
**Happy reading ❤️❤️❤️.
Jangan lupa vote,like dan coment ya**
Begitu sampai dirumah Arumi menghempaskan tubuhnya keatas ranjang,tak dapat dipungkiri kendati wanita tersebut berupaya untuk tidak mempercayai ucapan lelaki tersebut,namun hati kecilnya berkata seolah membenarkan kekasih pujaan hatinya tersebut melakukan seperti apa yang dikatakan Alvaro saat pulang tadi.
Perasaan hatinya menjadi gelisah tak menentu sejak kejadian malam itu jujur ia sangat takut akan kehilangan Baskoro,tak sadar ia meneteskan air matanya,diraihnya handphone miliknya ia berniat akan menelfon Baskoro namun niatnya urung ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari,
Arumi kembali meletakkan benda kotak tersebut kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, Iya menjadikan lengan kirinya sebagai bantalan matanya menerawang menatap langit-langit kamarnya tampak sedang memikirkan sesuatu.
"A*pa yang aku harus lakukan jika apa yang dikatakan oleh lelaki tersebut benar adanya"Arumi bertanya pada dirinya sendiri.
"Mungkinkah Mas* Baskoro tega menghianatiku setelah apa yang kuberikan kepadanya..... eh tidak tidak itu tidak mungkin terjadi Mas Baskoro tidak mungkin tega melakukannya" gumam Arumi pelan, sejuta pertanyaan berkecamuk dalam pikirannya wajahnya tampak seperti orang sedang frustasi.
Matanya terasa berat rasa kantuk mulai menyerang namun Arumi sulit memejamkan matanya ucapan Alvaro kembali terngiang-ngiang di telinganya Arumi kembali duduk tetesan air mata kembali mengalir dipipinya.
Diluar sana seorang lelaki berjaket hitam menghentikan sepeda motornya dan mengarahkan pandangannya kekamar Arumi dengan lampu kamar yang masih menyala terang benderang lelaki itu tersenyum penuh makna.
"Apakah ia masih terbangun lalu apa yang sedang dilakukannya larut malam begini"gumam lelaki tersebut .
Lelaki itu ingat akan pembicaraan telfon wanita tersebut yang mengatakan ibu dan adiknya akan menginap beberapa hari dikampung kerena salah satu dari keluarganya sedang sakit,terlukis senyum yang sulit diartikan diwajah lelaki tersebut.
Lelaki itu memutarkan pandangannya keseliling suasana malam tampak begitu sepi tidak ada tanda-tanda satu orang pun yang masih terjaga dari tidurnya,lelaki itu pun berjalan mengendap-ngendap menuju kearah kamar wanita tersebut,dari celah jendela ia bisa melihat wanita itu duduk dengan berurai air mata.
"Apakah ia masih mengingat kejadian malam kemarin?"batin lelaki itu.
Lelaki itu kembali mengarahkan pandangannya kekanan dan kiri untuk memastikan situasi aman,tanpa berpikir lebih lama ia segera mengetuk jendela kamar,tangis wanita itu pun terhenti ia menoleh kearah suara ketukan tampak wajahnya ketakutan.
"Rum buka jendela ini sayang" ujar Baskoro berbisik dari balik jendela kamar Arumi bangkit dari duduknya dan berjalan menuju arah suara tersebut ia tampak menempelkan telinga pada dinding jendela kamar untuk memastikan pemilik suara tersebut.
"Sayang ini mas buka donk jendelanya" ujar Baskoro lagi.
__ADS_1
"Mas,apakah ini kamu mas" jawab Arumi tak percaya.
"Iya sayang buruan sebelum ada yang melihat,buka jendela nya" imbuhnya Arumi segera membuka jendela kamarnya dengan sigap lelaki itu pun segera masuk kedalam kamar dan buru-buru menutup kembali jendela tersebut.
Arumi menatap kekasihnya dengan mata sembabnya tanpa meminta ijin langsung memeluk Baskoro dengan menangis terisak-isak lelaki itu membalas pelukan wanitanya sambil mengusap punggung Arumi yang bergetar akibat isakan.
"Kamu mengapa menangis yang" tanya Baskoro tampak bingung.
"Apakah mas benar mencintaiku"ujar Arumi balik bertanya.
"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu yang" ujar Baskoro merasa heran akan pertanyaan kekasihnya tersebut.
"Mas di...dia hiks....hiks me..lihatmu sedang be.. bersama dengan wa..wanita hiks...hiks"ujar Arumi dengan sesegukan.
Baskoro mengerutkan keningnya bingung.
"Dia?" siapa dia yang dimaksud Arumi,apakah mungkin polisi itu,ya pasti dia karena lelaki itu sepertinya sangat menginginkan Arumi,dasar keparat" Baskoro berbisik didalam hati.
Arumi merenggangkan pelukannya dan memdonggak menatap retina mata lelaki pujaan hatinya itu.
"Sayang dengarkan mas,kamu jangan pernah mendengarkan ucapan siapa pun itu,mas mencintaimu lebih dari apa pun" ujar Baskoro membuat hati Arumi seketika tenang.
"Sekarang sebaiknya kita istirahat saja malam sudah semangkin larut" Baskoro segera memapah Arumi melangkah ke kasur dan merebahkan tubuh kekasihnya tersebut lalu ia ikutan berbaring disamping wanitanya dan menarik selimut sebatas pinggangnya langsung mendekap Arumi ke dalam pelukannya dengan tangan yang mulai aktif.
"Mas apa tidak sebaiknya kamu pulang saja mas,aku takut na"
Arumi belum sempat menyelesaikan ucapannya Baskoro telah menempelkan jari telunjuknya dibibir ranum wanita itu.
"Sutt......sudahlah Kamu tidak perlu takut sayang, sekarang tidurlah"Baskoro menatap wajah cantik yang terbingkai sempurna itu dengan tubuh ideal membuat hasrat nya bergelora ia segera mematikan lampu kamar dan mengulang kembali kejadian malam kemarin tanpa Arumi bisa menolaknya,setelah itu kedua sepasang sejoli itu terlelap tidur.
Jelang subuh Arumi terbangun ia menoleh kesamping dan melihat kekasihnya itu yang masih tertidur pulas,perlahan Arumi menepuk pipi Baskoro berusaha untuk membangunkan lelaki itu.
__ADS_1
"Mas bangun keburu pagi mas" kata Arumi lembut.
Baskoro perlahan membuka mata hal yang pertama ia lihat Arumi yang sedang mengusap rambutnya dengan tersenyum manis ia pun membalas sunyuman wanita yang sangat ia cintai itu.
"Mas masih ngantuk sayang" balas Baskoro dengan santai
"Mas harus pulang takut ada yang melihat kita nanti"Arumi menarik perlahan tangan Baskoro .
Baskoro bangkit dari tidurnya lalu memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai ia segera mengenakannya "Mas pulang dulu sayang" ujar Baskoro kemudian mengecup kening Arumi sekilas.
"Iya mas" balas Arumi singkat.
****************
Cahaya mentari pagi masuk melalui celah jendela kamar membangunkan Alvaro yang masih terlelap, lelaki itu mengerjabkan matanya menyesuaikan dengan cahaya lalu melirik pada jam di nakas yang menunjukkan pukul 6.30,Alvaro segera turun dari tempat tidurnya dan berjalan melangkah menuju kamar mandi.
30 menit Alvaro sudah rapi mengenakan pakaian dinas nya hal yang pertama ia lakukan adalah membuka handphone miliknya,setelah lama menatap benda pipih tersebut ia pun mengirim pesan kepada seseorang lalu berangkat menuju ke kantor.
Alvaro tidak bermaksud membuat hati Arumi terluka namun entah mengapa jika mengingat perlakuan Baskoro yang sudah menduakan Arumi memaksa Alvaro untuk membongkar sikap Baskoro yang sebenarnya Alvaro tidak perduli jika nantinya Arumi malah semangkin membencinya karena ia telah ikut campur dalam urusan pribadinya,disudut hatinya yang paling dalam ia merasa tak rela jika Arumi dijadikan mainan oleh Baskoro.
"Ah...biarlah seandainya ia marah setidaknya aku sudah membuat ia sadar siapa sebenarnya lelaki yang sangat ia cintai itu" batin Alvaro tersenyum miring,
****************
Setelah selesai sarapan pagi Arumi segera menuju kepasar dengan menenteng bekal untuk makan siangnya,sudah dua hari ini ia sendirian menjaga toko bunga miliknya,begitu sampai ditoko ia pun langsung merapikan bunga-bunganya ia mengabaikan pesan whatsapp yang masuk kedalam handphone miliknya.
.....................
...Akhirnya selesai juga park ini....
terimakasih buat semua yang sudah mampir.
__ADS_1
jangan lupa vote,coment dan favorinya ya say.
See u👋