
Darko pergi melihat binatang ternaknya terlebih dahulu karena dia takut para binatangnya mati membeku akibat cuaca yang semakin ekstrem saja. Salju masih saja turun dengan begitu lebat dan menutupi apa saja, entah kapan akan berhenti yang pasti akibat cuaca buruk itu Bitsy dan Angela tidak bisa pergi ke sekolah apalagi mobilnya tidak bisa dijalankan akibat tertutup es.
Satu persatu ternak diperiksa dengan baik. Sejauh ini tidak ada yang aneh namun bercak darah yang ada di lantai kayu membuat Darko menghentikan langkah. Darko berjongkok lalu menyolek bercak itu dan menciumnya. Bau amis darah masih tercium, aneh. Apa ada binatang yang berkelahi?
Darko mulai mengikuti jejak darah yang berakhir di sisi kandang. Dia semakin heran melihat bulu binatang yang berada di atas lantai. Apa ada serigala yang masuk ke dalam kandang karena lapar? Tapi bagaimana mungkin sedangkan pintu kandang terkunci serta tidak ada kerusakan sama sekali.
Jika ada binatang yang berkelahi pasti ada jejak perkelahian tapi jejak yang dia temukan sangatlah aneh. Darko melihat keluar kandang, tidak ada lagi jejak selain bercak darah dan bulu-bulu binatang yang tercabut. Sebaiknya dia keluar, mungkin dia bisa menemukan sesuatu. Darko yang semakin penasaran berjalan memutari kandang sampai akhirnya dia menemukan tengkorak anak kambing serta beberapa organ dalam yang tersisa. Tengkorak itu masih memiliki bercak darah serta daging, usus yang tersisa juga masih lumayan segar akibat es. Sepertinya binatang itu baru mati semalam.
Penemuan itu tentu membuatnya terkejut. Tidak saja tengkorak anak kambing namun terdapat tengkorak binatang lain berada tidak jauh dari lokasi pertama. Aneh, apa memang ada binatang aneh tinggal di sekitar hutan itu dan yang tidak dia ketahui?
"Mommy makan binatang mentah!" ucapan Bitsy teringat. Apakah yang dikatakan oleh putrinya adalah benar ataukah? Darko memijit pelipis, lupakan saja. Sepertinya dia mulai terpengaruh dengan perkataan putrinya. Sebaiknya dia mengubur semua tulang binatang itu agar tidak ada yang tahu. Sebuah jebakan mungkin harus dia pasang. Mungkin memang ada binatang liar yang memang kelaparan di musim dingin itu. Harus dia pastikan terlebih dahulu namun dia justru memikirkan perkataan putrinya selama ini.
"Darko!" terdengar suara teriakan Mia yang memanggil dirinya.
Darko buru-buru menyelesaikan pekerjaannya dan menguburkan semua tulang belulang yang dia temukan. Teriakan Mia yang memanggilnya kembali terdengar oleh sebab itu Darko semakin cepat menyelesaikan semuanya sampai istrinya menemukan dirinya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Mia. Celaka, apa Darko melihat tulang belulang yang dia buang di sekitar tempat itu?
"Tidak, seekor binatang mati jadi aku menguburnya agar tidak berbau!" dusta Darko.
"Baiklah, makanan sudah siap. Sebaiknya kembali untuk makan bersama dengan anak-anak," sepertinya tulang-tulang itu sudah dimakan oleh binatang liar. Semoga saja karena jangan pria itu tidak boleh melihatnya.
"Bagaimana dengan keadaan Bitsy?"
__ADS_1
"Aku belum melihatnya!" jawab Mia.
"Pergilah, lihat keadaannya terlebih dahulu. Sebentar lagi aku akan selesai jadi aku akan segera kembali untuk makan bersama dengan kalian!"
"Baiklah, jangan terlalu lama agar makanannya tidak dingin!" Mia melangkah pergi sedangkan Darko tak melepaskan pandangannya dari Mia. Untuk pertama kali setelah dia membangkitkan Mia dari kematian, ini kali pertama Darko menaruh curiga pada istrinya itu. Sikap Bitsy yang berubah, perkataan yang dia ucapkan secara berulang-ulang serta bangkai binatang yang terlempar ke jendela malam itu ditambah hilangnya kelinci Angela. Apakah semua ada hubungannya dengan Mia? Apakah yang diucapkan oleh putrinya adalah benar?
Selama ini Mia tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Mia pun tidak terlihat aneh meski dia lebih banyak berada di dalam kamar saat siang hari dengan alasan tertentu namun tak jarang dia mendapati Mia menatap ketiga buah hati mereka dengan tatapan aneh. Darko kembali memijit pelipis, apa yang sedang dia pikirkan? Dia yang membangkitkan Mia, dia yakin tidak terjadi apa pun dan ritual yang dia lakulan tidaklah berbahaya sama sekali.
Sebaiknya dia kembali untuk melihat keadaan Bitsy. Entah kenapa dia mengkhawatirkan keadaan putrinya itu. Sepertinya dia sudah bersikap cukup kejam pada putrinya padahal Bitsy masih kecil tapi sebelum dia kembali, dia harus membuat sebuah jebakan terlebih dahulu karena dia ingin tahu yang memakan semua bintang yang dia temukan tengkoraknya apakah binatang liar ataukah? Sebaiknya dia mencari tahu sebelum dia menuduh istrinya seperti yang putrinya lakukan.
Selama Darko sedang sibuk membuat jebakan dan belum kembali, Mia sudah berada di kamar Bitsy dan membuka jendelanya dengan lebar agar udara dingin masuk ke dalam kamar. Keadaan Bitsy yang sudah memburuk semakin memburuk akibat udara dingin semalam dan sekarang dia semakin menggigil dengan hebat di bawah selimut.
Iblis yang ada di tubuh Mia tidak menakutinya sama sekali, iblis itu hanya berdiri di depan jendela sambil mengawasi sekitar hutan yang sudah tertutup oleh salju. Sebentar lagi dia akan mendapatkan mangsa jadi dia harus berhati-hati apalagi dia curiga Darko sudah melihat tulang belulang bekas korban yang dia makan.
Mia berdiri cukup lama dan setelah itu jendela di tutup. Bitsy ketakutan melihatnya, entah apa yang sosok ibunya inginkan tapi yang pasti dia membutuhkan ayahnya saat ini.
"Ayahmu tidak akan datang, dia sedang sibuk dan dia adalah milik kami!" ucap Mia.
"Daddy!" Bitsy kembali memanggil tanpa menghiraukan perkataan iblis itu.
"Percuma saja, Kau hanya akan semakin dibenci olehnya!"
Bitsy tidak memanggil lagi dan memilih diam. Apa ayahnya benar-benar sudah dikuasai oleh iblis yang ada di dalam tubuh ibunya? Tidak boleh, dia harap ayahnya cepat sadar dan tahu jika yang bersama dengan mereka saat ini bukanlah ibu mereka melainkan iblis yang sangat jahat.
__ADS_1
"Mia, di mana kau?" terdengar suara teriakan Darko.
"Aku di sini, Darko!" Mia keluar dari kamar Bitsy, jangan sampai Darko curiga dan mengetahui apa yang sedang dia lakukan.
"Aku menangkap seekor kelinci di hutan. Kau bisa mengolahnya, bukan?" Darko memberikan seekor kelinci yang tanpa sengaja dia tangkap.
"Wah, ini bisa menjadi menu makan malam kita apalagi daging kelinci sangat lezat. Nanti aku akan mengolahnya tapi sekarang, kita makan dulu yang ada karena aku sudah memasak!"
"Jangan sampai Angela tahu jika tidak, dia tidak akan rela untuk memotongnya!"
"Serahkah padaku!" Mia membawa kelinci itu ke dapur. Sungguh makanan lezat dan darahnya bisa dia minum. Darko menghampiri putrinya yang sedang berbaring, wajah Bitsy semakin pucat saja.
"Daddy, jangan pergi ke mana-mana!" pinta Bitsy. Dia meminta demikian karena dia takut kedua adiknya di makan saat ayahnya tidak ada.
"Daddy tidak akan pergi ke mana-mana dan mengenai ucapan Bitsy, Daddy akan mencari tahu nanti."
"Apa Daddy mempercayai Bitsy?"
"Kita lihat saja, Daddy menemukan beberapa tulang yang mencurigakan jadi Daddy akan mencari tahu akan hal ini apakah ucapanmu benar atau tidak!"
"Bitsy tidak bohong, Daddy. Tidak bohong!" ucap putrinya.
"Baiklah, beristirahatlah agar Bitsy cepat sembuh. Daddy akan membawakan sup hangat untukmu nanti!"
__ADS_1
Bisty mengangguk, entah apa yang ayahnya temukan tapi dia berharap ayahnya segera mengetahui sosok ibunya yang menakutkan dan dapat menjaga kedua adiknya dengan baik agar tidak dimakan oleh ibunya yang menakutkan.
Darko keluar dari kamar setelah berbicara dengan putrinya. Mia tersenyum saat menghampiri, benar-benar tidak ada yang mencurigakan oleh sebab itu dia tidak menaruh rasa curiga apalagi istrinya selalu bersikap seperti biasanya.