
Hy all dukung cerita ini ya klik vote,like rate gift dan tinggalin jejak kalian 👌
Happy reading 🤗😘
...****************...
Malam itu juga setelah mendapat telepon dari Freddy sahabatnya,pria bernama Elang memerintahkan anak buahnya mencari keberadaan Baskoro.
Mereka pun mulai berpencar menuju tempat hiburan malam yang berada di kota tersebut,tak ketinggalan dua orang anak buah Elang yang bernama Kiwil pemuda bertubuh kerempeng dengan rambut kriwilnya dan juga Gerandong pemuda dengan tubuh tinggi besar berwajah sangar dengan rambut gondrong,kedua lelaki itu kini memasuki sky club untuk menjalankan titah Elang sebagai bos mereka.
Mereka berjalan menuju meja bartender,si Kiwil dengan santai meraih segelas whisky dan langsung meneguknya tanpa memperdulikan siapa pemilik minuman yang telah tersedia dimeja tersebut,pemuda bartender itu hanya menggelengkan kepalanya karena pria itu sangat mengenal kelakuan Kiwil dengan cukup baik,pria itu lalu kembali melaksanakan tugasnya dengan menyiapkan minuman yang sama.
Gerandong tampak nya tidak memperdulikan apa yang diperbuat rekannya itu,Gerandong memberi isyarat pada pria bartender dengan telunjuknya,pria itu tahu dan mendekat pada Gerandong.
"Apa lu Lihat orang ini?" Gerandong memperlihatkan photo Baskoro melalui ponsel nya pada pria bartender itu.
Sejenak pria itu tampak sedang berfikir dan ia mulai ingat karena saat masuk ketempat itu pria yang sama dengan photo yang berada didalam ponsel Gerandong tampak buru-buru hingga menabrak salah satu pengunjung club.
"Iya gue lihat,pria ini barusan masuk kelantai atas.
"Beneran,lu yakin"tanya Gerandong memastikan.
"Gue sangat yakin"
Gerandong segera menarik Kiwil dan bergegas menuju lantai atas,kedua anak buah Elang itu memeriksa private room satu persatu.
Dan pencarian mereka membuahkan hasil,mereka berhasil mendapatkan pria yang tengah mereka cari dengan keadaan setengah mabuk,untuk instruksi lebih lanjut mereka pun menelepon Elang dengan segera, Gerandong dan Kiwil kembali keluar dari Private room.
**Gerandong:halo bos,kami telah menemukan pria itu.
Elang:apakah ia bersama dengan seorang wanita?"
Gerandong"Iya Bos"
Elang:bagus,bawa kedua orang tersebut kehadapan ku sekarang juga.
Gerandong:siap bos**.
Gerandong kembali masuk bersama Kiwil,Rini begitu kaget melihat kedua pria itu mendekat kearahnya.
__ADS_1
"Hy,mau apa kalian!"pekik Rini panik.
"Pesta telah berakhir nona dan kini waktunya pulang ok"ucap Kiwil dengan tersenyum miring.
Lalu segera memegang tangan Rini lalu dipelintir kebelakang sedikit kasar.
"Lepaskan gue"seru Rini mencoba berontak, namun tenaganya kalah dengan Kiwil hingga ia akhirnya terpaksa menuruti perintah kedua lelaki yang menerobos masuk keruangan mereka secara tiba-tiba
Sedangkan Gerandong menghadapi Baskoro.
"Ikuti perintah kami jika lu ingin aman"ancam Gerandong dengan wajah yang semangkin sangar,Baskoro yang setengah sadar tampak pasrah.
Gerandong dan Kiwil menyeret Baskoro dan Rini keluar dari tempat tersebut,begitu berada diparkiran keduanya menghempaskan tubuh Baskoro dan Rini masuk kedalam mobil,tanpa membuang waktu mereka segera tancap gas.
Kiwil segera menghentikan mobilnya,dua orang rekannya bergegas mempercepat langkah mereka mendekat ke arah Kiwil dan Gerandong.
Mereka melirik jok belakang,tanpa menunggu instruksi dari Gerandong dan Kiwil mereka menarik paksa Baskoro dan Rini turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam bangunan tersebut.
Elang mengalihkan pandangannya kearah pintu yang terbuka lebar,ia tampak tersenyum puas dengan kerja anak buahnya,apalagi selama ini mereka tidak pernah melakukan kesalahan sedikit juga namun sesaat senyumnya memudar saat matanya menatap pada wanita yang sedang berdiri dihadapannya dengan wajah pucat.
"Om Elang?"ujar Rini kaget.
"Lepaskan dia!"bentak Elang pada anak buahnya yang mencengkeram lengan Rini cukup kuat,lelaki berkulit gelap itu pun buru-buru menyingkirkan tangannya.
"Om Lepaskan juga dia om,dia adalah kekasih ku"ujar Rini dengan nada terkesan memerintah,mata Elang beralih pada kedua anak buahnya yang masih berdiri disamping Baskoro keduanya pun melepaskan tangan mereka.
☘️☘️.
Ditempat lain Freddy,Bayu dan Angel segera menuju suatu tempat setelah Freddy menerima pesan singkat dari Elang.
Begitu sampai mereka pun segera melangkah menemui Elang yang sudah menunggu di salah satu ruangan yang terdapat digedung tersebut,Bayu menyempatkan menjepretkan camera handpone milik nya saat menuju keruangan Elang.
Mata mereka tertuju pada Baskoro saat memasuki ruangan tersebut, Freddy yang sudah terbakar emosi segera menarik kerah baju Baskoro dan melayangkan tinju kearah wajah Baskoro dengan sangat kuat,tubuh Baskoro terhuyung jatuh kelantai.
"Hentikan!"teriak Rini cukup keras dan menghalangi Freddy yang hendak kembali menghajar Baskoro,Angel tersenyum sinis pada Rini.
"Hy,sabar teman,tenang kan diri,gua rasa ini hanya kesalah pahaman saja"Elang langsung bangkit dari duduknya dengan menghalangi Freddy dan membawa Freddy duduk pada sofa yang terdapat di ruangan tersebut.
"Sori teman gua terbakar emosi"ujar Freddy menyadari bahwa sikapnya tadi sangat tidak sopan terhadap Elang.
__ADS_1
"No problem sob"balas Elang.
"Terimakasih teman"Freddy menerima segelas minuman dari tangan Elang dan meminumnya secara perlahan.
"Dimana Arumi"tanya Freddy dengan berupaya menekan amarahnya.
"Maaf,gua samasekali tidak mengerti"balas Baskoro tersenyum licik,Bayu menatap tajam dengan mengertakan gigi, tangannya pria itu mengepal.
"Lu jangan mencoba berbohong,bukankah sore tadi lu janjian dengan Arumi"Angel yang sedari tadi diam ikut bersuara.
"Benar,kami janjian di taman kampus,setelah itu kami berpisah,karena gue mendapat telepon dari Rini,bukankah begitu baby"
"Benar sekali,kalian jangan asal nuduh atau mau gue laporkan kalian atas tuduhan palsu"gertak Rini.
"Sudah-sudah sebaiknya urusan ini kita selesaikan saja dengan kepala dingin,sob lu dengar sendiri bukan pria ini memang bertemu dengan wanita yang kalian maksudkan tetapi setelah itu mereka berpisah,artinya pria ini tidak tahu apa-apa jika akhirnya wanita hingga kini menghilang" tutur Elang menengahi.
"Itu tidak mungkin kak,gue yakin b******* ini tau dimana Arumi berada"ujar Angel kepada Freddy ,namun pria itu tidak bisa berbuat apapun,
"Om kami rasa kami tidak perlu melayani hal yang tidak penting ini untuk itu kami ingin segera pulang"Rini melirik kearah Angel dengan menyeringai.
"Baiklah Rin biarkan orang om yang mengantarkan kalian,om minta maaf atas kesalahan ini dan om harap Rini tidak memperpanjang masalah ini"
"Om tidak perlu takut"ujar Rini dengan angkuhnya.
"Terimakasih"ujar Elang,pria itu pun memerintahkan anak buahnya untuk mengantarkan putri tunggal bosnya itu. "Gue tau sob,adik lu begitu kawatir akan hal ini tapi kita harus berpikir secara logika seperti yang gue sebutkan tadi" Ucap Elang lagi.
"Okelah kalau begitu,gue mengucapkan ribuan terimakasih telah membantu ku dan maaf telah merepotkan mu teman"Freddy bangkit dari duduknya.
"Aku tidak pernah merasa direpot kan oleh mu teman jadi jangan terlalu sungkan,jika kamu butuh bantuan kabari segera"Elang menepuk pundak Freddy dan keduanya saling berjabat tangan.
Freddy mengajak Bayu dan adiknya pergi dari tempat itu.
"Tapi kak" Angel yang masih tak terima atas kebohongan Baskoro mencoba menahan sang kakak.
"Angel ayo kita pergi" Freddy menarik perlahan tangan Angel dengan tatapan penuh makna akhirnya Angel pun menuruti perintah kakaknya ,itu meninggalkan tempat itu dengan perasaannya yang masih mengawatirkan Arumi sahabatnya itu.
...****************...
Maaf gaes jika banyak typo atau penempatan kata yang kurang tepat aku harap kalian tidak ilfil ya.
__ADS_1
dukung terus ya gaes.
see you..