
Hantu La Liorona, itulah nama yang selalu orang-orang Meksiko sebutkan untuk hantu wanita yang selalu bergentayangan seperti mencari sesuatu. Hantu itu memakai gaun putih dan bergentayangan ke sana kemari. Menurut kabar yang beredar, hantu itu adalah seorang ibu yang telah membunuh anaknya sendiri lalu melakukan bunuh diri namun arwah sang ibu justru bergentayangan untuk mencari anaknya. Oleh sebab itu hantu itu selalu menculik anak kecil yang dia lihat sehingga hantu La Liorona membuat warga menjadi resah.
Banyak yang tidak percaya dengan cerita seperti itu karena belum ada yang pernah melihatnya namun sebagian orang percaya. Kisah yang beredar tentu saja berbeda. Ada pula yang mengatakan jika La Liorona adalah hantu pengantin yang meninggal secara tragis.
Sosok mengerikan terlihat di jalan, suara tangisannya membuat beberapa orang yang dapat mendengar tentu saja lari ketakutan. Meski terkadang hantu itu tidak bisa dilihat namun suara tangisannya membuat siapa pun akan lari. Hantu yang disebut oleh orang-orang sebagai La Liorona dan bergentayangan di jalan Manhattan sebenarnya sedang mencari bantuan, dia membutuhkan seseorang yang bisa membantu dirinya jika tidak dia akan terus bergentayangan dan mengganggu orang-orang yang lewat.
.
.
.
Bitsy yang memiliki kemampuan untuk melihat makhluk gaib sudah menginjak dewasa dan dia pun sudah terbiasa dengan kemampuannya itu. Dulu dia memang takut tapi semakin dia bertambah besar, rasa takutnya berkurang bahkan dia sudah tidak memusingkan makhluk yang selalu dia lihat di mana-mana itu.
Bitsy yang sudah bekerja mendadak mendapatkan tugas dan akan di pindahkan ke New York. Tentunya itu adalah keputusan berat yang harus dia ambil karena dia harus meninggalkan ayahnya yang sudah tua. Demi cintanya pada Mia, Darko memang tidak menikah lagi seperti apa yang dia katakan. Demi biaya hidup, rumah peternakan dijual dan beruntungnya ada yang mau membeli. Makam istrinya kembali digali lalu dipindahkan ke tempat semula di mana Mia dimakamkan sebelum dia dibangkitkan.
Angela juga sudah bekerja sedangkan Rian masih duduk di bangku kuliah. Setidaknya keuangan mereka sudah cukup baik meski Darko sudah tidak bisa bekerja karena faktor usia. Bitsy menanggung biaya kuliah Rian dan Angela menanggung kebutuhan rumah tangga oleh sebab itu, Bitsy tidak bisa menolak saat dia akan dideportasi ke New York. Lagi pula gajinya akan dinaikkan oleh sebab itu dia mengambil kesempatan itu meski dia harus jauh dari keluarganya dan akan berada di New York selama lima tahun.
"Apa selama lima tahu itu kau tidak akan kembali, Bitsy?" tanya Angela yang sedang membantu Bitsy berkemas karena besok dia sudah harus berangkat ke New York.
"Tentu saja aku akan kembali. Natal dan tahun baru aku pasti akan kembali. Jika aku memiliki uang lebih, aku akan mengirimkan lebih. Lagi pula satu tahun lagi Rian akan lulus, beban kita akan berkurang."
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, Bitsy. Kita akan menanggungnya bersama!"
"Sorry, Girl. Gara-Gara Daddy sudah tidak bekerja lagi membuat kalian harus menanggung beban yang berat!" ucap ayah mereka yang sedari tadi mendengar.
"Daddy, kenapa berdiri di sana?" Bitsy menarik tangan ayahnya hingga masuk ke dalam.
"Jadi kau benar-benar akan pergi besok?" tanya Darko.
"Yeah, hanya lima tahun saja, Dad. Gajiku pun akan dinaikkan dua puluh persen. Aku mendapatkan tempat di sana, jadi tidak perlu khawatir."
__ADS_1
"Daddy senang mendengarnya dan tidak mempermasalahkan hal itu tapi apa kau yakin?" Bitsy yang bisa melihat makhluk gaib pasti akan terus melihatnya meski berada di tempat baru.
"Tentu saja, aku sudah terbiasa degan semuanya jadi Daddy tidak perlu khawatir."
"Siapa tahu Bitsy bisa bertemu dengan jodohnya di sana, Dad," ucap Angela.
"Sembarangan, aku akan menikah setelah kau menikah. Aku juga akan menikah setelah Rian lulus dan bekerja!"
"Hei, jangan menjadikan kedua adikmu sebagai beban. Jika kau memang sudah bertemu dengan jodohmu maka kau harus segera menikah!"
"Baiklah, jangan membicarakan masalah pernikahan terlebih dahulu. Aku masih mau bekerja! Lagi pula para hantu itu butuh bantuan."
"Kakak, apa benar kau jadi pergi?" kini Rian yang masuk ke dalam kamar kakaknya.
"Hei, apa kau sudah selesai belajar?" Bitsy yang sedang merapikan barang-barangnya berhenti sejenak dan melihat ke arah adiknya.
"Tentu saja, kakak. Tapi aku tidak mau kakak pergi. Kenapa tidak pindah bekerja saja?"
"Tidak bisa, Rian. Tidak mudah menemukan pekerjaan baru. Lagi pula aku tidak akan lama."
"Anak cengeng, kakak harus pergi. Jika kakak tidak bekerja, bagaimana dengan biaya kuliahmu? Aku tidak mungkin membiarkan Angela menanggungnya seorang diri."
"Aku akan berhenti sekolah dan bekerja!" ucap Rian.
"Tidak boleh!" teriak Angela dan Bitsy secara bersamaan.
"Kau tidak boleh berhenti sekolah, awas jika kau berani!" ancam Angela.
"Aku akan memerintahkan para arwah menggentayangi dirimu setiap malam jika kau berani berhenti sekolah!" kini Bitsy yang mengancam.
"Ancaman kak Bitsy lebih menakutkan. Aku tidak suka bermain dengan hantu!"
__ADS_1
"Jika kau berani berhenti maka kau akan bermain dengan mereka!"
"Baiklah, aku hanya asal bicara saja. Apa ada yang bisa aku bantu, kak?" Rian mulai membongkar barang-barang kakaknya yang sudah ada di dalam koper.
"Hei, pengacau. Jangan dikeluarkan!" cegah Bitsy.
"Hah? Bongkar semuanya?" Rian pura-pura tidak mendengar dan membongkar semua barang-barang kakaknya yang sudah rapi.
"Rian! Dasar kau anak nakal!" Bitsy hendak mencegah namun Rian justru sengaja membawa barangnya lari. Angela menertawakan kakak dan adiknya yang begitu berisik. Darko memperhatikan mereka sambil tersenyum. Sebentar lagi Bitsy akan pergi, rumahnya pasti akan sepi.
"Kemarilah, Daddy ingin memeluk kalian sebentar!" pinta Darko pada ketiga anaknya. Dia hampir kehilangan mereka dulu akibat perbuatan bodohnya namun kini, melihat mereka sudah dewasa dia merasa bahagia meski Mia tidak bersama dengan mereka.
Setelah Bitsy pergi yang mungkin saja akan segera menikah, lalu Angela pun akan meninggalkan dirinya. Tinggal Rian yang sudah pasti akan pergi juga pada akhirnya lalu dia akan tinggal sendirian di rumah itu. Waktu memang cepat berlalu, tidak terasa ketiga anaknya sudah dewasa dan akan pergi darinya satu persatu.
Bitsy dan Angela sudah memeluknya, begitu juga Rian yang duduk di sisi Bitsy. Mereka memeluk ayah mereka yang sedang duduk di sisi ranjang sampai membuat mereka berbaring.
"Daddy, jika Daddy ingin menikah lagi Daddy bisa melakukannya!" ucap Bitsy.
"Benar, Dad. Kami tidak keberatan," ucap Angela pula.
"Tapi dengan janda kaya!" kali ini Rian yang asal bicara.
"Sembarangan! Jangan mengucapkan perkataan yang tidak-tidak!" Bitsy yang ada di sisi Rian menjewer kupingnya.
"Aku hanya bercanda, kak!" Rian memegangi telinganya yang sakit.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan Daddy tapi Daddy tidak akan menikah lagi karena bagi Daddy hanya ada Mommy kalian saja di hati Daddy. Lagi pula Daddy sudah tua, tidak bisa menghasilkan uang lagi. Daddy tidak mau membuat beban kalian bertambah."
"Kami hanya tidak mau Daddy kesepian."
"Bodoh, Daddy tidak pernah kesepian karena ada kalian. Jika waktu itu kalian pergi meninggalkan Daddy barulah Daddy merasa kesepian."
__ADS_1
"Kami menyayangimu, Dad!" ucap putra dan putrinya.
"Terima kasih, Daddy juga sangat menyayangi kalian!" Darko memeluk mereka dengan erat. Mereka benar-benar harta miliknya yang tak ternilai. Besok Bitsy harus pergi, sesungguhnya terasa sangat berat tapi dia harap Bitsy hidup dengan baik di new York dan menemukan kebahagiaannya di sana. Sebagai ayahnya dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk putrinya.