Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.44


__ADS_3

...** **Jumpa lagi gaes 🤗🤗....


...Dukung terus author ya dengan cara ....


...vote, like dan komen seta klik favorit pada kolom yang sudah tersedia ya....


...Terimakasih 🙏...


...See u👋**...


...****************...


Kendati libur semester belum usai namun sore itu suasana kampus tampak ramai karena hari itu Bayu dibantu beberapa temannya ingin mengadakan kegiatan seminar yang kebetulan acara tersebut bakal digelar di aula kampus mereka,sebagai koordinator acara seminar dengan mengusung tema tentang "bahaya nya narkoba" maka wajar jika pemuda tersebut datang lebih awal dari peserta seminar lainnya tanpa terkecuali Rini juga yang dari awal menawarkan diri sebagai pendana acara tersebut tampak sudah hadir ditempat tersebut.


Masing - masing mereka dengan penuh semangat menyelesaikan tugas mereka sesuai yang telah dibicarakan diawal pelaksanaan seminar,ditengah yang lainnya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan mereka,Rini bersama Margaretha keluar dari dalam Aula dan bergegas menuju belakang gedung kampus,tampak seorang pemuda sudah menunggu kedatangan kedua wanita tersebut.


"Bagaimana,apakah kamu siap menjalankan tugas nanti malam?" ujar Rini saat berhadapan dengan lelaki tersebut dengan melipat kedua tangan di dadanya tampak Rini begitu serius menatap pemuda tersebut.


"Don't worry everything will be okay if there is money" ujar pria tersebut menyunggingkan seulas senyum dengan menatap liar pada Rini dan Margaretha secara bergantian.


"Ok this is for you" Rini dengan ketus menyodorkan sebuah amplop pada pria tersebut seketika pria itu menerima amplop dari tangan Rini dan mencium amplop tersebut dengan tersenyum licik.


"Tapi ingat gue tidak ingin mendengar kata gagal ok"ujar Rini memberi peringatan pada pemuda yang saat ini berada tepat didepan nya,Rini segera meninggalkan tempat tersebut setelah urusan nya dengan pemuda tersebut selesai.


"Wait,mengapa harus terburu - buru, sehingga lu melupakan sesuatu" seru pemuda itu hingga Rini menghentikan langkah nya dan membalikkan badan dengan kening yang berkerut.


Rini kembali berjalan menuju pria itu " gue tau apa yang lu maksud,kerjakan saja tugas lu dengan baik dan rapi sisanya akan gue beri kan setelah semuanya selesai" ujar Rini melepaskan kerah baju pria itu dengan rahang mengeras.


"Siap" ujar pria itu dengan mengangkat jempol keatas,Rini kembali masuk kedalam aula kampus.


Senja merangkak mulai gelap Rini menghampiri Bayu yang sedang berbincang - bincang "Gimana Bay apakah semuanya sudah kelar" ujar Rini dengan menunjukkan sikap perduli dengan acara seminar yang sebentar lagi akan digelar.

__ADS_1


"Seperti yang lu lihat Rin semuanya sudah disiapkan,dan ini semua berkat bantuan lu juga untuk itu gua dan teman - teman sangat berterima kasih atas partisipasi lu jadinya acara seminar ini bisa dilaksanakan tampa kendala" Bayu tersenyum menatap Rini dengan mata berbinar - binar.


"Jangan berlebihan bay,semua ini berkat kerja keras lu dan teman - teman,o ya Bay kayaknya gue nggak bisa ngikuti seminar malam ini deh,karena kebetulan nenek gue lagi sakit jadi gue harus jagain beliau"


"Uhukk.....uhukk ....uhukk.............."


Rini,Bayu dan yang lainnya secara bersamaan menoleh kearah Margaretha yang tiba - tiba tersedak " minumnya pelan - pelan dong Ta" ujar Rini dengan menyikut lengan sahabatnya.


"Kamu tidak kenapa - kenapa kan" timpal Bayu kawatir, Margaretha mengangguk dengan mengangkat jempolnya sementara wajahnya masih memerah menahan perih yang terasa pada hidung akibat tersedak air.


"Ok deh kalau begitu gue cabut dulu Bay,semoga seminarnya sukses" ujar Rini memalsukan senyuman.


"Gua dan teman - teman sangat mengharap lu bisa hadir malam ini Rin,secara lu orang paling berjasa dalam acara ini tetapi gua dan yang lainnya tidak bisa memaksa buat lu hadir,kami doakan semoga nenek lu cepat sembuh Rin,besok kami akan datang buat besuk nenek lu,lu yang sabar ya Rin" ujar Bayu yang bersimpati akan kondisi nenek Rini yang sedang sakit.


"Oh nggak usah repot- repot Bay,lagian nenek gua tu nggak suka jika banyak orang,maklum orang tua sudah uzur jadi suka aneh,gua malah takut jika nenek gua malah histeris jika melihat lu pada" jawab Rini dengan mata berkedip - kedip Margaretha hanya menatap sahabatnya dengan mata melebar,Rini segera mencubit paha Margaretha yang menatapnya aneh.


"Gua mangkin salut ama lu Rin,lu begitu dekat ana nenek lu hingga lu bisa tahu apa yang disukai dan tidak disukai nenek lu" ujar Batu sembari menepuk pundak wanita yang dianggap berhati mulia tersebut,Rini hanya tersenyum mendengar ucapan lelaki tersebut,wanita itu segera melangkah pergi tepat di depan pintu Rini dan Novan berpapasan mereka saling menatap penuh makna.


"Lha kan gua ngurusi bagian konsumsi,ya gua sibuk dong mana cuma gua sendiri yang handle, gimana sih" gerutu Novan dan berjalan menghampiri Bayu,Rini bergegas pergi setelah menguping pembicaraan Bayu dan Novan.


"Kalian lama banget kayak ngikuti sedang dewan aja,emang penting banget ya seminar nanti malam buat kalian" Luis segera melancarkan jurus mengomel nya begitu Rini dan Margaretha masuk kedalam mobil Nindy yang sudah standby,Nindy segera menjalankan mobil keluar dari gedung kampus.


"Jadi kita langsung nih ketempat biasa" Nindy menoleh pada Rini.


"Kita ketempat pacar gue terlebih dahulu" perintah Rini.


"Bukankah kita harus pulang kerumah lu Rin, bagaimana jika nenekmu sakitnya mangkin parah" timpal Margaretha mengingatkan sahabatnya tersebut.


"Nenek!" seru Luis dan Nindy serempak.


"Sejak kapan lu sebut oma lu dengan panggilan nenek,dan bukankah oma lu berada di Kanada,kapan beliau datang kok lu nggak ngomong sih sama kita - kita" ujar Nindy panjang lebar.

__ADS_1


"Nah tadinya gue juga mo ngomong gitu beb" ujar Margaretha dengan menggelengkan kepalanya, Nindy mendadak menghentikan mobilnya.


"Jadi gimana nih Rin,kita balik kerumah lu atau kerumah Baskoro" Nindy menatap intens pada Rini.


"Gua tu ya nyesel sudah berteman pada lu semua,ternyata IQ lu pada jongkok semua"ujar Rini ketus,wanita itu tampak kesal pada ketiga sahabatnya, ucapan Rini membuat ketiga sahabatnya saling pandang Margaretha mengangkat bahu saat Nindy dan Luis secara bersamaan menatap kearahnya.


"Buruan kita kerumah Baskoro" ujar Rini memecah kebisuan diantara mereka.


"Rin,you have to tell us everything, don't make us confused ok"ujar Margaretha serius.


"Sejak awal gue sudah memberi tahu lu semua tentang rencana gue,terutama lu Ta,tapi sayangnya lu nggak pernah nyambung sepertinya" jawab Rini sinis.


"Rin kami temen lu sudah pasti kami selalu respon dengan segala permasalahan lu" ujar Nindy ikutan kesal pada sikap Rini yang meragukan dirinya dan yang lainnya.


"Bener Rin dan lu mendadak melakukan rencana diluar sepengetahuan kita,termasuk masalah nenek lu seriusan gue sendiri nggak faham beb"Ujar Margaretha meluruskan perkataan Nindy.


"Ok,Kembali pada rencana awal, gue hanya ingin membuat Baskoro membenci wanita sialan itu,dan Oma gua saat ini sedang baik - baik aja di Kanada,dan sekarang kita kerumah Baskoro" jelas Rini dengan menoleh pada Nindy , Nindy segera melaksanakan titah Rini


"Apakah kerumah Baskoro salah satu bagian dari rencana lu" imbuh Nindy memastikan wanita yang duduk disamping nya mengangguk kan kepala.


"Jadi yang sakit sebenarnya Baskoro ya Rin" ujar Luis yang sedari tadi hanya diam sebagai pendengar kini ikut bicara, Margaretha segara menyumpal mulut Luis dengan lolypop yang berada ditangan gadis tersebut membuat yang lainnya tertawa lebar,perlakuan Margaretha membuat Luis mengumpatnya.


...****************...


Bersambung


Terus dukung cerita ku ya reader ❤️


jangan lupa coment,like dan vote setelah membaca cerita ku😘.


mampir juga ya di novelol teman ku di👇ya.

__ADS_1



__ADS_2