Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora -16


__ADS_3

Entah ke mana hantu La Lionora membawanya pergi, Bitsy tidak tahu. Dia harus sedikit berjauhan dengan Edward agar dia dapat mendengar suara hantu wanita itu karena dia tidak akan bisa mendengar apa pun jika dia berada begitu dekat dengan Edward. Dia harus menjaga jarak agar dia tidak kehilangan jejak La Lionora.


Sungguh aneh, sepertinya para hantu tidak suka dengan pemuda itu. Entah Edward memiliki kelebihan apa sehingga para hantu itu takut dengannya. Rasanya ingin bertanya tapi dia takut Edward salah paham sehingga mengira dia hendak mengorek kehidupan pribadi pria itu.


Mereka sudah cukup jauh, Edward yang membawa mobil. Bitsy duduk di bagian belakang, itu karena dia harus bisa mendengarkan suara La Lionora. Meski tidak senang karena Bitsy cukup jauh tapi Edward tidak bisa melakukan apa pun karena Bitsy melakukannya dengan sebuah alasan.


"Ke mana kita akan pergi?" tanya Edward.


"Tidak tahu!" jawab Bitsy.


"Hei, apa maksudmu tidak tahu, Nona? Kita sudah pergi cukup jauh, apa kita tidak memiliki tujuan?"


"Belok kanan!" pinta Bitsy.


"Kau benar-benar aneh. Tidak ada tujuan tapi kau meminta aku belok ke kanan!" Edward melakukan apa yang Bitsy perintahkan. Jalanan sepi harus mereka lalui, Bitsy melihat sekitarnya saat mereka melewati jembatan. Tidak ada apa pun namun dia mulai merinding karena suasana sepi itu terasa menyeramkan.


Arwah-Arwah yang ada di jembatan itu dapat dia lihat karena jaraknya dengan Edward yang cukup jauh. Bitsy menunduk, dia tidak mau melihat. Jika dia bergeser mendekati Edward maka dia tidak bisa mendengar suara hantu La Lionora lagi yang masih memintanya untuk cepat.


"Kita semakin jauh, Bitsy," ucap Edward.


"Sedikit lagi, belok sedikit ke kanan setelah itu kita tiba!"


Edward kembali berbelok, mobil pun berhenti karena sudah jalan buntu. Bitsy keluar dari mobil tanpa ragu begitu juga dengan Edward. Bitsy sudah berjalan pergi bahkan dia berlari masuk ke dalam hutan tanpa menunggu Edward lagi.

__ADS_1


"Bitsy, tunggu!" teriak Edward yang mulai mengejar.


Bitsy terus berlari karena hantu La Lionora terus menuntunnya ke arah hutan. Hantu itu bahkan memintanya untuk cepat agar tidak terlambat. Bitsy terus berlari melewati semak belukar mengikuti La Lionora. Padahal hutan cukup gelap tapi Bitsy terus berlari.


"Tunggu aku, Bitsy!" Edward mengejar dan menyinari hutan menggunakan senter dari ponselnya. Bitsy sudah berada jauh di depan. Larinya sungguh cepat karena dia tidak boleh kehilangan jejak hantu La Lionora yang terbang dengan cepat.


Edward yang terus mengejar mulai kehilangan jejak. Dia tidak lagi melihat Bitsy yang tadinya berada di hadapannya. Hutan yang lebat mulai membuatnya bingung. Edward terus mencari, dia juga berteriak memanggil Bitsy dan berharap Bitsy menjawab panggilannya.


"Bitsy!" suara teriakannya bergema di hutan itu. Edward kembali berlari sampai akhirnya dia mendengar suara teriakan Bitsy. Edward berlari ke arah datangnya suara sampai akhirnya dia menemukan Bitsy sedang berdiri mematung di depan sebuah pohon yang sudah mati.


"Apa yang terjadi? Kenapa kau berteriak seperti itu?" Edward berlari mendekat namun langkahnya pun terhenti ketika melihat bayangan orang tengah tergantung di dahan pohon. Edward mengangkat ponselnya dan pada saat itu, mereka dapat melihat dua orang wanita tergantung dengan jelas. Edward terkejut, kedua matanya melotot melihat dua mayat yang tengah tergantung.


"A-Apa yang terjadi?" Edward tidak percaya dengan apa yang dia lihat apalagi ini yang pertama kali.


"Apa yang terjadi dengan mereka?" Bitsy bertanya pada La Lionora sambil berteriak. Bitsy pun melangkah menjauhi Edward agar dia dapat melihat hantu itu.


"Jangan menyalahkan aku. Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Mereka dibunuh, mereka dibunuh oleh baji*ngan itu. Apa kau tidak tahu?" teriak hantu itu.


Langkah Bitsy terhuyung ke belakang, mereka berdua di bunuh? Dia sudah berusaha agar cepat tapi dia tetap saja terlambat. Tubuh Bitsy hampir terjatuh akibat shock namun Edward menahannya. Dia sungguh tidak menduga jika akan berada di situasi seperti itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Bitsy? Apa kau bisa menjelaskannya padaku?" tanyanya.

__ADS_1


"Tolong panggilkan polisi, Edward. Mereka adalah korban pembunuhan," pinta Bitsy.


"Apa kau bilang?" Edward terkejut untuk yang kedua kalinya.


Bitsy melangkah mendekati kedua mayat yang tergantung yang dia yakini mereka adalah ibu dan adik La Lionora. Suara tangisan hantu itu terdengar pilu, Bitsy tidak bisa melakukan apa pun selain berdiri di sisinya. Selama Edward sedang menghubungi polisi, Bitsy memanfaatkan keadaan untuk bertanya pada hantu wanita bergaun pengantin itu.


"Aku akan membantumu asal kau mau mengatakan semua yang terjadi. Aku harap kau tidak menutupi apa pun dan katakan padaku siapa kedua orang yang kau temui di tempat konser?" ketika Bitsy bertanya demikian, Edward berpaling melihat ke arahnya yang sedang berbicara seorang diri.


Apa Bitsy sedang berbicara dengan kedua arwah yang mati karena gantung diri itu? Sungguh dia sangat penasaran dengan apa yang Bitsy lihat. Karena dia tidak tahu jika Bitsy tidak bisa melihat hantu saat berada di dekatnya, Edward pun menghampiri Bitsy. Oleh karena hal itulah, hantu La Lionora menghilang sebelum dia menjawab pertanyaan Bitsy.


"Ayo kita pergi, aku sudah menghubungi polisi," ajak Edward.


"Bagaimana dengan mereka?" Bitsy melihat dua mayat yang masih bergantung, jujur saja dia tidak tega.


"Biarkan para polisi yang menurunkan mereka. Sebaiknya kita pergi karena aku tidak mau kau melihat hantu-hantu yang ada di hutan ini!" Edward merangkul bahu Bitsy, pasti tidak menyenangkan bisa melihat mereka yang menakutkan.


"Aku tunggu di kamarku untuk mendengarkan penjelasanmu. Awas jika kau berani berbuat kasar lagi padaku!" Bitsy mengucapkan perkataan itu untuk hantu La Lionora.


"Kau berbicara dengan siapa?" tanya Edward.


"Tidak!" Bitsy mendongak untuk melihat dua mayat itu. Rasa bersalah memenuhi hati karena dia datang terlambat. Seandainya dia bersedia menolong hantu wanita itu lebih cepat, apakah ibu dan adiknya masih bisa terselamatkan? Bitsy pergi mengikuti Edward tapi dia berpaling sesekali. Sungguh dia jadi menyesal karena dia tidak bisa menyelamatkan mereka padahal dia memiliki kesempatan untuk melakukannya.


Mereka mencari jalan keluar dari hutan yang asing dan gelap, namun sulit sampai akhirnya mereka bertemu dengan polisi yang mendapatkan laporan dari Edward. Mau tidak mau mereka mengikuti para polisi itu untuk dimintai keterangan.

__ADS_1


Edward memberi penjelasan sedangkan Bitsy berdiri agak jauh darinya dengan tatapan mata tak lepas dari hantu La Lionora yang terus menangisi kematian ibu dan adiknya. Rasa bersalah kembali Bitsy rasakan, semua tidak akan terjadi jika dia lebih cepat. Seandainya dia tidak mengikuti Edward untuk makan malam dan mendengarkan permintaan hantu La Lionora, ibu dan adiknya pasti tidak akan mati terbunuh.


Sekarang dia merasa sangat tidak berguna, kemampuan yang dia dapatkan tidak bisa dia manfaatkan dengan baik. Bitsy bahkan meneteskan air mata karena dia teringat dengan mendiang ibunya. Hantu itu pun pasti menyesal karena tidak bisa menolong adik dan ibunya dan semua yang terjadi gara-gara dirinya yang tidak berguna.


__ADS_2