Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.34


__ADS_3

Arumi dan Angel segera pulang setelah berkunjung dari rumah sahabatnya Khalista yang baru pulang ketanah air untuk menghabiskan cuti semester.


Ditempat berbeda ditengah suasana malam kota metropolitan yang sarat dengan aktifitas yang tak pernah ada matinya tersebut seorang pemuda tampan bersama dua orang anggotanya berada dalam sebuah mobil tengah menatap intens suatu tempat yang menjadikan target operasi mereka malam ini,pemuda tersebut adalah AKBP Alvaro Maldini yang menjabat sebagai kasat narkoba yang baru saja dipindah tugaskan di kota tersebut.


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya sebuah mobil jeeb berwarna hitam berhenti tepat disebuah lorong diantara gedung pencakar langit tampak seorang lelaki muda dengan perawakan kerempeng keluar dari dalam mobil lalu sesaat memperhatikan sekeliling mencoba mastikan tidak ada seseorang yang sedang memperhatikan keberadaannya di tempat itu.


Setelah memastikan keadaan aman terkendali pemuda tersebut membuka kedua pintu belakang jeeb setelah kedua pintu Jeep terbuka lalu keluar wanita muda dengan pakaian tampak lusuh dengan membawa bungkusan yang berada ditangannya.


"Cepat keluar" teriak lelaki bertubuh kerempeng tersebut menarik tangan gadis belia itu dengan kasar.


"Iya tuan" gadis tersebut hanya bisa menurut walau sikapnya menunjukkan enggan melakukan perintah lelaki itu dengan langkah tertatih gadis tersebut berjalan menuju lorong dengan kedua tangan memeluk bungkusan tersebut didadanya,sementara lelaki kerempeng tersebut tetap berdiri disamping mobil Jeep dengan memperhatikan seksama gadis itu.


Alvaro segera menyusun strategi,ia memberi isyarat kepada salah satu anggotanya untuk tetap berada didalam mobil sedangkan dirinya dan satu orang anggotanya keluar dari dalam mobil.


AKBP Alvaro turun dari dalam mobil dan berpencar dengan anggotanya mendekati target dengan arah yang berlainan,namun sayang sebelum sempat mendekat gerak - gerik polisi tampan yang berpakaian biasa tersebut tercium oleh pemuda yang sedang berada didalam mobil.


"Fac* yo*" seru lelaki tersebut dan segera tancap gas membuat pria bertubuh kerempeng yang sedang bersandar pada badan mobil jatuh terjerembab mencium jalanan beraspal.


"Ban***t" ujar lelaki kerempeng tersebut lalu bangkit segera berlari,polisi tampan tersebut mengejar pria itu dengan gesit sementara satu orang anggotanya mengejar mobil Jeep dan yang lainnya menjadikan gadis tadi sebagai buronannya,kejar - kejaran pun tak terelakkan mewarnai malam yang mulai sepi.


Angel memarkirkan mobilnya disebuah minimarket ia buru - buru masuk kedalam minimarket karena hendak membeli pembalut,ia meninggalkan Arumi didalam mobil dengan kunci kontak yang masih tergantung ditempatnya dan pintu mobil yang sedikit terbuka.

__ADS_1


" Brukkkk...........


Alvaro menghempaskan bokongnya di Jok mobil Angel yang sedang terparkir dan segera tancap gas mengejar targetnya yang kabur mengunakan sepeda motor yang dirampas dari pengunjung minimarket tersebut,keadaan yang begitu cepat membuat Arumi hanya terperangah dirinya panik namun tidak tahu harus berbuat apa, Alvaro segera memacu mobil dengan kecepatan tinggi melakukan pengejaran terhadap targetnya,kejar - kejaran pun kembali terjadi.


Namun sesaat kemudian Arumi tersadar bahwa dirinya dalam bahaya dengan spontan Arumi berteriak dengan memukuli lengan Alvaro yang sedang menyetir.


"Berhenti!!!" jangan culik saya, ini bukan mobil saya!!! berhentiiiiiiiiiii" teriak Arumi histeris dengan mengerahkan seluruh tenaganya melakukan aksi menghalangi Alvaro yang sedang fokus menyetir.


"Diam!!!" bentak Alvaro mulai emosi kepada Arumi membuat Arumi mendadak diam tak bergeming.


Angel yang baru saja keluar dari minimarket tampak panik, ketika melihat mobilnya dan Arumi tidak berada di tempatnya Angela segera menelepon sang kakak untuk memberitahu apa yang sedang terjadi pada dirinya dan sahabatnya itu.


Malam berubah gelap gulita lampu -.lampu jalanan tidak mampu menjangkau tempat tersebut bahkan bulan yang bergantung dilangit tidak bisa menyinarkan cahayanya pada tempat itu saat pemuda kerempeng tersebut mengarahkan kemudinya memasuki perhutanan yang di tumbuhi pepohonan yang rapat dan lebat, suara mesin yang tersendat - sendat karena dipaksakan melalui jalanan tanah dengan medan cukup sulit menjadikan tantangan buat Alvaro melumpuhkan targetnya.


"Tuan saya jangan diperkosa tuan,tolong lepaskan saya tuan, kasihanilah saya tuan saya hanya gadis miskin orang tua saya tidak akan mampu untuk menebus saya tuan hiks......hiks.....hiks" Arumi pun memohon kepada Alvoro dengan menangis tersedu - sedu membuat konsentrasi Alvaro terpecah.


"Perempuan jelek kamu bisa diam nggak!!!" atau aku akan benar - benar memperkosa mu lalu akan aku mutilasi!!!" sarkas Alvaro dengan amarah yang memuncak dengan pandangannya tetap fokus pada kendaraan yang berada didepannya.


"Ba...baik tuan saya diam tapi percayalah saya tidak ada hubungan dengan orang yang sedang anda kejar tuan hiks.....hiks.....hiks" Arumi kembali mencoba membujuk Alvaro dengan air mata yang mengalir deras pada kedua belah pipinya.


"Diam!!!" lagi - lagi pemuda tampan tersebut membentak Arumi yang tampak begitu ketakutan,ia semangkin memaksa jalan mobilnya melewati jalanan setapak dan akhirnya ia berhasil membuat jarak mobilnya mendekat dengan sepeda motor yang dikendarai targetnya.

__ADS_1


Alvaro berniat ingin menabrakkan mobilnya pada kendaraan didepannya dengan menambah kecepatan tinggi membuat suara decitan mobil melengking cukup keras sontak Arumi panik dan secara spontan memeluk Alvaro dengan posisi kepala menghalangi wajah Alvaro membuat Alvaro mendadak menginjak rem.


"Tuan!!! jerit Arumi dengan tubuh menggigil dan wajah tampak pucat Alvaro segera melepaskan pelukan Arumi dan menghempaskan tubuh Arumi kesamping,tampa sepengetahuan Alvaro kepala Arumi terbentur jendela mobil seketika Arumi diam tak bergerak.


Pemuda kerempeng tersebut sadar Alvaro akan menabraknya sehingga begitu berada ditikungan yang cukup terjal ia segera berhenti melemparkan sepeda motor dan masuk kedalam semak belukar melihat hal tersebut bergegas Alvaro turun dari mobil dan segera mengejar target dengan menerobos masuk kedalam semak belukar terjadi baku hantam antara Alvaro dengan pemuda kerempeng tersebut,Alvaro yang mempunyai banyak pengalaman dalam bertarung membuat ia dengan mudah membekuk lawannya,pemuda itu kerkulai lemas dengan tubuh babak belur.


Alvaro segera menyeret tubuh pria tersebut keluar dari semak belukar kemudian ia segera menelepon seseorang tidak menunggu waktu lama Anggota Alvaro muncul di lokasi tersebut.


"bagaimana target kalian" ujar Alvaro dengan menyeka keringat yang bercucuran didahinya.


"Target 01 berhasil lolos ndan kami hanya berhasil meringkus gadis tersebut" ujar anggota Alvaro memberikan laporan.


"Bawa begundal ini ke kantor" titah Alvaro singkat dan menuju mobil milik Angel.


"Siap ndan laksanakan" ujar bawahan Alvaro memberi hormat padanya dan segera memborgol kedua tangan pria yang menjadi target operasi mereka malam ini dan segera memapah pemuda tersebut masuk kedalam mobil patroli.


"Bangun kamu" bentak Alvaro kepada Arumi begitu berada didalam mobil namun teriakan Alvaro tidak membuat Arumi terbangun.


"Hei apakah kamu ingin agar aku benar - benar perkosa mu lalu meninggalkan kamu dihutan ini" seru Alvaro tampak semangkin geram namun lagi - lagi Arumi tidak bergerak Alfaro mendekati Arumi lalu menepuk pipi Arumi.


"Oh ****" Alvaro melihat darah segar mengalir dari kepala Arumi dan Alvaro baru sadar kaca jendela mobil yang terpecah.

__ADS_1


#Hy guys jangan bosan ikuti terus keseruan cerita ku yang penuh dengan kejadian tak terduga ini 😁 dengan tinggalin jejak,like serta vote kalian👌buruan ya karena kalian adalah semangat ku🤗🤗🤗sebelumnya aku ucapkan terimakasih 🙏😘


__ADS_2