Dendam Kekasih

Dendam Kekasih
Eps.57


__ADS_3

...**Hai jumpa lagi,maaf jika semalam author tidak bisa up karena author dalam keadaan berkabung....


...Maaf jika di park ini ceritanya melenceng atau kurang tepat karena author belum bisa fokus secara maksimal🙏🙏🙏....


...Mohon dukungannya ya jangan lupa klik vote,like dan komen serta favorinya....


...Happy reading❤️**....


...****************...


Kabar tertangkapnya Pluto dengan secepatnya terdengar oleh kepala genk mafia lainnya yang selalu bekerjasama dengan Albert dalam menjalankan bisnis haramnya,mereka kecewa terhadap Albert dan mulai meragukan kepimpinan lelaki paruh baya tersebut.


Sementara Albert sendiri tampak sedang emosi lelaki tersebut sangat yakin ada orang dalam yang sengaja membocorkan tentang pengiriman barang tersebut,selama 15 tahun menjadi kepala genk mafia dirinya tidak pernah gagal untuk memasok barang haram tersebut dari luar,Niko menyeringai menatap sang ayah yang duduk tepat disampingnya.


Para kepala genk mafia yang berada dalam naungan Albert menyambangi Albert,mereka ingin mendengar secara langsung tentang kegagalan Albert.


Tap......tap.......tap


Derap langkah beberapa pasang kaki terdengar dalam ruangan tersebut tampa meminta izin mereka segera nyelonong masuk,kedatangan mereka yang secara tiba-tiba membuat Albert sedikit terkejut,mereka segera menempati kursi yang berada diruangan itu,semua menatap kearah Albert dengan sorot mata tajam,Niko tersenyum tipis,dirinya merasa senang dengan tertangkapnya Pluto hal tersebut membuktikan bahwa Albert sudah tidak pantas menjadi pimpinan anggota geng mafia di kota tersebut.


🍂Dialog diruangan Albert 🍂


"Sekarang Apa nak buat ha, kalau sudah cam ne"ujar ketua geng mafia 1


"Lu cukup stay tak usah banyak pikir la" jawab Niko menatap sinis pada ketua geng mafia 1


"Apa lu orang mau makan pasir ha,gua tak nak,jadi gua pilih gabung sama tu dragon"ujar ketua geng mafia satu melemparkan pandangan,menatap satu persatu ketua geng mafia lainnya,sementara yang lainnya hanya diam menunggu penjelasan Albert.


"Sepuluh orang macam dragon gua tak kan goyang ha" sela Niko menanggapi ucapan ketua geng mafia 1.


"Lu belum tumbuh gigi mau lawan tu dragon,lu bisa habis ha" ujar ketua geng 1 dengan tersenyum smirk.

__ADS_1


"Apa lu bilang,apa lu mau gua buktikan sekarang juga, gua sudah bosan diam selama ini dan gua rasa cukup waktu gua untuk istirahat" ujar Niko emosi sembari bangkit dari duduknya.


"Shut ap and sit back!" sarkas Albert pada putranya dengan sorot mata tajam.


"Deddy mereka sudah kelewatan,ayolah jangan kasih muka" ujar Niko dengan nada tak kalah keras dengan sang ayah.


"Hei bocah mentah kamu jangan sembarangan kalau bicara,bukan ayahmu yang pegang kota ini" seru ketua geng 2 angkat bicara.


"Apa lu bilang!" kalian sudah untung banyak hanya karena rugi sedikit sudah gonggong" jawab Niko dengan suara keras.


"Tuan Albert kami sudah bayar dengan harga tinggi,agar bisnis kami aman tapi jika begini mending kami mundur" imbuh ketua geng mafia 3.


"Kalian semua jangan risau hal ini tak akan terulang lagi" jawab Albert dengan suara berat menahan emosi.


"Tuan Albert jangan mudah berjanji jika hanya seorang polisi mentah anda tidak bisa membuatnya tunduk" ujar ketua geng mafia 1 menyela.


Ucapan ketua geng mafia 1 memancing emosi Niko kembali meledak, Situasi semangkin panas,mereka saling serang dengan kata-kata pedas.


"Lama-lama lu ngelunjak,hahaha apa yang lu bisa buat anak ingusan, gua ingin lihat lu punya nyali" ujar ketua geng mafia 1 dengan tertawa lebar


Niko melompat melewati meja dihadapannya dan menyerang lelaki kepala botak tersebut dan langsung mendaratkan tendangan,pria kepala botak tersebut tersungkur ke lantai baru saja hendak bangkit Niko kembali menghajarnya, Albert berusaha melerai namun tak digubris oleh Niko yang terlanjur emosi sementara ketua geng yang lainnya hanya menonton aksi tersebut tampa berani untuk ikut campur,pria kepala botak tersebut babak belur ia berusaha melakukan perlawanan namun tenaganya kalah kuat dengan Niko yang jago berkelahi.


Saat pria kepala botak tersebut terpojok disudut ruangan dengan wajah lebam tidak serta merta membuat Niko bersimpati ia bahkan semangkin menikmati wajah penuh luka pria yang sudah meremehkan nya tadi,tak menunggu waktu lama secara spontan Niko mengeluarkan pistolnya yang terselip di pinggang belakangnya dan.......


"Dor......dor........dor....."


Niko melepaskan tiga kali tembakan kearah pria kepala botak tersebut membuat lelaki itu meregang nyawa dengan mengenaskan,semua yang berada di ruangan tersebut hanya menatap pria kepala botak tersebut yang menjadi bulan-bulanan Niko, Albert menghampiri Niko yang sudah bertindak kelewat batas dan....


"Plakkk..........."


Tamparan cukup keras mendarat di wajah Niko.

__ADS_1


"Dorrrrr.............."


Niko melepaskan tembakan tepat di kepala sang ayah, Albert roboh seketika di lantai dengan bersimbah darah,Evan segera mengacungkan pistol kearah Kartal tangan kanan Albert,begitu juga penjahat yang sebelumnya telah menjadi pengikut setia Niko segera mengangkat senjata mengarahkan pada semua ketua geng mafia yang berada diruangan tersebut.


Semua ketua geng mafia ketakutan, mereka yang tadinya melontarkan ucapan keras tiba-tiba nyali mereka ciut menghadapi Niko selama ini sedikit banyak mereka mengetahui karakter Niko yang cukup sadis dan brutal.


Sementara Niko yang melihat sang ayah yang terkapar dilantai sedikitpun tidak merasa iba.


"Deddy ku sayang kamu sudah cukup tua untuk menjalankan bisnis ini untuk itu istirahatlah dengan tenang biar aku yang menyelesaikan tugas Deddy" Ujar Niko dengan tersenyum licik lalu mencium kening sang ayah dan menjilat darah segar yang keluar dari kepala sang ayah dengan mengunakan jari telunjuk.


"Bagaimana tuan-tuan apakah anda semua masih ingin bergabung dengan dragon" ujar Niko menghampiri para ketua geng mafia dan meletakkan bokongnya di kursi semula.


Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaan Niko mereka memilih diam tak bergeming hanya menatap nanar pada wajah Niko mereka masih shock dengan perlakuan kejam Niko terhadap ayah kandungnya,Niko menoleh pada anggota nya dengan segera lelaki tersebut segera memberikan kertas tebal yang di jilid rapi,Niko meraih kertas tersebut dan melemparkan bundelan kertas itu ke atas meja,para mafia tersebut menatap dengan raut wajah penuh tanya.


"Tanda tangani segera isi di dalam kertas tersebut dan bagi yang masih ingin bergabung dengan dragon silakan,tapi ingat kalian tidak akan aman gua akan habisi kalian termasuk dragon gua tidak ingin ada dua pimpinan mafia di kota ini,dan yang sangat penting mulai sekarang kalian setor tiga kali lipat dari setoran awal" ucap Niko santai dengan menikmati sebatang cerutu ditangannya.


Para ketua mafia segera menandatangani isi surat perjanjian tersebut,mereka tidak ingin mengambil resiko mereka lebih memilih bergabung dengan Niko yang kejam tersebut mereka berpikir tak ada ruginya jika mereka bergabung dengan Niko,mereka membiarkan Niko dan Dragon saling langgar dan mereka hanya memilih cukup menjadi penonton.


Setelah menandatangani semua isi perjanjian yang tertulis di kertas tersebut mereka keluar dari ruangan itu satu persatu.


"Hei tuan-tuan jangan lupa untuk menghadiri pemakaman Deddy tercintaku besok" ujar Niko dengan mata bersinar tidak tampak seperti orang yang sedang berduka.


"Baik tuan Niko,kami,pasti datang untuk mengucapkan bela sungkawa dan kami permisi sekarang" jawab salah satu kepala geng mafia dan yang lainnya tampak mengganggukkan kepala mereka.


"Bagus dan terimakasih atas kerjasamanya,dan sekarang kalian pulanglah istirahat dengan tenang" imbuh Niko.


...****************...


...**Terimakasih atas dukungannya buat semuanya....


...See u👋**...

__ADS_1


__ADS_2