Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.88


__ADS_3

**Good night gaes🤗🤗🤗.


Dendam kekasih up lagi nih.


Terus dukung aku biar semangkin semangat nulisnya ya gaes..


Jangan lupa pencet vote, like serta komen ya gaes juga rate bintang limanya juga tambahin gift ya gaes.


Happy reading ❤️❤️❤️**


...****************...


Alvaro merasa tak tenang setelah sebelumnya ia mengetahui bahwa Baskoro tidak tulus mencintai Arumi,namun ia tidak bisa berbuat apa karena rasa cinta wanita itu begitu besar pada pria itu.


Pria berwajah tampan itu tampak terburu-buru meninggalkan cafe, tiba-tiba ia tanpa sengaja menabrak seseorang.


Brug!"


"I'm sorry sir,i didn't mean to"ucap Alvaro merasa bersalah.


"Oh it's okay sir,sorry I'm in a hurry"jawab Dexter datar lari segera berlalu,Alvaro tampak memikirkan sesuatu.


"Hmmm.... sepertinya aku mengenal pria itu"batin Alvaro.


Alvaro memutar otak namun lagi-lagi ia tak menemukan jawaban karena pikirannya kini terpecah namun rasa penasaran nya membuat ia ingin mengetahui siapa pria tersebut.


"Maaf tuan....sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya"seru Alvaro mempercepat langkahnya menyusul Dexter membuat pria dingin itu menghentikan langkah nya.


"Sial ternyata ia mengenaliku,ini bahaya buatku"ucap Dexter membatin.


Untuk mengurangi kecurigaan Dexter membalikkan badannya dengan merapikan topi dan Masker yang ia kenakan.


"Benarkah,tapi saya merasa ini yang pertama kali kita bertemu tuan,karena baru satu minggu saya berada di kota ini"jawab Dexter berusaha setenang mungkin.


"Means I'm the wrong person,i"m sorry sir" Alvaro tersenyum tipis dengan mengangkat jempolnya.


"It's okay sir,excuse me"ujar Dexter segera masuk kedalam mobilnya dan memacu mobilnya, sementara Alvaro terdiam mematung menatap mobil Dexter hingga menghilang.

__ADS_1


"Absurd ini benar-benar aneh mengapa aku merasa pria tersebut tidak asing bagiku,Hmmm mungkinkah ini imbas dari perasaan ku yang kacau"gumam Alvaro lirik ia tampak mengeleng-gelengkan kepalanya.


☘️


Benar saja dugaan Baskoro begitu tiba dirinya melihat mobil merah yang terparkir dihalaman apartemen dan ia sangat mengenali mobil itu,mobil tersebut milik Rini,Baskoro menghela nafas dalam lalu segera turun dari dalam mobil miliknya.


Ting!"


Bunyi pintu lift terbuka,pria itu tersenyum tipis membalas sapaan Security yang kebetulan berjaga di tempat tersebut,lalu segera melangkah menuju apartemen milik Rini yang berada dilantai 13.


Sesampainya,pintu apartemen sudah terbuka berbarengan dengan munculnya sosok Rini yang menatap tajam kearahnya.


"Ngapain lu kemari"ucap Rini ketus wajahnya memancarkan kemarahan.


"Baby dengerin dulu dong"ujar Baskoro dengan wajah memelas.


"Tidak perlu dan gue sudah muak"sarkas Rini berusaha hendak menutup pintu namun Baskoro segera menangkap lengan wanita bersurai pendek dengan lesung pipi itu.


"Lepasin gue"ucap Rini disela-sela usahanya melepaskan erat cekalan Baskoro.


"Please baby dengerin dulu untuk terakhir kalinya"Baskoro berusaha mengendalikan emosi wanitanya namun Rini tetap berontak.


"Diam Jangan ikut campur" bentak Baskoro kesetanan lalu mendorong tubuh Margaretha keluar ketika wanita itu hendak membantu Rini, dengan sigap Baskoro menutup pintu apartemen kemudian menghempaskan tubuh mungil Rini ke atas ranjang berukuran king size dengan kasar lalu menindihnya pergumulan antara kedua manusia berlainan jenis itu pun terjadi.


Rini yang hanya berpura-pura ngambek akhirnya hanyut dalam permainan lincah tangan Baskoro yang menari-nari pada area intinya,kini Rini membalas setiap serangan Baskoro.


"Come here baby"ucap Baskoro dengan suara serak cukup membakar libido Rini,mereka pun melakukan pemanasan.


Setelah merasakan sesuatu yang menuntut lebih dengan perlahan Rini mendorong tubuh pria itu sambil mulai melepaskan pakaian yang ia kenakan satu persatu,tak tinggal diam Baskoro ikut melucuti pakaiannya sendiri kini keduanya saling naked,entah siapa yang memulai lebih dulu kini kedua anak manusia itu menyatu dengan ritme seirama pelan lama-lama semangkin cepat hingga pelepasan pertama pun selesai sudah,Baskoro mengulurkan tangannya kemudian Rini menjatuhkan tubuhnya yang lemas pada lengan Baskoro, pria itu memeluk erat tubuh wanitanya.


Tak membiarkan Rini untuk istirahat kini Baskoro membalikkan tubuh Rini,pria itu ingin melanjutkan aktivitas namun Rini segera menahan tubuh Baskoro.


"Wait honey,i just want everything to be clear"ucap Rini dengan serius,Baskoro mengeryitkan dahi.


"Maksudnya"balas Baskoro beranjak duduk dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang wajahnya berubah muram.


"Honey aku begitu mencintaimu dan aku tidak ingin berbagi,jika kamu tak bisa memenuhi keinginan ku lebih baik kita akhiri hubungan ini"terang Rini menempatkan posisi duduknya disebelah Baskoro.

__ADS_1


"Jangan memberi ku pilihan yang sulit sayang"ujar Baskoro dengan nada lembut pria tersebut membelah surai hitam milik wanita nya.


Rini merasa Baskoro tak serius mencintai nya membuat wanita itu menepis tangan pria tersebut, tampak wajah Baskoro frustrasi.


"Please mengertilah Baby ini tidak seperti yang kamu pikirkan,you are the only women i want"


"Bullshit"ucap Rini ketus "buktinya kamu menikmatinya dan melupakan aku begitu saja saat bersama perempuan kampungan itu"imbuh Rini dengan emosi yang meledak-ledak.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sayang agar kamu mempercayainya"


"I want you to break up with that girl, atau kita akhiri semuanya keputusan ku kali ini tidak ada tawar menawar,aku sudah memberikan kemewahan yang kamu inginkan termasuk mobil mewah yang kamu pergunakan dan kini aku minta kamu memenuhi apa yang aku mau"jelas Rini menyeringai.


"Ok give me some time"


Rini menyetujui keputusan Baskoro ia memberi waktu untuk pria tersebut menyelesaikan urusannya dengan sarat untuk sementara waktu Rini menarik kembali fasilitas yang ia berikan pada Baskoro,Rini beranjak dari atas ranjangnya ia melangkah berjalan menuju nakas,sebelumnya ia mengenakan kembali pakaiannya lalu meraih ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.


Baskoro tidak bisa berbuat apa-apa wanita yang berada tepat dihadapannya kini terasa sulit untuk ia kendalikan.


Lama sekali keheningan menyelimuti mereka berdua,hingga akhirnya seseorang yang Rini telepon tadi telah berada tepat di pelataran apartemen.


"Sekarang pulanglah,Desta telah berada diparkiran menunggu"ujar Rini dengan perasaannya yang campur aduk.


Tanpa mengatakan kata sepatah pun Baskoro dengan langkah gontai keluar dari apartemen milik Rini.


"Lu ada masalah apa lagi sih bro"ucap Desta bertanya begitu melihat kemunculan Baskoro dengan wajah tampak lesu.


"Gua lagi gak mood untuk membahas masalah itu bro,lebih baik sekarang kita ke basecamp"jawab Baskoro segera duduk di atas boncengan sepeda motor milik Desta.


☘️


Sementara di tempat yang berbeda Dexter telah berada di sebuah vila yang terletak di pinggir kota,pria tersebut tidak sendirian ia bersama dengan Max salah satu pengikutnya yang begitu setia pada pria paruh baya yang masih tampak cukup gagah itu.


Kedua pria berbeda usia itu tampak sedang membahas sesuatu yang cukup serius.


...****************....


**Makasih ya gaes udah mau mampir dan gerakin jempol kalian buat dukung cerita dan jangan lupa mampir juga di cerita ku di👇.

__ADS_1


see you next part ❤️**



__ADS_2