
Halo gaes gimana kabar kalian hari ini semoga tetap dalam keadaan sehat wal'afiat dan tetap stay dilapak ku ini.
Dan tetap dukung cerita ku ini ya gaes dengan klik vote,like, favorit sekalian komen nya gaes jangan lupa.
Yuk langsung gaes cikidot 🤗🥰
...****************...
Cuaca pagi itu sedang tidak bersahabat,awan gelap menyelimuti langit biru mungkin saja sebentar lagi hujan bakal turun membuat sebagian warga kota dan sekitarnya enggan menjalankan aktivitasnya pagi ini,tapi itu tidak berlaku pada seorang Alvaro ia tetap melaksanakan misinya untuk mencari Arumi.
Setelah menyelesaikan sarapan paginya Alvaro dengan ditemani Freddy dan Angel menuju sebuah desa dengan harapan ia akan bertemu dengan Arumi wanita pujaannya itu,selain itu tekadnya untuk mencari Arumi ia tidak ingin Arumi nantinya dimanfaatkan oleh seseorang yang telah membawa Arumi kabur.
Disepanjang perjalanan Angel memilih untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda.
Freddy yang tengah fokus menyetir mobilnya sekilas melirik pada Alvaro,tiba-tiba Freddy merasa simpati melihat kegigihan Alvaro dalam memperjuangkan cintanya,ia tidak ingin jika nantinya temannya itu akhirnya akan kembali kecewa.
"Sob boleh gue nanya sesuatu"tanya Freddy, Alvaro tidak merespon sedikitpun ia tampak asik menatap rintik hujan yang mulai berjatuhan membasahi bumi dari balik kaca mobil.
"Apakah lu masih mengharap wanita itu,apakah lu juga siap patah hati untuk yang kedua kalinya sob"imbuh Freddy dengan tetap fokus ke depan menatap jalanan.
"Kadang-kadang dibutuhkan patah hati untuk membangunkan dan membantu kita melihat bahwa kita jauh lebih berharga daripada yang kita yakini"ujar Alvaro dengan wajah cool.
"Hahaha ternyata cinta mampu membuat seorang Kapolres merangkai kata-kata puitis"
"Lho itu bukan kata gue teman Mandy Hale yang ngomong"
"Serah lu lah sob asal lu bahagia"
Kedua pria itu tertawa serempak ditengah-tengah cuaca yang tadinya mendung berubah cerah, Freddy menginjak pedal gasnya mobil melaju membelah jalanan yang ramai.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai pada tempat yang mereka tuju, Freddy menghentikan mobilnya saat Angel mengintrupsinya.
Angel turun dari dalam mobil dibelakangnya ada Alvaro dan Freddy yang menyusul wanita itu.
Angel pun mengetuk pintu rumah itu dan mengucapkan salam terdengar suara wanita dari dalam rumah tak berapa lama terdengar suara pintu yang terbuka.
__ADS_1
"Nak Angel?" sapa wanita itu tampak terkejut begitu melihat sosok wanita yang berdiri dihadapannya saat ini,wajar saja jika buk Sumirah begitu mengenal Angel karena dulu Arumi pernah beberapa kali mengajak Angel saat mengunjungi sang bibik.
"Iya bude,bude apa kabar?"
"Baik nak Angel,ayo silakan masuk nak" wanita itu mempersilakan Angel dan dua orang pria yang bersama Angel masuk kedalam rumahnya.
"Siapa buk'e"ujar pak Giman ikutan keluar.
"Ini nak Angel pak bersama temannya"
"Apa kabar pak de"sapa Angel dengan menyalami pria itu,Freddy dan Alvaro berdiri dan ikut menyapa pak Giman.
"Alhamdulilah bapak baik-baik saja,ayo.silakan duduk nak"ujar pak Giman,sang istri ke dapur untuk membuatkan minuman untuk tamunya.
"O,ya pak de dimana Ayu dari tadi aku tak melihatnya"Angel melongok kedalam rumah,matanya tak menemukan sosok yang dicari.
Pakde Giman tampak sedikit kebingungan mendapat pertanyaan dari Angel beruntung sang istri muncul dengan membawa nampan berisi beberapa gelas teh hangat ditangannya.
"Silakan nak diminum"ucap bude Sumirah lalu duduk tepat disamping pak de Giman.
"Terimakasih bude"jawab Angel tersenyum.
Angel, Freddy dan Alvaro saling pandang.
"Kami tahu keluarga ini begitu terpukul atas kejadian itu bude,kami juga tapi kita tidak boleh membenci Arum bude belum tentu itu semua ia lakukan bisa jadi ia difitnah"ujar Angel berusaha membuka sudut pandang positif dari bude Sumirah dan suaminya terhadap kasus yang menimpa Arumi.
"Benar pak,buk saya sendiri yakin semua itu bukanlah perbuatan Arumi,pasti ada seseorang yang telah menjebaknya dan kedatangan kami kemari kami takut Arumi dalam masalah besar ia tidak mungkin bisa lolos saat hendak mengikuti persidangan jika tidak ada yang membantunya kabur"jelas Alvaro menimpali
Ucapan dari Alvaro sempat membuat bude Sumirah kawatir ia menoleh dan menatap suaminya intens.
"Sudahlah nak kami hanya orang kecil dan kami sudah cukup menderita jadi kami sudah tidak mau memikirkan hal itu,jika pun ia datang kerumah ini kami tidak akan pernah menerimanya"pungkas pak Giman ia yakin bahwa Dexter tidak berniat buruk pada keponakannya itu.
"Itu artinya Arumi tidak pernah berkunjung kemari sejak ia berhasil lolos"Alvaro menatap manik mata lelaki yang berada dihadapannya.
"Tentu saja tidak"ucap bude Sumirah mengalihkan pandangan Alvaro dari sang suami.
__ADS_1
"Lalu dimana Ayuningtyas buk"Freddy yang sedari tadi diam ikut bicara.
"Ayu benar-benar terpukul apalagi setelah itu ibunya meninggal dunia,jiwanya begitu terguncang kami tidak sanggup mengurusnya untuk itu kami terpaksa mengantarkannya ke pesantren agar ia bisa merasakan ketenangan disana"ujar pak de Giman dengan kepala tertunduk kelantai.
Setelahnya tidak ada lagi pertanyaan dan jawaban lagi diantara mereka,suasana menjadi hening,Angel pun akhirnya kembali membuka suara hanya untuk meleraikan suasana hening yang terjadi.
"Bude dan pakde yang sabar ya apapun itu ku mohon kita harus tetap mendoakan Arumi dimana pun ia berada"
"Insyaallah nak"jawab bude Sumirah.
"Maaf pak,jika boleh kami tau dimana tempat pesantrennya"tanya Alvaro lagi ia merasa curiga dengan sikap dan mimik wajah keduanya,ada sesuatu yang berusaha disembunyikan oleh kedua suami istri tersebut.
"Di Sumatra,karena ada saudara kami yang tinggal dikota tersebut"jawab lelaki itu berbohong untuk sekian kalinya.
Lagi-lagi Alvaro sulit mempercayai ucapan pak Giman namun ia juga tidak bisa untuk memaksa keluarga itu untuk berkata yang sebenarnya,Alvaro menarik nafas dalam ia tampak kecewa kedatangannya kerumah tersebut tidak mendapatkan jawaban yang semestinya.
Matahari mulai mencondongkan diri ke ke ufuk barat meninggalkan bekas sayatan indah pada cakrawala,mereka pun berpamitan pada pemilik rumah.
Mobil mulai bergerak meninggalkan desa tersebut, Freddy bisa menangkap bahwa pria yang duduk disampingnya sedang memikirkan sesuatu.
"Apakah lu sedang melihat kebohongan pada suami dan istri tersebut teman"
Alvaro tampak kaget Freddy bisa menebak arah pikirannya"Benar sekali sob,dari cara dan sikap saat mereka berdua berbicara sepertinya mereka sedang menutupi sesuatu"
"Gue rasa juga gitu mas"ujar Angel yang merasakan hal yang sama seperti Alvaro.
"Soalnya Arumi pernah bercerita tentang keluarganya,Arumi mengatakan bahwa saudara mereka satu-satunya adalah pakde Giman,dan gue juga lihat saat pakde dan bude Arumi berbicara mereka tampak gugup gitu deh mas"imbuh Angel,Alvaro memiringkan tubuhnya menatap pada Angel ia semangkin yakin dengan apa yang tengah ia rasakan,setelah mendengar ucapan Angel barusan.
"Dan lu mau ngomong,Ayu sedang bersama Arumi saat ini"tanya Freddy semangkin penasaran.
"Ya sepertinya begitu"Alvaro lagi-lagi membenarkan dugaan Freddy,setelahnya mereka terdiam larut dalam pikiran mereka masing-masing.
mobil kembali memasuki kota,mereka sejenak mampir disebuah restoran untuk sekedar mengisi perut mereka.
...****************...
__ADS_1
Makasih ya gaes ok sampai disini dulu.
see u👉❤️