
Anna mengikuti arwah yang menuntunnya ke dalam hutan yang cukup lebat namun masih bisa dilewati oleh mobil. Malam yang semakin larut membuat suasana semakin mencekam. Darko tampak sangat khawatir apalagi mereka tidak juga tiba. Darko menghubungi kedua anaknya sesekali untuk memberi mereka kabar dan juga ingin tahu apa yang sedang kedua anaknya lakukan.
Entah apa yang terjadi dengan Bitsy yang pasti mereka harus bergegas karena semua merasa cemas. Edward mencengkeram setir mobil dengan erat akibat rasa khawatir yang dia rasakan. Sial, jika dia tahu akan jadi seperti ini maka dia tidak akan membiarkan Bitsy pergi ke kamar mandi seorang diri. Sekarang dia jadi merasa bersalah karena sudah lalai menjaga Bitsy. Entah ke mana tujuan mereka yang pasti tempat itu sangatlah asing.
Bitsy masih berusaha meronta karena ritual yang dilakukan oleh Martin semakin serius. Pria itu benar-benar gila, sangat gila dan entah bagaimana dia bisa meloloskan diri dari tempat itu yang pasti dia harap roh istri Martin tidak menguasai raganya dengan ritual gila yang sedang Martin lakukan.
Suara lonceng nyaring terdengar diiringi mantra yang semakin keras diucapkan. Nenek tua yang membantu Martin semakin menjadi. Kedua tangan terangkat ke atas jenazah Lea dengan sebuah lonceng di tangan kanan yang terangkat tinggi.
Lonceng semakin dibunyikan dengan cepat serata mantra yang teriakan dengan keras dan beberapa saat kemudian nenek tua itu kembali berteriak dengan keras.
"Wahai arwah Lea yang bersemayam di tempat gelap, aku mengundangmu untuk datang karena ada raga baru yang bisa kau tempati . Aku mengundangmu dengan darah ini dan rasukilah raga gadis itu yang memiliki kemampuan istimewa lalu kau akan hidup kembali!" setelah berteriak demikian, darah Bitsy yang diambil tadi dan yang sudah dicampur dengan bahan-bahan ritual dituangkan ke jasad Lea dari atas sampai ke bawah.
"Sekarang, biarkan gadis itu meminumnya agar jiwanya lepas dari raganya dan dengan demikian jiwa istrimu bisa merasuki raganya!" perintah wanita tua itu pada Martin.
"Apa Lea sudah datang?" tanya Martin.
"Segera lakukan agar arwah istrimu bisa langsung merasuk ke dalam raganya setelah jiwa gadis itu terlepas dari raganya!" perintah nenek tua itu.
Martin mengambil mangkuk lainnya di mana sudah ada cairan berwarna merah lainnya. Entah itu apa, dia tidak peduli yang pasti jiwa istrinya bisa mendiami raga Bitsy. Martin mengambil mangkuk itu lalu melangkah mendekati Bitsy. Sedikit lagi, sedikit lagi istrinya pasti akan kembali lagi.
"Jangan lakukan hal ini, Martin!" teriak Bitsy.
__ADS_1
"Kau harus berkorban agar istriku bisa kembali hidup!" mata hati sudah tertutup asalkan istrinya dapat hidup kembali.
"Kau akan menyesal, Martin. Aku sudah pernah melihat kejadian ini dan kau akan menyesal!" Bitsy kembali berteriak.
"Tidak akan, aku tidak akan menyesali apa yang aku lakukan. Sekarang minum ini!" Martin mulai memaksa Bitsy meminum cairan aneh yang berbau amis itu. Bitsy berusaha menolak namun cairan aneh itu terus diminumkan ke dalam mulutnya dan setelah selesai, ritual kembali di lakukan.
Anna dan yang lain masuk ke dalam hutan yang semakin lebat. Asap tebal yang menutupi hutan tak menghalangi niat mereka untuk mencari kekasih putra mereka yang diculik. Hutan itu benar-benar lebat dan begitu mereka sudah dekat dengan rumah itu, arwah yang menunjukkan jalan padanya mendadak tidak bisa masuk karena ada sebuah perisai yang menahannya untuk masuk namun arwah itu memberi tahu Anna jika yang dia cari ada di sebuah rumah yang sudah tidak jauh lagi namun dia pun meminta Anna untuk berhati-hati.
Tidak mau menunda, mereka kembali tancap Gas sampai mereka melihat sebuah rumah berada di tengah hutan. Mobil dihentikan, Edward pun mengikuti meski dia tidak mengerti kenapa ibunya berhenti. Anna dan Barrow mengambil senjata api, mereka harus berjaga-jaga.
"Kenapa kau berhenti, Mom?" tanya Edward.
"Di depan sana, kita harus masuk secara diam-diam jika tidak pacarmu akan dibawa lari. Sangat sulit menemukannya di hutan lebat ini!"
Mereka terus berlari sampai akhirnya mereka mendengar suara teriakan Bitsy yang cukup keras. Rumah terkutuk itu di kepung dengan asap tebal. Arwah-Arwah yang terperangkap di dalam rumah itu terbang mengelilingi sambil tertawa mengerikan. Iblis bernama Adel yang telah menguasai rumah itu pun terlihat tertawa karena akan ada yang bergabung dengan mereka lagi. Jiwa Bitsy yang murni akan menggantikan jiwa Madison yang masih tidak dia dapatkan sampai sekarang.
Meski Madison sudah lama mati tapi dia terus lari dan lari dari cengkeraman tangan Adel sehingga Adel tidak mendapatkan jiwanya. Meski dia terus mengalami kejadian yang terus berulang, walau dia terus diteror dan merasakan rasa takut yang terus berulang bahkan waktu terasa berhenti baginya tapi dia tidak pernah berhenti mencari cara untuk melarikan diri dari rumah terkutuk itu dan sekarang, dia merasa memiliki kesempatan karena ada yang bisa melihat dirinya. {Yang gak tau kisah Madison ada di The House}
Anna menghentikan langkah karena dia bisa melihat hal mengerikan itu, suara tawa-tawa mengerikan memenuhi tempat itu. Angin kencang yang berhembus di susul dengan teriakan Bitsy yang melengking tinggi serta lonceng yang berbunyi keras dan teriakan nenek tua yang membaca mantra terdengar cukup keras dari luar sana.
"Bitsy!" Edward berlari ke arah rumah, di susul dengan Darko namun energi jahat yang ada di rumah itu mementalkan tubuh Darko saat Darko menginjak anak tangga pertama. Darko terkejut, tubuhnya pun terpental ke belakang.
__ADS_1
Anna dan Barrow buru-buru membantu namun Anna meminta Edward untuk menunggu mereka karena hanya putranya itu yang bisa membawa mereka memasuki rumah yang dipenuhi dengan energi super jahat. Itu karena Edward tidak berpengaruh karena roh pelindung yang dia miliki.
"Jangan menghentikan aku, Mom!" ucap Edward yang melangkah mendekati mereka.
"Edward, hanya kau yang bisa melawan energy jahat ini oleh sebab itu, kita harus bersama untuk masuk ke dalam rumah terkutuk itu!" tatapan Anna tertuju di depan pintu di mana sosok Adel berdiri di sana dengan rupa mengerikannya dan Adel seperti hendak menghalangi mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Darko. Rasanya kembali seperit dulu, di mana tindakan bodoh yang dia lakukan hampir mencelakai ketiga anaknya dan lagi-lagi, Bitsy mengalaminya.
"Iblis, yang ada di tempat ini adalah Iblis. Jangan terpengaruh oleh mereka karena mereka akan menggodamu dengan segala cara. Jangan mengikuti siapa pun apalagi yang sudah tiada!" Anna mengingatkan karena dia yakin iblis yang ada di depan pintu itu sedang menunggu jiwa untuk diperangkap bersama dengannya di rumah itu.
Suara teriakan Bitsy kembali terdengar, Edward mengajak ibunya untuk bergegas. Adel yang sudah siap menghalangi mereka mendadak tidak bisa melakukan apa pun karena roh pelindung yang ada pada Edward. Iblis Adel justru terpental jauh sehingga tidak bisa menghalangi mereka.
Di dalam sana, ritual sudah selesai. Bitsy tidak sadarkan diri sesaat sedangkan Martin sangat senang karena ritualnya berhasil. Martin mendekati Bitsy, mengusap wajah Bitsy. Kedua mata Bitsy terbuka secara mendadak dan membuatnya terkejut tapi dia berusaha untuk tidak menjauh karena dia yakin ritualnya berhasil.
"Lea?" Edward memanggil nama istrinya. Dia harap Lea sudah berada di dalam tubuh Bitsy.
"Martin!" begitu namanya terucap, Martin tersenyum lebar. Akhirnya, ritualnya berhasil. Rantai yang mengikat kedua tangan dan kaki Bitsy dilepaskan dengan cepat, Martin pun mengangkat Bitsy dan menggendongnya.
"Akhirnya kau kembali, Sayang. Akhirnya kau kembali!" ucap Martin. Dia sangat senang karena usahanta tidak sia-sia.
"Singkirkan tangan kotormu darinya, Martin!" teriak Edward yang sudah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Martin terkejut begitu juga nenek tua yang membantunya. Nenek tua itu hendak lari namun Anna sudah bergegas menahannya. Kedua tatapan Edward tertuju pada Bitsy yang sedang memeluk Martin. Bitsy bahkan tidak mengenali dirinya dan ayahnya yang mencoba memanggil. Apa yang sebenarnya terjadi?