Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 34


__ADS_3

Edward sedang sibuk bekerja ketika Acton menghubunginya. Edward tidak menjawab, dia sengaja melakukannya agar tidak menimbulkan kesan jika dia sangat ingin bertemu dengan pria itu. Lagi pula dia yang memegang kendali jadi dia tidak akan terburu-buru.


Suara ponselnya berhenti berbunyi, Edward cuek saja dan kembali fokus pada pekerjaannya tapi tidak lama karena ponselnya kembali berbunyi. Bagus, dia kembali membiarkannya tapi ketika detik-detik akhir sebelum panggilan dari Acton berakhir, Edward segera menjawab.


"Siapa ini" Edward pura-pura tidak tahu padahal dia sudah menyimpan nomor ponsel Acton untuk jaga-jaga.


"Ini aku, Acton Adam. Kita bertemu di pesta, apa kau ingat?" tanya Acton.


"Oh, ternyata itu kau, Tuan Acton. Maaf tidak mengenali suaramu."


"Tidak masalah, maaf jika aku mengganggu waktumu. Apa aku bisa bertemu denganmu siang ini? Itu jika kau memiliki waktu."


"Apa yang hendak kau bahas denganku, Acton. Apa ada bisnis menarik yang hendak kau tawarkan untukku?" Edward masih berbasa-basi karena dia ingin Acton menganggap ada sebuah keuntungan yang bisa pria itu dapatkan darinya.


"Tentu, tentu saja. Aku sudah mendengar banyak tentang kehebatanmu dari para pengusaha. Kau memulai bisnismu dari bawah dan kau berhasil mengembangkan bisnismu hingga kau begitu sukses saat ini. Semua orang tahu dengan keahlianmu dan aku sangat ingin mengikuti jejakmu oleh sebab itulah, aku sudah lama ingin bertemu denganmu!"


"Kau pandai menyanjung, Acton. Aku bukanlah siapa-siapa."


"Kau pandai merendah, Tuan Edward," ucap Acton.


"Tidak, aku memang bukan apa-apa karena masih banyak yang hebat dari pada aku!"


"Baiklah, aku percaya itu. Apa kau ada waktu siang ini? Aku akan menjamu Tuan Edward makan siang sambil membahas bisnis."


"Tentu, aku selalu memiliki waktu untuk membahas bisnis. Katakan di mana restorannya, aku akan pergi ke sana!"


"Senang mendengarnya, Tuan Edward. Bagaimana restoran Jessie seafood? Di sana ada tempat nyaman untuk membicarakan bisnis sambil menikmati makanan."


"Baiklah, aku akan ke sana!" Edward tersenyum, inilah yang dia inginkan. Semakin cepat semakin bagus.


"Pukul satu siang, aku tunggu Tuan Edward," Acton sangat senang, ini kesempatan langka yang tidak boleh dia sia-siakan apalagi Edward bersedia bertemu dengannya untuk membahas bisnis.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengecewakan!"


"Terima kasih!" Acton bersorak dalam hati. Masih ada waktu jadi sebaiknya dia menyiapkan proposal dan dia akan membuatnya semenarik mungkin agar Edward tertarik. Setelah berbicara dengan Edward, Acton pun menghubungi kekasihnya karena dia membutuhkan kekasihnya yang bermulut manis. Biasanya wanita lebih pandai berbicara dan dia ingin kekasihnya membujuk Edward jika pria itu tidak tertarik atau menolak. Bagaimanapun dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada di depan mata.


Seperti Acton, Edward pun menghubungi Bitsy karena dia ingin mengajak Bitsy serta. Di sanalah Bitsy bisa menanyakan banyak hal pada Acton apalagi dia sudah memiliki sebuah rencana agar misi Bitsy cepat selesai.


"Aku sedang bekerja Edward," ucap Bitsy sambil berbisik.


"Aku tahu, Sayang. Apa kau punya waktu siang ini?"


"Ada apa? Aku tidak bisa pergi sebelum meminta ijin."


"Jika begitu pergilah minta ijin pada bosmu karena ada hal penting yang akan kita lakukan!"


"Hal penting apa?" tanya Bitsy yang penasaran.


"Dengar, semua tanpa terduga dan begitu cepat. Acton mengajak aku untuk bertemu untuk membahas bisnis jadi ikut aku pergi untuk menemui dirinya jam satu siang."


"Benarkah?" Bitsy terdengar sangat senan karena dia ingin semua masalah Sarah dapat dia selesaikan.


"Apa tidak apa-apa, Edward? Bukankah itu sangat berbahaya karena kita terlalu cepat ke inti masalah dan terlalu terbuka untuk mencari tahu?"


"Kau ingin cepat selesai atau tidak, Sayang?"  tanya Edward.


"Tentu saja mau tapi kita tidak bisa tergesa-gesa hanya karena kita ingin cepat selesai."


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan, Sayang. Percayalah padaku, aku pasti akan menjagamu dan tidak akan membuatmu celaka dengan rencana ini. Kita hanya memerlukan bukti, bukan? Oleh sebab itu kita hanya memerlukan bukti saja dan mungkin saja kita tidak akan bisa bertemu dengannya lagi karena Acton akan waspada"


"Baiklah, aku akan meminta ijin pada bosku untuk pergi denganmu," Semoga saja keputusan mereka tidak salah karena mereka akan langsung memancing Acton Adam.


"Bagus, aku akan menjemputmu nanti!" ucap Edward.

__ADS_1


"Aku tunggu, Edward!"


"Baiklah, jangan pergi ke mana-mana. Tunggu aku di depan kantormu!"


"Tentu saja," Bitsy melihat sekitar, dia hendak mencari hantu La Lionora yang sudah mengikutinya sampai ke kantor dan hantu itu selalu berputar di dalam ruangan kerjanya.


Edward kembali menghubungi seseorang setelah berbicara dengan Bitsy. Tentu saja seseorang yang bisa membantunya dan seseorang yang ahli dalam masalah itu. Dia tidak mungkin melakukan tindakan bodoh yang bisa membuat Bitsy berada di dalam bahaya.


Bitsy pergi meminta ijin pada bosnya sambil mencari hantu La Lionora karena ada yang hendak ingin dia katakan pada  hantu itu. Bitsy pergi menemui bosnya terlebih dahulu dan setelah itu, dia meminta La Lionora mengikutinya ke kamar mandi saat hantu itu muncul dari dinding.


Meski menakutkan berada di ruangan sempit bersama dengan hantu itu tapi dia harus tahan. Dia yakin sebentar lagi La Lionora dapat beristirahat dengan tenang.


"Apa yang mau kau bicarakan?" tanya La Lionora.


"Sebentar lagi aku mau pergi menemui Acton Adam."


"Aku juga akan pergi!"


"Kau harus berkomunikasi denganku agar aku bisa memberikan pertanyaan yang menjerumuskan dirinya sehingga aku menemukan bukti-bukti keterlibatan dirinya akan kematianmu juga ibu dan adikmu!"


"Akan aku lakukan!" ucap hantu itu.


"Tapi tunggu sebentar. Sudah lama aku ingin menanyakan hal ini padamu. Kau bisa mencekik aku dan bisa menerbangkan barang-barang dengan kekuatanmu sehingga semua barang-barangku jadi rusak tapi kenapa kau tidak memperlakukan mereka seperti kau memperlakukan aku? Kenapa tidak kau bunuh saja mereka dengan kemampuan yang kau miliki? Jangan katakan kau tidak bisa karena kau masih mencintai Acton Adam!"


"Bukan seperti itu. Aku hanya bisa mendekat tapi aku tidak bisa melakukan apa pun karena mereka memakai sesuatu sehingga aku tidak bisa mencelakai mereka."


"Apa maksudmu mereka menggunakan jimat?" tanya Bitsy.


"Seperti itulah, jika aku bisa mendekat dan mencegah mereka maka aku tidak membutuhkan bantuan darimu. Ibu dan adikku pun tidak akan mati karena aku akan menjaganya!"


"Baiklah, sangat masuk akal. Sebentar lagi kita akan pergi dan aku harap aku bisa membantu dirimu karena setelah pertemuan ini, aku tidak yakin bisa bertemu lagi!"

__ADS_1


"Baiklah, aku akan bekerja sama denganmu!" ucap La Lionora


"Bagus, ayo pergi!" Bitsy keluar dari kamar mandi. Saatnya pergi untuk bertemu dengan Acton Adam dan mencari kebenarannya.


__ADS_2