
Salam hangat selalu gaes❤️
Terimakasih Sudi mampir kembali dilanjutan cerita ku.
Tinggalkan jejak kalian ya dengan vote dan koment.
selamat membaca🤗
...****************...
Baskoro segera menuju tempat biasanya ia dan ketiga sahabatnya ngumpul bareng begitu sampai di sebuah pondok segera memarkirkan sepeda motornya lalu nyelonong masuk kedalam tanpa mengetuk pintu atau mengucap salam sama sekali langsung merebahkan tubuhnya disebuah dipan dengan wajah ditekuk
"Waduh lu lagi kesambet setan mana bro"ujar Faisal begitu melihat Baskoro yang tiba-tiba muncul dengan wajah kusut.
"Tu anak bukan lagi kesambet bro tapi lagi jalani akting jadi artis sinetron yang sudah tayang ribuan episode tapi urung tayang" timpal Ardy ikutan menggoda Baskoro kedua pria itu pun tertawa ngakak sedetik kemudian tawa mereka berhenti saat Baskoro menatap mereka dengan tatapan mata tajam.
"Terus aja tertawa kenapa berhenti"ujar Baskoro dengan rahang mengeras.
"Yaelah canda bro sensitif amat,emang kucing lu lagi bunting ya"ujar Ardy kembali menggoda Baskoro yang disambut tawa pecah Faisal.
"Bener,lu yang buntingin,puas lu" jawab Baskoro ketus ia tampak semangkin kesal setelah kejadian yang ia alami dirumahnya membuat lelaki tersebut bad mood,melihat reaksi Baskoro akhirnya Ardy dan Faisal menghentikan candaannya dan membiarkan Baskoro melanjutkan beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Putus cinta memang menghadirkan sejuta luka namun lebih luka cinta yang tak pernah berbalas kata itulah yang tepat buat menggambarkan perasaan Alvaro saat ini,sejak Arumi menunjukkan sikap tidak sukanya membuat lelaki itu berhenti berharap pada Arumi wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Namun lagi - lagi usahanya untuk melupakan Arumi gagal ketika malam ini ia kembali dipertemukan dengan wanita tersebut.
Freddy yang mengadakan pesta kecil-kecilan dalam rangka ulang tahun adik tercintanya sengaja mengundang orang terdekatnya termasuk Alvaro,lelaki itu pun dengan senang hati menghadiri undangan teman lamanya,jam sudah menunjukkan pukul delapan malam setelah sebelumnya mampir terlebih dahulu disebuah mall untuk mencari kado ultah Angel lelaki tampan itu segera menuju kediaman Freddy Bramastio.
"Halo teman akhirnya lu datang juga" sambut Freddy begitu melihat kehadiran Alvaro malam ini.
"Gua tidak mungkin melewatkan makan gratis dirumah lu teman"ujar Alvaro dengan tersenyum sumringah Freddy membalas tertawa dengan mendaratkan tinju kearah perut Alvaro kedua pria tu saling tertawa penuh keakraban,dari arah tempatnya berdiri tanpa sengaja Alvaro menatap kearah Arumi yang sedang tertawa bersama kedua sahabatnya jantungnya tiba-tiba berdetak abnormal, Freddy dapat menangkap makna tatapan Alvaro yang tertuju pada Arumi.
"Jika lu naksir usaha donk kawan jangan cuma dilihatin" Freddy berbisik pada Alvaro membuat lelaki tersebut salah tingkah.
"Oiya bro gua bawa kado spesial nih buat adik kesayangan lu semoga suka"Alvaro sengaja mengalihkan pembicaraan untuk menutupi perasaan hatinya yang sesungguhnya, Freddy tersenyum dengan menggelengkan kepalanya lalu mengajak Alvaro untuk menghampiri Angel yang tengah asik bercanda ria bersama Arumi dan Khalista,Angel yang melihat kedatangan Alvaro segera menyambutnya dengan gerak cipika cipiki.
"Selamat ultah gadis cantik" ujar Alvaro menyunggingkan seulas senyum disudut bibirnya dengan menyodorkan sebuah kado pada Angel.
"Halo bapak polisi yang tampan gua sangat berterima kasih anda sudi hadir di ultah gua,gua sangat tersanjung lho" ujar Angel dengan sikap lebay-nya,sekilas Alvaro melirik kearah Arumi namun wanita tersebut seolah sengaja tidak melihat kehadiran dirinya dengan menyibukkan diri merapikan hidangan yang telah tersaji diatas meja.
__ADS_1
"Rumi sayang tolong donk ambilin minuman buat pak polisi tampan ini" dengan gaya centilnya Angel sengaja meminta bantuan pada Arumi,gadis itu tahu bahwa Alvaro sebenarnya naksir kepada sahabatnya itu,Arumi memberikan segelas minuman pada Alvaro dengan raut wajah datar,entah mengapa sesaat Alvaro malah melamun saat Arumi memberikan gelas minuman tersebut.
"Hei teman lu jangan kawatir,minuman tersebut bukan wine jadi lu tidak perlu takut mabuk" ujar Freddy dengan menyikut lengan Alvaro lamunan lelaki itu pun seketika buyar lalu dengan segera menerima gelas yang disodorkan Arumi.
"Hy mas ayo sini" ujar Angel ketika melihat kehadiran Bayu dengan membawa sebuket mawar merah ditangannya dengan wajah gembira,Bayu segera menghampiri Angel gadis itu segera memperkenalkan Bayu pada Freddy yang menatap pada Bayu intens dengan mengernyitkan dahi berlipat-lipat,bukan Bayu namanya jika tidak mampu membuat seseorang langsung menyukainya saat awal mengenalnya secara dekat begitu juga dengan Freddy yang sudah mengetahui Bayu sebagai seorang aktivis awalnya kurang suka jika adik semata wayangnya tersebut menjalin hubungan dengan Bayu,akan tetapi karakter Bayu yang supel dan humble membuat Freddy akhirnya menyukai Bayu.
Ketiga lelaki tersebut berjalan beriringan menuju kursi yang berada di kolam renang sambil menunggu para wanita tersebut menyiapkan hidangan dimeja makan,ketiga pria itu memilih untuk saling ngobrol sejenak.
Freddy sengaja membuat pesta sederhana buat sang adik atas keinginan Angel sendiri kedua kakak beradik tersebut secara diam-diam telah mengetahui jika Alvaro memiliki perasaan terhadap Arumi untuk itu mereka telah merencanakan sesuatu agar Alvaro bisa memiliki kesempatan berduaan bersama Arumi dan tepat dihari ultah Angel menjalankan rencana mereka,kedua kakak beradik tersebut sengaja hanya mengundang Alvaro,Bayu dan kedua sahabatnya Angel Arumi dan Khalista.
ketiga lelaki itu ngobrol dengan penuh keakraban sesekali terdengar tawa diantara mereka tak ayal Alvaro yang setia menjomblo menjadi bahan candaan Bayu dan Freddy namun Alvaro malah membalas candaan kedua pria tersebut dengan sebuah lelucon garing namun mampu menjadikan suasana ramai penuh kehangatan.
"Kalian lagi ngobrolin apaan sih kelihatan seru banget" tanya Angel menghampiri sang kakak yang tengah asik ngobrol bersama Alvaro dan Bayu dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Ini nih seorang polisi tampan ternyata bisa bucin juga baru tahu gua" seru Freddy sengaja mengeraskan volume suaranya agar Arumi bisa dapat mendengar obrolan mereka lalu terkekeh.
"Wah benarkah?" siapa wanita yang sangat beruntung itu kira-kira,kasih tau donk" seru Angel membalas perkataan Freddy dengan mata melirik kearah Arumi.
"Tapi sayang bapak polisi kita ini ternyata tidak punya nyali buat ungkapin perasaannya"ujar Bayu ikut menimpali.
"Sumpah lo" seru Angel kelewat excited.
"B aja kali polisi juga manusia" ujar Freddy yang melihat akting sang adik terkesan berlebihan.
Angel pun segera mengajak ketiga pria tersebut untuk menikmati makan malam yang telah terhidang dimeja makan,ketiga pria tersebut itu pun bangkit dari tempat duduknya menuju hidangan yang sudah tersaji mereka menikmati makan malam sembari diselingi obrolan santai,berbeda dengan yang lainnya Arumi hanya diam sesekali tampak senyuman mengembang disudut bibirnya yang indah.
Setelah menikmati hidangan mereka kembali ngobrol dengan ditemani beberapa hidangan penutup tak terasa malam pun hampir larut, Angel pun menjalankan rencana keduanya wanita sengaja berpura-pura sakit perut hingga ia tak bisa untuk mengantarkan Arumi pulang.
"Lu kenapa sih beb,dari tadi keluar masuk kamar mandi beser lu ya beb"tanya Khalista mengedipkan sebelah matanya.
"Iya nih mendadak perut gua mules,Lu sih ta blnggak higienis kali tangan lu saat meracik bumbu masakan tadi,jadi sakit deh perut gua" ujar Angel pura-pura cemberut.
"Jadi gimana nih gua pulangnya donk" ujar Khalista melanjutkan acting nya.
"Lu sama gua aja lagian kita searah kan" ujar Bayu ikut memainkan perannya.
"Owh iya,bener juga baiklah gua nebeng lu kalau gitu" Khalista pun berpamitan dengan Angel dan Freddy kekasihnya,baru saja Arumi akan buka mulut tetapi keburu Khalista menarik tangan Bayu dan buru-buru berlalu pergi.
"Hmmm bro apartemen lu kan searah menuju rumah Arumi,gua minta tolong lu antar sahabat adik gua ya" ujar Freddy menepuk pundak Alvaro yang duduk tepat disampingnya.
Arumi terperangah menatap kearah Freddy,Alvaro yang menyaksikan reaksi Arumi tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak.
__ADS_1
"Nggak masalah sih tapi bagaimana dengan yang punya diri sepertinya tidak berkenan" ujar Alvaro sengaja menyindir, raut wajah Arumi memerah ternyata Alvaro mengetahui isi hatinya.
"Bener beb,lu keberatan pulang bareng pak polisi tampan kita ini" Angel mengangkat sebelah alisnya.
"Maaf Beb gue benar-benar tidak bisa buat anterin lu,perut gue melilit banget" imbuh Angel dengan tangan meremas baju bagian perutnya meringis seolah menahan sakit.
"Masih sakit beb,yaudah lu ada balsem nggak biar gua ambilin agar rasa sakitnya sedikit berkurang" ujar Arumi tampak kawatir dengan kondisi Angel.
"I...iya aman nanti bakal gue olesin balsem ada Abang gue jagain gue, lu pulang ya udah larut takutnya nyokap lu kawatir beb" ujar Angel mengandeng tangan Arumi menuju teras rumahnya dengan sangat terpaksa akhirnya Arumi pulang bareng Alvaro malam ini,setelah berpamitan Alvaro dan Arumi melangkah menuju mobil sport black doff milik Alvaro yang terparkir.
"Silakan duduk di depan nona karena saya bukan sopir anda" ujar Alvaro dengan kesal melihat Arumi yang berdiri tepat di pintu mobil belakang lalu tanpa protes Arumi segera masuk kedalam mobil setelah Alvaro membukakan pintu mobil bagian depan.
Saat dalam perjalanan pulang Arumi hanya diam dengan mengarahkan pandangannya keluar melalui kaca jendela Alvaro menghela nafas panjang melihat sikap wanita yang berada disampingnya.
"Ehem mengapa kamu sepertinya tidak menyukai ku apakah pacar mu yang playboy itu yang memintanya?" tanya Alvaro penasaran akan perubahan sikap Arumi.
Arumi hanya menatap sekilas pada lelaki tersebut lalu kembali mengarahkan pandangannya kejalanan yang mulai lengang.
"Hy apakah kamu sudah bisu sekarang,baru pacaran sudah belagu dan selain cengeng ternyata kamu wanita bodoh mau saja di atur cowok tukang selingkuh itu"cerca Alvaro menyeringai.
"Tuan jangan asal bicara tidak baik memfitnah orang sembarang apalagi tuan seorang pejabat negara" tutur Arumi dengan sorotan mata tajam.
"Hahaha ternyata kamu tidak terima dengan ucapan saya barusan dan sayangnya apa yang baru saya ucapkan bukan hanya sekedar bualan semata nona,dengan mata kepala saya sendiri saya melihat pacar mu itu sedang bermesraan dengan wanita bernama Rini disebuah club jika kamu tidak percaya tanyakan langsung pada pacarmu itu" ujar Alvaro dengan tertawa terkekeh.
Arumi membulatkan matanya sesaat mereka beradu pandang "Maaf saya lebih mempercayai pacar saya ketimbang anda tuan" jawab Arumi ketus.
"Hei...hei kamu bukan percaya tapi takut menerima kenyataan bahwa pacar yang kamu banggakan itu ternyata suka mempermainkan wanita,yah tapi nggak salah pacarmu sih karena Rini dan kamu sama aja sama-sama begok dibohongi mau aja"Alvaro sengaja mengkompori Arumi.
"Stop tuan hentikan mobil ini,saya tidak Sudi satu mobil dengan laki-laki yang culas seperti anda"seru Arumi setengah berteriak,namun ternyata permintaan Arumi tak digubris oleh Alvaro lelaki tersebut semangkin menambah kecepatan mobilnya.
"Silakan kamu berteriak saya tidak perduli, tugas ku mengantarmu sampai didepan pintu dengan selamat ok"
Mata Arumi mulai berkaca-kaca menahan tangis begitu mobil Alvaro berhenti tepat dihalaman rumahnya Arumi segera turun dari mobil dalam mobil karena pikiran sedang kesal tanpa sengaja Arumi membanting pintu mobil menimbulkan bunyi dentuman yang keras Alvaro memegangi dadanya lelaki itu kaget karena sama sekali tak menyangka Arumi berani melakukannya.
Tanpa mengucapkan ucapan terimakasih Arumi berlari menuju pintu rumah Alvaro menatap Arumi dengan senyuman penuh makna.
"Kamu semangkin cantik dan menggemaskan kalau sedang marah Arumi "gumam Alvaro lirih.
Alvaro segera berlalu pergi setelah Arumi menghilang dari balik pintu.
**Terima kasih vote dan komennya gaes
__ADS_1
love you 😘**