
Hy gaes kita lanjut lagi Yuk.
Terus ikutin dan dukung Aku ya.
Dengan cara pencet vote,like serta komen ya gaes dan rate bintang limanya juga banyakin giftnya ya gaes.....please makacih😊🤗
Happy reading ❤️
...****************...
Baskoro membolak-balikkan benda pipih yang berada ditangannya,pikirannya benar-benar kacau jika boleh jujur di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia begitu mencintai Arumi kekasihnya, namun kehidupan yang penuh dengan kemewahan begitu sangat ia inginkan dan itu ia dapat dari Rini wanita yang sangat memanjakan dirinya.
"Ehem" suara deheman dari pria paruh baya tersebut berhasil membuyarkan lamunannya,Baskoro menoleh pada sumber suara itu dengan wajah datar.
"Kamu jadi pria harus bertanggung jawab" suara bass pria paruh baya itu terdengar mengintimidasi,lalu mendekati Baskoro dengan tatapan tajam.
"Eh ayah,kapan ayah pulang"tanya Baskoro sedikit gugup.
"Kamu bukan anak-anak lagi Bas untuk itu bertindaklah sebagai orang dewasa dengan semestinya" ujar Ayah Baskoro mengacuhkan pertanyaan putra nya itu.
"Ma...maksud ayah apa,jujur aku tidak mengerti"
"Ayah tidak akan memaafkan mu jika sesuatu terjadi pada Arumi,jangan pikir ayah tidak tahu apa yang telah kamu lakukan pada wanita itu,beberapa bulan lalu saat tengah malam kamu secara sembunyi-sembunyi masuk kerumah wanita itu,kalian telah melakukan perbuatan diluar batas untuk itu kamu sebagi laki-laki harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu itu,meski ayah tidak melihatnya dengan mata kepala ayah sendiri akan tetapi ayah percaya dengan info yang ayah terima"jelas pria paruh baya tersebut dengan rahang mengeras,Baskoro terperangah mendengar penuturan dari ayah nya sama sekali dirinya tak menduga sang ayah telah mengetahui perbuatan nya itu.
"Bertanggung jawab apa pak"ujar buk Tuti yang baru saja pulang dari pengajian dengan mengerutkan dahinya.
"Tanya kan pada anak kesayangan mu itu"tukas Pak Supriadi,pria itu meraih koran yang terletak di atas meja lalu melangkah menuju teras rumah nya.
"Apa yang dimaksud ayah mu Bas"
__ADS_1
"A...ayah menyuruhku fokus pada kuliah bu"Baskoro meneguk air didalam gelas untuk menutupi perasaan gugupnya.
"Owh ibu pikir apa tadi,oh iya Bas telepon Rini dong ibu ada membeli mukena tapi ibu belum bayar"ujar buk Tuti dengan penuh permohonan.
"Ah ibu....aku lagi pusing bu,ibu telepon sendiri aja deh"ujar Baskoro malas.
"Kamu tu ya omongan ayah mu jangan terlalu di masukan ke hati,Rini lebih penting buat kita,cepetan telepon Rini"perintah buk Tuti terkesan memaksa,malas berdebat dengan ibunya Baskoro bangkit dari duduknya melangkah menuju kamar.
"Bas kamu mau kemana,dasar anak sama ayah sama aja suka bikin sakit hati"omel buk Tuti kesal,lalu menuju ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya.
☘️
Matahari sudah terbenam beberapa menit yang lalu,ditempat lain disebuah cafe tampak seseorang pria duduk disudut ruangan cafe memperhatikan Arumi yang sedang mengobrol bersama Angel menikmati coklat panasnya,pria tersebut sengaja menguntit wanita itu sejak dari tadi saat wanita itu keluar dari rumah nya,pria tersebut adalah tuan Dexter alias Dragon,pria tersebut sering kali menemui Arumi meski dari kejauhan kala hatinya dilanda kerinduan dengan sosok wanita yang mirip dengan mendiang istrinya tersebut.
"Lu nyakin tu cowok berengsek bakal menemui lu di sini"ucap Angel dengan nada ketus.
"Iya beb tadi mas Bas kirim pesan ingin bertemu di sini"Arumi menyeruput minuman nya lalu melirik pada jam yang melingkar di tangannya.
"Hmm"Angel hanya menjawab protes sahabatnya itu dengan deheman.
"Kok cuma hmm doang, kayak nggak ikhlas gitu, emang segitu buruknya ya beb mas Baskoro di mata lu" ujar Arumi dengan wajah tampak sedih membuat Angel tak sampai hati dan akhirnya mengalah.
"Oke fine,katakan lah gue salah gue minta maaf karena telah menilai tu cowok berengsek dan itu semua karena gue perduli dengan lu beb gue marah saat melihat kedekatan Rini dengan tu cowok,gue gak rela mereka nyakitin lu"ujar Angel dengan mencoba menahan emosinya yang hampir saja meledak.
"Makasih beb,lu perduli ke gue lu emang sahabat terbaik gue tapi beb gue yakin akan dengan mas Baskoro seperti apa yang ia katakan ke gue bahwa kedekatannya dengan Rini semata karena pekerjaan tidak lebih beb"jelas Arumi dengan menggenggam tangan sahabatnya.
"Mudah-mudahan semua itu benar"ujar Angel lirih seperti sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
"Jangan ngedumel dosa tau"ucap Arumi dengan senyum dibibir nya.
__ADS_1
"Umm,iya ngerti tuan putri"balas Angel menampilkan setengah senyum.
☘️
Didalam kamarnya Baskoro telah berpakaian rapi pria tersebut mematutkan diri pada sebuah cermin yang ada di kamarnya,setelah yakin penampilannya sempurna malam ini ia berniat ingin menemui Arumi di tempat yang telah ia tentukan sebelumnya,pria itu pun segera melangkah keluar kamar menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berada di meja makan.
"Sini Bas kita makan bareng,ibu masakin makanan kesukaan mu nih"buk Tuti tersenyum menatap pada putranya.
"Ayah,ibu Baskoro pamit mau keluar sebentar" ujar Baskoro lalu melangkah menuju bagasi tak menghiraukan ajakan ibunya untuk makan malam bersama, buk Tuti menghela nafas dalam lalu menatap kepada suaminya yang tampak fokus pada makanannya.
"Huff...ini semua karena ayah,Baskoro jadi bad mood tuh"buk Irma mendengus kesal pada suaminya,namun sang suami tak menggubris ucapan istrinya pria tersebut meneruskan makan malamnya.
"Ayah,ibu sedang berbicara kenapa ayah diam saja, sebenarnya apa yang telah ayah katakan pada anak kita tadi"ujar buk Tuti dengan nada sedikit tinggi karena ia melihat tidak ada respon sedikitpun dari suaminya itu.
Pak Supriadi menghentikan makan malamnya kali ini ia menatap istrinya dengan penuh amarah.
"Seharusnya ibu bertanya pada diri ibu sendiri,ibu dengan sengaja telah mencuci otak anak itu dengan sikap serakah ibu"ujar pria paruh baya itu dengan merapatkan giginya,mulai kesal dengan sikap istrinya yang dari dulu tak pernah berubah bahkan kini ia sengaja membuat putra mereka satu-satunya untuk mengikuti perilaku nya yang tak terpuji itu.
"Apa maksud ayah mengatakan ibu serakah ha" sarkas buk Tuti tak terima dengan tuduhan suaminya itu.
Pak Supriadi yakin bahwa istrinya tidak akan pernah mengakui kesalahannya dan pria paruh baya itu tidak ingin berdebat dengan sang istri ia pun tidak menyelesaikan makan malamnya ia bangkit dari tempat duduknya lalu meninggalkan meja makan.
"Ayah mau kemana ibu belum selesai bicara"teriak buk Tuti seperti orang kesetanan,pak Supriadi sama sekali mengacuhkan teriakan sang istri memilih kepos ronda untuk menghilangkan kekesalan dihatinya yang disebabkan sikap sang istri yang notabene keras kepala dan mau menang sendiri.
Sepanjang perjalanan menuju pos ronda pak Supriadi larut dalam kenangan masa silam,terbesit dalam ingatannya kejadian masa lalu di mana ia telah melakukan kesalahan pada Irma kekasih yang sangat ia cintai dengan mempercayai ucapan Tuti sahabat Irma yang kini telah menjadi istrinya,pada saat itu Tuti mengatakan kepadanya bahwa Irma telah menghianati cinta nya dengan menjalin hubungan bersama pria lain yang akhirnya di ketahui bahwa pria tersebut adalah paman dari Irma yang berada di kota lain,namun kebenaran itu ia ketahui setelah dirinya menikahi Tuti beberapa tahun kemudian.
...****************...
Maaf jika typo bertebaran.
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan komen ya gaes buat aku tambah semangat nulisnya.
See u Babay👋.