Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 49


__ADS_3

Mereka semua kembali ke rumah Edward, suasana hening karena tidak ada yang berbicara. Darko berpikir dengan keras akan hal itu dan sudah mengambil sebuah keputusan untuk membawa putrinya pulang ke London karena dia tidak mau Bitsy mengalami hal yang berbahaya lagi untuk dirinya.


Acara mereka untuk melamar Bitsy jadi gagal bahkan akibat hal itu, Darko pun jadi berubah pikiran untuk meninggalkan putrinya di Amerika karena dia takut kejadian yang tidak menyenangkan itu kembali lagi. Lebih baik putrinya tidak menikah dari pada berada di dalam bahaya.


"Bitsy, bereskan barang-barangmu. Kita pulang hari ini juga!" ucap Darko.


"Apa? Kenapa, Dad?" tanya Bitsy.


"Pulang ke London, Daddy tidak mengijinkan kau menikah!" ucap ayahnya.


Perkataan Darko membuat Bitsy begitu terkejut begitu juga dengan Edward. Mereka berdua saling pandang untuk sesaat.


"Aku tidak mau pulang, Dad. Lagi pula aku terikat kontrak di sini selama lima tahun," ucap Bitsy.


"Daddy tidak peduli, Bitsy. Seandainya harus ganti rugi, Daddy yang akan menggantinya. Sudah cukup Daddy melihatmu di dalam bahaya dan Daddy tidak mau melihatnya lagi!"


"Tuan, jangan gara-gara masalah yang terjadi di waktu yang tidak tepat justru menggagalkan niat putra kami." ucap Anna.


"Aku tidak bisa mempercayakan putriku pada putramu, jadi sebaiknya tidak ada pernikahan!"


"Tolong dipikir ulang, Tuan Darko. Tidak baik memisahkan pasangan yang sudah memiliki itikad baik. Jangan sampai mereka mengambil jalan nekat hanya karena sikap egois dan perasaan takut," ucap Darko.


"Diam! Kalian tidak tahu bagaimana perasaanku dan kalian tidak memiliki putri. Aku hampir mencelakainya sejak dia masih kecil dan sekarang? Aku harus melihat dia mengalami kejadian yang hampir sama dia alami dulu dan aku tidak akan membiarkan putriku berada di dalam bahaya lagi apalagi aku sudah bersumpah pada almarhum istriku untuk menjaga anak-anakku dengan baik dan aku, tidak bisa meninggalkan putriku pada pria yang tidak bisa menjaga dirinya dengan baik!"


"Dad, semua bukan salah Edward!" ucap Bitsy.


"Jangan membelanya, Bitsy. Sekarang juga kita pulang. Mau dia orang kaya atau apa, aku tidak akan mengijinkan!" Darko tetap dengan pendiriannya.


"Uncle, aku membutuhkan Bitsy. Tolong jangan menghalangi hubungan kami!" pinta Edward.

__ADS_1


"Tidak perlu membual! Kau membutuhkan dirinya tapi kau tidak bisa menjaganya dengan baik jadi jangan mengatakan omong kosong karena aku tidak akan percaya!" ucap Darko.


"Dad, jangan berkata seperti itu. Sudah aku katakan semua yang terjadi bukan kesalahan Edward!" ucap Bitsy dengan nada yang sedikit tinggi.


"Jadi sekarang kau melawan Daddy hanya karena seorang laki-laki?" Darko melotot ke arah putrinya yang tidak pernah melawannya selama ini.


"Bukan begitu, Dad. Aku hanya ingin meluruskan masalah ini saja agar Daddy tidak salah paham!"


"Kau jadi berubah gara-gara pria itu, Bitsy. Putri Daddy yang polos mendadak tidak ada lagi karena cinta!"


"Dad, jangan mengatakan hal seperti itu. Aku hanya ingin menjelaskan pada Daddy jika aku berada di dalam masalah akibat ulahku sendiri dan Edward, dia yang selalu membantu aku saat aku berada di dalam masalah. Aku yang mencari gara-gara dengan Martin. Aku pergi sesuka hati tanpa sepengetahuan Edward saat kami pergi menonton konser oleh sebab itu, arwah istrinya memanfaatkan aku. Jika pada malam itu Edward pulang begitu saja dan tidak mencari kau, sudah dipastikan aku akan berakhir di tangan Martin dan mungkin dia akan mengurung aku di rumahnya tanpa mengijinkan aku pergi tapi Edward mencari aku dan membawa aku keluar dari rumah Martin hingga tidak terjadi apa pun padaku!" jelas Bitsy.


"Tapi itu salahnya karena dia mengajakmu pergi menonton konser!" ucap ayahnya.


"Tidak ada hubungannya siapa yang mengajak aku tapi aku yang cari gara-gara sendiri dan pria tadi? Calon istrinya yang meninggal akibat kecelakaan meminta bantuanku dan aku yang mau, bukan Edward yang memaksa aku karena dia tidak bisa melihat hantu itu. Aku yang mau, aku yang mengundangnya untuk datang ke kamarku dan mencari tahu apa yang dia mau dan Edward  yang membantu aku untuk menyelesaikan permasalahan hantu itu jadi semua yang terjadi tidak seperti yang Daddy duga jadi jangan menyalahkan Edward untuk apa yang bukan menjadi kesalahannya!" jelas Bitsy.


"Apa pun yang alasanmu Bitsy, yang aku tidak suka adalah, dia sudah lalai dalam menjagamu jadi sebaiknya pulang. Kau tidak akan mati hanya karena tidak menikah. Masih ada Daddy dan kedua adikmu jadi pulang dengan kami sekarang juga!"


"Tidak, Nyonya. Kau sudah melihat apa yang terjadi dan kau adalah seorang ibu, aku rasa kau mengerti akan perasaanku. Jika kau berada di posisiku, kau pasti tidak akan membiarkan putrimu di dalam bahaya lagi!"


"Tuan, jika kita terlalu takut maka anak kita tidak akan pernah mandiri. Selamanya dia akan berada dalam ketakutan karena kau melindunginya terlalu berlebihan.  Kita memang khawatir, tapi cobalah mengerti apa yang diinginkan oleh anak kita. Sebagai orang tua kita tidak boleh egois hanya karena satu atau dua kejadian yang dialami oleh anak kita. Semua orang pasti mengalami hal yang tidak menyenangkan seperti yang baru saja Bitsy alami meski dengan cara yang berbeda, tapi jika kau terlalu takut maka dia akan menjadi pribadi yang penakut. Saat kau sudah tidak ada, kau hanya akan meninggalkan anakmu yang hidup dalam ketakutan dan secara tidak langsung kau sudah mencelakai hidupnya tanpa kau sadari!"


Perkataan Anna bagaikan tamparan yang mengorek masa lalu di mana dia tidak mempercayai Bitsy padahal Bitsy sudah melihat kejadian yang menakutkan dan mengerikan akan ibunya yang sudah dirasuki oleh iblis dan dialah sumber yang membuat putrinya hidup dalam ketakutan akibat kemampuan yang dia dapatkan secara tiba-tiba.


"Aku tidak mau pulang, Dad. Maafkan Bitsy yang menjadi anak nakal kali ini," ucap Bitsy.


"Aku berjanji padamu, Uncle. Kejadian ini tidak akan terulang lagi. Aku akan menjaga Bitsy dan dia tidak akan terlibat dengan arwah apa pun lagi. Jika sampai terjadi, Uncle bisa mengambil Bitsy dariku dan aku rela karena aku sudah lalai menjaganya!" ucap Edward.


"Please, Dad. Bitsy berjanji tidak akan mencoba menjadi pahlawan lagi untuk para hantu itu. Bitsy tidak akan mencari perkara lagi dengan hantu mana pun!" ucap Bitsy.

__ADS_1


"Ayolah, Dad," Rian membantu kakaknya membujuk.


"Kakak pasti baik-baik saja," kini Angela yang membujuk sambil menggoyang tubuh ayahnya.


"Please, Dad!" Bitsy pun melakukan apa yang Angela lakukan.


"Hei, apa-apaan? Berhenti mengguncang Daddy seperti ini!" protes ayahnya.


"Jika Daddy masih ingin mengajak aku pulang maka aku akan melakukannya sampai Daddy mengijinkan aku tinggal!" ucap Bitsy.


"Aku akan membantu kakak sampai kakak setuju!" ucap Rian.


"Aku juga!" Angela tidak mau ketinggalan.


"Apa?" ketiga anaknya mulai memelas dan mengguncang tubuhnya. kepala Darko jadi pusing, dia tahu mereka tidak akan berhenti sampai dia setuju.


"Oke, Stop! Daddy tidak akan membawa kakakmu pulang!" ucap Darko.


"Benarkah?" tanya Bitsy.


"Benar, tapi dia harus segera menikahimu jika dia memang serius denganmu!" ucap Darko sambil menatap Edward dengan tajam.


"Aku akan segera menikahinya!" ucap Edward. Sudah mendapatkan lampu hijau, sudah pasti tidak akan dia tunda.


"Tapi kau bisa melihat, Bitsy masih polos dan kekanak-kanakan jadi aku harap kau bisa menjaganya dengan baik dan bisa bersabar menghadapi sikapnya. Satu hal lagi yang harus kau tahu, aku tidak pernah memukulnya jadi jangan pernah menyakitinya. Jika kau berani, aku akan mencarimu dan membuat perhitungan denganmu!" ucap Darko.


"Jangan mengkhawatirkan hal itu, Tuan Darko. Aku yang akan mematahkan tangannya terlebih dahulu sebelum kau datang!" ucap Anna.


"Aku akan mencoba mempercayainya sekali lagi jadi jangan mengecewakan aku!"

__ADS_1


"Terima kasih!" Edward benar-benar lega, dua kejadian yang tak terduga benar-benar hampir menggagalkan keinginannya untuk menikahi Bitsy. Beruntungnya dia kembali diberi kesempatan dan dia akan segera menjadikan Bitsy sebagai istrinya.


__ADS_2