
**Hei -hei jumpa lagi malam ini gaes,dendam kekasih sengaja up menemani malam kalian semua.
Ingat berdoa sebelum tidur ya gaes dan sebelum tidur sempetin buat vote,like dan tinggalin jejak kalian semua gaes.
Salam hangat dari ku๐
And happy reading ๐ค**
...****************...
๐Tak ada yang sesakit ini,dimana semua rasa cinta yang begitu besar harus hancur oleh sebuah penghianatan.
Dan parahnya rasa sakit tidak serta merta membuat perasaan terhadap seseorang pergi begitu saja.
Sedangkan tangisan adalah cara mata berbicara saat mulut bungkam,karena tak sanggup menjelaskan seberapa hancurnya hati ini.
****************
Begitu sampai Arumi segera pergi ke kamarnya ia bahkan mengabaikan sapaan sang bunda,saat ini hatinya benar-benar hancur ia sudah tidak mampu bersikap sebagai mana mestinya.
Air mata kembali tumpah,Arumi membenamkan wajahnya ke bantal,menumpahkan segala rasa sakit yang tak terperi ia sudah tidak mampu membendung kesedihannya sendiri.
Buk Irma dapat melihat ada raut kesedihan yang begitu dalam yang tengah dirasakan oleh putri sulungnya,hingga sang anak tidak menjawab atau berucap apapun saat dirinya menyapa,hati ibu mana yang dapat tenang jika melihat putrinya demikian.
Dengan rasa kawatir buk Irma mencoba menghampiri Arumi di kamarnya namun kamar tersebut sengaja di kunci pemiliknya.
"Ada apa bu"tanya Ayuningtyas ketika ibunya berulang kali terdengar mengetuk pintu kakaknya berulang kali.
"Kakak mu nduk,ia hanya diam begitu sampai dan mengunci diri dikamarnya,pasti ada sesuatu yang membuat kakak mu demikian"jawab buk Irma begitu kawatir.
"Bu,ibu tenang dulu,mungkin kak Arum hanya butuh waktu untuk sendiri bu,ini sudah malam besok saja kita bicarakan bu"Ayuningtyas merengkuh pundak ibunya mencoba menenangkan ibunya yang kawatir akan keadaan sang kakak.
โ๏ธ
Setelah sholat subuh buk Irma mulai berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, matahari mulai menampakkan diri namun Arumi tak kunjung keluar dari kamarnya.
Ayu baru saja selesai mandi begitu melihat kamar ibunya kosong ia segera bergegas menuju dapur,ternyata ia lihat ibunya sedang memasak di dapur menyiapkan sarapan pagi.
"Pagi bu"sapa Ayuningtyas lalu segera membantu ibunya.
"Pagi nduk,kamu sudah selesai beberesnya kalau begitu kamu bangunin gih kakakmu"ujar buk Irma dengan tetap fokus pada pekerjaan memasaknya.
"Baik bu"Ayuningtyas segera menuju kamar sang kakak.
__ADS_1
"Kak,kak Arum apakah kakak sudah bangun"
Tidak ada jawaban terdengar dari dalam kamar,Ayu merasa kawatir ia kembali mengetuknya namun tidak ada tanda-tanda bahwa sang kakak sudah bangun dari tidurnya.
"Hmmm tak seperti biasanya kak Arum telat bangun"gumam Ayuningtyas.
Gadis tersebut panik namun ia tidak kehabisan akal,ia segera mengambil koran yang ada didalam kamarnya lalu segera memasukkan koran tersebut melalui celah pintu bagian bawah dengan mengunakan jepit rambutnya ia menjatuhkan kunci kamar itu dengan sangat hati-hati.
Tidak memerlukan waktu lama kunci terjatuh tepat di atas koran lalu ia segera menariknya dan usahanya berhasil,pintu kamar pun akhirnya bisa ia buka.
Dengan perasaan was-was ia perlahan melangkah pelan menghampiri kakaknya yang sedang meringkuk di bawah selimut.
"Kak bangun kak sudah....."Ayuningtyas menghentikan ucapannya saat ia merasakan tubuh sang kakak begitu panas ketika tangannya menyentuh lengan kakaknya.
"Ya ampun kakak sakit ya" ujar Ayuningtyas panik ia segera berlari menuju dapur untuk mengambilkan segelas air minum.
"Lho mana kakak mu nduk"buk Irma menatap Ayu.
"Eumm....kak Arum sakit buk,badannya panas" Ayuningtyas berusaha tenang menyampaikan kalimatnya.
"Astagfirullah"seru buk Irma segera berlari menuju kamar putri sulungnya,setelah menuangkan air putih kedalam gelas Ayu bergegas kembali ke kamar Arumi.
Arumi membuka mata perlahan menatap sang bunda dengan sendu,buk Irma meletakkan kepala putrinya pada pangkuannya dan mengusap pucuk kepalanya dengan perasaan sedih.
"Assalamualaikum,apakah Arumi sudah bersiap-siap Yu"Angel yang baru saja tiba begitu melihat Ayu menyapa dengan senyum khasnya.
Tanpa banyak tanya Angel mengikuti Ayu masuk kedalam kamar sahabatnya itu,Angel sangat terkejut melihat pemandangan tersebut.
"Lho Arum kenapa Yu"tanya Angel penasaran karena terakhir kali saat ia mengantar pulang sahabatnya sore kemarin Arumi dalam keadaan sehat wal'afiat.
Ayu pun menceritakan secara singkat tentang keadaan Arumi,Angel mengambil inisiatif untuk membawa Arumi untuk berobat pada dokter namun Arumi menolaknya untuk sementara buk Irma,Ayu dan Angel sepakat menuruti keinginan Arumi dengan syarat jika keadaan Arumi semangkin buruk maka mereka akan membawa Arumi berobat pada dokter.
Ayuningtyas memilih bolos hari ini kendati buk Irma memintanya untuk tetap ke sekolah namun gadis itu berhasil membujuk sang bunda dan akhirnya buk Irma mengizinkan Ayu untuk bolos hari ini.
Ayu menyuapi bubur Arumi dengan telaten,buk Irma bangkit dari duduknya sekilas ia menatap pada sahabat putrinya itu dan segera melangkah menuju dapur dengan tatapan penuh makna, Angel menyadari hal tersebut.
"Beb kamu makan yang banyak ya,biar cepat sembuh,gua mau kebelakang dulu"ujar Angel lalu segera menemui ibu sahabatnya itu yang sedang duduk di meja makan.
"Duduk nak,ada yang ingin ibu tanyakan pada mu"
Angel segera duduk pada kursi yang berada disamping buk Irma,wanita tersebut begitu yakin ada sesuatu yang telah terjadi pada putrinya dan sebagai sahabat dari putrinya ia yakin Angel pasti mengetahuinya apa yang menyebabkan putrinya tampak begitu bersedih dan akhirnya jatuh sakit seperti saat sekarang ini.
"Nak Angel pasti tahu masalah apa yang sedang putri ibu hadapi saat ini"buk Irma melontarkan pertanyaan kepada Angel.
__ADS_1
"Maksudnya buk Angel sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan ibu karena selama ini Arum tidak mempunyai masalah apa pun itu, malah Angel ingin bertanya pada ibu bukankah kemarin sore saat Angel mengantar Arum pulang Arumi tampak baik-baik saja"Angel pun memberi penjelasan pada ibu sahabatnya itu.
Buk Irma menatap Angel dengan seksama ia melihat tidak ada kebohongan tersimpan di mata sahabat putrinya itu,sesaat buk Irma menghela nafas pendek awalnya dirinya sangat berharap mendapat informasi dari wanita tersebut.
"Tadi malam setelah dari kampus Arum pulang dengan wajah muram ia langsung masuk kedalam kamar tanpa menjawab sapaan ibu"terang buk Irma pada Angel tentang yang terjadi tadi malam.
"Arumi ke kampus malam tadi,apakah ini ada hubungannya dengan pria brengsek itu"Angel membatin.
"Ibu jangan kawatir nanti Angel coba bertanya pada Arumi"Angel mengusap punggung tangan Buk Irma dengan menyunggingkan seulas senyum.
"Ibu mohon bantuannya nak Angel"
"Pasti bu,Angel akan mencoba mencari tahu"Angel menganggukan kepalanya beberapa kali.
Setelah ngobrol dengan buk Irma,Angel kembali ke kamar Arumi,hatinya kembali miris melihat sahabatnya kini terbaring sakit,ia mendekati sahabatnya itu.
"Kok kamu masih disini beb bukankah pagi ini ada mata kuliah"ucap Arumi dengan suara lirih menatap kearah sahabatnya.
"Soal itu sih gampang beb gak usah di pikirkan,lagian gak ada lu gak asik"
Arumi membuang muka ia sebenarnya tidak setuju dengan ucapan Angel barusan hatinya kembali sedih hanya karena dirinya Angel sahabatnya dan juga adiknya memilih bolos hari ini,butiran bening kembali mengalir disudut kelopak matanya.
"Beb kamu kenapa,apakah ini ada hubungannya dengan pria itu"
Arumi hanya diam tak menanggapi pertanyaan Angel karena dirinya sendiri tidak tahu harus berbuat apa,hatinya begitu sakit setelah melihat pemandangan tadi malam,dimana kekasihnya begitu menikmati kebersamaannya dengan wanita tersebut sementara di sisi lain ia tak ingin jika kisah kasihnya harus kandas di tengah jalan karena ia begitu sangat mencintai pria tersebut.
"Beb gua gak rela jika lu menderita karena oleh pria berengsek itu,gue akan membuat perhitungan dengannya jika gue tahu lu sakit karena ulahnya"Angel seolah hilang kesabaran melihat penderitaan sahabatnya itu dengan dipenuhi amarah Angel bangkit dari duduknya.
"Beb lu mau kemana" dengan susah payah Arumi mencoba untuk duduk Angel menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
"Gua yakin ini semua ada hubungannya dengan pria itu untuk itu gua ingin menemui si bajingan itu.
"Jangan beb ini tidak seperti yang lu duga,gua cuma...."
"Cuma apa,kesalahpahaman maksud lu"potong Angel lalu kembali duduk disamping Arumi dengan sorot mata tajam.
"Gue gak bisa hidup tanpa dia dan gue tidak bisa untuk berhenti mencintainya,lu sahabat terbaik gue....please bantuin gue"airmata semangkin deras membasahi pipinya,membuat Angel merasa iba ia memeluk Arumi erat hatinya ikut sakit dengan apa yang menimpa sahabatnya itu.
...****************...
**ingat ya gaes di pencet like,vote dan sertakan comment nya ya dan masukan dalam daftar favorit kalian ya gaes cerita ku โ๏ธ๐
Malam ini author maruk๐.
__ADS_1
jika terdapat typo bertebaran aku minta maaf .
good night and see you๐โค๏ธ**