
Beruntungnya hari itu akhir pekan sehingga Bitsy tidak perlu pergi bekerja. Bitsy kembali ke kamarnya, diantar oleh Edward. Pria itu mengkhawatirkan keadaan Bitsy oleh sebab itu Edward mengantar gadis itu kembali ke kamarnya. Bitsy benar-benar tidak enak hati padahal pria itu sudah banyak membantu tapi dia masih takut untuk mempercayai orang asing.
Dia takut terbuai, dia takut ada maksud tersembunyi dari kebaikan yang Edward berikan. Lebih baik tetap waspada dari pada dia membuat sebuah kesalahan yang berakibat fatal. Lagi pula dia hanya seorang diri di kota itu, tidak ada kenalan jadi dia harus mewaspadai orang jahat apalagi hantu jahat.
"Apa tidak mempersilahkan aku masuk ke dalam?" tanya Edward basa basi setelah mereka tiba di depan kamar Bitsy.
"Maaf, ibuku melarang aku memasukkan laki-laki ke apartemen!" dusta Bitsy.
"Jadi ada ibumu di dalam?" tanya Edward. Semalam dia tidak melihat siapa pun di kamar Bitsy. Apa gadis itu berbohong atau ibunya sedang pergi?
"Ya..yeah. Sebab itu aku tidak bisa mengundangmu masuk. Maaf," ucap Bitsy.
"Baiklah jika begitu, segeralah masuk dan beristirahat. Jika ada apa-apa, cari aku. Aku pasti akan datang untuk menolongmu."
"Terima kasih, Edward. Aku jadi merepotkan dirimu. Kebaikanmu, akan aku balas suatu saat nanti."
"Aku tidak mau suatu saat nanti!" ucap Edward.
"Maksudmu?" Bitsy mengangkat wajah dan menatap Edward dengan ekspresi heran.
"Aku tidak mau lain kali karena aku ingin kau segera membalasnya!" ucap Edward.
"Dengan cara?" Bitsy masih memandangi Edward dengan ekspresi heran.
"Banyak cara yang bisa dilakukan, Bitsy. Seperti makan malam bersama, pergi kencan denganku dan melakukan banyak hal menyenangkan denganku. Kau mau melakukannya, bukan?"
"U-Untuk apa kita melakukan hal itu?"
"Tentu saja?" Edward menarik Bitsy mendekat dan memeluk pinggang Bitsy. Gadis itu jadi salah tingkah apalagi tubuh mereka begitu merapat. Dia merasa jadi aneh, seharusnya mereka tidak boleh sedekat itu.
__ADS_1
"E-Edward?" Bitsy berusaha mendorong tubuh Edward karena dia tidak suka kedekatan mereka yang seperti itu.
"Aku ingin dekat denganmu, Bitsy. Aku tertarik denganmu oleh sebab itu aku ingin dekat denganmu. Mungkin kita bisa menjalin hubungan spesial. Kau tidak memiliki pacar, bukan?" '
"Jangan aku!" ucap Bitsy sambil menunduk.
"Kenapa?" Edward mengangkat dagu Bitsy, dia ingin tahu kenapa Bitsy berkata demikian.
"Aku aneh, jadi jangan aku!" ucap Bitsy seraya mendorong tubuh Edward agar menjauh.
"Apa maksudmu aneh? Katakan!" mungkin ini yang membuat Bitsy bertingkah aneh semalam dengan memasuki rumah Martin.
"Aku gadis aneh, jadi jangan aku!" Bitsy memutar langkah dan berjalan menuju pintu. Dia memang gadis aneh yang bisa melihat hantu, sebaiknya dia tidak melibatkan diri pada siapa pun.
"Kenapa, Bitsy. Aku tahu ada yang aneh padamu semalam. Yang ada di kamar Martin memang kau tapi itu bukan kau. Semalam kau pasti sedang dirasuki oleh sesuatu sehingga kau bertingkah seperti orang lain. Katakan padaku, Bitsy. Apa benar ada yang merasuki dirimu?"
"Kenapa? Apa kau tidak mempercayai aku sehingga kau tidak mau mengatakan padaku apa yang terjadi?"
"Ya, aku tidak percaya padamu!" Bitsy berbalik dan menatap Edward dengan tajam, "Aku memang tidak percaya padamu dan aku pun tidak percaya dengan orang lain selain dirimu. Aku tidak percaya pada siapa pun kecuali keluargaku!" ucap Bitsy terus terang. Dia harap Edward tidak mengharapkan lebih dan mencari wanita lain agar kehidupannya normal.
"Kau tidak bercanda, bukan?" Edward seperti tidak mempercayai perkataan Bitsy yang mengatakan jika dia tidak mempercayai siapa pun selain keluarganya. Pasti ada rahasia besar yang disembunyikan oleh Bitsy dan dia tidak mau ada satu orang pun yang tahu rahasia itu.
"Tidak menyenangkan dekat denganku, Edward. Aku akan membuatmu berada di dalam masalah. Carilah wanita yang normal agar kau memiliki kehidupan normal."
"Apa itu berarti kau tidak normal?" tanya Edward.
"Yeah!" jawab Bitsy yang kembali melangkah mendekati pintu dan membukanya, "Terima kasih atas bantuanmu dan tumpangan yang kau berikan. Aku pasti akan balas budi padamu nanti tapi untuk dekat denganmu, aku minta maaf. Banyak wanita yang jauh lebih baik jadi jangan dengan wanita aneh seperti aku!"
"Aku tahu aku terlalu terburu-buru, Bitsy. Tidak seharusnya aku mengatakan hal ini padahal kita baru saling mengenal tapi menurutku, tidak ada yang aneh dari dirimu. Aku bukan orang yang akan menyerah, aku harap kau mencari aku jika kau membutuhkan bantuan. Ingat jangan percaya pada siapa pun karena Martin pasti akan mengincar dirimu."
__ADS_1
"Apa? Kenapa?"
"Percayalah, dia akan melakukannya jadi berhati-hatilah!"
"Terima kasih sudah mengingatkan."
"Masuklah, dan segera beristirahat. Aku akan datang lagi nanti."
"Edward, aku harap?"
"Aku tahu, tidak mendekati gadis aneh seperti dirimu. Kau tidak bisa menghentikan aku karena aku juga aneh jadi aku menyukai gadis aneh seperti dirimu!"
"Apa?" Bitsy berpaling dan melihat ke arah Edward.
"Dengan begini tidak ada alasan kau menolak aku karena kita sama-sama aneh!"
"Tapi, Edward?"
"Ayolah, sekarang aku sudah menjadi aneh karena aku menyukai gadis aneh seperti dirimu jadi kita sama-sama aneh. Sekarang masuklah, aku akan datang lagi nanti sore untuk melihat keadaanmu!" Edward melangkah menuju lift setelah berkata demikian. Bitsy berdiri di tempat dan melihat Edward yang melangkah pergi. Apakah pria itu tidak mengerti dengan perkataannya? Dia harap Edward tidak mendekatinya lagi karena dia tidak mau menyulitkan siapa pun dengan kemampuan yang dia miliki.
Bitsy masuk ke dalam kamar, napas lega dihembuskan karena tidak ada siapa pun di dalam kamarnya. Untuk sebentar saja, dia ingin tidur sebentar. Dia yakin hantu La Lionora pasti akan datang lagi mengganggu dirinya tapi sebelum hari gelap, sebaiknya dia beristirahat terlebih dahulu.
Edward kembali ke dalam kamarnya, mau Bitsy gadis aneh atau apa dia tidak peduli karena dia sudah tertarik dengan gadis itu. Dia akan tetap mendekati Bitsy. Lagi pula dia tidak bisa meninggalkan Bitsy begitu saja karena dia tahu Martin tidak akan berhenti.
Entah apa yang terjadi, Martin memiliki ambisi yang besar. Pria itu pasti akan mencari keberadaan Bitsy dan sangat berbahaya jika Bitsy ditemukan oleh Martin. Dia takut Martin memanfaatkan Bitsy untuk sebuah tujuan apalagi kabar jika pria itu mengalami gangguan mental setelah istrinya meninggal sudah terdengar luas.
Jangan katakan Martin menganggap Bitsy sebagai istrinya oleh sebab itulah Martin hendak menjamah Bitsy dan juga menyembunyikan Bitsy. Itu sangat masuk akal tapi kenapa Bitsy bisa pergi mencari Martin padahal mereka tidak saling mengenal? Hal ini menjadi tanda tanya besar yang masih belum dia dapatkan jawabannya.
Edward menghubungi seseorang, dia ingin meminta bantuan seorang sahabat yang bisa membantunya mencari tahu tentang Bitsy. Sungguh dia sangat ingin tahu siapa sebenarnya Bitsy dan dia harap, dia mendapatkan jawabannya sehingga dia tahu, siapa gadis misterius yang sangat membuatnya penasaran itu.
__ADS_1