Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 46


__ADS_3

Kembalinya Bitsy membuat Angela dan Rian sangat senang. Mereka menyambut kedatangan kakak mereka dan memeluknya. Bitsy semakin merasa tenang ada keluarganya tapi karena dia baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan, Darko memerintahkan putrinya untuk beristirahat setelah Angela dan Rian bertanya pada kakak mereka apa yang telah terjadi.


Kedatangan mereka justru mendapatkan kabar buruk. Darko merasa seperti melihat dirinya lagi di masa lalu di mana dia membangkitkan istrinya lalu mencelakai ketiga anak-anaknya yang tidak bersalah. Ketika mengetahui apa yang Martin lakukan dan melihat pria itu, dia seperti melihat dirinya di masa lalu yang egois dan penuh emosi. Martin tidak jauh berbeda dengannya dulu yang dibutakan oleh cinta cuma bedanya dia mengorbankan ketiga anaknya dan Martin mengorbankan Martin dan sialnya, Bitsy lagi-lagi yang terlibat.


Jangan katakan itu adalah karma yang harus ditanggung akibat perbuatannya dulu. Jika demikian, semoga lagi tidak ada pria-pria seperti dirinya lagi kelak yang terobsesi dengan cinta.


Darko duduk sendirian di depan jendela ketika ketiga anaknya sudah terlelap. Tatapan matanya tertuju pada Bitsy, lalu tertuju pada Angela. Tidak terasa kedua putrinya sudah dewasa. Perasaan tidak rela dia rasakan, dia tidak rela mereka dibawa pergi darinya begitu cepat. Tatapan mata Darko kini berpaling, memandangi langit di luar sana. Perasaan rindunya pada Mia dia rasakan, jika istrinya masih hidup maka dia tidak akan kesepian saat kedua putrinya dibawa pergi darinya nanti. Entah kapan dia akan menyusul, dia harap setelah melihat putra dan putrinya bahagia.


Bitsy yang tidak bisa tidur karena dijepit oleh Rian, terbangun dan terkejut mendapati ayahnya tidak tidur. Darko masih termenung di depan jendela dengan segelas kopi, pikirannya jadi kusut karena dia belum rela putrinya menikah karena dia masih menganggap mereka adalah putri-putrinya yang manis.


"Apa yang Daddy lakukan di sini?" tanya Bitsy seraya menghampiri ayahnya.


"Kenapa kau tidak tidur?" tanya ayahnya pula.


"Rian dan Angela menguasai tempat tidur. Daddy sendiri, kenapa tidak tidur?"


"Kemarilah, duduk dengan Daddy!" pinta ayahnya.


Bitsy duduk di sisi ayahnya lalu bersandar di lengan ayahnya. Darko memeluk putrinya, dulu dia tidak percaya dengan Bitsy tapi sekarang dia akan mempercayai putrinya agar perasaan kecewa yang Bitsy rasakan dulu, tidak kembali lagi.


"Katakan pada Daddy, apa yang kau alami saat di rumah tua itu?" tanya ayahnya.


"Pria itu hendak menggunakan tubuhku untuk menghidupkan istrinya lagi, Dad."


"Maafkan Daddy, Bitsy. Kau harus mengalami kejadian tidak menyenangkan itu karena?"


"Sudahlah, Dad. Tidak perlu dibahas lagi. Aku tidak menyalahkan Daddy. Lagi pula bukan salah Daddy, aku yang kurang berhati-hati sehingga dimanfaatkan oleh arwah itstrinya. Daddy tidak perlu khawatir karena Edward selalu membantu aku. Seharusnya aku yang meminta maaf padanya karena selalu merepotkan dirinya di dalam masalah yang selalu aku alami."

__ADS_1


"Pemuda itu, apa dia serius denganmu?" tanya Darko, ini yang ingin dia dengar dari putrinya.


"Aku selalu merepotkan dirinya, Dad. Aku selalu berada di dalam masalah gara-gara hantu tapi dia selalu membantu aku. Bersama dengannya aku merasa aman dan nyaman dan bersama dengannya aku merasakan kehidupan normal yang selama ini aku inginkan dan tidak aku dapatkan. Meski kami belum lama mengenal, tapi dia serius denganku."


"Apa dia tidak sedang memperalat dirimu, Bitsy? Kau harus berhati-hati karena bisa saja pemuda itu menipu dirimu dengan perhatiannya. Daddy tidak mau kau tertipu dengan kebaikan serta perhatiannya saja karena pria jaman sekarang terlalu manis diawal namun pahit pada akhirnya."


"Aku tahu, Dad. Aku juga ingin menikah dengan seorang pria hebat dan setia seperti Daddy. Aku juga ingin menikah dengan pria yang begitu mencintai istrinya seperti Daddy jadi percayalah padaku, Edward tidak seperti yang Daddy kira. Dia benar-benar baik dan membantu aku tanpa meminta imbalan apa pun. Jika dia mau memanfaatkan aku, dia bisa melakukannya dengan mudah karena sudah banyak kali dia menolong aku. Jika dia tidak serius, dia tidak akan merepotkan diri untuk menolong aku, Dad. Aku mengatakan ini bukan karena aku ingin membujuk Daddy tapi karena Edward sangat baik padaku dan aku ingin Daddy percaya dengannya. Tapi jika Daddy tidak menyetujui hubungan kami, aku tidak bisa melakukan apa pun karena aku lebih menyayangi Daddy."


"Baiklah, Daddy tahu maksudmu!" dia bukannya ingin mencegah, jangan sampai jodoh baik putrinya justru diputus olehnya sehingga dia memberikan jodoh yang tidak baik. Bagaimanapun itu kehidupan putrinya dan putrinya memiliki hak untuk menentukan pilihan di dalam hidupnya. Dia hanya ingin mendengar dan dia sudah mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


"Daddy sangat merindukan ibumu. Tak terasa kau pun sudah dewasa dan akan meninggalkan Daddy."


"Masih ada Angela dan Rian, bukan? Daddy tidak perlu sedih, Daddy bisa tinggal denganku jika Daddy mau!"


"Tidak bisa, Bitsy. Kedua adikmu masih membutuhkan Daddy. Daddy hanya tidak rela kau dibawa pergi dengan begitu cepat padahal Daddy masih merasa kau adalah putri Daddy dan Daddy belum rela!"


"Tapi Daddy tidak rela!"


"Baiklah, baik. Sebaiknya Daddy tidur, dan jangan banyak berpikir!"


Darko memeluk putrinya erat, dia harus bisa melepaskan putrinya nanti walau perasaan tidak rela masih dia rasakan.


"Daddy, kakak?" kali ini Angela yang terbangun akibat tendangan Rian. Mereka memang hanya menyewa satu kamar untuk penghematan karena Bitsy akan mengajak mereka ke apartemennya besok.


"Kenapa kalian tidak tidur?" tanya Angela.


"Kau sendiri kenapa terbangun?" tanya Bitsy.

__ADS_1


"Rian menyebalkan!" Angela memukul kaki Rian hingga Rian terkejut dan terbangun.


"Kenapa kau memukul aku?" teriak Rian tidak terima.


"Aku mau dengan Daddy dan kakak saja!" Angela melompat turun dan menghampiri ayah dan kakaknya.


"Jangan yang aneh-aneh, kembalilah tidur!" perintah ayahnya.


"Aku juga mau bersama Daddy!" Rian pun mengikuti sehingga mereka tidak muat lagi di kursi.


"Hei, anak-anak. Kalian bisa membunuh aku!" teriak ayahnya karena ketiga anaknya sedang menghimpit tubuhnya.


"Daddy, kami ingi tidur dengan Daddy!" ketiga anaknya justru bersikap manja seperti dulu lagi, ketika mereka masih kanak-kanak.


"Astaga, kalian benar-benar bisa membunuh Daddy jadi menyingkirlah!"


"Rian, geser sedikir sana!" pinta Angela.


"Kak Angela saja yang geser!" ucap Rian.


"Jika begitu kak Bitsy saja yang sudah besar!" Angela kembali meminta.


"Eits, ini tempatku sedari tadi!"


"Guys, tidak perlu ribut lagi. Daddy yang geser saja!" ucap ayah mereka.


"Tidak boleh!" teriak ketiga anaknya.

__ADS_1


Darko hanya bisa pasrah dipeluk oleh putra dan putrinya tapi saat seperti itulah, saat yang paling berharga. Mendadak dia kembali teringat dengan masa lalu di mana putra dan putrinya masih kecil dan di mana kejadian menakutkan yang mereka alami terjadi. Darko memeluk mereka bertiga, selama dia masih hidup dan belum bertemu dengan Mia maka dia akan memanfaatkan waktu yang dia miliki dengan baik karena dia tidak tahu, sampai kapan dia hidup.


__ADS_2