Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.15


__ADS_3

Dentuman suara musik begitu keras disalah satu tempat hiburan malam yang cukup ternama di ibukota metropolitan,seorang pemuda kerempeng berbisik kepada pemuda gemuk yang berada disebelahnya, pemuda gemuk tersebut kemudian berlari masuk ke dalam salah satu ruangan khusus untuk memberi laporan penting.


Freddy terus melangkah mengacuhkan tatapan sinis pemuda kerempeng tersebut,begitu sampai disalah satu ruangan khusus Freddy masuk kedalam dengan santai, lelaki paruh baya menyambutnya dengan penuh kehangatan.


"Hey sahabatku lama kita tidak bertemu" ujar lelaki tersebut sambil memeluk Freddy dengan ramah, Freddy membalas pelukan sahabatnya tersebut.


"Silakan duduk sahabatku terimakasih Sudi memenuhi undangan ku" ujar pria tersebut melepaskan pelukannya.


"Terimakasih" jawab Freddy dan segera duduk dengan mata tertuju pada anak muda yang duduk dihadapannya,wanita seksi segera menuangkan minuman kedalam gelas yang berada tepat didepan Freddy.


"Ada gerangan apa yang membuatmu repot - repot meneleponku" ujar Freddy kepada pria yang merupakan sahabat lamanya yang kini sukses dengan menjalankan bisnis haramnya.


"Santai lah sahabatku mengapa harus terburu - buru,kita sudah lama tidak bertemu bukan" ujar lelaki tersebut tersenyum tipis dan mengajak Freddy bersulang kemudian meneguk minumannya secara perlahan untuk menghargai seorang teman lama Freddy dengan terpaksa meladeninya,pemuda yang berada didepannya tampak memandang sinis kepada Freddy ia mulai kesal dengan sang ayah yang memperlakukan Freddy dengan sangat hormat.


"Come on dad,this damn man is making a mess why dad treats him like a god" ucap Niko dengan gaya arogannya.


"Beave yourself!" bentak Albert kepada anaknya.


"Jadi ini anak mu,beruntung hanya bibirnya yang luka,lain kali jika anak mu kembali menganggu gadis tersebut atau keluargaku maka jangan salahkan aku jika anakmu ini berhenti untuk berbicara" ancam Freddy dengan menggenggam erat gelas minumannya dan meneguknya sampai tak tersisa.


"Jadi hanya karena wanita kamu tega menganiaya anakku, ayo lah teman jika hanya wanita dirimu tinggal bilang padaku,aku akan sediakan wanita tercantik di negri ini untukmu teman" ujar Albert menepuk pundak sahabat lamanya tersebut.


"Gadis itu kekasihku,ajari anakmu untuk menghormati wanita bagaimana dia akan menghormati dirimu sedangkan dia sanggup melecehkan wanita yang ia sendiri lahir dari rahim seorang wanita" ujar Freddy bangkit dari duduknya.


"F*ck you" ujar Niko ketus dan.......


Plakkk.............................


Tamparan sangat keras mendarat di pipi Niko, Albert begitu emosi terhadap anaknya dan secara spontan menampar Niko untuk memberi pelajaran,Freddy menatap dan tersenyum sinis pada Niko.


"Ingat bocah ingusan belajar untuk patuh pada orang tuamu" ujar Freddy segera melangkah meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


"Brukkkk..................


Sepasang remaja berlainan jenis yang asik berciuman seolah sudah tidak tahan menahan hasrat menabrak Fredy saat Freddy berada dipintu keluar diskotik dengan spontan Freddy mendorong tubuh anak muda tersebut, walau keadaan ruangan tidak begitu terang namun Freddy dapat melihat dengan jelas ia bisa siapa pemuda yang menabraknya tersebut pemuda itu adalah Baskoro,begitu sayangnya Freddy kepada sang adik sehingga satu persatu ia mengenal teman adik kesayangan nya itu, bahkan ia tahu secara detail apa dan bagaimana kehidupan pribadi teman dari Angel, Freddy berlalu pergi membiarkan kedua remaja tersebut melanjutkan aktivitasnya.


Sebelum memutuskan kembali ke apartemen miliknya terlebih dahulu Freddy pulang kerumahnya untuk memastikan gadis kecil kepala batu tersebut tidak membuat ulah,melihat sang adik tidak berada diruang televisi ia segera masuk kedalam kamar sang adik tampa permisi Freddy menerobos masuk kedalam kamar sang adik.


"Hei dasar nggak sopan lu main nerobos masuk kedalam kamar gue!" gerutu Angel kesal terhadap abangnya, Freddy merampas handphone milik Angel tanpa memperdulikan sungut sang adik.


"Apa - apaan sih lu!" seru Angel semangkin kesal Freddy segera mengecek handphone milik adiknya tidak ditemukan sesuatu yang aneh Freddy segera mengembalikan handphone sang adik.


"Gua pikir lu tidak menonton drakor di televisi lu nonton yang aneh - aneh dihandpone lu" ujar Freddy tersenyum dan mengacak rambut sang adik"


"Dasar saiko lu,lu pikir gue cewek apaan Karto!" sarkas Angel dengan menyebut nama Freddy dengan panggilan nama tersebut dan Freddy tidak pernah marah pada adiknya yang menyebutnya dengan panggilan tersebut.


"Btw lu sudah makan malam belum" ujar Freddy kepada gadis tersebut.


"Gue bete nih Karto,hari gini gue malming sendirian,kalau Arumi gue tau tu anak pasti diem dirumah membantu nyokap nya,eh si Khalista malah sibuk nggak tau kemana,tadi siang tu anak telepon bilang ke gue lagi suntuk dan janji mo nginep disini,tapi ujung - ujungnya malah ngilang nggak tau kemana" ujar Angel malah curhat pada abangnya.


"Wait - wait,gue penasaran Karto"ujar Angel ingin masuk kembali kedalam kamar, berniat untuk mengambil handphone miliknya yang masih berada didalam kamar.


"Apa lagi sih,lu penasaran dengan siapa" ujar Freddy masih tetap menarik tangan Angel.


"Khalista" Karto biasanya tu anak paling sangat jika main kemari secara tu anak naksir lu Karto" ucap Angel dengan wajah tampak serius.


"Sudahlah kali aja tu anak lagi pengen sendiri" ujar Freddy segera duduk dan mengambil piring yang sudah tersedia dimeja makan.


"Eh Karto gue mo nanya ke elu,emang lu nggak punya perasaan gitu dengan sahabat gue" ucap Angel ingin tahu.


"Sudah segera makan, gua lagi banyak urusan nih,jangan banyak nanya mumpung gua temenin makan jadi sebaiknya lu makan aja jangan dipikirin masalah Khalista ok" ujar Freddy segera mengambil menyendok kan nasi ke piring adiknya.


Mereka pun mulai makan tanpa membahas tentang Khalista,setelah selesai menemani sang adik makan Freddy segera menuju ke apartemennya.

__ADS_1


Begitu sampai di apartemen miliknya, Freddy masuk kedalam kamar apartemen ia mendengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi, Freddy duduk di sofa dan menyalakan televisi,sesaat kemudian Khalista keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan kimono milik Freddy yang kebesaran ditubuh mungilnya.


"Kamu sudah kembali mas,maaf mas aku pinjam bajumu tanpa permisi terlebih dahulu" ujar Khalista menghampiri Freddy dengan malu - malu.


"Mulai sekarang kamu bebas kok mengunakan sesuatu yang ada disini karena sekarang kamu kan kekasihku" ujar Freddy segera menarik tangan Khalista dan membawa tubuh mungil tersebut masuk kedalam pelukan Freddy wangi harum aroma tubuh Khalista yang mengunakan sabun aromaterapi memancing libido Freddy,menghadirkan hasrat untuk bercinta malam ini,jantung Khalista berdegup tak beraturan dan itu disadari oleh Freddy.


"Sayang kamu kapan berangkat keluar negri" ujar Freddy mencoba menciptakan suasana nyaman bagi Khalista.


"Secepatnya mas, Deddy sedang mengurus segala sesuatu nya,emang kenapa mas" jawab Khalista menatap Freddy dengan penuh tanya dihatinya.


"Arumi sahabatmu juga kan,kamu sayang kepadanya bukan" ujar Freddy sambil mengusap pundak kekasihnya tersebut,Khalista menganggukkan kepalanya dengan masih menatap Freddy seksama.


"Sebelum kamu berangkat kami harus menasehati agar Arumi menjauhi pacarnya itu,lelaki tersebut tidak cocok buat Arumi" ujar Freddy datar,membuat Khalista penasaran.


"Kenapa mas mengatakan demikian,memangnya mas bertemu dengan Baskoro dan apa yang sedang Baskoro lakukan " ucap Khalista mencerca berbagai pertanyaan kepada Freddy karena rasa penasaran terhadap kata - kata kekasih nya tersebut.


"Tadi mas berpapasan saat mas ke diskotik tadi, Baskoro sedang bermesraan dengan seorang gadis dan itu teman sekolah kalian juga namanya Rini"ujar Freddy namun Khalista tidak terkejut dengan informasi yang disampaikan Freddy dirinya sebelumnya sudah mempunyai filing bahwa ada sesuatu yang telah terjadi antara Baskoro dan Rini sehingga Baskoro tidak sekalipun mengangkat panggilan telepon dari Arumi saat mereka di puncak kemarin,yang membuatnya penasaran Khalista justru kenapa Freddy ke tempat hiburan malam dan siapa gerangan yang ditemui oleh Freddy.


"Mengapa mas ke diskotik tadi,apakah pacar mas meminta agar mas menemuinya di sana?" ujar Khalista mengerucutkan bibirnya ia kecewa pada Freddy, perubahan raut wajah Khalista yang menggambarkan bahwa gadis tersebut sedang cemburu membuat Freddy tersenyum dan sengaja menggoda kekasihnya tersebut.


"Kamu cemburu sayang" ujar Freddy tersenyum,Freddy menyentuh dagu Khalista mengarahkan wajah gadis tersebut menghadap ke wajahnya, Khalista yang terlanjur cemburu menepis tangan Freddy.


"Aku pulang saja mas,mas kembali saja ke sana" ujar Khalista melepaskan pelukan Freddy dan mencoba bangkit dari duduknya,namun Freddy segera menahan Khalista.


"Kenapa mas harus kembali ke sana sedangkan ada bidadari cantik yang sekarang ada dihadapan mas" ujar Freddy membuat Wajah Khalista seketika memerah seperti tomat.


"Modus kamu mas" ucap Khalista dan membalikkan tubuhnya membelakangi Freddy.


"Dengarkan mas sayang,mas tadi kesana atas undangan teman lama dan itu seorang laki - laki,dan untuk menceritakan sesuatu bisnis kedepannya,percayalah sayang mas tidak pernah membawa wanita manapun ke apartemen ini selain dirimu,tau kenapa karena jujur mas akui saat mas melihatmu mas jatuh cinta kepadamu sayang" ujar Freddy membalikkan tubuh mungil Khalista, Sesaat mereka saling bertatapan,Khalista yang baru pertama kali dekat dengan seorang lelaki tentu saja tidak sanggup menatap Freddy lebih lama saat Freddy mulai mendekatkan wajahnya Khalista memilih memejamkan kedua belah matanya.


Bersambung

__ADS_1


hai readers jangan terus ikuti ceritaku ya☺️ dan jangan lupa tinggalkan jejak like dan vote kalian 👌 Ats support yang diberikan author ucapkan ribuan terimakasih 🙏


__ADS_2