Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.75


__ADS_3

...**Hey gaes maaf baru bisa up hari ini....


...Dan untuk hari ini tak bosannya aq buat ngigetin kalian semua agar jangan lupa...


...vote,like dan comment pada kolom di👇....


...karna dukungan kalian semua adalah semangat ku🤗...


...yuk langsung aja dan terimakasih buat semuanya yang sudah berkenan memberikan dukungan buat ku selama ini....


...Happy reading ❤️**...


...****************...


Arumi yang dilanda rasa rindu pada orang-orang terkasih membuat dirinya sudah tidak sabar ingin segera menemui mereka,hatinya gundah gulana hingga malam yang semangkin larut akan tetapi matanya enggan untuk dipejamkan,ia melangkah keluar kamar untuk sekedar menenangkan suasana hati yang semangkin tak menentu.


Suasana begitu hening ditemani sinar rembulan menambah rasa rindu semangkin membuncah, di keremangan malam ditaman belakang villa tepatnya di kolam renang Arumi menangkap sosok tuan Dexter sedang melamun seorang diri,kendati ragu namun ia segera menghampiri pria yang sedang ditemani sebotol minuman dengan sebatang rokok yang terselip di bibirnya.


"Ehem" suara deheman membuat pria tersebut menoleh acuh lalu kembali fokus pada secangkir kopi yang berada dihadapannya.


"Tuan belum tidur?" bolehkah saya menemani tuan" ujar Arumi memulai obrolannya,Dexter kembali menoleh pada Arumi dengan pandangan yang sama acuh dan terkesan dingin,Arumi berjalan melangkah menghampiri Dexter,duduk pada kursi yang berada diseberang pria tersebut dengan menatap ke arah kolam sesaat kembali hening mewarnai malam ini.


"Tuan ada yang ingin saya sampaikan kepada tuan malam ini,maaf jika saya mengganggu waktunya"


"Katakan apa yang ingin anda sampaikan nona"ujar Dexter akhirnya menjawab ucapan Arumi datar.


"Tuan besok pagi saya akan pulang dan terimakasih atas semua bantuan tuan selama ini"


"Tunggulah sampai orang ku tiba dan anda bisa pulang bersamanya" kali ini pria tersebut menatap Arumi seksama entah mengapa ada kegetiran terselip pada saat wanita tersebut mengutarakan niatnya.


"Maaf tuan saya teramat rindu pada ibu hingga tak sabar hati ini untuk segera menemuinya tuan,untuk itu biarlah saya pulang besok pagi dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas bantuan dan kebaikan tuan selama saya berada disini"ujar Arumi menunduk menatap ujung kakinya lalu segera bangkit dari duduknya melangkah meninggalkan tuan Dexter yang masih duduk di tepian kolam renang, tidak ada yang bisa dilakukan pria tersebut selain menatap punggung wanita yang berapa hari ini telah mengisi relung hatinya yang begitu sepi.


Matanya memancar kesedihan rasa sesak tiba-tiba memenuhi rongga dadanya,tangannya mencengkram botol wine dengan rahang mengatup.


"Maryam mengapa engkau muncul pada gadis yang saat ini ingin pergi meninggalkan aku sama seperti dirimu sayang,apa salah ku sehingga kau menyiksa ku dengan rasa rindu yang seberat ini sayang"gumam Dexter.


Genangan air bening mulai memenuhi kelopak mata pria tersebut, dengan tatapan tertuju pada cincin pernikahannya yang masih setia melingkar di jari manisnya.

__ADS_1


"Aku bisa mendapatkan seribu wanita sebagai teman tidurku namun aku tak pernah bisa menambatkan hatiku selain kepada mu sayang,dan kini wanita itu muncul secara tiba-tiba membuatku semangkin merindukan mu sayang oh.....Maryam ku" bisik Dexter lirih.


Dexter menarik napasnya dalam dan menghembuskan secara perlahan lalu kembali hendak meneguk minuman yang berada di botol tersebut tiba-tiba seseorang merebut paksa botol dari tangan Dexter sontak membuat pria tersebut kaget dan menatap linglung pada Arumi yang telah berdiri dihadapannya.


"Tuan mengapa tuan harus minum minuman yang beracun tuan ini tidak baik buat tubuh tuan" Arumi lalu membuang botol minuman tersebut ke tong sampah.


"Jangan ikut campur dengan urusan ku nona,kamu hanya tamu di tempat ku" ucap Dexter dengan suara bergetar.


"Benar tuan saya memang tamu,tapi bagaimana pun saya tidak berniat membuat tuan rumah terganggu dengan kehadiran saya"balas Arumi menatap nanar pemilik villa.


"Anda mulai ngaco nona,saya yang minum tapi anda yang sedang mabuk" Dexter tersenyum sinis lalu meraih sisa wine yang berada di dalam gelas lagi-lagi Arumi merebut gelas tersebut.


"Ada apa dengan anda nona" tuan Dexter semangkin tampak kesal melihat sikap Arumi yang kembali mengingatkan dirinya pada mendiang sang istri yang dulu selalu memarahinya saat ketahuan sedang meneguk minuman ber alkohol.


"Seharusnya saya yang bertanya pada anda tuan,mengapa anda harus lari dari kenyataan dengan minum minuman haram seperti ini tuan"suara Arumi yang sedikit meninggi membuat pria tersebut melebarkan mata.


"Lalu apa perduli mu nona!" anda sama seperti Maryam ku yang begitu perduli akan tetapi pada akhirnya meninggalkan aku sendiri dengan sejuta penderitaan,sekarang pergi....pergilah!" seru tuan Dexter meraih gelas yang berada di meja serta merta membantingnya ke lantai.


Suara nyaring hasil dari gelas yang terhempas ke lantai membumi terkejut lalu mengusap wajahnya bingung dengan cara apa ia menyadarkan tuan Dexter agar tidak meminum minuman yang berbahaya bagi kesehatan pria itu,jujur ucapan pria tersebut membuat hatinya luruh ia sangat memahami perasaan tuan Dexter yang begitu sangat bersedih ditinggal oleh istri tercintanya,sedangkan kehadirannya membuat kesedihan itu bagai luka yang kembali menganga.


"Saya perduli kepada anda tuan karena anda orang baik anda telah menolong bahkan anda sudi merawat ku tuan" ucap Arumi lirih namun bisa di dengar jelas oleh Dexter.


****************


Saat hendak sarapan pagi Dexter yang tak melihat batang hidung Arumi merasa sangat penasaran.


"Apakah ia masih tertidur ataukah ia sengaja pergi diam-diam tanpa pamit padaku" gumam Dexter.


Rasa penasaran membuatnya menghampiri bik Surti yang tengah sibuk dengan pekerjaannya di dapur.


"Bik apakah wanita itu sudang bangun?" ujar Dexter menyipitkan mata.


"Sudah tuan,non Arumi sedang bersiap-siap dikamar tuan" jawab bik Surti singkat lalu melanjutkan kembali pekerjaannya tampak raut kesedihan di hati nya karena mulai nanti ia bakal tidak bertemu dengan Arumi yang beberapa hari ini menjadi teman ngobrol dan membuatnya selalu tersenyum bahagia.


"Apakah ia sudah sarapan bik?" imbuh Dexter


"Sudah tuan" jawab bik Surti yang dibalas oh ria oleh majikannya tersebut.

__ADS_1


Dexter segera menyantap sarapan yang telah tersaji di meja makan.


"Selamat pagi tuan, syukurlah tuan sudah bangun" sapa Arumi pria tersebut mendongakkan wajah menatap pada sumber suara,bik Surti yang berada di dapur juga segera menghentikan pekerjaannya lalu berjalan mendekati Arumi yang telah berdiri di samping meja makan.


"Non Arumi" ujar bik Surti dengan wajah muram Arumi segera memeluk perempuan yang sudah di anggap ibunya sendiri itu dengan rasa haru.


"Apakah anda tetap ingin pulang hari ini nona" ujar Dexter membuat kedua wanita yang sedang larut dalam kesedihan tersebut menoleh ke arahnya dengan tatapan sendu,Arumi segera menganggukkan kepalanya.


"Non jangan lupa ya jika ada waktu main ke mari ya untuk melihat perempuan tua ini"


"Pasti bik jangan kawatir karena aku selalu akan merindukanmu bik" ujar Arumi dengan menangkup wajah bik Surti,terpancar kesedihan di hati Arumi.


"Non janji"


"Iya bik aku janji" jawab Arumi dengan tersenyum dan mengangkat jari kelingkingnya dan disambut senyum gembira wanita paruh baya tersebut.


Tin.......tin........tin.....suara klakson membuat semuanya mengakhiri drama perpisahan yang begitu menyedihkan bagi ketiganya,kedua wanita tersebut saling melepas pelukannya tuan Dexter tampak mengernyitkan dahi mendengar suara klakson sepeda motor di halaman villanya.


"Non itu sudah datang tumpangan nya non"


"Iya bik terimakasih sekali lagi" ujar Arumi kembali memeluk hangat bik Surti.


"Tuan saya permisi tuan dan...


"Saya yang akan mengantarkan anda nona,katakan pada orang tersebut bik" ujar Dexter memotong pembicaraan Arumi.


"Tapi tuan......"


"Tidak ada tapi-tapi anda tamu disini saya berkewajiban mengantarkan anda sampai tujuan dengan selamat"ucap Dexter dengan tegas membuat Arumi takut untuk membantah ucapan pria tersebut,bik Surti segera bergegas melaksanakan titah sang majikan.


...****************...


...**Maaf jika masih banyak typo bertebaran...


...Bagi yang belum Vote,like dan comment...


...yuk buruan sekarang di pencet ya 👌...

__ADS_1


...See u😘👋**...


...****************...


__ADS_2