Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Fitnah Keji Dari Si Iblis


__ADS_3

Bitsy tidak keluar dari kamar sama sekali padahal sudah waktunya pergi ke sekolah. Tangisan Rian pun tak terdengar karena Rian akan menangis saat bangun tidur. Angela dan ibunya sedang membuat bekal, sedangkan Darko memutuskan untuk membangunkan Bitsy karena dia mengira putrinya itu masih tidur.


"Bitsy, segera bangun!" Darko masuk ke dalam kamar namun tidak ada siapa pun.


"Bitsy?" Darko melangkah menuju kamar mandi, mungkin saja putrinya berada di sana tapi tidak ada siapa pun. Darko keluar dari kamar mandi, dia melihat sekitar untuk membaca situasi. Jendela yang terbuka serta ketidakberadaan putra dan putrinya membuatnya curiga.


Darko berlari menuju jendela, sial. Jangan katakan putrinya melarikan diri membawa adiknya. Darko melompat keluar dari jendela, jejak kaki putrinya terlihat di tanah. Tidak perlu ditanya, Bitsy pasti melarikan diri. Darko berlari menuju rumah, dia harus pergi mencari Bitys. Selain dia masih kecil, Bitsy juga akan berbicara yang tidak-tidak pada orang yang dia temui.


"Mia, hari ini Angela tidak pergi ke sekolah!" teriak Darko.


"Ada apa, Darko? Apa yang telah terjadi?" Mia berlari keluar dari dapur untuk tahu apa yang telah terjadi.


"Sepertinya Bitsy lari, oleh sebab itu aku harus mencarinya!"


"Apa? Bitsy melarikan diri?" Mia menunjukkan ekspresi terkejut.


"Anak itu semakin nakal saja, tidak saja sulit diajak bicara tapi dia sudah bersikap keterlaluan apalagi dia membawa Rian serta!"


"Semua gara-gara aku, Darko. Semua gara-gara aku sehingga membuat Bitsy jadi seperti itu!" ucap Mia.


"Tidak perlu menyalahkan diri seperti, Mia. Bitsy hanya berbuat nakal seperti anak seumurannya. Jaga Angela baik-baik, aku akan pergi mencarinya. Dia tidak akan pergi jauh apalagi tidak ada kendaraan yang lewat!" Darko menghibur istrinya tanpa tahu jika apa yang dikatakan oleh istrinya bukanlah kebohongan semata. Keadaan Bitsy sudah pasti gara-gara Mia yang selalu meneror dan menakuti dirinya.

__ADS_1


"Tidak, semua gara-gara aku Darko. Gara-gara aku memergoki apa yang dia lakukan semalam!" Mia menutupi wajahnya, dia menangis seperti menyesali sesuatu.


"Apa maksudmu? Apa yang dia lakukan semalam?" tanya Darko.


"Aku sudah berjanji tidak akan mengatakannya pada siapa pun, Darko. Tapi sepertinya Bitsy tidak percaya padaku. mungkin karena hal inilah yang membuatnya takut dan membuatnya melarikan diri. Aku rasa dia takut aku mengatakannya padamu lalu kau menghukumnya, oleh sebab itulah dia melarikan diri dari rumah!"


"Bicara yang jelas, Honey. Apa yang Bitsy lakukan!"


"Ikut denganku, lebih baik kau lihat sendiri agar kau percaya!" Mia melangkah pergi, dia akan mengadu domba ayah dan anak itu dan memainkan trik. Lagi pula Darko pasti akan percaya dengannya.


"Ada apa, Daddy?" tanya Angela.


"Tidak ada apa-apa, Angela pergilah mandi!" Darko mengikuti Mia keluar dari rumah. Mereka melangkah menuju samping rumah di mana sebuah pohon besar berada. Di sana terdapat seekor binatang mati, juga beberapa lilin yang sudah pernah dinyalakan. Darko terkejut melihat itu, apa Bitsy yang melakukannya?


"Berjanjilah padaku, Darko. Berjanjilah padaku kau tidak akan memarahi Bitsy dan berpura-puralah jika kau tidak tahu akan hal ini. Dia akan semakin membenci aku jika dia tahu aku mengatakan apa yang dia lakukan padamu jadi berjanjilah!" pinta Mia memohon.


"Tidak perlu khawatir, Honey. Sekarang singkirkan semua itu dan buang bangkai binatang itu ke dalam hutan. Jangan sampai ada yang melihat apalagi Angela. Aku akan pergi mencari keberadaan Bitsy dan membawanya pulang!" ucap Darko. Sepertinya putrinya sudah melewati batas tapi jika dia marah, maka dia akan membuat Bitsy semakin membenci ibunya. Akan dia pikirkan nanti karena yang paling penting mencari keberadaan kedua buah hatinya yang kemungkinan belum jauh.


Darko berlalu pergi, sedangkan Mia masih berada di tempat dengan seringai lebar. Darko tidak akan pernah tahu jika dia yang menyiapkan semua itu untuk memperkeruh suasana. Semakin mereka berselisih, semakin Bitsy ketakutan dan semakin lezat pula jiwanya serta dagingnya.


Mia menyambar bangkai musang yang ada di atas tanah. Alih-Alih membuang bangkai itu, Mia justru memakannya namun sempat dia ludahkan keluar. Daging binatang benar-benar tidak enak, apa dia makan saja Angela yang ditinggal sendirian? Tidak, tidak boleh begitu cepat, Dia harus membuat Darko tidak mempercayai Bitys dan semakin membencinya, dia pun harus menjauhkan Darko dari anak-anaknya karena dia ingin memakan mereka bertiga sekaligus.

__ADS_1


Daging musang kembali di mana, dia tidak peduli dengan lalat hitam yang mengerumuni daging itu. Mia pun menendang lilin yang ada di atas tanah, daging mentah masih saja dinikmati. Keluarga itu akan dia dapatkan, salahkan Darko membangkitkan dirinya tapi dia tidak menyangka akan mendapatkan wadah yang sempurna. Seperti yang Bitsy katakan jika dia bukanlah ibu mereka dan yang dikatakan oleh Bitsy sangat benar tapi dia bukan hantu melainkan iblis jahat yang sudah tinggal di dalam kegelapan begitu lama. Ritual yang dilakukan oleh Darko benar-benar sudah membangkitkan sesuatu yang jahat tanpa dia sadari.


"Anak manis, kau tidak akan bisa pergi ke mana pun!" Mia tersenyum, senyuman menakutkan. Dia mengambil peran seorang ibu, peran yang sangat tepat untuk mendapatkan jiwa murni yang sangat lezat.


Darko membawa mobilnya untuk mencari Bitsy. Dia yakin putrinya tidak akan pergi jauh karena hanya ada ladang dan hutan sepanjang mata memandang. Mobil pun jarang lewat, Bitsy tidak akan mendapatkan tumpangan dengan begitu mudahnya.


Dia pun yakin Bitsy berada tidak jauh dari rumah oleh sebab itu Darko menghentikan mobilnya di sisi jalan lalu melihat ladang jagung yang sangat luas. Pria itu melihat dengan teliti bahkan Darko naik ke atas mobil untuk melihat apakah ada yang pohon jagung yang bergerak.


Angin kencang yang berhembus menggoyang setiap batang jagung yang ada, Darko melihatnya dengan teliti sampai akhirnya dia melihat beberapa batang jagung bergerak. Itu sudah pasti Bitsy yang mencari jalan keluar setelah mendengar ada suara mobil tentunya itu adalah suara mobil ayahnya sendiri. Bitsy yang mencari jalan raya terus berlari melewati pohon jagung yang tinggi. Rian yang menangis diberi susu, Bitsy menggendongnya dengan kain yang dia bawa.


Terdapat banyak luka di kedua lengannya akibat goresan daun jagung yang sangat tajam. Bitsy terus berlari melewati pohon jagung tanpa mempedulikan luka-luka yang dia dapat namun usahanya sia-sia karena ayahnya sudah menunggu di sisi jalan.


Bitsy terus menerobos batang jagung, sedikit lagi dia akan mencapai jalanan, sedikit lagi. Bitsy sangat senang setelah menerobos batang jagung yang terakhir namun kebahagiaanya sirna begitu saja saat melihat ayahnya berdiri di hadapannya.


"Apa sudah puas? Apa kau sudah puas membuat semua orang repot?" tanya ayahnya.


"Tidak mau!" Bitsy berteriak lalu berbalik dan hendak kembali ke dalam ladang jagung tapi Darko sudah menangkap putrinya dan menariknya menuju mobil.


"Tidak mau, Daddy, Bitsy tidak mau kembali!" teriak Bitsy sambil memberontak.


"Diam jika tidak, Daddy akan mengikatmu dengan rantai agar kau tidak bisa pergi ke mana pun!" ancam ayahnya.

__ADS_1


"Tidak mau, Bitsy tidak mau!" Bitsy masih memberontak namun apa daya, dia hanya anak kecil yang tidak bisa melawan tenaga orang dewasa. Darko mendorong putrinya masuk dengan sebuah ancaman, dia akan memberikan hukuman pada putrinya agar dia jera dan tidak lari lagi dan agar dia tidak melakukan hal gila tanpa dia ketahui tapi sesungguhnya itu adalah fitnah dari si iblis yang memang ingin menghancurkan hubungan mereka.


__ADS_2