
...***Happy reading❤️...
...Please gerakan jempol mu gaes buat dukung karyaku dengan cara vote,like dan coment....
...Thank you to all of you😘😘😘...
...Cekidot......***...
...****************...
"Bagaimana keadaan di lokasi" ujar Alvaro melalui via telepon.
"Steril tuan" jawab suara seseorang yang telah ditugaskan oleh Alvaro memantau lokasi penyergapan.
Alvaro melirik pada jam tangannya "kita segera meluncur"
"Siap ndan" ujar Diki mereka segera masuk kedalam mobil dengan kecepatan tinggi menuju sebuah pelabuhan X lalu anak buah Alvaro turun dari dalam mobil dan segera menempati posisi mereka masing-masing.
Setelah beberapa waktu kemudian tepatnya pukul 00.00 tampak sebuah kapal merapat di dermaga kapal tersebut tampak dijaga ketat oleh beberapa orang, sesaat kemudian Empat buah mobil yang melaju cukup kencang memasuki area pelabuhan dan berhenti tepat di dermaga tersebut,seorang lelaki dengan rambut dikucir kebelakang berbadan tegap turun dari mobil yang diikuti beberapa orang lainnya.
"Tidak salah lagi itu kapal yang dimaksud dan lihat ndan lelaki itu pasti Pluto" Diki berbisik pada Alvaro yang bersembunyi dibalik peti-peti yang terdapat di dermaga tersebut,Alvaro kemudian mengangkat tangan memberikan kode pada pasukannya agar bersiap pada posisinya.
Beberapa orang lelaki berjalan masuk kedalam kapal tersebut beberapa detik kemudian kembali keluar masing-masing mereka membawa bungkusan ditangan lalu memasukannya kedalam bagasi mobil secara cepat mereka memindahkan barang-barang dari kapal kedalam mobil,hanya hitungan menit mereka tampak telah selesai.
Alvaro kembali mengangkat tangan dan menggerakkan jari telunjuknya,melihat kode yang diberikan Alvaro pasukannya melepaskan tembakan.
"Buruan sembunyi, kita ketahuan!" teriak Pluto memberi perintah dengan melakukan tembakan balasan.
Alvaro kaget ketika secara mendadak mendapatkan serangan dari arah belakang dengan gesit Alvaro melompat bersembunyi dibalik sebuah container yang diikuti oleh Diki.
Baku hantam tembakan terjadi, pertempuran malam itu cukup sengit,seorang lelaki tampak berlari menuju sebuah peti yang berisi bazoka, sebelum anggota genk mafia tersebut melakukan tembakan dengan mengunakan bazoka Alvaro terlebih dahulu membidikkan senjatanya, tembakan Alvaro berhasil
__ADS_1
tepat mengenai kepala, anggota genk tersebut jatuh terhempas ketanah hal itu dimanfaatkan oleh Diki ia berlari secepat kilat mencapai bazoka sementara para polisi lainnya secara bertubi-tubi melepaskan tembakan kearah Pluto dan anggotanya membuat para penjahat tersebut terkepung ditengah-tengah.
Diki segera mengarahkan bazoka pada kapal dan melepaskan tembakan ledakan kapal membuat para mafia yang berada di kapal terhempas ke segala arah,Alvaro memberi kode pada Diki untuk menahan tembakan ulang.
"Berdiri lemparkan senjata kalian dan diam ditempat atau kalian akan kami ledakkan" ujar Alvaro berteriak lantang.
Begitu para mafia mengikuti instruksi dari Alvaro beberapa polisi segera maju dan melucuti senjata milik para mafia dan segera memborgol mereka.
Pluto melihat ada kesempatan ia berusaha kabur Alvaro segera menghadangnya dari depan, Pluto menatap Alvaro dengan tersenyum sinis membuat jiwa petarung Alvaro tertantang melihat lawan tanpa senjata hanya tangan kosong Alvaro segera membuang senjatanya ternyata hal tersebut mendapat sambutan dari Pluto pria tersebut segera memasang kuda-kuda.
Duel one on one (satu lawan satu) mewarnai penyergapan malam itu jurus demi jurus yang dikeluarkan dari masing-masing mereka menjadi ajang tontonan gratis dari kedua kubu.
Ilmu bela diri tingkat tinggi yang dimiliki oleh Pluto membuat Alvaro tidak bisa secepatnya melumpuhkan Pluto,mereka saling melancarkan serangan jurus mematikan,Alvaro sadar bahwa dirinya tidak boleh mengulur waktu terlalu lama karena cukup berbahaya untuk itu ketika Pluto mendaratkan tendangan kearahnya,secara konsentrasi Alvaro segera menghindar kesamping dan menghujamkan tinju tepat pada hulu hati lawannya Pluto terpental dan terjerembab jatuh ketanah diam tak berkutik dari mulutnya muncrat darah segar.
"Cukup main-mainnya brother" ujar Alvaro perlahan menepuk pipi Pluto yang terkulai di tanah,salah satu anggota Alvaro menghampiri Pluto segera memborgol lelaki tegap itu lalu memapahnya masuk kedalam mobil.
Operasi sikat bersih malam itu menghasilkan kemenangan di pihak kepolisian kendati ada dua orang dari anggota Alvaro yang terluka akibat terkena tembakan,setelah menyelesaikan misinya Alvaro bersama anggotanya membawa Pluto dan beberapa anggota mafia yang tersisa kembali ke kantor polres.
****************
Kendati belum berhasil menumpas secara tuntas jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut namun setidaknya penyergapan malam kemarin merupakan suatu bukti bahwa pihak kepolisian tidak main-main dalam memutuskan mata rantai peredaran narkoba.
Keberhasilan Alvaro memang patut diacungi jempol maka sangat patut jika polisi tampan tersebut mendapat pujian,
Alvaro melangkah berjalan memasuki ruangan, para polisi yang berada dalam ruangan tersebut memberi hormat polisi tampan tersebut membalas dengan menganggukkan kepala ia terus melangkah menuju lantai dua gedung kepolisian begitu sampai di depan pintu pimpinan nya ia segera mengetuk pintu tersebut lalu segera masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Selamat pagi ndan" Alvaro memberikan hormat pada pimpinannya tersebut.
"Selamat pagi,silakan duduk"atasannya tersebut mempersilakan duduk Alvaro.
Perbincangan cukup serius terjadi antara bawahan dan pimpinan di dalam ruangan tertutup tersebut, atasannya sangat puas akan kinerja Alvaro walau baru beberapa bulan bertugas di kota tersebut,untuk itu atasannya memberi ucapan selamat beliau sangat mengapresiasi kinerja Alvaro selama menjabat sebagai kasat di institusi nya.
__ADS_1
Alvaro kembali ke ruangannya untuk melaksanakan tugas selanjutnya,lelaki itu melirik handphone miliknya yang mengeluarkan bunyi dan segera menerima panggilan telepon tersebut.
"Dasar teman yang menyebalkan,setelah berhasil lupa akan jasa orang lain"
Freddy langsung menggerutu begitu Alvaro mengangkat panggilan telfonnya.
"Hahaha bukankah kita impas teman, seharusnya anda lah yang berterima kepada ku"
Tawa Alvaro pecah saat mendengar temannya tersebut mengomeli dirinya.
"Sungguh teman tidak punya akhlak,bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.
"What?" penderitaan?" apakah Monica mu itu lari karena tidak bisa mengimbangi permainanmu teman"
Lagi-lagi Alvaro tertawa lepas,dan kembali terdengar umpatan yang keluar dari mulut Freddy via telepon.
"Dengarkan aku teman dimana letaknya diriku bersalah dan kenapa aku tidak berterima kasih padamu,saat aku sedang berjibaku menghadapi serangan para anjing liar,dirimu malah menikmati malam panjang yang begitu menyenangkan" ucap Alvaro masih dengan tawa yang semangkin keras.
"Dasar licik,kau menjebak ku sekarang aku sudah tidak perjaka lagi,apa yang harus aku katakan pada Khalista kekasihku saat malam pertama"
"Hahaha.......baiklah teman sebagai rasa bersalah ku menyebabkan perjaka mu hilang aku akan traktir makan siang,dan aku sangat senang mendapat patner yang cukup profesional seperti dirimu teman, terimakasih"
Alvaro memutuskan sambungan sambungan teleponnya dengan masih meneruskan tawanya.
...****************...
...**Maaf jika park ini kurang nyambung soal nya author lagi bad mood nih....
...Dan terimakasih buat vote,like dan favorinya....
...Jika ada masukan buat park selanjutnya silakan tinggalkan jejak pada kolom yang sudah tersedia🙏🙏🙏**...
__ADS_1