Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Leonora 38


__ADS_3

Darko benar-benar datang, bersama dengan Angela dan Rian untuk mencari tahu siapa pria yang dekat dengan Bitsy. Sebagai seorang ayah, dia tidak akan membiarkan Bitsy tertipu dengan pria mana pun karena dia tahu putrinya masih begitu polos bahkan Angela yang lebih muda beberapa tahun tidak sepolos Bitsy karena dia bisa menikmati hidupnya dan bergaul dengan siapa saja, tidak seperti Bitsy yang selalu takut jika bertemu dengan orang baru akibat kemampuan yang dia dia miliki.


Takut putrinya ditipu apalagi Bitsy baru datang ke kota itu beberapa bulan yang lalu, dia ingin melihat penipu mana yang telah berhasil menipu putrinya. Akan dia patahkan kedua kaki dan tangannya lalu dia kuburkan tubuhnya sebagian sampai ke leher ke dalam tumpukan salju. Saat itu Darko dan kedua anaknya sudah hampir tiba di Amerika beberapa jam lagi dan mereka juga sudah memberi Bitsy kabar akan hal itu.


"Daddy, apa benar kakak mau menikah?" tanya Rian.


"Dia berkata demikian dan aku, tidak akan mengijinkannya!"


"Mungkin Kak Bitsy sudah menemukan pasangan yang benar-benar tepat, Dad!" ucap Angela.


"Tidak dalam waktu singkat jadi jangan percaya dengan kata-kata manis dan tipu muslihat lelaki!"


"Daddy terlalu mengkhawatirkan kami!" ucap putra dan putrinya.


"Itu karena aku tidak mau kalian menikah dengan orang yang salah. Sekarang bantu kami melihat pria mana yang sudah berani menggoda kakak kalian. Kalian tahu Bitsy hidup dalam ketakutan dan kalian pun tahu dia tidak pandai menilai orang!"


"Baik, Dad!" jawab Rian dan Angela.


Bitsy yang sudah mendapat kabar jika keluarganya mau datang tentu saja akan pergi menjemput tentunya dengan Edward. Bitsy membersihkan apartemennya terlebih dahulu, dia juga membawa barang-barangnya kembali agar ayahnya tidak tahu jika dia tinggal dengan Edward beberapa hari belakangan.


Edward pun membantu Bitsy, padahal dia sudah mencegah Bitsy untuk pindah tapi Bitsy tetap menolak dengan alasan takut ayahnya marah. Bitsy pun berkata, ayahnya akan semakin tidak menyetujui hubungan mereka oleh sebab itulah mau tidak mau Edward setuju dari pada tidak mendapatkan restu.


"Jam berapa keluargamu akan tiba?" tanya Edward.


"Jam sepuluh malam. Kita masih memiliki waktu oleh sebab itu bantu aku membereskan kamarku agar mereka bisa beristirahat begitu tiba."


"Sepertinya kau sangat menyayangi mereka," ucap Edward.


"Tentu saja, mereka adalah segalanya bagiku."

__ADS_1


"Apa kau sudah tidak memiliki ibu, Bitsy?"


"Ibuku meninggal ketika usiaku sepuluh tahun. Bagaimana denganmu, Edward? Apa kau masih memiliki kedua orangtua?" selama ini dia tidak pernah tahu siapa Edward jadi dia rasa tidak ada salahnya untuk bertanya.


"Tentu saja, aku akan memperkenalkan kalian nanti dan apa kau tahu, sesungguhnya ibuku juga memiliki kemampuan seperti dirimu!"


"Apa? Benarkah?" tanya Bitsy sambil berpaling dan melihat ke arah Edward.


"Yes, tapi aku bukan orang yang percaya dengan hantu meski ibuku selalu berkata dia selalu melihatnya!"


"Wah, aku sungguh tidak menduga. Sepertinya aku bisa belajar banyak hal dengan ibumu."


"Tentu saja kau bisa setelah kau bertemu dengannya nanti!"


Bitsy tersenyum dan mengangguk, ternyata ada yang memiliki kemampuan seperti dirinya tapi kenapa Edward tidak pernah mengatakannya hal ini padanya? Tapi dia memang tidak pernah bertanya jadi dia tidak bisa menyalahkan Edward. Sekarang terjawab sudah kenapa Edward memiliki roh pelindung, mungkin saja roh itu Edward dapatkan dari ibunya.


Semua sudah selesai, sekarang kemarilah dan duduk denganku. Kita istirahat sebentar untuk mengisi tenaga sebelum kita pergi menjemput keluargamu.


"Sedang ditangani. Apa kau tidak bisa melihat hantu itu?" Edward menggenggam tangan Bitsy dan menarik gadis itu mendekat hingga Bitsy duduk di atas pangkuannya.


"Aku selalu bersama denganmu, Edward. Bagaimana aku bisa melihatnya?"


"Baiklah, kau benar. Tidak perlu mengkhawatirkan Acton, sahabatku sedang menangani permasalahan ini dan aku rasa sebentar lagi, mereka akan ditangkap!"


"Aku senang mendengarnya, semoga tidak ada lagi gangguan setelah ini!" Bitsy bersandar di dada Edward, setelah ini dia tidak mau terlibat dengan hantu apa pun lagi.


"Kau bisa abaikan mereka jika kau mau!"


"Aku memang ingin melakukannya!" kedua mata Bitsy terpejam. tangan Edward sedang mengusap rambutnya dengan perlahan. Kecupan lembut yang Edward berikan pun membuatnya merasa nyaman. Jika ayahnya tidak setuju dengan hubungan mereka, apakah mereka akan berpisah ataukah mereka akan berjuang bersama sampai ayahnya menyetujui hubungan mereka tapi apakah Edward mau?

__ADS_1


"Jika ayahku tidak menyetujui hubungan kita, apa yang akan kita lakukan, Edward? Apakah kau akan menyerah ataukah kau akan memperjuangkan aku dan menunjukkan padaku jika kau benar-benar serius denganku?" tanya Bitsy.


"Tentu saja aku akan memperjuangkan dirimu, Sayang. Aku serius denganmu jadi aku tidak akan menyerah hanya karena ayahmu tidak setuju. Aku akan menyakinkan ayahmu jika aku bukan pria seperti yang dia kira dan akan aku buktikan jika aku serius denganmu jadi kau tidak perlu khawatir karena aku tidak akan meninggalkan dirimu!"


"Aku harap kau bisa membujuk ayahku karena dia begitu posesif pada kami, anak-anaknya!"


"Apa pun itu, aku akan menghadapinya!"


Bitsy tersenyum dan memeluknya. Untuk sesaat dia ingin seperti itu sebelum mereka pergi. Entah kenapa dia merasakan sebuah firasat buruk. Apakah akan ada La Lionora kedua setelah ini ataukah ada yang terjadi pada La Lionora? Tapi dia hantu, apa dia masih bisa merasakan sakit lagi?


"Sepertinya setelah ini akan sulit bermesraan denganmu!" ucap Edward seraya memeluk Bitsy dengan erat.


"Hanya sebentar saja, jika kau bisa menyakinkan ayahku maka kau bisa menciumku lag!"


"Tidak saja mencium, Sayang. Tapi aku juga ingin kau menjadi milikku pada saat itu tiba!"


"Jangan mengucapkan sesuatu yang tidak aku mengerti!"


Edward terkekeh, tangannya sudah berada di wajah Bitsy, membelainya dengan perlahan lalu dagu Bitsy diangkat. Edward memandangi Bitsy sambil tersenyum, rasanya tidak ingin pergi karena dia masih ingin bersama dengan kekasih manisnya tapi mereka harus pergi.


"I love you," ucap Edward seraya memberikan ciuman pada bibir Bitsy. Mereka menikmati kebersamaan mereka untuk sesaat sampai akhirnya mereka memutuskan pergi untuk menjemput keluarga Bitsy. Lagi-Lagi Bitsy merasa tidak nyaman, dia kembali merasakan firasat buruk. Semoga saja tidak terjadi sesuatu pada pesawat yang ditumpangi oleh keluarganya.


"Masih ada lima belas menit sebelum mereka tiba, apa kau mau duduk terlebih dahulu sambil menikmati secangkir kopi dan kue?" tanya Edward.


"Boleh, pesankan aku secangkir kopi dan kue lalu tunggu aku di sana karena aku mau ke kamar mandi!"


"Aku temani, kita pergi bersama!"


"Apa? Jangan bercanda. Jangan katakan kau juga ingin berada di kamar mandi wanita bersama denganku karena itu memalukan. Aku hanya sebentar saja, tidak lama!" ucap Bitsy.

__ADS_1


"Baiklah, segera bergegas!" mau tidak mau Edward membiarkan Bitsy pergi apalagi kamar mandi tidak jauh tapi sayangnya, ketika Bitsy pergi ke kamar mandi ada yang mengikuti dirinya dan mala petaka pun akan segera dimulai.


__ADS_2