Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.84


__ADS_3

**Pembaca yang bijak selalu menghargai karya seseorang, ia pasti tahu membuat cerita tidak segampang dirinya membaca!"


Dan pembaca bijak tidak akan berkomentar jahat dengan cara menghujat!"


Silakan anda baca jika suka jika tidak silakan lakukan kegiatan yang bermanfaat, ucapan mu mencermin kan kepribadian mu!"


Terimakasih.


Happy reading ❀️**


...****************...


Angel datang ke kampus saat jam kuliah pertama telah selesai,dari jauh wanita tersebut melihat Baskoro bergandengan tangan tangan bersama Rini menuju rooftop.


Angel menatapnya dengan dengan penuh kebencian,sebenarnya jika tidak karena Arumi ia tidak ingin melihat atau pun berbicara pada pria yang tak punya perasaan itu.


Angel mengikuti Baskoro menuju keruang yang mirip ruang untuk bersantai,matanya menatap jijik pada dua sosok yang tengah membelakanginya,pria tersebut tampak merangkul mesra pinggang si wanita kedua sosok itu saling menempelkan bibir mereka dengan penuh gairah.


"Woi mesum jangan di kampus dasar gak ada akhlak"tegur Angel membuat pasangan tersebut kaget buru-buru menghentikan aktivitasnya.


"Lu ngapain ngikuti kita,gak ada kerjaan apa" ujar Rini sinis.


Angel sama sekali tidak mengubriys ucapan sm ucapan Rini,dirinya segera menarik tangan Baskoro dengan kasar.


"Hei lu apa-apaan sih!"Rini berusaha melepaskan tangan Baskoro.


"Lu diam jangan ikut campur!" sarkas Angel.


"Lu jangan teriak,segitu gak laku nya lu ya pacar orang main di embat aja"


"Apa lu bilang,apa gue gak salah dengar tu,yang tukang embat pacar orang tu lu bukan gue"ucap Angel dengan melepas tangan Baskoro ia mendekati Rini dengan tatapannya penuh amarah.


"Dengar ya,jika di atas dunia ini hanya tinggal satu pria dan itu dia gue ogah naksir ngerti lu!" bentak Angel membuat Rini diam tak berkutik.


"Ada apa,lu perlu sama gua" ujar Baskoro yang dari tadi hanya diam saja.


"Bener dan ini mengenai Arumi"Balas Angel Ketus.


"Kalau begitu kita ngobrol di taman saja" jawab Baskoro menatap Angel,wanita tersebut diam lalu melangkah pergi.

__ADS_1


"Honey...."


Baskoro mengarahkan tangannya pada Rini membuat wanita tersebut tidak menerus kan kalimat nya Baskoro pun melangkah pergi mengikuti Angel menuju taman.


"Ck.....sial"decak Rini melangkah meninggalkan rooftop dengan kesal.


Disekitar taman tampak sepi karena memang jam-jam segini saatnya para mahasiswa sedang mengikuti jadwal kelas mereka masing-masing,keduanya duduk di sebuah bangku panjang di sana.


"Sebenarnya ada apa Ngel" Baskoro membuka pembicaraan lebih dulu.


"Arumi sedang sakit saat ini dan itu semua karena lu,lu udah tega mempermainkan perasaannya"Ujar Angel menatap sinis Baskoro lelaki tersebut menundukkan kepala dengan merapatkan bibirnya.


"Kenapa lu diam ha,hanya karena Rini mampu memberikan mobil lu tega menghianati Arum lu gak punya harga diri Bas"ucap Angel menyeringai.


"Stop Ngel,lu gak punya hak berbicara seperti itu ke gua,ini hidup gua lu gak seharusnya ikut campur" ujar Baskoro dengan rahang mengeras.


"Lu lupa ya,gue sahabatnya Arum jadi siapa pun yang menyakitinyya jadi urusan gue dan lu apakah lu tersinggung dengan ucapan gue barusan?" lalu julukun apa yang pas buat orang yang bisa di beli dengan materi"ujar Angel tidak memperdulikan Baskoro bakal marah dan semangkin emosi kepadanya.


"Asal lu tau,gua dan Rini gak ada hubungan spesial kami cuma berteman karena aku bekerja pada deddy Rini sekarang untuk....."


"Hahaha" Angel sukses meledak kan tawanya,Baskoro tertegun dan menghentikan ucapannya.


"Jadi lu telah membocorkan pada Arum saat lu memergoki gua dan Rini di hotel waktu itu"


"Percuma jika gue bilang ke Arum karena apa,Arumi cinta mati ke lu jadi dia bakal tidak mempercayainya jika bukan mata kepalanya sendiri yang lihat"


"Lu percaya ke gua Ngel gua tidak seperti apa yang lu atau orang lain pikirkan tentang gua" Baskoro berupaya mengelak atas tuduhan yang di tujukan pada dirinya.


"Lu gak perlu jelasin ke gue karna bagi gue itu gak ngaruh buat gue,hanya satu lu perlu ingat jika lu nyakitin Arum lagi lu bakal berhadapan dengan abang gue,ingat itu"ujar Angel segera berlalu pergi,dirinya sudah mulai enek lama-lama ngobrol dengan pria tersebut.


"Sial!" umpat Baskoro tampak menendang sesuatu dengan rasa kesal.


"Hei-hei lu ngapain Brother,kalah taruhan lu ya" sapa Faisal dengan cengegesan.


Baskoro kembali menghempaskan bokongnya pada bangku panjang tersebut dengan tangan yang terkepal kuat matanya memerah menyimpan emosi di dalamnya,Faisal menatap Desta seolah meminta jawaban atas sikap Baskoro namun pria tersebut mengangkat kedua bahunya.


"Ada apa sih bro seperti nya cukup serius"Desta menepuk pundak Baskoro,ia lalu duduk dibangku tersebut.


"Ada yang resek bro,ternyata gua deketin Rini sudah jadi gosip di kampus ini"ujar Baskoro dengan sisa emosi nya.

__ADS_1


"Ngapain di pikirkan yang penting lu Fun,omongan orang jangan di tanggapin bro anjing mengongong kafilah berlalu"ujar Desta memberi saran sahabatnya.


"Bener Brother,mereka semua bisanya cuma gosip lalu mengintimidasi,tapi mereka sama sekali gak perduli kalau kita susah kayak yang pada bener aja tuh orang"Imbuh Faisal mengutarakan pendapat Nya.


"Sudahlah kita cabut aja bro,daripada mikirin hal-hal yang gak penting mending kita ke basechamp happy-happy ya gak bro" Desta menoleh meminta dukungan pada Faisal.


"Yoi bro gua setuju" jawab Faisal dengan semangat,Baskoro akhirnya mengikuti saran kedua temannya ia lalu bangkit dari duduknya namun ucapan Angel yang terkesan mengancam masih terngiang-ngiang ditelinganya.


Baskoro melemparkan kontak mobilnya pada Desta, pria tersebut segera menyambutnya dan mobil pun segera melaju membelah jalanan menuju basechamp tempat mereka sering ngumpul bareng


Suasana hati Baskoro benar-benar bad mood ditambah dirinya mengetahui bahwa Arumi melihat nya malam tadi dirinya bersama Rini,ia segera mengeluarkan benda pipih dari sakunya lalu mengirimkan pesan pada Arumi.


☘️


Entah sudah berapa lama Arumi hanya diam duduk bersila sambil menopang dagu,matanya tertuju pada photo Baskoro yang berada pada benda kotak yang saat ini berada di genggaman tangannya.


Hatinya lagi-lagi bersedih saat memikirkan kejadian tadi malam,ia masih belum percaya kekasihnya tega membatalkan kencan nya tanpa memikirkan perasaannya dan seenaknya jalan dengan wanita lain yaitu Rini.


Matanya yang sembab seketika melebar saat sebuah pesan masuk pada benda pipih tersebut,jarinya segera mengulirkan layar handpone milik nya dan berhenti pada sebuah aplikasi whatsapp lalu segera membuka isi pesan dari kekasihnya.


"Sayang bagaimana keadaan mu saat ini,mas begitu khawatir saat Angel mengatakan bahwa kamu sakit yank"


"Mas minta maaf telah membatalkan kencan kita malam tadi"


"Mas terpaksa menemani Rini untuk membeli sebuah kado buat nyokapnya"


"Dan dirimu tahu sejak dulu Rini terobsesi pada mas,tapi percaya lah dihati mas hanya ada kamu yank,nanti mas akan jelaskan semuanya"


"Sebagai gantinya bagaimana jika malam nanti ketemuan"


Arumi menghela nafas pendek setelah membaca isi pesan yang dikirim kekasihnya itu,dalam hati ia berharap besar apa yang dikatakan oleh pujaan hatinya benar adanya.


...****************...


**Makasih buat kalian semua yang tetap stay dan memberikan dukungannya selama ini.


Mumpung ada ide aku up lagi malam ini.


Sekali lagi jangan lupa klik vote,like dan comment nya ya gaes serta pencet favorit πŸ‘ŒπŸ€—.

__ADS_1


see you next partπŸ˜˜πŸ‘‹**


__ADS_2