Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 26


__ADS_3

Hantu La Lionora sangat marah karena dia sudah menunggu Bitsy begitu lama namun gadis itu tidak kembali ke dalam kamarnya. Semenjak Bitsy mengenal Edward, dia lebih suka menghabiskan waktunya dengannya pria itu. Jangan katakan jika Bitsy menghindar dan ingkar janji. Seharusnya dia tidak mengatakan pada Bitsy jika Edward memiliki roh pelindung.


Akibat kemarahan La Lionora, kamar Bitsy jadi berantakan. Semua benda yang ada di dalam kamar berserakan akibat kemarahan hantu itu. La Lionora melakukannya karena dia mengira Bitsy ingkar janji dan tidak mau membantunya.


Bitsy yang baru kembali dalam keadaan basah terkejut mendapati kamarnya yang berantakan. Semua benda yang bisa pecah hancur berantakan di atas lantai. Tidak perlu dia tanya, sudah pasti semua itu ulah La Liorona, si hantu pemarah yang tidak sabar sama sekali.


"Apa yang kau lakukan pada kamarku?" teriak Bitsy seraya melangkah masuk ke dalam kamar lalu menyalakan lampu. Semua hancur, dia benar-benar marah. Edward yang tadinya sedang melangkah menuju lift setelah mengantar Bitsy terkejut mendengar teriakan Bitsy. Edward kembali dengan cepat, dia pun tak kalah terkejutnya melihat kamar Bitsy yang sudah berantakan.


"Dasar kau hantu kurang ajar!" teriak Bitsy kesal. Ini kali pertama dia bertemu dengan hantu pemarah yang sangat menyebalkan. Mungkin karena dia mau melibatkan diri dan sekarang, dia yang mendapatkan sialnya.


"Apa yang terjadi pada kamarmu?" Edward menghampiri Bitsy yang sedang memunguti lampu kamarnya yang sudah rusak.


"Jangan diambil, tanganmu bisa terluka!" cegah Edward seraya merebut lampu yang ada di tangan Bitsy.


Bitsy berusaha menahan air mata. Dia benci dengan kelakuan hantu menyebalkan. Bukannya membuat dirinya simpati tapi dia justru muak dengan amarahnya yang menghancurkan apa saja. Televisi di kamar itu pun rusak akibat amarah La Lionora. Ternyata tidak sifat manusia saja yang menyebalkan, sifat hantu pun tak kalah menyebalkannya.


Jangan katakan apa yang terjadi pada pada hantu La Lionora akibat sifat tidak menyenangkannya. Wajar jika dia mati dengan cara dibunuh. Mungkin saja perkataannya sudah menyinggung seseorang dan mungkin saja hantu itu sudah membuat marah Acton Adam.


"Tidak perlu dibersihkan, malam ini menginaplah lagi di kamarku," Edward memeluk Bitsy untuk menghiburnya.


"Tidak bisa, Edward. Hantu itu sudah keterlaluan. Aku harus berbicara dengannya malam ini juga. Seharusnya aku tidak mengijinkannya masuk ke dalam kamarku tapi sekarang, aku tidak bisa mengusirnya sebelum aku membantunya menyelesaikan masalah."


"Jika begitu undang dia ke rumahku atau aku akan menginap di sini. Aku khawatir hantu itu melukai dirimu seperti waktu itu."


"Tidak, tidak. Tidak bisa!" ucap Bitsy. Bukannya dia tidak bisa meminta La Lionora ke rumah Edward tapi semua itu akan percuma karena tidak ada satu hantu pun yang bisa mendekati Edward.

__ADS_1


"Aku tidak ingin kau celaka, Bitsy. Lagi pula bagaimana kau mau tidur dengan keadaan rumah yang berantakan seperti ini?"


"Aku akan membersihkannya pelan-pelan, jadi jangan khawatirkan aku. Aku tidak mau merepotkan dirimu dan malam ini aku harus berbicara dengan hantu pemarah itu."


"Kau bisa berbicara dengannya saat bersama denganku, bukan? Sekarang panggil hantu itu, aku akan menemanimu."


"Please, Edward. Aku bukannya tidak mau menerima niat baikmu tapi aku tidak bisa dan aku tidak bisa mengatakan apa alasannya," semoga Edward mengerti dan tidak memaksa untuk bersama dengannya.


"Baiklah, tapi kau harus segera lari jika hantu itu hendak melakukan hal buruk padamu. Aku sesungguhnya tidak suka tapi kau tidak mau ditemani olehku. Sekarang pergilah mandi, Jangan sampai kau sakit. Aku yang akan membereskan semua kekacauan ini."


Bitsy mengangguk, dia hanya bisa mengiyakan perkataan Edward. Bitsy pergi mandi terlebih dahulu sedangkan Edward membereskan kamarnya yang berantakan. Sayangnya dia tidak bisa melihat hantu, jika bisa maka sudah dia usir pergi dari kamar Bitsy. Sekarang dia jadi mengerti kenapa Bitsy takut. Pasti sulit menjalani kehidupan di mana bisa melihat hantu yang menakutkan.


Bitsy mandi dengan terburu-buru karena dia harus membantu Edward yang membereskan kamarnya. Semoga ini serangan terakhir dari La Liorona, hantu pemarah yang menyebalkan.


"Aku bisa membereskan sisanya, Edward!" ucap Bitsy yang sudah selesai dan baru saja keluar dari kamar mandi.


"Tinggalkan saja sisanya, kembalilah ke rumahmu. Jangan sampai kau sakit gara-gara aku!" Bitsy mulai memunguti barang-barang yang tersisa.


"Aku jadi ingin sakit agar kau merawat aku!"


"Sembarangan. Jangan asal bicara. Kembalilah ke kamarmu dan mandi, aku bisa mengatasinya. Aku pun sudah sangat ingin berbicara dengan hantu pemarah itu!"


"Baiklah, sepertinya aku tidak dibutuhkan di antara kau dan hantu itu!"


"Bukan begitu, Edward. Tolong jangan marah dan salah paham!"

__ADS_1


"Aku hanya bercanda saja, Sayang," Edward mendekati Bitsy dan memegangi tangannya.


"Aku akan kembali dan kau harus ingat, lari jika hantu itu berani menyakiti dirimu. Jangan lupa pula menghubungi aku setelah kau selesai!"


"Pasti, aku akan mengabarimu nanti!"


"Bagus!" Edrward mencium dahi Bitsy dengan lembut. Padahal dia ingin Bitsy menginap tapi sepertinya Bitsy tidak akan mau. Bitsy mengantar Edward sampai di depan pintu, sekarang saatnya membuat perhitungan dengan hantu pemarah itu.


"Keluar sekarang juga!" teriak Bitsy. Dia tahu hantu La Lionora pasti berada di dalam kamarnya dan benar saja, hantu itu keluar dari salah satu dinding kamarnya.


"Apa yang kau lakukan pada kamarku? Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Bitsy dengan emosi tertahan.


"Aku melakukan hal ini karena kau ingkar janji!" teriak La Lionora dengan wajah menakutkannya.


"Apa maksudmu ingkar janji? Aku sudah berkata akan membantu maka aku akan membantu dirimu!"


"Tidak perlu menipu! Kau pergi membantu hantu nenek itu sedangkan sampai sekarang kau belum melakukan apa pun pada masalah yang sedang aku hadapi!"


"Aku hanya menyampaikan pesan saja dari hantu nenek itu sedangkan masalahmu tidak bisa diselesaikan dalam satu malam. Aku pun harus mencari tahu banyak hal mengenai Acton Adam apalagi aku harus bekerja. Bukankah sudah aku katakan, aku pasti membantu jadi jangan membuat kekacauan!"


"Kapan? Kau belum memulai apa pun untuk membantu aku!"


"Kau benar-benar hantu pemarah dan tidak sabar!"


"Kau akan merasakannya saat kau menjadi hantu seperti aku yang mati akibat di bunuh dan keluargamu pun menjadi korban. Aku dipenuhi dengan dendam tapi aku tidak berdaya. Aku pasti akan membalas mereka tapi aku butuh bantuan darimu untuk mencari buktinya!"

__ADS_1


"Baiklah, baik. Aku akan mulai mencari keberadaan pria itu dan bertemu dengannya tapi ingat jangan membuat kekacauan seperti ini lagi jika tidak, aku akan mencari seseorang untuk menyingkirkan kau dari pandanganku. Jangan kau kira aku tidak bisa, aku pasti akan melakukannya agar hidupku kembali tenang!"


La Lionora diam saja, namun dia melayang pergi dan kembali menembus tembok. Bitsy menghela napas, Jujur saja dia tidak tahu harus memulai dari mana karena dia bukan detektif atau apa pun. Dia hanya orang awam yang memiliki kemampuan yang tidak menyenangkan. Tapi sepertinya dia harus segera memulai agar La Liorona tidak selalu mengganggu dirinya. Besok, dia harus mencoba mendekati pria bernama Acton Adam itu untuk mencari sedikit informasi dan dia tahu jika itu tidaklah mudah bahkan dia tidak tahu harus mencari pria itu di mana.


__ADS_2