Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.69


__ADS_3

...****Membuat cerita tidak segampang membaca untuk itu belajarlah menjadi pembaca yang bijak....


...Menerima kritikan dan saran...


...Tidak menerima komentar jahat atau hujatan....


...jangan lupa vote,like serta comment....


...Happy reading ❤️****...


...****************...


Pasca terjatuh kedalam jurang yang cukup dalam,Arumi terbangun dari pingsan nya selama dua hari ia memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Ada di mana aku sekarang" gumam nya lirih menatap sekeliling ruangan bercat putih dengan tatapan heran.


Ceklek....suara pintu kamar yang terbuka menampakan seorang wanita dengan menampilkan senyuman ramah nya"ternyata non sudah siuman" ujar bik Surti menghampiri Arumi yang menatap nya penuh tanda tanya.


"Oh kenalkan saya Surti pelayan di vila ini,siapa nama mu nona?" bik Surti memperkenalkan dirinya lalu meletakkan napan berisi ramuan obat-obatan.


"Aku Arumi bik, sedang berada dimana aku sekarang bik?"


"Anda berada ditempat yang aman nona"


"Auhhh"Arumi tiba-tiba merasakan sakit pada kaki nya ketika hendak beranjak bangun dari pembaringan nya.


"Jangan bergerak dulu nona,kaki mu masih dalam pemulihan"ujar bik Surti seraya menahan tubuh Arumi untuk tidak bangun dulu.


Arumi menuruti perkataan bik Surti dengan kembali berbaring seperti posisi semula sambil memijit kepalanya yang masih pusing, bik Surti kembali membalurkan ramuan obat tersebut pada kaki Arumi yang mengalami patah tulang akibat terjatuh ke dasar jurang yang curam.


"Terimakasih bik"ujar Arumi begitu bik Surti selesai mengobati kakinya.


"Sama-sama non,jangan banyak gerak dulu bibik permisi ke dapur non" bik Siti bangkit dari duduknya sambil membawa baki berisi ramuan obat ditangannya.


Arumi menganggukkan kepala bik Surti pun beranjak dari kamar melangkah ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi buat Arumi dan majikannya,setelah hampir beberapa menit berkutat di dapur dengan beberapa jenis menu masakan akhirnya semuanya selesai di kerjakan bik Surti lalu segera menyajikan hidangan tersebut di meja makan.


Aroma hidangan yang menggugah selera membuat kedua lelaki yakni Max dan Dexter alias dragon yang sedang berjemur di luar vila menghampiri meja makan yang telah tersaji menu makanan lezat.


"Silakan tuan" sapa bik Surti sambil menarik kursi buat majikannya.


"Terimakasih bik" Balas sang majikan lalu segera duduk di kursi tersebut.


"Tuan wanita itu sudah siuman tuan" bik Surti segera melapor pada majikannya.

__ADS_1


"Benarkah bik lalu bagaimana.keadaannya" ujar lelaki tersebut urung memasukan makanan kedalam mulutnya,sementara max membulatkan matanya lebar mendengarkan bik Surti dengan serius.


"Keadaannya mulai membaik tuan,setelah beberapa hari non Arumi akan segera sembuh tuan"terang wanita tua yang menguasai berbagai pengobatan tradisional tersebut.


"Arumi?' apakah nama wanita itu Arumi bik"Max bertanya memastikan bahwa ia tidak salah dengar.


"Iya den,o iya bibik mau anterin sarapan buat non Arumi bibik permisi tuan,den"


"Silakan bik,tapi setelah itu bibik jangan lupa buat sarapan bik"Dexter mengingatkan bik Surti wanita yang telah lama mengabdi padanya itu.


"Baik tuan" jawab bik Surti singkat lalu kembali ke kamar yang ditempati Arumi untuk mengantarkan sarapan pagi buat wanita malang tersebut.


Setelah menyelesaikan sarapan paginya Dexter dan Max melihat keadaan Arumi yang telah tersadar dari pingsan nya.


Arumi tampak kaget ketika pintu kamar terbuka melihat dua orang pria yang muncul di kamar itu secara tiba-tiba.


"Jangan takut non,mereka lah yang menolong nona" bik Surti seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Arumi.


Arumi yang mendengar apa yang diucapkan wanita paruh baya tersebut mencoba untuk bangkit,namun gerakannya terhenti saat tuan Dexter memberikan isyarat agar Arumi tetap berada posisi semula.


"Tu...tuan terimakasih kalian sudah menolong ku" ujar Arumi sedikit gugup.


"Hem"jawab tuan Dexter singkat dirinya berusaha menutupi getaran yang berbeda saat kelopak indah kedua mata Arumi menatap kepadanya.


Arumi ingin bertanya banyak pada lelaki tersebut namun ia sengaja membatalkan niat nya karena sikap dingin yang di tunjukkan Dexter.


"Max aku mengandalkan mu" Dexter menepuk pundak Max dengan penuh pengharapan.


"Baik tuan" jawab Max tegas lalu segera masuk kedalam mobilnya,mobil mulai bergerak secara perlahan meninggalkan villa, Dexter mengamati mobil Max hingga akhirnya menghilang dibalik tikungan.


****************


Tim SAR dan beberapa penduduk desa melakukan upaya penyelamatan dan pencarian dengan berbagai cara menyisir hutan dan sungai untuk menemukan Arumi,mereka membentuk 4 kelompok.


Tim terpaksa harus dihentikan menimbang hari mulai gelap,tim SAR mendirikan tenda sedangka penduduk desa pulang.kerumah mereka masing-masing,Bayu,Denis dan Sopian memilih ikut bermalam dihutan.


"Apa yang harus kita katakan pada ibunda Arumi gaes"Denis membuka obrolan saat ketiga sahabat itu duduk di tepian sungai.


"Entahlah gua sendiri bingung" ujar Bayu menghela nafas.


"Gua nggak.nyangka bakal gini" Sopian menimpali.


"Apakah Arumi di makan binatang buas bro" Denis menoleh pada Bayu.

__ADS_1


Bayu menatap malas Denis,kepalanya bertambah pusing mendengar pertanyaan dari temannya tersebut,ia segera berdiri dan kembali melangkah masuk ke dalam hutan.


Bayu mencoba menelisik hutan di sekitar tenda pria itu mulai berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan yang menimpa Arumi.


"Apa mungkin yang dikatakan Denis benar,hmmm.......jika benar setidaknya ada perlawanan dari Arumi yang pastinya akan meninggalkan jejak" gumam Bayu menganalisa.


Bayu kembali melakukan pencaharian matanya tertuju pada pohon besar yang berdiri kokoh tak jauh dari tempat nya berdiri ia melangkah mendekati pohon tersebut ia pun duduk dibawah pohon besar itu dengan menyelonjor kan kaki,ia istirahat sejenak untuk melepaskan lelah.


"Tuhan......berikan petunjuk pada kami" ucap Bayu lirik.


"Bro sebaiknya kita kembali ke tenda,hari sudah mulai gelap" ujar Denis yang sengaja menyusul,


Bayu segera bangkit dari tempat duduknya bersama Denis akhirnya ia kembali ke tenda bergabung dengan yang lainnya.


****************


🏵️Kembali di villa tuan Dexter🏵️


Suhu tubuh Arumi mengalami demam tinggi,bik Surti yang mengetahui kondisi tersebut segera membuat kan obat penurun panas untuk Arumi,tuan Dexter yang belum tidur malam itu melihat bik Surti yang berjalan tergopoh-gopoh keluar dari kamar Arumi mengeryitkan kening,rasa heran membuat Dexter menghentikan langkah bik Surti yang hendak menuju dapur.


"Ada apa.bik,mengapa kamu seperti sedang terburu-buru?" tegur pria tersebut.


"Non Arumi mengalami panas tinggi tuan,saya akan membuat ramuan penurun panas"ujar bik Surti menghentikan langkahnya.


"Baik,pergilah kalau begitu"


Wanita melanjutkan langkah menuju dapur setelah sedikit membungkukkan badannya memberi hormat.


Dexter segera kekamar Arumi begitu membuka pintu matanya langsung tertuju pada wanita yang terbaring di ranjang lalu menghampirinya,Arumi tampak menggigil dengan mulut meracau tubuhnya berkeringat.


"Benar sekali tubuhnya sangat panas sekali" gumam Dexter saat menyentuh bagian tangan Arumi.


Dexter menoleh kearah pintu begitu mendengar pintu kamar kembali terbuka,bik Surti muncul dengan ramuan obat yang baru saja diraciknya,wanita itu segera membantu Arumi duduk lalu segera meminumkan obat itu kepada Arumi.


"Dia kenapa,mengapa suhu badannya sangat panas sekali bik"tanya Dexter ingin tahu.


"Lukanya sudah terinfeksi tuan,tapi kita tidak perlu khawatir karena ramuan yang tadi saya buat ampun untuk mengatasi panas tinggi" jawab Bik Surti menjelaskan.


"Bik istirahatlah,malam ini saya yang akan menjaga wanita ini"


Lagi-lagi bik Surti menganggukkan kepalanya lalu melangkah keluar kamar.


...****************...

__ADS_1


"**Gimana gaes sudahkah kalian semua vote, like,dan comment,terimakasih buat yang sudah dan buruan dukung bagi yang belum🙏


See u❤️🤗**.


__ADS_2