Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.11


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, namun udara puncak masih terasa sangat dingin membuat pasangan muda - mudi yang semalaman suntuk menikmati pesta masih merasa nyaman dalam kamar mereka masing - masing,begitu juga dengan Baskoro dan Rini,mereka bahkan mengulangi kegiatan tadi malam,sepertinya kedua pasangan ini tidak pernah lelah.


Setelah melakukan olahraga pagi diatas ranjang Baskoro bangkit dari tempat tidur begitu mendengar suara handphone miliknya berdering,setelah melihat nama seseorang yang muncul dilayar handphone sesaat Baskoro ragu untuk menerima panggilan tersebut,dirinya baru sadar sipenelepon rupanya sudah berulang kali melakukan panggilan namun tak satupun ia jawab panggilan tersebut, Baskoro sedang berpikir alasan apa yang bakal ia katakan kepada Arumi kekasihnya itu,akhirnya panggilan itu berakhir dengan sendirinya.


Rini bangkit dari ranjang dan memeluk Baskoro dari belakang.


"Kamu kenapa honey," ujar Rini dengan suara khasnya yang serak - serak becek maksud author basah Baskoro diam tak bergeming,karena tidak mendapat jawaban atas pertanyaan tersebut Rini melirik pada layar handphone milik Baskoro,kendati tidak bisa melihat siapa yang menelepon Baskoro insting Rini mengatakan bahwa yang barusan menelepon adalah Arumi, wanita yang menjadi saingannya tersebut.


"Owh pacarmu telfon ya,kenapa nggak diangkat saja" ucap Rini melepaskan pelukannya dan kembali duduk disisi tempat tidur.


"Gua sedang berfikir,Gua harus ngomong apa dengan pacar gua,dari siang kemarin gua nggak jawab panggilan telfon Arumi" jawab Baskoro membalikkan badan dan menghampiri Rini.


"Owh pacar ya,emang cowok suka gitu ya, suka buat pusing" ucap Rini kecewa.


"Maksudnya apa?" jawab Baskoro menoleh kearah Rini" jawab Baskoro menautkan kedua alisnya


"Aneh,Lu masih aja pura - pura nggak ngerti maksud gue kalau Arumi lu anggap pacar lu jadi gue lu anggap apa sekarang setelah apa yang terjadi antara kita berdua?" ucap Rini semangkin kesal.


"Come on baby yang terjadi tadi malam hanya Fun dan lu menikmati bukan,so don't ask for more" ujar Baskoro menegaskan.


"Lu keterlaluan Bas, gue melakukan karena gue sayang lu" ucap Rini menatap sendu pada Baskoro membuat hati lelaki didepannya merasa bersalah dan Baskoro mulai bersimpati pada Rini.


"I enjoy being with you so let everything flow by itself" jawab Baskoro merengkuh tubuh Rini dan mengecup rambut Rini dengan mesra membuat Rini akhirnya luluh juga dan menerima untuk menjalani HTS alias hubungan tanpa status dengan Baskoro dengan harapan,seiring berjalannya waktu dapat memiliki sepenuhnya hati Baskoro karena ia yakin Arumi tidak sebanding dengan dirinya.


Hari itu juga Baskoro bersama teman - temannya bersiap - siap untuk segera pulang setelah menikmati pesta perpisahan di puncak yang sangat menyenangkan tersebut.




Ditoko bunga miliknya tampak Arumi sedang asik ngobrol bersama kedua sahabatnya tersebut,suasana toko sedang sepi jadi situasi tersebut dipergunakan Arumi untuk curhat kepada Khalista dan Angel yang kebetulan berkunjung siang itu ditoko miliknya sepulangnya kedua sahabatnya tersebut dari liburan dikota B.

__ADS_1



"Apakah mas Baskoro marah ya sob ke gue karena tidak bisa ikut bersamanya di acara tersebut" ujar Arumi tampak sedih karena hingga kini Baskoro tidak mengangkat telfonnya.



"Mungkin juga doi lagi menikmati kebersamaan dengan teman - teman,lu nggak usah mikir yang macem - macem deh" ucap Angel mencoba menghibur sahabatnya tersebut namun sesaat ia menoleh kearah Khalista yang juga sedang menatap kearahnya,kedua sahabat Arumi seolah tahu bahwa Baskoro sedang bersama Rini saat ini.



"Benar Rum,Gue yakin setelah pulang pasti doi segera nyampirin lu secara tu cowok cinta mati ke elu" ujar Khalista menimpali sekilas Arumi tampak Arumi tersenyum malu - malu mendengar ucapan Angel barusan.



"Nah gitukan enak kita - kita lihatnya,ngapain juga terlalu dipikirkan mending mumpung kita bertiga nih kita JT yuk kali aja di pasar kita bisa kenalan dengan mas - mas ganteng kan asik tuh" ujar Angel dengan senyum genitnya.



"Wih kalau gue sih ogah,lu aja Sono nggak usah ajak - ajak kita - kita" jawab Khalista bergidik jijik sedang membayang melakukan ide gila Angel tersebut sedangkan Arumi tertawa lepas melihat kekonyolan kedua sahabatnya tersebut.




"Beneran Ta,siapa cowok yang beruntung itu?" ujar Arumi bertanya sambil menatap Khalista dengan serius,sedangkan yang ditanya hanya mengangkat kedua bahunya mencoba menutupi sesuatu.



"Beneran lu ingin tau baby" ujar Angel mental kearah Arumi dan segera ingin mengatakan sesuatu namun keburu Khalista membungkam mulutnya hingga membuat Angel urung mengatakan siapa cowok yang sedang ditaksir Khalista saat ini.


__ADS_1


Khalista baru melepaskan tangannya ketika melihat Angel hampir kehabisan napas kerena tindakan dirinya yang secara spontan.



"Lu berdua kenapa pake rahasia gitu sih ke gue,emang gue nggak boleh ikut seneng kalau antara kalian sedang bahagia saat ini" ujar Arumi murung ia merasa kini sahabatnya telah berubah kepada dirinya,Angel dan Khalista saling pandang dan akhirnya membuat kedua sahabatnya tersebut tak tega melihatnya.



"Bukan siapa - siapa kok Rum lagian lu jangan percaya dengan Angel,ni anak kan suka aneh"jawab Khalista meyakinkan Arumi.



"What gue aneh?" lu tu yang aneh pake nutup mulut gue segala,emang lu tau gue mo ngomong apa?" ucap Angel ketus membuat Khalista menggaruk kepalanya yang tidak gatal,Khalista bingung dalam hati ia juga menyadari bahwa sebenarnya dialah yang aneh,sadar akan itu membuat Khalista hanya cengengesan menanggapi kebenaran kata - kata Angel.



"Kali ini gue setuju dengan Angel" jika bukan siapa - siapa kenapa lu harus berbuat seperti tadi pada Angel" ujar Arumi meluruskan membuat Khalista merasa terpojok dalam hati ia merutuki kebodohan dirinya sendiri dan akhirnya memilih untuk menghindari obrolan tentang siapa cowok yang sedang ia taksir saat ini, Khalista melangkah keluar toko bunga milik sahabatnya tersebut membuat Arumi khawatir jika Khalista tersinggung kepada dirinya,lain halnya dengan Angel yang semangkin semangat untuk menggoda Khalista.



"Khalista lu nggak bisa ninggalin gue gitu ya,atau lu beneran mau patah hati sebelum jadian ama abang gue, gitu?" Ancam Angel pada Khalista membuat mulut Arumi sedikit terbuka karena tak menyangka ternyata Khalista naksir dengan abang sahabatnya itu cowok yang terkenal sombong dan posesif tersebut.



"Gue haus Kali mo nyari yang dingin - dingin" ujar Khalista menggeloyor pergi.



"Good job baby,tau aja adik ipar lagi haus" seru Angel pada Khalista dengan tertawa girang,sesaat kemudian ia kembali melanjutkan ngegibahin Khalista yang naksir abangnya kerja ada Arumi yang emang merupakan salah satu hobinya tersebut ne cewek kalau satu hari tidak ngibahin orang bisa meriang kali ya atau bahkan bisa step ne cewek karena ngegibah udah jadi candu buat cewek yang satu ini hehehe.


__ADS_1


Buat Raiders jangan tiru sifat Angel ya😁daripada ngegibah mending nge like, vote dan tinggalin jejak kalian di cerita ku ini😆.


iettt canda raider author tahu.kok Raiders pada nggak suka ngegibah jadi jangan dimasukkan hati👌aq padamu pokonya😘😘😘


__ADS_2