang yang baru saja menangis.
"Aku rindu keluarga ku bik,pasti mereka saat ini sedang bersedih,aku ingin secepatnya pulang bik"
Wanita tua itu menghampiri Arumi lalu memeluk erat Arumi dalam pelukannya.
"Sabar ya non tidak lama lagi pasti non bakal ketemu dengan keluarga non"bik Surti mencoba menghibur Arumi yang saat ini sedang bersedih.
__ADS_1
"Terimakasih bik sudah mau membantu dan merawat ku bik,aku sangat terhutang Budi pada bibik dan aku tidak tahu dengan apa aku harus membalasnya" ujar Arumi melepaskan pelukannya nya dan menatap bik Surti sayu.
"Iya non bibik senang bisa membantu non, dengan non disini bibik merasa punya teman dan bibik tidak merasa keberatan non jangan pikirkan itu"ujar bik Surti sambil mengusap sisa air mata pada pipi Arumi.
"Sekarang non jangan sedih lagi ya,sekarang kita keluar makan siang yuk tuan Dexter telah menunggu non tuh"imbuh bik Surti tersenyum tulus.
"Hmmm.......nggak deh bik Rumi masih kenyang bik"
"Baiklah kalau begitu nanti kasih tau bibik kalau non Rumi lapar"
"Baik bik,nanti Arumi pasti ngomong kok jika lapar,bibik tenang aja"ujar Arumi meyakinkan bik Surti.
Bik Surti melangkah keluar dari dalam kamar Arumi menuju meja makan,tuan Dexter mengernyitkan alis melihat bik Surti sendirian tanpa Arumi.
"Lho mana dia bik,kenapa tidak keluar kamar apakah dia sakit karena terkena hujan tadi atau..."
"Non Arumi belum lapar tuan ia berpesan tuan makan saja duluan" jawab bik Surti memotong ucapan majikannya tersebut.
"Oh" ujar Dexter singkat lalu segera melaksanakan makan siangnya bik Surti segera beranjak ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Ada apa dengan wanita itu apakah dia masih marah dengan perlakukan ku tadi" batin Dexter.
lalu segera menyelesaikan makan siangnya,usai makan siang lelaki itu kembali menaiki tangga masuk kedalam kamarnya.
๐ต๏ธ
Siang pun telah tergantikan dengan malam yang sunyi sepi,hanya sesekali terdengar suara jangkrik disekitar villa,di balkon kamarnya tampak Dexter sedang termenung seorang diri dengan sebatang rokok yang berada di antara bibirnya,sikap Arumi yang menolak secara halus makan bersama nya membuat lelaki tersebut semangkin merasa bersalah,ingin rasanya ia segera menghampiri wanita itu saat ini juga untuk menyampaikan kata maaf atas kejadian pagi tadi,namun dirinya tidak mempunyai keberanian untuk melakukannya.
"Arrgg.....mengapa jadi begini,mengapa perasaan itu kembali hadir....sial"ucap Dexter kesal.
...****************...
...**Akhirnya selesai juga part ini....
...Terus dukung author ya dengan cara vote,like dan koment pada kolom yang sudah tersedia....
...Terimakasih๐...
__ADS_1
...See u๐**....