Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Kabar Duka


__ADS_3

Nadia dan suaminya berusaha dengan keras untuk mencari cara untuk pergi ke London. Seperti yang mereka duga, tidak ada penerbangan karena salju yang menutupi landasan pesawat. Penerbangan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan karena cuaca dingin yang cukup ekstrim.


Mereka berdua semakin cemas karena setiap kali mereka mencoba menghubungi, tidak ada jawaban sama sekali.  Nadia yang didatangi oleh Mia di dalam mimpi semakin tidak tenang, setiap saat yang dia cari hanya penerbangan kembali ke London dan mencoba menghubungi kakaknya meski itu nihil.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?" Nadia tampak frustasi. Segala cara sudah berusaha dia lakukan tapi tidak ada satu cara pun yang berhasil.


"Sebaiknya kau hubungi pihak berwajib untuk meminta bantuan!" ucap suaminya.


"Polisi?" Nadia memandangi suaminya yang duduk di sisinya.


"Yeah, cobalah minta polisi yang ada di sana untuk datang ke rumahnya dan melihat keadaan mereka. Mungkin saja dengan begitu kita akan tahu dengan keadaan mereka sehingga kita tidak perlu cemas seperti ini!"


"Oh my God!" Nadia beranjak sambil menepuk dahi, "Kenapa aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya?" benar, dia bisa meminta bantuan polisi untuk memantau rumah kakaknya. Nadia mengambil ponselnya dan kembali duduk di sisi suaminya. Semoga saja dengan cara ini mereka bisa mengetahui bagaimana keadaan kakaknya dengan keluarganya.


Seorang petugas 911 sudah menjawab, Nadia berbicara dengannya dan menjelaskan jika dia tidak bisa menghubungi kakaknya meski sudah berusaha menghubungi. Oleh sebab itu dia meminta bantuan pada polisi untuk mencari tahu bagaimana dengan kakaknya dan keluarganya namun sebuah berita yang disampaikan membuat Nadia terkejut sampai-sampai membuatnya memekik karena dia tidak percaya dengan apa yang petugas itu sampaikan padanya.


"Apa kau tidak sedang bercanda?" pekik Nadia. Suaminya sampai terkejut mendengar teriakan Nadia apalagi ekspresi wajahnya yang terlihat kebingungan.


"Benar, Nyonya. Untuk apa kami bercanda. Istrinya meninggal akibat kecelakaan beberapa hari yang lalu namun ada yang membongkar makamnya dan mencuri mayatnya. Kami sudah meminta keterangan akan masalah itu tapi Tuan Darko mendadak menghilang bersama dengan ketiga anak-anaknya!" mendengar penjelasan itu membuat ponsel yang ada di tangan Nadia jatuh begitu saja.


"Ti-Tidak mungkin, tidak mungkin!" Nadia terlihat linglung. Air mata bahkan menetes karena kabar duka yang baru saja dia dengar. Erick mengambil ponsel istrinya, kini dia yang berbicara dengan petugas yang masih berbicara. Erick pun terkejut mendengar kabar itu. Mereka tidak menduga jika Mia meninggal, lalu ada hubungan apa antara kepergian Mia dan mimpi buruk yang Nadia alami?


"Aku tidak menduga kakak iparku ternyata sudah tiada. Kenapa kakakku tidak mengatakan hal ini padaku?" Nadia masih menangis, dia sangat berduka karena dia sangat dekat dengan kakak iparnya meski sudah lama tidak bertemu.


"Petugas itu berkata rumah kakakmu sudah kosong. Dia sudah tidak tinggal di sana lagi!" ucap suaminya.


"Kakakku begitu mencintai istrinya, dia pasti terpukul akan kehilangan istrinya. Mungkin dia pergi bersama dengan ketiga anaknya untuk menenangkan diri," jawab Nadia.

__ADS_1


"Mungkin yang kau katakan benar, Sayang. Lalu bagaimana dengan makam kakak iparmu yang dibongkar dan mayatnya yang hilang?"


Nadia memandangi suaminya, dia melupakan hal itu. Mereka berdua saling pandang dengan pikiran masing-masing akan apa yang baru saja dia dengar.


"Tidak mungkin kakakku yang membongkar makam istrinya, bukan?" tanya Nadia.


"Aku rasa kakakmu tidak segila itu, Nadia. Mungkin ada orang lain yang melakukannya. Kau tahu jaman sudah berubah, segala sesuatu bisa saja terjadi. Bisa saja kematian istrinya akibat ulah penjahat yang benci dengan mereka dan bisa saja kakakmu memilih membawa ketiga buah hatinya pergi bersembunyi untuk menyelamatkan ketiga buah hatinya dari penjahat yang sedang mengintai mereka!"


"Tuan detektif, apa benar telah terjadi seperti itu?" tanya Nadia. Sesungguhnya suaminya memang seorang detektif yang selalu bergelut dengan kasus kejahatan dan dia pun seorang polisi. Akibat cemas berlebih membuatnya lupa untuk mengambil inisiatif untuk meminta bantuan pihak berwajib.


"Ini hanya dugaan, tidak ada yang tidak mungkin terjadi."


"Lalu kenapa kakak iparku mencariku dan meminta bantuan untuk menyelamatkan anak-anaknya?"


"Mungkin saja karena kau seorang polisi oleh sebab itu dia meminta hal demikian."


"Tidak perlu cemas, aku bisa mendapat cuti dengan alasan ini. Aku akan berusaha mencari penerbangan untuk kembali ke London, semoga saja kita bisa mendapatkannya sehingga kita bisa ke sana untuk mencari tahu apa yang sebenarnya kakakku alami."


"Terima kasih, Erick. Aku harap kita bisa segera kembali ke London untuk bertemu dengan kakakku dan mencari tahu apa yang terjadi."


"Sudahlah, ayo kita kembali cari penerbangan. Semoga ada!"


Nadia mengangguk, namun dia kembali menangis karena dia tidak menduga jika kakak iparnya sudah tiada akibat kecelakaan. Erick menghibur istrinya, mereka memang sudah lama tidak kembali ke London dan bertemu dengan keluarga Darko. Sudah pasti Nadia bersedih akibat kabar kematian kakak iparnya.


Setelah bersedih cukup lama, Nadia dan suaminya mulai mencari penerbangan untuk kembali ke London. Mereka tidak menemukannya sampai akhirnya mereka mencoba alternatif lain untuk kembali ke London karena mereka khawatir dengan keadaan Darko dan ketiga anak-anaknya. Nadia harap mereka baik-baik saja namun tidak karena iblis sudah membuat rencananya.


Angela menangis setelah pulang sekolah karena satu ekor kelincinya yang ada di dalam kandang menghilang. Kelinci hutan yang dia tangkap ada tiga ekor, Angela sangat menyayanginya namun begitu dia kembali hanya tersisa dua saja.

__ADS_1


Angela menangis di sisi kandang kelincinya. Dia sudah mencari ke mana-mana tapi kelincinya tidak ada. Tentunya tidak mungkin dia temukan karena satu ekor kelincinya yang hilang sudah dimakan oleh si iblis ketika mereka pergi ke sekolah.


"Kelinciku, kelinci Angela kenapa hilang?" tanya Angela sambil mengusap air mata yang mengalir tanpa henti.


"Sudah, setelah musim dingin lewat kita bisa cari lagi yang banyak," ucap ayahnya.


"Tapi itu kelinci kesayangan Angela," Angela masih saja menangis.


"Ayo pergi denganku, kelinci yang sudah lari tidak akan kembali. Nanti kita cari bersama," bujuk Bitsy yang tahu ke mana sebenarnya kelinci milik Angela.


"Kelinciku hilang, Bitsy," Angela memeluk kakaknya dan masih menangis.


"Nanti kita cari bersama, sekarang jangan menangis lagi ya," Bitsy mengusap air mata adiknya dan menghiburnya.


"Jangan menangis seperti itu. Bukankah Daddy sudah berkata kita akan menangkapnya yang banyak nanti? Jadi jangan menangis!" ucap ayahnya.


"Ayo," Bitsy mengajak adiknya untuk tidak menangis di sisi kandang kelinci. Angela mengangguk lalu beranjak mengikuti kakaknya. Mereka berdua melangkah melewati ibunya yang melihat mereka berdua sedari tadi.


Bitsy menatap ibunya dengan tatapan tajam, pasti dia yang sudah memakan kelinci milik Bitsy. Mia menyeringai, seringai itu hanya ditunjukkan pada Bitsy saja.


"Kelinci Angela hilang Mommy," ucap Angela.


"Nanti kita tangkap lagi setelah musim dingin lewat, oke?" bujuk ibunya.


Angela mengganggu tanpa tahu jika kelincinya sudah berada di dalam perut sosok yang dia panggil sebagai ibu.


"Ayo kita makan!" Mia menggandeng tangan Angela dan mengajaknya menuju dapur. Bitsy mengepalkan kedua tangan, ibunya benar-benar jahat padahal itu kelinci milik Angela. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Anak sekecil dirinya tidak bisa membuktikan apa pun dan sudah pasti ayahnya tidak akan percaya.

__ADS_1


__ADS_2