Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.98


__ADS_3

**Halo apa kabar gaes,mohon maaf baru bisa up hari iniπŸ™πŸ™πŸ™.


Aku ucapkan terimakasih buat kalian semua yang setia mendukungku kali ini aku kembali mengharap dukungan kalian.


Vote,like serta komen dari kalian semua juga rate bintang limanya dan gift dari kalian adalah salah satu penyemangat buat aku.


Jangan lupa ya gaes buruan klik dukungannya ya.


Happy reading πŸ€—.


...****************...


Tiga hari kemudian


Tidak mau membuang waktu lebih lama Rini lagi-lagi menagih janji Baskoro yang menyanggupi syarat yang ia berikan kemarin.


"Ternyata kamu disini honey,aku nyari kemana-mana juga"ujar Rini cemberut dan menghempaskan tubuh disamping Baskoro yang sedang berada di rooftop bersama kedua temannya,pria yang ia maksud hanya menyunggingkan senyumannya dengan tangannya yang tampak sibuk menyibakkan helaian rambut coklat kemerahan yang menutupi dahi Rini.


"Tikus got kali dicari kemana-mana"celetuk Aldy tersenyum smirk.


"Huuu orang lagi bete lu sempat-sempatnya bercanda,dasar gak punya hati lu Al"Rini mencibir kesal pada Aldy yang terkesan mengejek.


"Punya Rin,Aldy punya hati kok tapi hati kerbau mangkanya gak peka"timpal Faisal cengegesan semua yang mendengar terkekeh.


"Santai aja lagi Rin gak usah pake marah gitu,entar hilang cantiknya"Aldy mengedipkan mata pada Rini.


"Lu jangan coba nyari kesempatan tau"ujar Baskoro dengan menoyor kepala lelaki itu,seketika wajah Rini bak udang rebus memerah melihat lelaki yang ia cintai cemburu.


"Yaelah jangan sewot donk brother gua gak suka nikung"balas Aldy dengan wajah tak bersalah.


"Sudah-sudah buruan gih Sono kalian pergi,ganggu aja"usir Baskoro.


"Ngusir nih"ucap Ardy.


"Yaudahlah,mereka butuh waktu berdua tuh,yuk kita pergi aja"ucap Faisal menyeret Aldy,Baskoro mengacungkan jempol keatas mengucapkan terimakasih pada Faisal.


"Tadi katanya nyari sekarang malah diam aja,memangnya kenapa sih Baby"tanya Baskoro setelah kedua temannya enyah dari tempat itu.


"Jangan pura-pura amnesia deh" ujar Rini kesel.


"Apaan sih baby gak usah muter-muter napa"


"Hmmm....oke fine jadi kapan rencana itu dilaksanakan"


"Owh masalah itu tenang saja,sore ini kami telah janjian buat ketemuan"ujar Baskoro dengan satu tangan menggenggam jemari Rini.


"Awas jangan pernah macam-macam honey,I'm watching"


"This time I'm serious baby, (kali ini serius sayang)"


"I hope so (aku harap begitu)"ujar Rini percakapan keduanya terhenti saat ketiga Bestie Rini menghampiri mereka.

__ADS_1


☘️


Jam sudah menunjukkan pukul 3.30 kampus mulai sepi hanya beberapa mahasiswa yang masih sibuk dengan aktivitasnya,termasuk Arumi.


Arumi pun keluar dari ruang perpustakaan menuruni anak tangga satu persatu,ia pun memutar matanya menatap sekeliling kampus mencari sosok Baskoro.


"Rum gimana kamu udah kelar bukan?" yuk buruan pulang gue bener-bener ngantuk nih,habis malam tadi Bayu ngajak ngobrol lama banget,mana harus bangun pagi lagi"ujar Angel langsung mengandeng lengan sahabatnya itu.


"Mesti ya chatingan sampai larut gitu, secara Kalian setiap hari ketemuan di kampus,atau jangan-jangan kalian......"Arumi menggantung ucapannya, menatap Angel penuh tanya.


"Ish apaan sih,cuma ngobrol doang gak lebih"Angel mengalihkan telunjuk Arumi yang mengarah padanya dengan cemberut.


"Are you sure?" Arumi mengangkat alisnya.


"Beneran gue gak mungkin bohong ke lu beb"


"Syukurlah,gue seneng dengarnya Ngel,jangan sampai seperti gue"Arumi menundukkan kepala,ia kembali bersedih dengan apa yang telah terjadi kepada dirinya.


"Rum lu yang sabar ya,lu jangan takut menghadapi semua,gue dan juga Khalista akan selalu ada buat lu"Angel mengusap punggung Arumi memberi kekuatan pada sahabatnya itu.


"Thanks buat semuanya beb,gue akan selalu kuat karena ada lu dan Khalista bersama gue,cuma gue gak tahu apakah setelah ini gue masih bisa tetap berada di kampus ini"Arumi menatap sekeliling kampus dengan tatapan putus asa.


Angel merasa begitu iba pada Arumi ia merengkuh sahabatnya itu dengan mata berkaca-kaca"Udah dong beb nanti jadi bahan perhatian yang lainnya,soal itu gue percaya lu pasti bisa melanjutkan pendidikan lu,gue akan selalu dukung lu beb" ujar Angel melepaskan pelukannya.


"Sekali lagi terimakasih beb"Arumi segera mengusap air matanya yang mulai luruh dan mencoba tersenyum.


"Nah gitu donk,yuk kita pulang"balas Angel dengan tersenyum.


"Sori beb,lu pulang duluan aja,gue udah janjian sama Baskoro buat ngobrolin kelanjutan masalah kami,gapapakan beb"


"Aamiin,semoga"Arumi kembali mengulas senyum disudut bibirnya dan membalas lambaian tangan Angel.


Setelah Angel berlalu Arumi segera mencari kembali sosok Baskoro namun samasekali ia tak bisa menemukan sosok pria itu,ia pun segera mengeluarkan benda pipih panjang dari dalam tasnya.


"Drrttt.....drrttt........drrttt.


Suara dering ponsel yang bergetar terus menerus memaksa Baskoro mengeluarkan benda kotak tersebut dari dalam sakunya,lalu mengarahkan pandangan pada layar ponselnya.


"Apakah cewek kampung itu?" Rini langsung bertanya pada Baskoro tampa melihat siapa yang sedang melakukan panggilan pada lelaki kesayangannya itu, Baskoro tampak menganggukkan kepalanya.


"Honey buruan angkat dong"perintah Rini, dengan menghela nafas pasrah segera menekan tombol hijau melaksanakan titah dari Rini.


Baskoro:"Iya Rum, kamu dimana lama banget"


Arumi:maaf mas aku tadi sebentar ke perpus,sekarang udah selesai kok,mas dimana?"


Baskoro:kamu tunggu mas diparkiran,bentar lagi mas nyusul.


Baskoro matikan sambungan teleponnya secara sepihak setelah memintanya untuk menunggu,Rini tampak memberikan bungkusan pada lelaki tersebut yang dengan segera lelaki itu pun menerimanya lalu memasukannya kedalam tas miliknya.


"Ok baby, sepertinya aku harus pergi sekarang"Baskoro bangkit dari duduknya yang dibalas anggukan kepala oleh wanita disampingnya.

__ADS_1


Baskoro berlalu pergi mempercepat langkahnya,meninggalkan rooftop dimana ia dan Rini merencanakan sesuatu pada Arumi.


Begitu tiba parkiran lelaki itu telah melihat Arumi berdiri disana ia pun segera menghampirinya dengan menyunggingkan seulas senyuman begitu pula dengan wanita itu.


Mereka segera pergi meninggalkan areal kampus tanpa ada obrolan yang keluar dari keduanya,begitu tiba disebuah cafe Baskoro menghentikan Black SUV miliknya,lalu turun dari dalam mobil yang diikuti Arumi,lelaki itu tampak mengandeng tangan wanita tersebut lalu masuk kedalam cafe.


Seorang pelayan cafe menghampiri meja yang mereka duduki,dengan secarik kertas kecil dan pena ditangannya menyapa keduanya dengan ramah.


"Sayang kamu mau pesan apa?"tanya Baskoro dengan mata tertuju pada daftar menu.


"Aku samain aja sama kamu mas"


"Steak dan jus jeruk"tawar Baskoro,Arumi pun tersenyum sambil menganggukkan kepala,lalu Baskoro memesan makanan dan minuman pada pelayan yang menghampiri meja mereka.


"Hmmm...gimana mas, apakah sudah memberitahu kedua orang tua mas tentang kita?"


"Oh u..udah kok cuma belum secara keselurahan,mas ingin menyampaikan secara step by step agar ortu yang down,kamu sabar ya sayang"jawab Baskoro berbohong.


"Arumi mengangguk"iya mas aku mengerti"


Baskoro meraih tangan Arumi dan sekilas mengecupnya"Terimakasih ya sayang"Arumi lagi-lagi hanya mengangguk dan tersenyum.


"Mas aku ke toilet bentar ya"Arumi pamit pada kekasihnya itu.


"Mau mas anterin?"


"Gak usah mas"jawab Arumi grogi lalu beranjak melangkah menuju toilet dengan buru-buru.


"Ini saat yang tepat,maafin aku Rum aku terpaksa melakukannya"ujar Baskoro berbisik dalam hati.


Lelaki itu segera membuka tas miliknya lalu mengeluarkan bungkusan dari dalam tas,sesaat ia melihat arah dimana menuju toilet dengan cepat ia lalu memasukkan bungkusan tersebut kedalam tas milik Arumi dan kembali merapikan tas milik Arumi agar tidak menimbulkan kecurigaan sedikitpun.


Tanpa Baskoro sadari ada sepasang mata tengah mengawasi gerak-geriknya.


"Bos sepertinya pria itu ada niat tidak baik pada wanita tersebut bos,pria itu memasukkan bungkusan kedalam tas milik wanita itu"ujar pria tak dikenal tersebut memberi laporan melalui ponsel milik pria itu.


"Sudah ku duga,biarkan jangan bertindak apapun juga"ujar Dexter alias Dragon pada anak buahnya itu dengan tersenyum smirk, dirinya sengaja membiarkan Baskoro mencapai tujuannya hingga Arumi dengan sendirinya begitu membenci pria itu bahkan ingin membunuh pria itu dengan tangannya sendiri.


"Baik bos"sambut pria tadi dengan mata masih tertuju pada Baskoro.


Arumi kembali menuju mejanya,Baskoro dengan cepat segera menarik kursi dan mempersilakan Arumi duduk.


"Makasih mas"Arumi menyunggingkan seulas senyumnya yang teramat manis,ia merasa benar-benar tersanjung oleh perlakuan lelaki yang sangat ia cintai itu.


"Sama-sama sayang"jawab Baskoro dengan mengecup pucuk kepala Arumi mesra.


Tak lama kemudian pelayan tersebut kembali dengan napan berisi makanan dan minuman yang dipesan,Arumi dan Baskoro tidak berbicara apapun lagi,untuk beberapa saat mereka tampak sibuk dengan makanannya masing-masing.


...****************...


Bagaimana gaes ceritanya gantung ya,aku sengaja buat kalian semua penasaran dan semangat buat lanjut pada part berikutnya hehehe.

__ADS_1


Sebelum lanjut VOTE,LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPAAAβ™₯️.


Stay here guys and see u😘😘😘**


__ADS_2