Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.6


__ADS_3

Arumi segera memeluk ibunya ketika baru saja sampai ditoko bunga milik mereka, melihat hal tersebut ibunya sangat kaget dengan sikap putrinya tersebut "Kamu senang sekali hari ini nduk gerangan apa yang membuat kamu gembira begini?" tanya Bu Irma kepada putri sulungnya itu dengan mengernyitkan alisnya "buk hari ini Arumi begitu bahagia buk,tau kenapa" tanya Arumi kepada ibunya,buk Irma menggelengkan kepala seketika.


"Arumi mendapat beasiswa buk" ucap Arumi lalu melepaskan pelukannya "Apa?" kamu dapat beasiswa nak,apa ibu tidak salah dengar" ujar buk Irma dengan wajah tampak gembira


"Iya buk,tadi saat Arumi disekolah pak Hadi guru BP memanggil Arumi keriangannya buk dan pak Hadi sampaikan kepada Arumi bahwa Arumi mendapat kesempatan memperoleh beasiswa Buk,Arumi sangat bahagia hari ini buk" ucap Arumi menerangkan secara detail pada sang ibu.


Ibu Arumi segera memeluk putrinya tersebut sambil mengusap pucuk kepala Arumi air mata penuh kegembiraan pun mengalir di pipi Bu Irma.


"Kenapa ibuk menangis, apakah ibu tidak menyukai jika Lina meneruskan pendidikan Arumi untuk berkuliah buk" ucap Arumi menatap sayu pada sang ibu "ibu menangis bahagia nak,ibu senang akhirnya kamu bisa melanjutkan pendidikan mu,ibu bangga terhadapmu" ujar ibuk Irma dan mengecup pucuk kepala putrinya itu lalu menyunggingkan seulas senyum disudut bibirnya.


"Apa - apaan ini kenapa kakak dan ibuk seperti Teletubbies saling berpelukan apakah kita dapat keuntungan besar hari ini?" celetuk Ayuningtyas yang baru pulang dari membeli makan siang,buk Irma tersenyum pada putri bungsunya itu sedangkan Arumi segera menghampiri adik kesayangannya itu dan memeluknya dengan penuh kegembiraan " Iya dek hari ini kita mendapat keuntungan besar,kakak mendapat beasiswa dek" ujar Arumi dengan senyum yang terus merekah di bibirnya yang indah itu.


"Benarkah itu kak" tanya Ayuningtyas kepada sang kakak yang disebut dengan sebuah anggukan kepala oleh Arumi seketika Ayuningtyas melompat gembira " selamat ya kak,aku ikut bahagia mendengarnya" ucap Ayuningtyas tersenyum manis.


"Sudah dong acara berpelukan nya bagaimana kalau kita lanjutan dengan makan siang saja karena ibuk sudah lapar nih" ucap buk Irma kepada kedua putrinya tersebut.


"Ih ibu suka merusak momen nih" ujar Ayuningtyas protes


"yasudah kalau tidak lapar lanjutin deh acara pelukannya biar ibuk habisin makanannya kebetulan mumpung ibu bener - bener lagi lapar nih"

__ADS_1


"Enak aja nggak boleh gitu donk Bu" ujar Ayuningtyas mengerucutkan bibirnya membuat buk Irma dan Arumi tersenyum geli, akhirnya mereka segera menikmati makan siang bersama.


Setelah selesai makan siang buk Irma dan Ayuningtyas pulang kerumah sementara Arumi menjaga toko milik mereka.


Sedangkan ditempat lain Angel dan Khalista sedang dihadang oleh Rini dan teman - temannya "Hei dua kurcaci lu pada buru - buru emang mo kemana sih" ujar Rini menyapa Angel dan Khalista dengan menghentikan mobilnya tepat didepan motor yang sedang dikendarai oleh kedua sahabat Arumi.


"Emang penting ya buat lu mau tau kami akan kemana,lagian kami rasa mau kemana dan ngapain kami nggak ada sangkut paut dengan Lu Rin" ujar Khalista yang berada di boncengan belakang Angel.


"You are wrong,tentu ada sangkut pautnya dengan gue" ujar Rini ketus Margaretha dan yang lainnya hanya tersenyum smirk menyaksikan perdebatan antara Angel, Khalista dengan sahabat mereka.


Angel segera membanting stir motornya guna menghindari mobil Rini yang menghalangi motornya namun keburu Rini turun dari mobil diikuti Margaretha,Luis dan Nindy.


"Sebenarnya kalian nggak punya salah kok,yang jadi masalah justru tujuan kalian sekarang ini kerumah Arumi" ucap Rini dengan gaya sombongnya "Maksudnya apaan sih nggak faham gua" timpal Khalista.


"Mangkanya kalian berdua pasang telinga dan dengerin apa yang gua mau omongin Ke lu berdua,gua tau lu berdua dimintain tolong Baskoro untuk membujuk ibu Arumi agar memperbolehkan Arumi kepuncak kan?" ujar Rini ketus.


"Itu bukan urusan lu Rin" pungkas Khalista.


"Hey Lu tuli ya,apa yang sudah disampaikan Rini tadi" ujar Margaretha mendekat pada Angel dan Khalista lalu menepuk pundak Khalista yang segera ditepis oleh Khalista.

__ADS_1


"Udah deh jangan sok care lu berdua pada Arumi,lu berdua kira gue nggak tau kebusukan lu berdua dibelakang Arumi haa,atau lu pada ingin gue bongkar aib kalian didepan semua, didepan ngaku temenan dibelakang lu nikung temen lu sendiri" ujar Rini membuat Angel dan Khalista bungkam.


"Mengapa tiba - tiba lu berdua mendadak jadi bisu" timpal Luis


"Oke gini aja, gue ada penawaran buat lu berdua gue akan tutup mulut dan aib kalian aman ditangan kita - kita,asal lu berdua mau mengurungkan niat kerumah Arumi sekarang juga dan jangan pernah mau membantu Baskoro jika kalian menolak besok disekolah semua orang bakal melihat kebusukan lu berdua, keputusan ada ditangan lu berdua" ujar Rini tersenyum smirk.


"Bagaimana kalian mau kan " ujar Margaretha bertanya kepada Angel dan Khalista namun tidak ada satu jawaban yang keluar dari bibir mereka berdua Angel juga Khalista hanya diam tak bergeming membuat Rini the geng kesal Rini memberi isyarat kepada para sahabatnya dan akhirnya mereka berputar arah membelakangi Angel dan Khalista kembali ke mobil Rini.


"Tunggu,gue setuju" seru Khalista membuat Rini the geng kembali berbalik kearah mereka berdua Angel dan Khalista.


"Smart girl" ujar Rini sambil menepuk pelan pipi Angel dan Khalista kemudian berlalu pergi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi,sementara sesaat Angel dan Khalista tampak bingung Angel berbelok arah kemudian segera meninggalkan tempat tersebut beberapa saat kedua sahabat tersebut diam larut kedalam pikiran masing - masing.


Bingung tidak tahu akan kemana akhirnya Angel menghentikan motornya disebuah taman kota,suasana taman kota saat itu tampak masih sepi,Khalista bergegas turun dari motor berjalan kearah bangku yang kebetulan berada di taman tersebut lalu ia meletakkan bokongnya ke bangku tersebut yang diikuti oleh Angel.


Sedangkan didalam salah satu diskotik Rini the geng sedang tertawa bahagia merayakan keberhasilan mereka yang sudah membuat Angel dan Khalista terperdaya oleh mereka.


"Sebenarnya rahasia apa sih yang lu pada ketahui tentang Angel dan Khalista?" ujar Lius bertanya pada Rini namun Rini mengangkat kedua bahunya membuat Luis balik menatap Margaretha namun seperti mengulang gerakan Rini yang didapat oleh Luis.


"Ah lu pada nggak asik,gua dan Luis juga ingin tahu bukankah kita sohib" ujar Nindy mencoba protes pada Rini dan Margaretha namun malah dibalas gelak tawa Rini dan Margaretha membuat Nindy dan Luis cemberut.

__ADS_1


"Jadi lu berdua ingin tahu" ujar Margaretha yang disambut anggukan kepala serempak Luis dan Nindy " Sini mendekat" ujar Margaretha lalu membisikan sesuatu pada kedua sahabatnya tersebut dan akhirnya membuat mereka berempat tertawa terbahak - bahak.


__ADS_2