
Kemarahan seorang kekasih dan ayah tak dapat dibendung lagi karena kelakuan Martin yang hendak memanfaatkan Bitsy. Darko begitu murka pada Martin yang mencelakai putrinya oleh sebab itu dia memukul Martin dengan membabi buta.
Dulu dia memang membangkitkan istrinya tapi dia tidak mencelakai orang lain oleh sebab itu apa yang dilakukan oleh Martin benar-benar membuatnya murka. Tidak saja mendapatkan pukulan dari Darko, Martin pun mendapatkan pukulan dari Edward.
Kekesalan dan amarah menyatu sehingga membuat kedua pria itu tak terkendali. Mereka bahkan sepakat untuk kembali ke rumah terkutuk yang mereka tinggalkan lalu mereka melemparkan Martin ke dalam rumah itu setelah mereka kembali. Martin dalam keadaan pingsan dan babak belur sehingga dia tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Rumah itu benar-benar seperti hidup. Hawa dingin yang menakutkan dan keadaan mencekam membuat mereka pergi meninggalkan rumah itu di mana Martin berada di dalamnya dan sudah dipastikan, Martin akan menjadi mainan Adel yang sedang murka karena Madison telah menghilang dan dia menebak, jiwa Madison menumpang di raga salah satu dari orang-orang yang pergi dan dia yakin, jiwanya merasuki raga yang memiliki kemampuan khusus sehingga dia tidak terlalu menyadarinya. Martin akan mengalami seperti apa yang Madison alami dan dia akan mengalami hal yang berulang-ulang sampai membuatnya menjadi gila.
Madison yang masih berada di tubuh Bitsy meminta Anna untuk menghentikan mobilnya. Setelah ini dia akan terbebas dan beristirahat dengan tenang tapi masih ada satu hal yang ingin dia lakukan yaitu menemui para sahabatnya. Itu bisa dia lakukan sendiri tanpa perlu bantuan orang lain.
"Terima kasih sudah membantu aku," ucap Madison.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Anna yang sudah tahu ada jiwa lain di tubuh Bitsy.
"Aku jiwa yang terjebak di dalam rumah terkutuk itu selama bertahun-tahun. Aku menunggu seseorang datang untuk menolong tapi tidak ada yang datang lagi setelah kematian Novelist yang sok tahu itu. Rumah itu benar-benar ditutup dan tidak diperbolehkan digunakan lagi oleh sebab itu aku benar-benar terjebak di rumah itu namun gadis ini, dia bisa melihat aku dan menawarkan kebebasan. Aku sungguh berterima kasih padanya jadi tolong sampaikan rasa terima kasihku padanya setelah dia sadar nanti!" pinta Madison.
"Arwah sepertimu ini akan pergi ke mana?" tanya Barrow yang tidak percaya hantu seperti putranya.
"Aku sudah terbebas dari rumah terkutuk itu jadi aku dapat beristirahat dengan tenang tentu setelah semua tujuan tercapai. Sekarang waktunya aku pergi untuk melakukan urusan terakhirku jadi sampaikan rasa terima kasihku pada gadis ini."
Anna mengangguk, Madison keluar dari tubuh Bitsy dan pada saat itu Bitsy tidak sadarkan diri, Madison pergi menemui sahabatnya Hana untuk menyampaikan pesan terakhir dan setelah itu, dia benar-benar dapat beristirahat dengan tenang.
Anna kembali membawa mobilnya pergi. Dia meminta Barrow untuk menghubungi Edward yang sudah pergi meninggalkan rumah tua itu. Pria gila seperti Martin memang harus ditumpas karena pria gila seperti dirinya akan kembali melakukan kejahatannya jika dibiarkan.
__ADS_1
"Jadi kau pria yang hendak melamar putriku?" tanya Darko seraya melirik ke arah Edward.
"Benar, ayah mertua," jawab Edward tanpa ragu.
"Jangan memanggil aku ayah mertua!"
"Maaf, tidak bisa karena aku serius pada putrimu!"
"Apa yang bisa kau berikan untuknya? Putriku masih begitu polos, kau tahu itu jadi aku tidak akan mengampuni dirimu jika kau berani mempermainkan dirinya!"
"Aku memang tidak memiliki apa pun, ayah mertua. Aku ingin menikahinya karena aku ingin menjaga dirinya yang polos. Aku pun ingin melindunginya dari pria jahat seperti Martin yang ingin memanfaatkan dirinya karena kemampuan yang dia miliki. Kau tidak perlu khawatir, ayah mertua. Aku tidak akan memanfaatkan dirinya karena aku benar-benar mencintainya!"
"Putriku baru beberapa bulan di sini tapi kau sudah mengucapkan perkataan cinta. Aku hanya akan percaya dengan perkataan putriku saja jadi tunggu dia sadar nanti!"
"Berapa usiamu?" tanya Darko.
"35 jadi sudah tidak muda lagi dan aku serius ingin menjadikan Bitsy sebagai istriku. Aku sudah tidak memiliki waktu untuk bermain-main seperti anak muda lainnya oleh sebab itulah aku menginginkan Bitsy menjadi pendamping hidupku!" Edward tidak ragu sama sekali mengatakannya.
"Kenapa harus putriku? Kenapa tidak yang lainnya?" Darko tidak akan memberikan restu dengan mudahnya pada pria itu.
"Karena dia istimewa, aku sudah tertarik dengannya ketika kami pertama kali bertemu!"
__ADS_1
"Apa karena kemampuan yang dia miliki lalu kau menjadikannya istimewa?" jangan katakan pria itu pun ingin memanfaatkan putrinya.
"Tidak, tentu saja tidak. Aku tidak memanfaatkan dirinya sama sekali bahkan sebelum aku mengetahui kemampuan yang dia miliki, aku sudah tertarik dengannya."
"Aku hanya akan percaya dengan perkataan putriku!" ucap Darko yang tidak rela putrinya diambil darinya.
"Kau akan mendengarnya dari Bitsy nanti!" ucap Edward. Darko mengabaikan, dia lebih memilih menghubungi kedua anaknya yang ada di hotel.
Bitsy dibawa ke rumahnya oleh Anna, dia masih tidak sadarkan diri akibat ritual aneh yang dilakukan oleh Martin. Beruntungnya Martin gagal memanggil arwah istrinya dan beruntungnya jiwa Bitsy tidak keluar dari raganya. Itu karena Lea yang sudah menyelesaikan apa yang tertunda tidak mau kembali lagi. Dia sudah menyampaikan pada Martin untuk merelakan kepergian dirinya tapi Martin tidak juga menerima kepergiannya dan masih tetap ingin dia hidup kembali.
Anna meminta Barrow untuk menggendong Bitsy dan membaringkannya ke sofa. Sekarang tinggal menunggu Edward pulang saja lalu mendengar penjelasan putra mereka siapa gadis yang dia sebut sebagai calon istri sedari tadi.
Edward tiba setelah tidak lama mereka tiba, Darko yang begitu mengkhawatirkan keadaan putrinya bergegas mencari Bitsy. Amarah masih menguasai hatinya karena kemampuan putrinya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Padahal Bitsy tidak pernah menunjukkan kemampuannya, entah dari mana pria gila itu bisa mengetahui kemampuan putrinya hingga melakukan ritual aneh seperti itu.
"Bitsy, sadarlah. Daddy datang untuk membawamu pulang!" Darko berusaha menyadarkan putrinya yang belum juga sadar.
"Bitsy!" Darko kembali memanggil tapi tidak ada reaksi sama sekali. Bitsy bagaikan tertidur, Darko tampak frustasi melihat keadaan putrinya. Seberapa keras dia berusaha membangunkan, Bitsy tidak juga sadar.
"Apa yang terjadi dengannya?" tubuh Bitsy memang bau amis, penuh dengan cairan yang digunakan saat ritual dan cairan merah itu sudah pasti darah. Darko melangkah pergi dengan keadaan kacau. Edward menghampiri Bitsy, lalu duduk di sisinya.
"Bitsy!" dengan satu sentuhannya saja membuat Bitsy tersadar namun Bitsy berteriak keras bahkan tubuhnya melengkung ke atas dan setelah teriakan itu, Bitsy memuntahkan cairan aneh dari mulutnya. Darko terkejut melihat hal itu, begitu juga dengan Edward. Anna buru-buru mengambil air untuk Bitsy yang terlihat kacau.
__ADS_1
"Bitsy, apa kau baik-baik saja?" tanya Edward dan begitu melihatnya, Bitsy memeluk Edward dan menangis dengan keras karena dia takut dan mengalami trauma akibat hal tidak menyenangkan yang baru saja dia alami.