Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps,65


__ADS_3

...,****lagi semangat"nya ne readers tercinta....


...untuk hari ini,ini yang ke-2 kalinya aku up😊....


...Yuk kepoin terus dan jangan lupa Vote,like dan komentar nya ya**...


...Happy reading ❤️...


...****************...


Suara handphone yang berdering membuat Alvaro dengan cepat merogoh kantongnya dan mengeluarkan benda yang bersuara,begitu mengetahui siapa yang meneleponnya dengan cepat ia segera menerima panggilan tersebut.


Alvaro tampak kecewa,penggerebekan yang ia pimpin disebuah gedung tua yang di sinyalir sebagai tempat transaksi narkoba akhirnya urung sebab berdasarkan info dari seorang mata-mata pergerakan mereka telah pun di ketahui oleh tersangka,sehingga pelaku sengaja membatalkan transaksinya.


Alvaro akhirnya mengintruksikan semua anggotanya kembali ke markas kepolisian.


****************


Di tempat dan diwaktu yang berbeda Dragon akhirnya memutuskan untuk mengikuti saran Max, Lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah dan berotot itu memilih menghilang sementara waktu dan menghentikan aktifitas nya dalam peredaran narkoba.


Hal tersebut membuat Niko berada di atas angin,dengan menghilangnya Dragon para ketua geng mafia lainnya menganggap Dragon hanyalah seorang pecundang.


Niko menjadi satu-satunya pimpinan kepala geng mafia yang beroperasi di kota yang tak pernah ada matinya tersebut,Niko menjadi sosok yang sangat disegani sekaligus ditakuti saat ini.


****************


🏵️ untuk sementara waktu yuk reader kita beralih ke cerita Arumi🏵️.


Begitu jam kuliah berakhir Angel yang melihat Bayu dan teman-temannya yang sedang asik ngobrol di kantin kampus segara menarik Arumi dengan berjalan terburu-buru menghampiri Bayu dan kawan-kawan.


"Wah asik banget kelihatannya nih" sapa Angel pada Bayu yang sedang mengutak-atik kameranya.


"Eh iya nih yank,esok lusa kami berencana untuk camping" ujar Bayu tersenyum sumringah begitu melihat kehadiran Angel dan Arumi,Arumi berdehem sambil menyikut lengan sahabatnya itu,Angel hanya ber-oh ria menanggapi ucapan Bayu berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang seperti udang rebus.


"Cie adem rasanya di panggil yank"ucap Arumi tersenyum lebar,Angel membalas menyikut lengan Arumi dengan mata melotot ke arah Arumi,Arumi semangkin niat buat ngerjain Angel.


"Mas kamu tadi Kemana aja sih,ada yang gelisah lho karena ayang beb nya nggak kunjung menampakkan diri" seloroh Arumi lalu duduk tepat di dekat Bayu dengan menggeser posisi Angel yang awalnya berdiri di dekat Bayu.


"Benarkah,gua kok merasa tersanjung ya,kira-kira siapa sih cewek itu Rum" Bayu meladeni candaan garing Arumi sambil melirik ke arah orang yang mereka maksud,Angel melengos dengan bibir mengkerucut.


"Eh gaes gimana jika kalian berdua ikut,pasti seru" tawar Denis yang disambut wajah gembira dari Angel yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Iya lagian besok lusa kan weekend gaes" ujar Ruslan menimpali.


"Boleh banget!" jawab Angel spontan dengan penuh semangat,semua mata tertuju pada Angel mereka sedikit kaget karena Angel menjawab dengan sedikit keras menyadari hal itu Angel segera mengalihkan fokus yang lainnya dengan segera memanggil ibu Rosma pemilik kantin.


"Gimana kalau lu Rum" ujar Denis beralih menoleh ke arah Arumi dan kini semua mata tertuju pada Arumi.


"Lihat nanti ok" jawab Arumi datar lalu ikut memesan makanannya.


"Usahakan bisa donk Rum,nggak mungkin Angel cewek sendirian" bujuk Sofian.


"Hmmm......." Arumi tampak bingung ia tampak sungkan namun Arumi juga tidak berani untuk berjanji.


"Arumi pasti ikut kok kalian tenang aja ok" potong Angel dengan sangat yakin.


"Nah gitu donk baru asik namanya,dan lu bisa ajak Baskoro Rum,mangkin rame mangkin seru" tandas Baskoro.


Saat Bayu dan yang lainnya terlibat obrolan santai Nofan kebetulan lewat hendak mengisi perutnya,mereka saling pandang sesaat Bayu segera mengarahkan pandangannya pada kameranya dengan berpura-pura tidak melihat kehadiran Nofan termasuk yang lainnya,mereka sengaja menjauhi Nofan setelah mengetahui perilaku buruk Nofan yang hampir saja bertindak tidak senonoh pada Arumi, Nofan sengaja mengurungkan niat untuk mengisi perut lelaki tersebut berbalik badan meninggalkan kantin.


"Apakah kita tidak kelewatan" Sofian bertanya pada yang lainnya.


"Tidak,alasan kita cukup tepat menjauhi orang yang memiliki pikiran culas seperti Nofan"tegas Denis yang di aminin oleh Bayu.


"Beb you are okay?" Angel melihat Arumi yang tampak sedang melamun segera bertanya.


"Yes i' m fine" ujar Arumi datar.


"Oke kami cabut dulu ya,smg lu bisa ikut dengan kami Rum" ujar Bayu bangkit dari duduknya sambil mengusap pucuk kepala Angel,lelaki itu dan kedua temannya segera berlalu pergi menuju kelas untuk mengikuti mata kuliah mereka.


"Yuk kita pulang beb" Angel segera memanggil pemilik kantin untuk membayar makanan yang mereka pesan,pemilik warung pun menghampiri kedua wanita tersebut.


"Iya neng ada apa?'ucap buk Rosma bertanya.


"Berapa bik buat makanan yang kami pesan"


"Udah di bayar atuh neng geulis sama mas Bayu nya"


"Owh udah ya bik,makasih jika begitu"


Angel segera menyandang tasnya dengan senyum-senyum sendiri,Arumi menatap heran dan bermaksud mencari tahu kenapa tiba-tiba Angel senyum-senyum sendiri.


"Lu kesambet penunggu kantin ya beb,atau jangan-jangan lu sedang panas tinggi"ujar Arumi lalu menempelkan telapak tangannya pada kening sahabatnya itu,Angel buru-buru menepis tangan Arumi.

__ADS_1


"Lu apa-apaan sih Rum,nggak bisa lihat temen seneng" sungut Angel.


"Seneng kenapa beb,kerena lu mau camping dan bersama Bayu gitu ya,atau jangan-jangan lu lagi mikirin sesuatu yang jorok ya" ujar Arumi menyelidik.


"Ah lu Rum selalu menilai negatif ke gue,nggak asik lu"ujar Angel pura-pura cemberut.


"Canda beb,lu sensi amat" Arumi segera merangkul pundak sahabatnya tersebut senyuman mengembang dibibir keduanya,kedua sahabat itu melangkah beriringan sambil saling rangkul berjalan melalui koridor kampus,tiba-tiba keduanya terpaksa menghentikan langkah mereka ketika melihat Nofan yang sudah berdiri tegak di hadapan mereka.


"Minggir kami mau lewat" ujar Angel ketus.


"Rum ada yang ingin gue sampai kan ke elu,kasih gue waktu please" ujar Nofan dengan tak menghiraukan ucapan Angel.


"Hei lu punya kuping budeg ya!" gue bilang minggir ya minggir donk,memangnya lu punya rencana apa lagi si dengan sahabat gue, memangnya salah apa Rumi ke elu ha" cerca Angel.


"Maaf Angel gua nggak punya niat buruk pada Arumi gue hanya mengatakan sesuatu,gua janji setelah ini gua bakal tidak akan pernah mendekati kalian please gue mohon" ujar Nofan dengan raut wajah memelas.


Arumi menatap pada Angel lalu mengedipkan kedua matanya yang berarti memberi kesempatan Nofan untuk menyampaikan sesuatu.


"Baik gue akan biarkan lu tapi tidak pake lama dan lu bicaranya disini aja gua yang akan pergi" ujar Angel melangkah pergi namun dari jarak yang tidak terlalu jauh Angel menghentikan langkahnya dan mengawasi semua gerak-gerik Nofan.


"Rum maafin gue atas kejadian kemarin,gue nyesel Rum,gue khilaf hanya gara-gara uang gue berbuat buruk ke lu"


"Uang, maksud lu apa Fan" Arumi mengernyitkan kening, dirinya sama sekali tak mengerti akan arah pembicaraan Nofan.


"Gua silau dengan uang yang ditawarkan Rini saat itu hingga gua bersedia melakukan perintah Rini,gua nyesel Rum dan karena kebodohan yang gua lakukan kini gua harus kehilangan sahabat-sahabat terbaik gua" tampak raut penuh penyesalan pada Nofan namun nasi telah menjadi bubur meskipun masih bisa dimakan namun rasanya akan tetap berbeda ia harus menerima segala konsekuensi nya untuk saat sekarang Nofan hanya membutuhkan agar Arumi bersedia maafkan nya.


"Gue sudah lupain semuanya Fan,smg ini adalah yang terakhir kalinya dan gue terima permintaan maaf lu.


"Terimakasih Rum"


"Hanya satu.yang gue ingin tahu alasan apa yang buat Rini segitunya ke gue "


"Secara pastinya gua nggak tahu Rum,yang gua tangkap Rini menyukai Baskoro"


"Baik dan terimakasih atas informasinya" ucap.Arumi dengan melangkah pergi.


****************


...** **makasih yang udah mampir dan udah vote,like dan favorit nya 🙏 ....


...see u👋****...

__ADS_1


__ADS_2