
Setelah kejadian itu, Bitsy tidak berani keluar dari kamar. Semua keperluan Rian diambil, makanan dan minuman juga diambil karena dia tidak berniat keluar dari kamar. Semua itu dilakukan secara diam-diam agar tidal ada yang tahu. Selama ayahnya ada di rumah dan bersama Angela, dia yakin ibunya yang jahat tidak akan memakan Angela dan dia yakin Angela pasti akan baik-baik saja. Lagi pula dia akan keluar jika terdengar sesuatu yang mencurigakan.
Bitsy juga mengambil sebuah pisau dari dapur. Benda tajam itu akan dia gunakan untuk melindungi diri. Tidak itu saja, Bitsy keluar melalui jendela untuk mencari sebatang kayu yang juga bisa dia gunakan untuk memukul sosok ibunya yang jahat jika diperlukan. Kayu itu dia sembunyikan di bawah ranjang beserta pisau yang dia ambil di dapur. Jangan sampai ayahnya melihat lalu menyingkirkan kedua senjata yang hendak dia gunakan untuk jaga diri.
Rasa takut masih dia rasakan, apa yang dilihat tadi masih terbayang-bayang. Mulut ibunya yang terbuka dengan perlahan sampai begitu besar membuat Bitsy gemetar karena takut. Dia tidak pernah melihat hal menakutkan seperti sebelumnya dan tentunya, pemandangan itu membuat Bitsy tidak bisa melupakannya.
Semua makanan yang dia ambil berada di dalam tas ransel. Dia akan lari jika memang ibunya yang menakutkan kembali ke dalam kamar dan ingin memakannya. Sepertinya dia harus mengambil lebih banyak senjata serta makanan karena dia harus memiliki persiapan yang matang.
Malam itu, Bitsy tidak keluar dari kamar untuk makan malam. Akibat trauma yang dia alami membuatnya semakin takut di tambah dia harus keluar dari kamar untuk mencari kayu cukup lama membuat tubuhnya menggigil karena kedinginan. Tentunya Darko sangat heran, apa lagi yang dilakukan oleh putrinya itu? Jangan katakan dia akan kembali berulah dengan kata-kata tidak menyenangkannya.
"Kenapa Bitsy tidak makan bersama dengan kita, Dad?" tanya Angela.
"Daddy akan melihatnya, Angela makan dengan Mommy terlebih dahulu!" ucap ayahnya seraya beranjak.
"Makan daging ini. Angela suka daging, bukan?" Mia mengambil beberapa potong daging untuk Angela.
"Terima kasih, Mommy. Kita tunggu Bitsy saja untuk makan bersama!"
''Apa Angela begitu menyayangi Bitsy?" tanya ibunya.
"Tentu saja, bukankah Mommy selalu berkata jika kami harus saling menyayangi dan saling menjaga?"
"Yeah, kalian memang harus seperti itu. Kau harus selalu mendengarkan perkataan kakakmu tapi jika yang tidak penting, tidak perlu!"
"Maksud Mommy?" tanya Angela tidak mengerti.
"Apa Angela percaya ada hantu pada diri Mommy?"
Angela menggeleng mendengar pertanyaan dari ibunya karena dia memang tidak percaya apalagi dia tidak pernah melihat sosok ibunya yang menakutkan. Iblis yang ada di dalam tubuh ibunya tersenyum, sekarang saatnya menghasut Angela selagi tidak ada Darko. Dia ingin Angela tidak mempercayai apa pun yang dikatakan oleh Bitsy tentangnya nanti tentang dirinya. Jika ada yang membantah ucap Bitsy maka anak itu akan mengalami kesulitan.
__ADS_1
Darko sudah berdiri di depan kamar Bitsy, dia hendak membuka pintu namun terkunci. Darko menghela napas, sesungguhnya apa lagi yang terjadi pada putrinya?
"Bitsy, keluar!" perintah ayahnya.
Tidak ada jawaban, Bitsy tidak mau menjawab ayahnya karena dia tidak mau keluar dari kamarnya. Darko kembali menghela napas, padahal dia mengira situasi sudah aman dan kembali seperti semula tapi nyatanya? Sepertinya Bitsy kembali bertingkah dan bersikap tidak menyenangkan.
"Bitsy, jangan membuat Daddy marah jadi cepat keluar!" bentak ayahnya namun Bitsy kembali tidak menjawab.
"Bitsy!" Darko berteriak marah karena kesabaran yang dia miliki sudah habis.
Mau tidak mau Bitsy berlari menuju pintu dan membukanya. Darko sudah siap untuk memarahi putrinya namun niatnya itu tidak jadi karena keadaan Bitsy terlihat tidak baik-baik saja. Wajahnya tampak pucat dan dia terlihat tidak bertenaga.
"Ada apa denganmu?" tanya ayahnya yang sudah berjongjok untuk menyentuh dahi putrinya. Dahinya begitu panas, kedua mata Bitsy tampak sayu.
"Bitsy mau tidur!" ucap Bitsy.
"Kau sakit, kenapa tidak mengatakan hal ini pada Daddy dan kenapa kau harus mengunci pintu?" tanya ayahnya.
"Ck, apa lagi yang kau takutkan? Bukankah Daddy selalu berkata tidak ada apa-apa?" Darko menggendong putrinya dan membawanya menuju ranjang.
"Bitsy takut!" putrinya kembali mengatakan hal yang sama.
"Baiklah, baik. Daddy dan Mommy akan menjagamu malam ini."
"Tidak mau, Bitsy mau dengan Daddy dan Angela saja!"
"Bagaimana dengan Mommy?"
"Tidak mau dengan Mommy!" tolak putrinya. Darko menghela napas, Mia pasti akan sakit hati dan sedih karena ditolak seperti itu oleh putrinya sendiri. Entah apa yang harus dia katakan pada Mia yang pasti dia harus mencari alasan bagus agar istrinya tidak sedih.
__ADS_1
"Tunggu di sini, Daddy akan mengambilkan makanan untuk Bitsy," ucap ayahnya setelah membantu Bitsy untuk berbaring. Selimut ditarik hingga menutupi tubuh putrinya yang menggigil. Cuaca memang begitu dingin, putrinya pasti sakit gara-gara terlalu lama berada di luar saat menunggunya menjemput tadi tapi sesungguhnya Bitsy seperti itu akibat mencari kayu untuk senjata.
"Tidak mau jika Mommy!" ucap Bitsy dengan kedua mata terpejam. Darko kembali menggeleng, lagi-lagi putrinya menolak ibunya sendiri.
Setelah menyelimuti putrinya, Darko keluar dari kamar. Darko kembali menghela napas untuk ketiga kalinya. Dia benar-benar pusing dengan kelakuan putrinya yang semakin menjadi saja. Sepertinya dia harus segera membuktikan pada Bitsy jika ibunya tidak seperti yang dia takutkan selama ini.
"Mana Bitsy, kenapa hanya kau seorang diri?" tanya Mia.
"Bitsy sedang sakit."
"Benarkah?" Mia terlihat khawatir lalu buru-buru beranjak dari tempat duduk. Darko memperhatikan istrinya yang bergegas menuju kamar Bitsy bersama dengan Angela. Ibunya begitu menyayangi dirinya lalu kenapa Bitsy justru takut pada ibunya? Darko pun mengikuti istrinya, dia ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh istrinya dan ingin melihat apakah putrinya masih takut dengan ibunya atau tidak.
Mia masuk ke dalam kamar Bitsy lalu menghampiri Bitsy yang sedang berbaring di atas ranjang. Bitsy terkejut saat tangan dingin ibunya menyentuh dahinya.
"Astaga, kenapa badanmu begitu panas?" Mia semakin khawatir tapi tidak dengan Bitsy yang gemetar karena takut.
"Pergi ambil air hangat dan handuk, Darko!" pinta istrinya. Darko berlalu pergi untuk mengambil apa yang diinginkan oleh istrinya. Mia kembali menyentuh dahi Bitsy, dia bahkan bisa merasakan ketakutan yang sedang Bitsy alami.
"Apa kau baik-baik saja, Bitsy?" tanya Angela.
"Bitsy sedang sakit, Angela temani Rian sebentar!" ucap ibunya.
"Baik, Mom," Angela menghampiri Rian yang sedang bermain. Mia memperlihatkan senyuman menakutkannya setelah Angela pergi. Akhirnya anak itu berada di mana keadaannya begitu lemah dan dia yakin Bitsy tidak akan bisa melawan sehingga dia bisa memanfaatkan hal ini.
Darko kembali dengan baskom berisi air hangat dan handuk. Mia merawat putrinya dengan penuh kasih sayang dan tentunya hal itu membuat Darko semakin tidak mengerti kenapa putrinya begitu takut pada ibunya yang jelas-jelas menyayanginya.
"Aku akan membuatkan bubur untuknya!" Mia beranjak setelah mengompres dahi Bitsy.
"Pergilah, aku akan menjaga anak-anak!" Darko melangkah mendekat dan duduk di sisi ranjang.
__ADS_1
"Kau lihat? Mommy begitu mengkhawatirkan keadaanmu dan dia tidak menakutkan jadi kau tidak perlu takut dengannya!" ucap ayahnya.
Bitsy tidak menjawab. Dia takut, sangat takut. Dia pun tahu apa yang sedang diperlihatkan oleh ibunya saat ini adalah palsu untuk menipu ayahnya agar ayahnya tidak curiga sama sekali dan ayahnya memang tidak curiga.